Ampas Tahu Untuk Pakan Ternak Apa Aja?

SHARE:

Cara menghasilkan ampas tahu

Ampas tahu untuk pakan sudah banyak dilakukan oleh semua peternak. Penggunaan ampas tahu ini berarti sudah sangat luas jangkauannya.

Tidak hanya sebagai comboran untuk sapi. Kambing, domba, kelinci, itik, entok, ayam broiler, dan ikan juga banyak yang memakai ampas tahu.

Ampas tahu sangat bagus kualitasnya. Sifatnya sebagai pakan alternatif. Dan kalau mudah untuk mendapatkannya silahkan dipakai saja.

Sedangkan jika sulit dan persaingan tinggi untuk mendapatkan ampas tahu, silahkan cari alternatif yang lain karena harganya pasti menjadi mahal.

Karena bahan baku berasal dari kedelai, maka ampas tahu masih memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Meskipun ada sedikit kekurangan yang kecil sekali.

Ampas tahu adalah bagian ampas yang tidak terpakai dalam proses pembuatan tahu.

Ampas tahu ini dihasilkan pada proses penyaringan dan pemisahan antara bahan padat dan cair.

Pada proses pembuatan tahu, kedelai akan direndam selama 12 jam. Supaya teksturnya menjadi lebih lunak.

Selain itu juga supaya protein kedelai bisa larut pada air saat penggilingan. Protein yang terlarut ini yang akan membuat tahu bisa menggumpal.

Kedelai yang sudah diremdam akan digiling dengan ditambah atau dicampur dengan air. Ada yang memakai air panas dan ada yang air biasa. Proses ini akan menghasilkan bubur kedelai.

Bubur kedelai kemudian disaring untuk membuang ampasnya. Ampas inilah yang kita kenal sebagai ampas tahu.

Ini ada videonya, biar lebih faham.

Air saringan kemudian dimasak supaya protein pada air tahu bisa menggumpal. Pada proses ini, ada yang menyaring baru airnya dimasak dan sebaliknya. Yaitu bubur kedelai dimasak dulu baru disaring.

Ketika penggumpalan tahu sedang terjadi, pasti ada air – airnya. Kemudian supaya tahu tidak mudah pecah, tahu akan direndam pada air dingin.

Air – air ini akan dibuang. Dan ini adalah limbah air tahu. Kadang peternak ada yang ambil air ini.

Kalau air ini dibuang sembarangan, baunya sangat tidak mengenakkan. Karena terfermentasi oleh bakteri aerob yang bisa membuat bau busuk.

Itulah asal usulnya ampas tahu. Jika kita dekat dengan lokasi pabrik tahu, ambil saja ampas tahu dari sana. Kalau murah.

Tidak ada salahnya karena kualitasnya yang bagus, ampas tahu juga bisa disimpan dalam bentuk kering. Bisa jadi persediaan.

Bisakah ampas tahu dijadikan pakan?

Bisa dong.

Seandainya ampas tahu bisa diimport (kalau ada), pasti bahan baku konsentrat sapi akan menggunakan bahan ini.

Karena pilihan paling mungkin adalah bungkil kedelai, maka pilihan yang paling memungkinkan adalah bungkil kedelai.

Ampas tahu sifatnya masih lokal. Tiap – tiap daerah berbeda – beda ketersediaannya.

Itupun paling kalau ada pabrik pembuatan tahu. Dengan kata lain, ampas tahu sekarang rebutan.

Karena kualitasnya yang sangat baik untuk dijadikan pakan penguat pada hewan ternak.

Bagusnya kualitas ampas tahu ini bisa dilihat pada kandungan nutrisinya.

Kandungan nutrisi ampas tahu[1]

Bahan Kering 13,3 %
Protein Kasar21.00%
Lemak Kasar0,49 %
Serat Kasar23,58 %
NDF51,93 %
ADF25,63 %
Abu2,96 %
Ca0,53 %
P0,24 %

 

Kandungan protein pada ampas tahu di atas sangat tinggi.

Tapi kita perlu memahami bahwa tingginya angka protein kasar pada ampas tahu itu dihitung ketika ampas tahu kering. Bukan dalam keadaan basah.

Ketika dalam keadaan basah, nilainya berbeda. Karena berat total dari ampas tahu masih banyak airnya. Perbedaan kandungan nutrisi ampas tahu ketika basah dan kering adalah sebagai berikut.[2]

NutrisiAmpas tahu basahAmpas tahu kering
Berat kering %19,97100
Protein Kasar %4,9324,69
Serat Kasar %4,8224,14
Lemak Kasar %1,025,11
Abu %0,492,45
Beta N %8,7143,62
TDN %15,1275,71

 

Nilai nutrisi ampas tahu di atas kok berbeda? Pakai saja yang terakhir karena itu berdasarkan uji laborat dari IPB bogor. Lebih akurat dan bisa dipercaya.

Dengan kandungan protein kasar yang sangat tinggi, ampas tahu adalah pakan sumber protein.

Cocok sekali digunakan sebagai pakan penguat untuk program penggemukan ternak. Entah itu penggemukan sapi atau penggemukan kambing.

Hal itu karena ampas tahu memiliki kelebihan sebagai berikut:

  1. Protein ampas tahu lebih bagus. Karena ampas tahu yang dihasilkan sudah mengalami proses perebusan. Perebusan bisa membuat struktur protein menjadi lebih sederhana sehingga tingkat kecernaan protein ampas tahu meningkat.
  2. Ampas tahu tidak memiliki kandungan zat pencahar. Zat pencahar adalah zat yang bisa memicu terjadinya diare pada ternak. Berarti bisa digunakan lebih banyak dalam ransum. Bukan berarti bisa full 100%. Untuk hewan ruminansia tetap harus ada imbangan serat (entah dari hijauan atau jerami padi). Ingat, pemberian pakan dengan kandungan yang mudah dan cepat terfermentasi bisa menyebabkan kembung (bloating) pada ternak jika tidak segera diimbangi dengan serat.
  3. Ampas tahu juga mengandung unsur-unsur mineral mikro maupun makro yaitu untuk mikro; Fe 200-500 ppm, Mn 30-100 ppm, Cu 5-15 ppm, Co kurang dari 1 ppm, Zn lebih dari 50 ppm [1].

Tapi, ampas tahu memiliki kelemahan dengan adanya anti nutrisi berupa asam fitat. Asam fitat ini biasanya mengikat mineral sehingga penyerapan mineral akan terganggu.

Misalnya mineral Ca, Zn, Co, Mg, dan Cu.

Sebagai pakan unggas, ampas tahu perlu dibatasi atau dilakukan dengan penambahan mineral mix pada ransum.

Untuk ternak ruminansia, selama ini ampas tahu baik – baik saja.

Persoalan kemudian adalah dengan kandungan protein dan air yang tinggi, ampas tahu ini mudah sekali busuk.

Jika pengambilan harus setiap hari sebanyak kebutuhan saja, rasanya eman – eman padahal stok ada dan keuangan juga mampu.

Cara mengawetkan ampas tahu

Jika kita memang mampu untuk mendatangkan ampas tahu dalam jumlah banyak, ambil saja. Tidak usah ragu.

Stok ampas tahu ini bisa kita awetkan supaya bisa dipakai untuk masa mendatang.

Langkah paling mudah dan sangat aman untuk mengawetkan ampas tahu adalah dengan mengeringkannya.

Pengeringan bisa dengan sinar matahari saat musim kemarau. Dengan oven saat musim penghujan.

Proses pengeringan ini dilakukan sampai kadar air maksimal 12%. Jika ingin lebih cepat, sebelum dijemur air pada ampas bisa dipress terlebih dahulu.

Tahunya jumlah kadar air bagaimana?

Ya dengan alat dong. Saya rasa tidak ada salahnya investasi pada alat untuk ukur kadar air.

Apalagi jika ada rencana mendatangkan bahan yang basah dan dalam jumlah banyak.

Harga alat ini sekarang juga sudah terjangkau bisa didapatkan di mana – mana.

Cari saja infonya tentang “ala ukur kadar air atau moisture meter”.

Setelah ampas tahu kering kemudian simpan dalam wadah yang tertutup rapat.

Kalau ampas tahu kering itu kan jadi sedikit?

Tidak masalah dong. Ampas tahu terlihat banyak itu karena ada kandungan airnya yang sangat banyak.

Sapi, kambing, domba atau kelinci kan tidak butuh airnya. Tapi butuh nutrisi yang ada pada ampas tahu.

Misalnya ampas tahu basah 10 kg. Kandungan bahan keringnya hanya 19,97% atau bulatkan saja menjadi 20%.

Ketika kering hanya diperoleh ampas tahu kering seberat 2 kg saja.

Nutrisi pada ampas tahu basah 10 kg, sama dengan ampas tahu kering 2 kg.

Sugestinya kadang itu lho…kalau bentuknya tidak banyak sepertinya ternak tidak kenyang.

Dengan mengetahui jumlah bahan kering pada ampas tahu, kita bisa memperkirakan berapa biaya per kg dari ampas tahu yang kering.

Misalnya kita beli ampas tahu satu ember, timbang beratnya ketika basah. Maka kalau dikeringkan kurang lebih beratnya menjadi 1/5 nya.

Kemudian kita bisa membandingkan harga per kg kering dengan konsentrat. Kalau jauh lebih murah ampas tahu, pilih ampas tahu saja.

Jika ternyata, harganya sebanding dengan konsentrat. Kenapa tidak ambil konsentrat saja.

Lebih praktis tidak perlu repot mengeringkan dan menyimpannya.

Jika tetap ingin terlihat banyak, pengawetan ampas tahu bisa dengan dibuat silase.

  • Ampas tahu dipress sampai airnya tidak menetes.
  • Simpan dalam wadah atau tempat yang sangat rapat. Jangan sampai ada celah udara yang tersisa. Tanpa penambahan starter bakteri apapun.
  • Simpan selama 21 hari. Setelah 21 hari, aktivitas mikroba akan stabil dan berhenti. Artinya tidak ada aktivitas apapun pada bakteri.
  • Dengan kondisi penyimpanan seperti di atas, silase ampas tahu bisa disimpan sampai 5 bulan [1].

Tapi perlu diperhatikan!

Silase ampas tahu sebaiknya dalam satu wadah sekali buka sekali habis. Atau ambil untuk kebutuhan hari ini dan tutup kembali secepatnya. Tanpa meninggalkan ruang terbuka pada penyimpanan.

Adanya rongga akan terisi oksigen. Sebelum oksigen yang ikut masuk ini habis, oksigen akan digunakan bakteri untuk membusukkan lapisan paling atas.

Ampas tahu untuk pakan sapi

Untuk sapi, ampas tahu tidak perlu diragukan lagi. Buanyak yang sudah memanfaatkan ampas tahu untuk sapi – sapi mereka.

Hasilnya memang bagus – bagus.

Tapi jarang sekali ampas tahu yang digunakan sebagai pakan penguat tunggal. Artinya hanya ampas tahu saja tanpa tambahan pakan lain apapun.

Biasanya tetap ditambah dengan katul atau polard.

Sebenarnya ini masuk akal juga. Karena ampas tahu memiliki protein kasar yang tinggi.

Jika pemberiannya terlalu banyak, bisa menyebabkan acidosis.

Paling aman ya memang ditambah dengan bahan – bahan lain.

Ini ada beberapa komposisi ampas tahu yang dibuat sebagai pakan konsentrat atau pakan penguat sapi.

Ampas tahu basah20 kg
Dedak / Bekatul2 kg
Singkong Cacah6 kg

 

Ini untuk kebutuhan sapi per ekor per hari. Jumlah di atas diberikan sebanyak dua kali. Jangan lupa satu jam setelah diberikan pakan di atas, sapi diberi pakan serat. Bisa jerami atau hijauan.

Formula yang lainnya.

Ampas tahu2 bagian
Polard1/2 bagian
Dedak1,5 bagian

 

Maksudnya adalah jika ampas tahu 2 kg, maka polard 1 kg dan dedaknya 1,5 kg.

Komposisi ini lebih fleksibel karena bisa jumlahnya bisa disesuaikan dengan berat sapi.

Tapi sifatnya masih coba – coba. Jika jumlahnya ternyata masih kurang, nilainya bisa di tambah.

Masih ada formula lain yang bisa dicoba[3].

Formula 1 , PK 12,2% dan TDN 68,6 %

Dedak 50%.

Singkong 18%.

Ampas tahu 14%.

Jagung 10%.

Kulit kopi 5%.

Kapur 0,5%.

Urea 1%.

Mineral 1%.

Garam 0,5%.

 

Formula 2, PK 11,6% dan TDN 69,1%.

Dedak 60%.

Singkong 20%.

Ampas tahu 12%..

Kapur 0,5%.

Urea 1%.

Mineral 1%.

Garam 0,5%.

 

Formula 3 , PK 9,6 % dan TDN 66,6 %

Dedak 40%.

Singkong 27%.

Jagung 15%.

Kulit kopi 15%.

Kapur 1%.

Urea 1%.

Garam 1%.

 

Formula 4 , PK 10,2% dan TDN 68,8 %

Dedak 32%.

Singkong 45%.

Ampas tahu 10%.

Jagung 10%.

Kapur 1%.

Urea 1%.

Garam 0,5%.

Ampas tahu untuk kambing dan domba

Ampas tahu untuk kambing bisa dipakai sampai 70% dalam ransum konsentrat. Dalam komposisi konsentratnya, bukan ransum total.

Maksudnya, kita memberikan pakan pada kambing dan domba sebanyak 4% berat kering dari berat badan.

Jika kambing atau domba beratnya 15 kg, maka jumlah pakan yang diberikan adalah sebanyak 0,6 kg dalam berat kering.

0,6 kg tersebut masih dibagi dengan rumput dan konsentrat.

Jika bagian rumput 70%, maka konsentrat 30%.

Dalam berat kering, bagian masing – masing adalah sebagai berikut.

Berat kering total = 0,6 kg
Rumput 70%420 gram
Konsentrat 30%180 gram

 

Lalu kita bisa mencari data berat kering dari masing – masing rumput yang akan kita pakai.

Jenis rumputBahan keringJumlah berat keringJumlah berat segar
Rumput mombaca24.00%420 gram1,75 kg
Rumput gajah17,52%420 gram2,4 kg
Rumput odot13,55%420 gram3,1 kg
Rumput raja19,94%420 gram2,1 kg

 

Konsentrat yang jumlahnya 180 gram, itu harus dibagi lagi. Tergantung dari penyusun bahan konsentratnya.

Seandainya ampas tahunya 70%, maka sisanya bisa diisi dengan dedak, onggok atau bahan yang lainnya.

Jika saja kita bisa menyediakan bahan konsentrat dalam keadaan kering, perhitungan akan menjadi lebih sederhana.

Ok, kita punya ampas tahu kering dan onggok kering. Maka ampas tahunya sebanyak 126 gram dan sisanya dedak padi.

Yang jelas, ampas tahu ini bisa bersaing dengan konsentrat komersil. Menurut penelitian, domba yang diberi pakan tambahan konsentrat vs ampas tahu, performanya pertumbuhannya bisa sama.[4]

Yang menjadi PR kemudian adalah harga ampas tahunya. Hitung terlebih dahulu, lebih murah mana antara harga konsentrat dan ampas tahu.

Membandingkannya dalam keadaan kering. Karena konsentrat dalam kondisi kering, maka ampas tahu juga harus dalam keadaan kering.

Ampas tahu saja tanpa tambahan bahan apapun juga sangat bagus sekali.

Pemberian ampas tahu kering sebanyak 300 gram/hari pada domba seberat 15 kg, selama 120 hari bisa membuat karkas domba 5 kg lebih banyak daripada domba dengan rumput saja.[5]

Rumput diberikan secara tak terbatas, bisa kering atau basah.

Apa yang terjadi jika domba atau kambing diberi pakan full ampas tahu saja? Tanpa rumput dan hijauan lain.

Ampas tahu untuk pakan kelinci

Pada kelinci juga sama. Ampas tahu bisa menggantikan konsentrat komersial sepenuhnya.

Artinya, dengan jumlah dan porsi yang sama konsentrat bisa diganti dengan ampas tahu. Ampas tahu saja, tanpa ada tambahan bahan pakan lain.

Performa dan pertambahan bobot badannya juga hampir sama. Artinya, jika ternyata ampas tahu bisa lebih murah daripada konsentrat komersil, maka bisa dijadikan alternatif penggantinya.

Berapa jumlah ampas tahu yang harus diberikan ke kelinci?

Menurut penelitian, jumlah komposisi yang pas antara rumput dan ampas tahu adalah 60% rumput dan 40% ampas tahu.[6]

Dalam angka yang nyata, ampas tahu ini bisa diberikan sejumlah 200 – 300 gram/ekor/hari.

Jumlah tersebut bukan ampas tahu kering, tapi ampas tahu hanya dipress supaya kadar airnya tidak terlalu banyak.

Seandainya ampas tahunya kering, maka jumlah ampas tahu bisa dikurangi.

Ini ada panduan jumlah kebutuhan pakan dalam bahan kering (BK) yang harus diberikan ke kelinci.

Usia kelinciBobot (kg)Jumlah pakan (dlm BK)
Muda1,8-3,2 112-173 (g/ekor/hari)
Dewasa 2,3-6,8 92-104 (g/ekor/hari)
Bunting 2,3-6,8 115-251 (g/ekor/hari)
Menyusui(7 anak)4,5 520 (g/ekor/hari)

 

Itu adalah jumlah pakan yang harus diberikan. Tapi dalam Berat kering.

Nanti kita harus bisa menghitung berat pakan bila diberikan dalam bentuk segar.

Data nutrisi untuk pakan bisa dilihat di artikel ini.

https://kambingjoynim.com/tabel-kandungan-nutrisi-bahan-pakan-ternak/

https://kambingjoynim.com/hijaun-pakan-ternak-kambing-alternatif/

Ampas tahu untuk pakan ayam

Sampai sejauh ini pakan untuk ayam pedaging yang paling mudah adalah dengan pakan pabrikan.

Karena pakan pabrikan bisa mensuplai kebutuhan pakan secara kontinyu. Meskipun peternak tidak bisa melakukan kontrol harga terhadap pakan.

Suka – suka pabriknya mau menaikkan kapan saja.

Ya,,,mau bagaimana lagi. Ayam – ayam dengan genetik sangat produktif, seperi ayam broiler dan ayam petelur, sangat sensitif terhadap pakan.

Apalagi ayam petelur. Ganti pakan beda pabrikan saja, kualitas telurnya kadang berbeda.

Mau memakai pakan alternatif?

Bahannya harus banyak macam dan sulit untuk diupayakan ditingkatan peternak. Bisa saja membuat pakan sendiri, tapi sebesar dan sebanyak apa modal yang dimiliki.

Memakai bahan lokal secara teori bisa. Tapi dalam kebutuhan yang sangat besar, apa bisa kontinyu?

Ketika ditengah jalan harus ganti pakan, produksi bisa kocar kacir. Target menjadi meleset dan FCR bisa saja membengkak.

Efesiensi usaha pada ayam petelur dan pedaging kebanyakan tidak menitik beratkan pada pakan alternatif. Melainkan efisiensi pada pakan dan manajemen pemeliharaan supaya ayam bisa berpoduksi normal sesuai target, itu sudah bagus.

Tapi, bagaimana jika pakan pabrikan diganti sebagian dengan bahan lain. Ampas tahu misalnya.

Bisa saja. Tapi ternyata ampas tahupun tidak bisa mengganti porsi pakan pabrik dalam jumlah banyak.

Jumlah terbaik menurut penelitian, ampas tahu bisa mengganti pakan pabrikan hanya 15% saja.[7]

Jika jumlahnya lebih banyak, serat kasar total dari ransum akan tinggi. Dan bobot ayam lambat naiknya.

Tapi ampas tahu tersebut diberikan saat kondisi basah. Kalau kering, mungkin ceritanya akan lain.

Lagi – lagi, ketika ampas tahu dalam keadaan kering, harganya lebih murah daripada pakan pabrik atau tidak?

Referensi

[1] Tarmidi, Ana. R. Penggunaan Ampas Tahu dan Pengaruhnya Pada Pakan Ruminansia.

[2] Rasyid, Hafidz. 2009. Performa Produksi Kelinci Lokal Jantan Pada Pemberian Rumput Lapang dan Berbagai Level Ampas Tahu. Skripsi. Departeman Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan IPB Bogor.

[3] https://kambingjoynim.com/bahan-baku-konsentrat-sapi/

[4] Astuti, Cahya Febri. 2008. Pengaruh Penggunaan Campuran Ampas Tahu Dan Ampas Aren Dalam Ransum Terhadap Performan Domba Lokal Jantan . Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta

[5] Duldjaman, M. Kualitas Karkas Domba Yang Diberi Pakan Rumput Kering dan Ditambah Ampas Tahu. Fakultas Peternakan IPB Bogor. J. Indon. Trop. Anim. Agric. 30 (2) June 2005.

[6] Rasyid, Hafidz. 2009. Performa Produksi Kelinci Lokal Jantan Pada Pemberian Rumput Lapang Dan Berbagai Level Ampas Tahu. Skripsi. Departemen Ilmu Produksi Dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

[7] Herlinae,Yemima dan Gajo Priyono. Pengaruh Lanjutan Substitusi Ampas Tahu pada Pakan Basal (BR-2) Terhadap Penampilan Ayam Broiler Umur 4-6 Minggu (Fase Finisher). Program Studi Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya. Jurnal Ilmu Hewani Tropika Vol 6. No. 1. Juni 2017.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *