Cara Mempersiapkan Pupuk Hidroponik AB Mix

SHARE:

Pupuk AB Mix

Pupuk AB Mix adalah salah satu merk pupuk yang digunakan untuk tanaman hidroponik. Ia diklaim memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang cukup lengkap.

Sehingga cukup bagus kalau digunakan pada tanaman hidroponik.

Di pasaran, pupuk ini beredar dengan berbagai kemasan. Selain kemasannya yang berbeda – beda, pada kemasan juga diberikan informasi fungsi kegunaannya.

Kalau yang pernah saya beli, kemasannya seperti ini.

pupuk ab mix

 

Harga Nutrisi AB Mix

Harga dari pupuk hidroponik ini terbilang cukup terjangkau. Namun itu tergantung dari berat per kemasannya.

Kalau saya beli kemasan ekonomis harganya waktu itu sekitar 10 – 20 ribu.

Dalam satu kemasan itu, isinya ada dua pack pupuk. Satu berwarna putih dan satunya berwarna putih kehijauan.

pupuk ab mix

 

Yang merah adalah bagian pupuk A dan yang putih adalah bagian pupuk B. Sehingga kalau digabungkan menjadi AB mix. Pupuk A dan B yang dimix (dicampur).

Komposisi Nutrisi AB Mix

Nutrisi AB Mix terdiri atas komposisi mineral makro dan mikro. Informasi ini ada pada kemasannya.

Akan tetapi, hanya disebutkan jenis unsur – unsur nya saja. Untuk komposisinya tidak disebutkan.

Tapi dari sebuah penelitian, uji dari pupuk AB mix ini kandungan unsur haranya adalah seperti gambar ini.[1]

Cara penggunaan Pupuk AB mix

Sebelum digunakan pupuk ini harus dibuat larutan stok dulu. Setelah dalam bentuk larutan stok, maka nutrisi ini sudah siap dipakai.

Ini untuk yang kemasan ekonomis. Kalau kemasan yang lebih besar, mungkin sedikit berbeda jumlah airnya.

Untuk membuat larutan stok, pertama buka dulu bungkus pupuk ab mix ini. Setelah di buka, nanti ada dua kemasan pupuk. Masing – masing dilabeli dengan A dan B.

Masukkan pupuk A ke dalam air bersih sebanyak 300 ml. Kemudian aduk sampai benar – benar larut.

Setelah larut, tambahkan air lagi sampai volumenya 500 ml.

Hal yang sama juga dilakukan dengan pupuk B.

 

Nanti jadinya seperti pada gambar di atas. Satu botol untuk larutan stok pupuk A dan satu botol lagi untuk larutan stok B.

Yang larutan stok B harusnya sama dengan yang A. Pada gambar itu, belum saya masukkan semua.

Air yang digunakan harus air bersih. Kalau di kota, karena airnya kebanyakan pakai PDAM, sebaiknya pakai air minum.

Air PDAM kandungan kaporitnya tinggi, jadi nanti bisa merubah jumlah PPM nya.

Dalam mempersiapkan pupuk ab mix, kita sebaiknya memiliki peralatan hidroponik yang namanya TDS meter atau EC meter.

TDS meter akan memudahkan kita dalam mengetahui berapa kepekatan nutrisi yang akan kita gunakan. Satuan kepekatan ini biasanya dalam ppm atau siemen/cm (ec meter).

Selain itu, dengan punya tds meter penyiapan pekatan A dan B akan menjadi lebih mudah. Lebih mudahnya adalah seperti ini.

Volume pekatan A dan pekatan B harus sama. Misalnya untuk AB Mix di atas, volume pekatan A dan B boleh lebih dari 500 ml (0,5 liter). Misalnya dibuat masing – masing 1 liter atau lebih, tapi antara A dan B harus sama.

Volume yang lebih banyak akan membuat pekatan lebih encer, tapi kelarutan pupuk menjadi lebih sempurna dalam air yang lebih banyak.

Ini tidak akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman, karena jumlah pupuk yang dilarutkan sama. hanya jumlah airnya yang berbeda.

Oleh sebab itu, menggunakan tds akan lebih mudah untuk mengetahui kepekatan nutrisi daripada hanya dengan menerka – nerka.

Atau kalau biasanya untuk pekatan yang 0,5 liter pemberian hanya 5 ml/liter, karena pekatan dibuat lebih encer ( 1 liter), pemberiannya ditambah menjadi 10 ml/liter. Ini kalau tidak punya TDS meter.

Pemakaian

Untuk cara pemakaian, setiap 5 ml larutan stok A dan Larutan stok B untuk 1 liter air.

Maksudnya seperti ini.

Kalau mau digunakan untuk memupuk, siapkan air 900 ml dalam sebuah ember atau wadah.

Kemudian masukkan larutan stok A dan B masing – masing 5 ml. Berarti volumenya menjadi 910 ml.

Aduk sampai larut.

Setelah larut, tambahkan air lagi sampai volumenya menjadi 1 liter. Berarti ditambah air lagi sebanyak 90 ml.

Jadi, kalau kita punya larutan stok A 500 ml dan larutan stok B 500 ml, kita bisa membuat pupuk hidroponik sebanyak 100 liter.

100 liter itu sekitar 5 galon air minum isi ulang lah.

Untuk air PDAM

Seharusnya pupuk AB mix bisa digunakan untuk semua jenis air yang tersedia. Karena tidak semua daerah memiliki kualitas air yang bagus.

Misalnya di perkotaan, sumber air terbanyak dan termurah adalah PDAM. Maka, kita bisa pakai air pdam ini sebagai air baku. Tapi memerlukan beberapa treatment terlebih dahulu.

Perlakuannya adalah seperti ini.

Air PDAM memiliki pH yang cenderung ke basa, di atas 7. Biasanya berada di angka 8 koma sekian. pH ini berada di luar range pH optimal dalam menyiapkan larutan nutrisi hidroponik.

Yang harus kita lakukan adalah menurunkan pH air PDAM tersebut. Bisa kita memakai pH down atau asam kuat seperti Asam Nitrat, Asam fosfat atau asam sulfat.

Kita tambahkan salah satu asam kuat tersebut, sampai PH air baku di angka 5,5 – 6,5. Optimalnya di pH 6.

Setelah itu, baru kita tambahkan pekatan AB mixnya.

Memakai air PDAM sebagai air baku tidak bisa menerka – nerka berapa ppm akhir larutan. Karena sebelum diberi ab mix pun, air pdam ppm nya sudah cukup tinggi.

Angka ppm air pdam ini berada di kisaran 150 – 400 ppm. Lebih pastinya ya di cek pakai tds / EC meter. Belum lagi dengan penambahan asam kuat, ppm nya pasti akan menjadi lebih tinggi.

Jika kita ingin menambahkan 1200 ppm pada larutan nutrisi, maka hasil ppm akhir akan menjadi 1600 ppm. Untuk sistem hidroponik air mengalir (NFT), ini tidak menjadi masalah.

Tapi kalau sistem hidroponiknya air tenang ( sistem wick) ini bisa saja menjadikan masalah tanaman keracunan. lebih amannya kalau sistem wick ya ppm akhir dibuat menjadi 1200 ppm saja. Jumlah tersebut termasuk ppm dari air baku.

Sekian sharing saya tentang pupuk hidroponik ab mix. Silahkan share kalau bermanfaat. Terima kasih.

Referensi

[1] Prihartini, Rini. 2014. Hydroponic Fodder Sebagai Pakan Alternatif untuk Memenuhi Kekurangan Hijauan bagi Sapi Perah Selama Musim Kemarau. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *