Cara Ternak Ayam Kampung Dari Nol Sampai Sukses

Ayam Kampung Ternak Ayam Rumahan

Menurut badan pusat statistik, sejak tahun 2012 konsumsi rata – rata perkapita daging ternak ayam kampung selama seminggu mengalami kenaikan.

data konsumsi daging ternak ayam kampung

Dengan kenaikan data yang demikian, maka ini merupakan peluang besar untuk memulai usaha ternak ayam. Terutama ayam kampung.

Jika sekarang Anda punya keinginan untuk usaha ternak ayam, itu sudah sangat tepat.

Karena sampai saat ini, daging ayam merupakan sumber protein hewani paling banyak dikonsumsi.

Trendnya semakin tahun semakin meningkat. Baik itu daging dari ayam ras dan bukan ras (ayam kampung).

Tampaknya, kesadaran masyarakat untuk mulai makan dengan gizi seimbang mulai meningkat. Sekarang sudah tidak lagi 4 sehat 5 sempurna. Karena penyempurnanya, yaitu susu, ternyata susu belum tentu ada susunya.

Komponen dari gizi seimbang itu, yang paling mahal adalah proteinnya. Protein ini bisa dari nabati dan hewani.

Artinya, jika kita kembali ke data konsumsi daging ayam di atas, masyarakat merasa bahwa makan daging ayam itu sudah biasa.

Saya sendiri merasa bahwa daging ayam itu lebih ekonomis daripada ikan.

Berarti secara tidak langsung, produk dari ternak ayam akan mudah diterima oleh masyarakat kedepannya.

Maka dari itu, di awal saya sebutkan bahwa keinginan ternak ayam itu adalah keinginan yang tepat.

Alasan utamanya ya itu tadi, pasar sudah siap. Kalau pasar siap, potensi profit juga tinggi.

Karena inti dari bisnis ya pasti itu, profit. Saya tidak percaya kalau bukan itu alasannya.

Hal ini juga akan membuat Anda lebih optimis. Bahwa ternak ayam kampung diatur supaya dilakukan oleh usaha rakyat.

Pemerintah akan selalu berusaha untuk mengurangi angka kemiskinan. Artinya, “orang kaya – kaya” akan menjadi lebih banyak.

Makin banyak orang kaya, makan banyak yang beli ayam.

Ada tapinya,.

Semua pasti tidak akan semudah dan selancar yang dibayangkan. Biasanya akan ada beberapa hal yang melenceng dari perencanaan.

Itu biasa. Hal itu lumrah terjadi si semua bidang usaha. Tidak hanya Anda, saya dan lainnya pun juga pernah mengalami.

Oleh karena itu, saya merasa perlu untuk menulis artikel ini.

 

Cara Menentukan Jenis Usaha Ternak Ayam yang cocok

Ada dua garis besar yang bisa kita ambil. Yaitu ternak ayam untuk produksi daging dan telur.

Saya akan mencoba membantu supaya lebih mudah untuk menentukannya. Tapi Saya hanya akan melihatnya dari segi permodalan, cashflow dan waktu.

Modal

Untuk produksi daging, kita bisa memulainya dengan modal yang kecil. Bahkan modal di bawah satu juta sudah bisa memulainya.

Pilihan jenis ayamnya juga beragam. Ada ayam kampung, Ayam joper, ayam broiler dan ayam ras jantan.

Sedangkan ternak ayam petelur, modalnya cukup lumayan. Bahkan, dengan jumlah yang sedikit sekalipun.

Misalnya, kita mau pelihara ayam petelur 20 ekor. Kemudian, kita beli pullet yang kira – kira 2 minggu lagi sudah bertelur.

Berapa harga per ekornya? Sekitar 50 ribuan. Tinggal kalikan saja, berapa kalau 20 ekor.

Belum peralatannya, kandangnya , dan lain – lain.

Khusus ayam petelur ini sudah saya tulis panjang lebar di artikel ini.

Analisa ini sebelum memulai usaha ternak ayam petelur.

Silahkan dibaca kalau belum membacanya.

Cashflow

Kita baru akan mendapatkan uang kalau produk ternak ayam terjual.

Untuk ayam pedaging, pemasukan minimal 30 – 35 hari sekali. Itu kalau jenis ayamnya broiler.

Joper, lebih lama. Apalagi kalau ayam kampung, lebih lama lagi. Minimal usia 2 – 3 bulan baru bisa dapet cashflow.

Dengan cashflow yang lama seperti ini, biasanya akan muncul rasa was – was dan khawatir.

Khawatir apakah sampai bisa panen atau akan gagal panen karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari.

Jika ingin cashflow yang cepat, pilih usaha ternak ayam petelur.

Cashflownya harian.

Bila kita rajin, kita bisa menghitung berapa biaya produksi dan pedapatan pada hari itu juga.

Waktu

Ternak ayam petelur perlu kunjungan ke kandang lebih sering dan lebih lama. Setidaknya, minimal dua kali dalam sehari.

Itu untuk memberi pakan. Belum untuk pengambilan telur telurnya. Menjaga kebersihan kandang dan lain – lain.

Kalau ternak ayam pedaging, kita tidak ada kegiatan untuk ambil telur.

Jadi, semua ini bisa kita kembalikan ke pertimbangan awal memulai usaha. Apakah ini untuk usaha sampingan atau usaha pokok.

Sekarang, mari kita uraikan satu per satu. Mulai dari ternak ayam kampung sampai ayam petelur.

Cara ternak ayam kampung

Di bagian ini kita akan tahu tentang ayam kampung itu sendiri, kelebihan – kelebihannya, bagaimana cara mendapatkan DOC, Pakan, Pemeliharaan dan manajemen resikonya.

Tentang ayam kampung

Menurut disertasi Sri Supraptini [1], nenek moyang dari ayam rumahan ini berasal dari 4 jenis ayam liar (ayam hutan).

Yaitu, ayam hutan merah, ayam hutan ceylon, ayam hutan abu – abu dan ayam hutan hijau.

Khusus wilayah Indonesia, ayam hutan merah banyak tersebar di pulau Sumatera dan sekitarnya.

Sedangkan ayam hutan hijau, banyak terdapat di pulau Jawa dan Pulau sekitarnya.

Kemudian terjadi perkawinan silang dan anakannya dijinakkan untuk dipelihara.

Hasil perkawinan silang ternyata menghasilkan turunan dengan kualitas yang lebih baik dari moyangnya.

Hingga akhirnya, dengan kemajuan sains dan teknologi, diperoleh genetik ayam yang bagus sampai sekarang ini.

Yang jelas, prosesnya sangat panjang.

Supaya tidak membingungkan, kita angap ayam kampung adalah ayam yang sudah kita kenal sekarang ini.

Ciri – ciri ayam kampung yang sekarang kita kenal adalah tubuh relatif kecil, gesit atau masih setengah liar, pertumbuhan lambat, produksi telur sedikit dan punya sifat mengeram.

Kelebihan dan kekurangan ayam kampung

kelebihan ternak ayam kampung

Kelebihan ayam kampung antara lain:

  1. Bisa dilakukan dalam skala kecil, menengah sampai besar. Ini sudah terbukti dan berjalan sekian lamanya. Ada yang pelihara ayam kampung hanya beberapa, ada yang 100 ekor, diatas 100 ekor bahkan sampai ribuan.

  2. Permintaan pasar yang terus meningkat. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa konsumsi daging ayam buras dari tahun 2012 – 2017 memiliki kecenderungan meningkat.

  3. Ayam kampung lebih tahan penyakit. Ayam kampung itu tidak secengeng ayam ras. Tapi bukan berarti mereka tahan segala penyakit. Tergantung bagaimana manajemen lingkungan pemeliharannya.

  4. Harga jual lebih tinggi. Di pasaran, daging dari ayam kampung ini lebih tinggi daripada ayam ras lainnya seperti broiler.

Kalau kekurangan ayam kampung adalah:

  1. Pertumbuhan lambat. Rata – rata, pertumbuhan dari ayam kampung masih kalah denga dengan ayam ras. Untuk menghasilkan bobot yang sama, ayam kampung butuh waktu lebih lama.

  2. Produksi telur rendah. Produk utama dari usaha ternak ayam kampung memang bukan telurnya. Tapi untuk menghasilkan DOC untuk siklus berikutnya, kalau tidak ingin beli, harus menetaskan sendiri. Kalau produksi telurnya sedikit, berarti butuh banyak indukan.

  3. Biaya produksi tinggi. Semakin lama pemeliharaan semakin tinggi biaya produksinya. Sama halnya untuk produksi DOC, karena produksi telur sedikit, berarti butuh indukan lebih banyak. Lebih banyak indukan, pasti butuh pakan lebih banyak.

Gambaran Analisa usaha ternak ayam kampung

Banyak yang sudah meneliti bahwa usaha ternak ayam kampung itu layak.

Layak untuk ditinggalkan atau layak dilakukan?

Menurut survey penelitian yang dilakukan di salah satu desa dari provinsi sulawesi selatan, dari 100 ekor dan 300 ekor ayam kampung pedaging bisa mendapatkan keuntungan masing – masing 1 jutaan dan 4 jutaan.

Nilainya cukup mengejutkan untuk jumlah ayamnya yang cuma sebanyak itu. Tapi itu di Sulawesi selatan. Berbeda dengan di jawa.

Rasional atau tidak, nanti bisa kita bandingkan analisa usaha untuk wilayah Jawa.

Survey lain, pada suatu kelompok tani di Bogor, jumlah keuntungan yang diperoleh sangat berbeda.

Kelompok tani ini sudah menjalankan usaha ini selama 10 tahun. Survey penelitian dilakukan pada tahun 2013. Sudah cukup lama memang.

Dengan kapasitas 1500 ekor dan segala alat dan keperluan produksi, pada tahun pertama, kelompok tani masih merugi sebanyak 26 juta.

Keuntungan baru bisa dibukukan mulai tahun ke 2 dan di tahun – tahun berikutnya.

Gambaran awalnya kira – kira seperti itu.

Saya tidak mau mempengaruhi keputusan Anda. Dari pada itu saya lakukan, mending saya ajak Anda untuk melihat fakta dan data tentang usaha ini.

Beberapa fakta tentang ayam kampung yang perlu kita ketahui adalah sebagai berikut.

Ayam kampung itu pertumbuhannya lambat. Untuk mencapai bobot 1,4 kg, diperlukan pemeliharaan sampai 4 bulan.[2]

Ayam kampung sekarang ini, genetiknya sudah bercampur – campur. Dan kemungkinan kualitasnya semakin membaik. Meskipun saya tidak bisa membuktikannya.

Tapi saya punya data yang bisa mendukung pernyataan saya tersebut.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 1985 [1], menunjukkan bahwa pertumbuhan ayam kampung lebih lambat lagi.

Ayam kampung pada usia 20 minggu, bobotnya hanya 1,2 kg. Berarti, yang 4 bulan bobotnya 1,4 kg itu sebenarnya sudah jauh lebih baik.

Lantas, apakah kita harus memelihara selama itu, 4 bulan?

Tergantung permintaan pasar. Umumnya sih, bobot yang diminta antara 0,8 – 1 kg per ekornya.

Berarti tidak sampai 4 bulan sudah bisa mencapai target bobot tersebut. Rata – rata lama pemeliharaan antara 2,5 – 3 bulan.

Mendapatkan doc

mencari informasi penjual doc ternak ayam kampung

Setelah mendapat gambarannya, kita coba analisa tentang bibitnya.

Langkap paling aman untuk mendapatkan DOC adalah dari lokasi terdekat. Tapi tetap pastikan dari kualitas DOC nya bagus.

Hampir setiap daerah ada yang bisa menyediakan DOC ayam kampung ini. Meskipun hanya sebagai agen.

Untuk yang benar – benar produksi DOC, sepertinya pelaku usahanya belum tersebar merata untuk tiap daerah.

Anda yang lebih tahu, karena yang lebih mengenal wilayah Anda sendiri.

Intinya, lakukan transaksi secara offline. Langsung, ada barang, bayar.

Teknologi informasi dari internet bisa kita gunakan untuk mencari informasi saja.

Kalau sudah dapet dan cocok, kunjungi, lihat, cocok, bayar dan bawa pulang DOC nya.

Kecuali kalau sudah benar yakin dengan kredibilitas penjualnya, silahkan lakukan transaksi secara online.

Kenapa saya menyarankan transaksi secara offline?

Pembelian doc secara online akan sangat sulit dan merepotkan, kalau:

  • lokasi Anda jauh dari stasiun kereta api dan

  • Jauh dari bandara.

Hal ini karena pengiriman paket DOC butuh cepat dan pada hari itu juga. Dan ini, hanya bisa lewat kereta api dan pesawat.

Tapi ada juga penjual doc ayam kampung yang bersedia untuk mengantarkan sampai luar kota. Dengan konsekuensi ada biaya tambahan dan jumlah minimal pembelian.

Oleh karena itu saya akan membantu Anda untuk mencari informasi tentang penjual DOC ayam kampung ini. Semoga saja ada.

Karena untuk DOC ayam kampung asli, tidak sebanyak penjual DOC Joper.

JOGJA FARM GROUP

Beruntung yang wilayah Anda berada sekitar Yogyakarta. Karena ada suplier DOC ayam kampung yang bisa kita dapatkan dengan mudah.

Kita bisa melihat websitenya di ayamkampungku.com. Anda bisa menilainya sendiri setelah melihat websitenya. (Saya tidak ada afiliasi apapun, hanya membantu untuk informasi).

Kalau dari saya sendiri, ada beberapa poin yang bisa saya sampaikan terkait mendatangkan doc dari jogja farm ini.

  • Bisa kirim luar kota. Beberapa pelanggan ada yang berasal dari Jakarta, Tegal, dan Kupang NTT.

  • Harga DOC sedikit lebih tinggi. Tapi ada kualitas layanan yang sepadan.

  • Menawarkan program kemitraan. Ini sangat menarik plus bisa mempermudah keinginan untuk memulai usaha.

Minimal untuk kemitraan, jumlah ayam kampungnya harus 1000 ekor. Apakah 1000 ekor ini adalah DOC nya atau jumlah panennya?

Pertanyaan lebih lanjut bisa ke websitenya langsung.

Mohon maaf, untuk wilayah lain saya belum menemukan informasi online dengan data yang cukup lengkap.

Artinya, kita harus berusaha lebih keras lagi jika ingin mendapatkan DOC yang lokasinya benar – benar dekat dengan kita.

Bisa tanya teman, keluarga atau cari informasi di Internet.

Untuk mencari informasinya di Internet, caranya sangat mudah.

Buka browser google chrome dan ketikkan jual doc ayam kampung. Nanti akan ada tampilan dari hasil pencarian.

informasi penjual doc untuk ternak ayam kampung

Gambar di atas adalah contoh pencarian saya untuk wilayah jawa barat. Hasil pencarian lebih di dominasi oleh Olx.co.id.

Kalau dari olx, kita harus lebih teliti ketika membaca iklannya. Hubungi langsung nomer telponnya dan kalau alamatnya dekat, datang saja langsung.

Kalau dari market place, seperti tokopedia, shopee dan bukalapak sebaiknya jangan. Sistem mereka belum mendukung untuk jual beli hewan hidup.

Tapi kalau kita bisa mendapatkan informasi lebih, misalnya alamat, no telp dan lain – lain, silahkan jika mau cari di marketplace.

Informasi: Jika Anda ingin masuk dalam daftar list penjual doc ayam kampung, silahkan komentar. Berikan informasi yang akurat, Nama, Alamat, No telp, harga, Wesite (jika punya), cara pembayaran, pengiriman, dll. Gratis, saya tidak minta imbalan apapun hanya Anda harus jujur dan bertanggung jawab terhadap calon customer Anda.”

Pakan

Pakan yang diproduksi oleh pabrik besar distandarkan untuk ayam tingkat produksi tinggi. Misalnya broiler dan ayam petelur.

Pakan dibuat berprotein tinggi supaya mendukung laju produksi mereka yang cepat.

Kalau ayam broiler biar cepat besar. Target bobot bisa tercapai dengan waktu singkat, kurang lebih 30 harian.

Sedangkan ayam petelur, supaya pertumbuhannya ideal dan produksi telurnya tetap optimal.

Kalau ayam kampung? Apa iya masa pemeliharaan 2 – 3 bulan diberi pakan pabrikan? Jebol dong.

Lagipula, pertumbuhannya lambat. Kandungan protein yang tinggi apa bisa terserap optimal.

Kalau bisa berarti bagus. Kalau tidak, maka protein akan banyak terbuang melalui kotoran.

Kalau Anda ikut kursus dan pelatihan ternak ayam kampung, Anda akan diberitahu jenis pakan – pakan yang harus diberikan.

Dan pakan tersebut sudah dicoba dan diaplikasikan langsung. Kalau pemateri adalah peternak langsung alias pengalaman sendiri.

Tapi kursus biasanya biaya investasinya tidak murah. Kadang terpikir daripada untuk daftar kursus mending buat modal aja. Karena anggaran juga terbatas.

Kita bisa mencari informasi tentang pakan ayam kampung ini di internet. Tapi kita harus menyeleksi informasi yang kita terima.

Sekiranya terlalu bombastis, jangan percaya. Yang menawarkan hasil cepat, jangan mau.

Karena ayam kampung itu tidak bisa cepat, paling cepat ya 2 bulanan untuk target bobot 0,8 kg.

Oleh sebab itu saya mencoba membantu untuk mencarikan info tersebut.

Sebisa mungkin info yang yang saya cari berasal dari riset penelitian. Karena proses untuk mendapatkan datanya (metode) bisa dipercaya.

Hasil – hasil pencarian saya akan saya jabarkan di bawah ini.

1 . Umur 0 – 30 hari, BR Shinta 2 sebanyak 60% dan dedak 40%. 31 hari sampai panen, BR SHINTA2 40% dan dedak 60%.[2]

Kandungan nutrisi br shinta 2

Protein kasar 19 – 21%

Lemak kasar 4 – 8 %

Serat kasar max 5%

Abu max mas 8%

Air max 12%

Ca 0,9 – 1,2%

P 0,7 – 1%

Sedangkan nutrisi dedak padi adalah sebagai berikut.

Kandungan nutrisi

Jumlah (%)

Energi metabolis (ME)

2100 kkal/kg

Protein Kasar (PK)

12,9

Lemak kasar (LK)

13

Serat kasar (SK)

11,4

Kalsium (Ca)

0,07

Fosfor (P)

1,5 (0,21 % tidak terikat fitat)

2 . Full pakan pabrik untuk broiler starter. Kandungan nutrisinya adalah sebagai berikut.

Bahan Kering 90%

Protein kasar 20,22%

Serat kasar 3,7%

lemak 4,34%

kalsium 1,91%

fosfor 0,43%

Energi metabolism 2.868 kkal/kg

Untuk merk, bisa apa saja. Yang penting kandungan nutrisinya setara.

Menurut penelitian, dengan pakan ini selama 10 minggu, ayam kampung bobotnya bisa mencapai 981,5 gram.[4]

Apakah kalau pakai pakan ini menguntungkan? Nanti dihitung saja untuk analisa usahanya.

3 . Usia 0 -3 minggu pakan MCO dan Usia ayam setelahnya sampai panen pakai pakan Bro 1 J.[5]

Saya tidak menemukan informasi dari kode pakan tersebut.

Silahkan dianalisa sendiri menurut harga lokal yang tersedia.

Untuk jumlah pemberian pakan, bisa dilihat pada tabel di bawah ini.[5][6]

jumlah pakan berdasar usia ternak ayam kampung

Misalkan jumlah pakan kita ambil nilai tengah untuk setiap minggunya. Maka kebutuhan pakan per ekor sampai usia 8 minggu adalah sebagai berikut.

Umur ayam

Jumlah pakan

Jumlah (gram)

1 minggu

6 gram/ekor x 7 hari

42

2 minggu

13 gram/ekor x 7 hari

91

3 minggu

21 gram/ekor x 7 hari

147

4 minggu

25 gram/ekor x 7 hari

175

5 minggu

43 gram/ekor x 7 hari

301

6 minggu

51 gram/ekor x 7 hari

357

7 minggu

57,5 gram/ekor x 7 hari

402,5

8 minggu

61 gram/ekor x 7 hari

427

Total

1942,5 gram

Per ekor selama 8 minggu butuh pakan sekitar 2 kg.

Sebenarnya dari sini kita sudah bisa kalkulasi secara kasar. Berapa harga jual, harga doc + biaya pakan.

Ketemu keuntungan kasarnya.

Tapi nanti dulu, di bagian akhir nanti kita bahas tentang analisa usahanya.

Pemeliharaan ayam supaya produktif

Ini adalah tahap kunci yang menentukan. Mulai dari DOC sampai panen pemeliharaan harus diperhatikan secara serius.

Apalagi, kalau sistem pemeliharaan ayam kampung secara intensif. Yaitu ayam full dalam kandang tanpa umbaran.

Mulai sebelum doc datang sampai panen, langkah pemeliharaan harusnya seperti ini.

Sebelum DOC datang

Langkah awal adalah mempersiapkan kandang. Ini bukan pembuatan kandang. Pembuatan kandang harusnyasudah selesai sebelum tahap ini.

Sebelum doc datang, sekam harus sudah disiapkan. Di tebar secara merata dengan ketinggian sekitar 2 cm dari lantai.

Setelah itu, siapkan pembatas ruangan untuk doc dan juga pemanas.

Pembatas bisa dari seng yang dibuat melingkar. Sedangkan pemanas bisa dari lampu pijar atau pemanas dari gas.

Semua peralatan makan dan minum doc juga sudah harus steril.

Jika ini adalah periode yang ke dua atau lebih, sebelum itu semua sekam dan kotoran harus disingkirkan dulu.

Kemudian kandang dicuci bersih dengan deterjen.

Setelah kering, semprot dengan air + desinfektan biar kemungkinan bakteri akan mati semakin tinggi.

Setelah itu kegiatan kandang dihentikan selama dua minggu.

DOC datang

Sebelum masuk kandang, pemanas sebaiknya dinyalakan terlebih dahulu. Supaya suhu menjadi lebih hangat.

Suhu yang baik antara 31 – 35 derajat celcius. 35 yang di bawah lampu dan 31 yang di bagian pinggir pembatas.

Kalau doc mengumpul di bawah lampu, berarti bagian pinggir masih terlalu dingin. Jika doc menjauh dari lampu, maka bawah lampu terlalu panas.

Idealnya adalah aktivitas doc merata di dalam area pembatas.

Selain itu, dipersiapkan juga minuman gula untuk mengurasi stress doc selama perjalanan.

Pakai gula merah, tiap kilonya bisa untuk 1000 ekor doc. Di masak terlebih dahulu supaya terlarut sempurna. Dan diberikan setelah dingin.

Selang 2 jam setelah ini, doc baru bisa diberi makan. Jumlahnya 1 – 2 gram per ekor dan bisa diletakkan di nampan.

Pemberian pakan, vitamin dan vaksin

Pakan bisa diberikan dengan jumlah sesuai tabel kebutuhan pakan di atas. Pemberian bisa 2 – 3 kali sehari.

Misalnya jumlah ayam yang dipelihara 100 ekor. Kebutuhan pakan untuk minggu pertama 6 gram/ekor/hari.

Berarti 100 ekor butuhnya 100 x 6 gram = 600 gram/hari. Enam ratus gram tersebut dibagi tiga kali pemberian.

Pemberian vaksin dan vitamin juga sangat perlu dilakukan.

Ini adalah daftar vitamin dan vaksin yang mungkin diperlukan.

vitamin dan vaksin untuk ternak ayam kampung

Menjaga suhu kandang

Suhu kandang perlu dijaga supaya tidak terjadi perbedaan yang mencolok antara siang dan malam.

Pada dinding kandang bisa dipasang penutup atau tirai. Tirai ini diatur supaya mudah untuk dibuka dan ditutup. Misalnya, bisa digulung ke atas.

Bahan tirai bisa dari terpal. Kalau terpal terlalu mahal, bisa pakai plastik.

Ternak yang dilakukan di dataran rendah, suhu pada siang hari akan sangat panas. Meskpun tirai di buka.

Untuk mensiasatinya bisa memasang kipas, exhaust fan atau blower supaya udara panas keluar kandang dan udara segar bisa masuk.

Selain itu, amoniak dari kotoran yang menguap bisa dibuang ke luar kandang.

Ini bagus untuk kesehatan ternak.

Pemanas masih tetap diperlukan sampai usia ayam 15 – 20 hari.

Setelah itu, ayam bisa dipelihara tanpa menggunakan pemanas apapun.

Mengatur kepadatan kandang

Semakin hari ayam akan semakin besar. Berarti kebutuhan kandang juga akan semakin luas.

Ukuran bisa diperlebar seiring bertambah besarnya ayam.

Terlalu padat bisa meningkatkan temperatur disekitar badan ayam.

Selain itu juga bisa meningkatkan sifat kanibal pada ayam. Ayam akan saling patuk, berkelahi dan terluka.

Ini tidak bagus.

Ukuran kepadatan kandang bisa melihat pada tabel di bawah ini.

kepadatan kandang ternak ayam kampung

Panen

Panen bisa dilakukan pada usia ayam sekitar 70 hari. Jika sebelum itu sudah ada yang bobotnya memadai, bisa dipanen lebih dulu.

Pasti akan ada yang seperti itu. Bobot tidak seragam, ada ayam yang lebih besar dan lebih kecil.

Hal ini karena jenis kelamin dalam satu box doc tidak semuanya jantan. Perbandingan antara jantan dan betina biasanya sekitar 50:50.

Ayam yang jantan biasanya lebih cepat besar daripada yang betina. Kalau sudah layak dijual, ya segera saja dijual. Daripada menghabiskan jatah pakan.

Silahkan diseleksi dan dipisahkan untuk ayam yang bisa dipanen lebih dulu. Baru kemudian sisanya jika sudah tercapai bobotnya, bisa dijual semuanya.

Analisa usaha ayam kampung

Mari kita buat analisa usaha ternak ayam kampung ini untuk satu periode pemeliharaan.

Kita anggap jumlah ayam kampung yang akan dipelihara adalah sebanyak 500 ekor.

Dalam satu tahun ada 3 periode pemeliharaan. Satu periode pemeliharaan adalah 3 bulan dan 1 bulan untuk istirahat kandang.

Investasi tetap antara lain, sewa lahan, biaya kandang, biaya instalasi air, listrik, perlengkapan makan minum dan peralatan pendukung yang lain seperti pemanas.

Biar lebih gampang akan saya berikan dalam bentuk tabel di bawah ini.

Item

Jumlah

Harga satuan(Rp)

Nilai (Rp)

Kandang 50 m2

1

6.000.000

6.000.000

Tempat Pakan

20

15.000

300.000

Tempat minum

20

15.000

300.000

Pemanas

2

 

350.000

Terpal

  

200.000

Seng pembatas

10 meter

 

150.000

Timbangan

  

90.000

Termometer

  

20.000

Tabung gas 3 kg

2

150.000

300000

Total

7.710.000

Keterangan:

Kandang saya buat 50 meter persegi. Ini bisa dibuat dengan ukuran panjang 10 meter dan lebar 5 meter.

Patokannya adalah saat ayam kampung dewasa, kepadatannya adalah 10 ekor/m2. Ini termasuk cukup longgar, karena ada yang kepadatan 14 ekor per m2 nya.

Biaya pembuatan kandang saya buat segitu dengan anggapan bahan terbuat dari bambu, atap esbes, lantai tanah dan tinggi kandang sekitar 3 meter.

Dinding kandang dari bahan bambu setinggi 1 meter kemudian sisa ke atasnya bisa pakai ram kawat.

Listrik dan air saya kira masih bisa diambilkan dari listrik rumah. Karena kapasitas luasannya hanya 500 m2. Kalau luas kandang sampai ribuan dan hektaran meter persegi, sudah perlu pasang listrik sendiri.

Biaya produksi

Item

Jumlah

Harga (Rp)

Biaya (Rp)

DOC

500

5.500

2.750.000

Pakan pabrik

495 kg

7.000

3.465.000

Dedak padi

629 kg

3.000

1.887.000

Obat dan vitamin

  

500.000

Listrik

  

150.000

Air

  

50.000

Isi ulang Gas

2 tabung

40000

40.000

Sekam

15 karung

7000

105.000

Total

8.907.000

Keterangan:

Harga DOC kita ambil harga yang menengah. Ada yang jual antara 4500 – 6500. Kita ambil tengahnya.

Pakan pabrik kita pakai pakan ayam pedaging starter dengan protein kasar antara 21 – 23. Sedangkan dedak padi kita ambil yang kualitas bagus (halus).

Kenapa jumlahnya seperti di atas, ini hitung – hitungannya.

Saya sudah tuliskan tentang pakan di atas, ada 3 jenis pakan yang bisa dipakai. Kita ambil yang pertama.

Yaitu, minggu 1 – 4 pakai pakan pabrik sebanyak 60% dan dedak padi 40%. Minggu 5 – 8 atau sampai panen, pakan pabrik 40% dan dedak padinya 60%.

4 minggu pertama, kebutuhan pakan/ekor/periode adalah sebanyak 455 gram.

Pakan

Pakan pabrik60%

Deda padi 40%

Per ekor 455 gram

273 gram

182 gram

X 500 ekor

136500 gram = 136,5 kg

91000 gram = 91 kg

Minggu 5 – 8, kebutuhan pakan/ekor/periode adalah sebanyak 1487,5 gram.

Pakan

Pakan pabrik40%

Deda padi 60%

Per ekor 1487,5 gram

595 gram

892,5 gram

X 500 ekor

297500 gr = 297,5 kg

446250 gr = 446,25 kg

Anggap saja panen tidak serentak. Setengah bisa dipanen tepat waktu yaitu 8 minggu dan setengahnya 10 hari kemudian.

Kita hitung tambahan pakannya.

Pakan 10 hari 610gr/ekor

Pakan pabrik40%

Deda padi 60%

610 gr

244 gram

366 gram

X 250 ekor

61000 gr = 61 kg

91500 gr = 91,5 kg

Total pakan pabrik = 136,5 + 297,5 + 61 = 495 kg dan total dedak padi 91 + 446,5 + 91,5 = 629 kg.

Jika mau dilebihkan juga tidak boleh karena ini untuk 8 minggu saja. Pasti panen tidak serentak, berarti ada yang dipelihara lebih dari 8 minggu.

Pendapatan

Bobot panen rata – rata 0,9 kg. Kalau bisa lebih dari itu, berarti rejeki.

Tingkat kematian 10%. Ini sudah termasuk tinggi. Kalau lebih dari itu, kemungkinan kita akan impas saja bahkan merugi.

Berarti jumlah ayam kampung yang bisa dipanen adalah sebanyak 450 ekor.

Kalau bisa, jumlah kematian di bawah itu. 10% dari 500 itu adalah sebanyak 50 ekor.

Jika selama 70 hari, setiap 2 hari mati satu ekor, tingkat kematian masih 7%. Bisa mempertahankan di bawah itu, lebih bagus.

Harga jual kita ambil harga yang terendah saja. Saya kira per kg ayam kampung 25 ribu masih cukup wajar.

Jika ternyata harga jual di bawah itu maka Anda harus putar otak lagi untuk mengurangi biaya produksi.

Semoga saja harga jual per kg nya bisa di atas itu.

Total Pemasukan dari penjualan ayam kampung =

0,9 kg x 450 x Rp. 25.000 = Rp. 10.125.000,-

Keuntungan tiap periode =

Rp. 10.125.000 – Rp. 8.907.000 = Rp. 1.218.000,-

Kesimpulan

Kira – kira sebanyak itu keuntungan dari pelihara ternak ayam kampung sebanyak 500 ekor.

Masuk akal atau tidak? Silahkan komentar ya…

Jika masuk akal, silahkan di lipatkan jumlahnya menjadi 1000 ekor, 2000 ekor dan 10000 ekor. Sesuaikan kemampuan.

Jika melihat potensi keuntungannya sebanyak itu, maka kemungkinan balik modal investasi cukup lama. Setahun saja belum bisa. Minimal 2 tahun.

Tapi, biaya investasi masih bisa ditekan.

Misalnya kandang menggunakan bahan yang seefisien mungkin.

Peralatan yang tidak harus dibeli di awal, bisa ditunda pembeliannya. Misalnya tempat pakan beli secukupnya dulu. Baru ketika kurang memadai, jumlahnya bisa ditambah.

Saya kira cukup sekian, tolong bantuannya untuk share jika artikel ini bermanfaat.

Sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] Mansjoer, Sri Supraptini. 1985. Pengkajian Sifat – Sifat Produksi Ayam Kampung Serta Persilangannya dengan Ayam Rhode Island Red. Disertasi Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

[2] Serli, Melpi Prigo. 2013. Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Buras Pedaging Pada Kelompok Tani Sehati Di Desa SirnaGalih Kabupaten Bogor. Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Bogor.

[3] Rasyid, Tanri Giling & Sofyan Nurdin Kasim. 2013. Analisis Pendapatan Usaha Peternakan Ayam Buras Pedaging Di Desa Bungunloe Kecamatan Turatea Kabupaten Joneponto. Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar.

[4] Akhadiarto, Shindu. Kajian Pembuatan Pakan Lokal Dibanding Pakan Pabrik Terhadap Performan Ayam Kampung Di Gorontalo. Pusat Teknopreneur dan Kluster Industri, BPPT. M.P.I. Vol 11 No. 1, April 2017 – (41-50).

[5] Radianto, Muhammad Deni. 2017. Kelayakan Pengembangan Usaha Peternakan Ayam Kampung PT Sumber Unggas Di Kecamatan Rancabungkur Kabupaten Bogor. Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Bogor.

[6] Pardosi, Ali Napia. 2017. Analisis Resiko Produksi Usaha Peternakan Ayam Kampung DI Pt Sumber Unggas Kabupaten Bogor. Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Bogor.

SHARE:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *