Dengan Propolis Sapi PO Bisa Naik BB nya 30% Lebih

Silahkan share di:

Pernah dengar propolis? Pasti pernah ya..

Propolis ini sudah banyak tersedia dalam bentuk produk jadi yang siap konsumsi.

Ia juga diketahui memiliki manfaat yang sangat bagus sekali untuk pengobatan.

Ini adalah salah satu keunggulan dari produk ternak lebah. Selain menghasilkan madu, masih ada zat – zat lain yang terkandung dalam sarang lebah yang masih bermanfaat.

Oleh karena itu, ini merupakan peluang penghasilan tambahan bagi peternak madu. Selain menjual madunya, bisa menjual juga propolisnya.

Tapi untuk memperoleh propolis ini, harus mengekstraknya dari sarang lebahnya. Ini yang menjadi salah satu kendalanya.

Ekstraksi itu bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan keahlian yang lebih lanjut untuk bisa menghasilkan produk yang sesuai keinginan.

Apalagi kalau untuk dikonsumsi manusia, maka harus memenuhi aturan dan standard sana sini.

Tapi kalau untuk dikonsumsi hewan, beda lagi ceritanya. Misalnya untuk hewan ternak, misalnya sapi, kambing, domba dan seterusnya.

Propolisnya tidak perlu diekstrak, masih dalam sarang sudah bisa digunakan.

Dan ternyata bisa memberikan pengaruh yang sangat bagus untuk performa ternak. Lebih lanjut akan saya uraikan dalam artikel ini.

Apa itu propolis?

Propolis itu bisa dikatakan sebagai lem lebah. Lem lebah ini dibuat dari campuran getah, tunas tanaman, air liur lebah dan malam.

Bentuknya lem ini adalah resin. Resin itu kalau dilihat teksturnya seperti getah yang mengental. Bahasa lokal ada yang menyebutnya sebagai tlutoh atau blendok.

Propolis ini digunakan oleh lebah untuk menutup lubang atau rongga pada sarang mereka. Kalau lebahnya diternakkan, propolis ini kadang juga ada di celah – celah kayu rumah lebahnya.

Karena letaknya yang demikian, maka propolis ini sulit untuk dipisahkan secara manual. Untuk bisa mengambil propolis dari sarang, perlu untuk mengekstraknya.

Nanti akan ada cara untuk mengekstraknya. Tapi kita akan fokus pada fungsinya terlebih dahulu.

Manfaat propolis Untuk Ternak

Dalam bidang peternakan, antibiotik digunakan untuk meningkatkan performa produksi ternak. Meskipun penggunaannya sekarang ini mulai dibatasi.

Antibiotik bisa membuat pakan menjadi lebih efisien. Selain untuk pengobatan, penggunaan antibiotik juga bisa untuk memacu pertumbuhan ternak.

Salah satu manfaat utama dari propolis ini adalah sebagai antibiotik ini.

Cara kerja dari antibiotik ini adalah melindungi nutrisi pakan supaya tidak dirusak oleh bakteri jahat dalam usus.

Karena terlindungi, maka penyerapan nutrisi menjadi lebih maksimal.

Tapi penggunaan antibiotik dalam waktu yang lama ternyata bisa menimbulkan masalah baru.

Bakteri bisa menjadi resisten (kebal) terhadap antibiotik.

Kalau antibiotiknya dari bahan alami, bakteri tidak menjadi resisten.

Menurut sebuah penelitian, penggunaan propolis ini bisa memberikan hasil pertambahan bobot badan sapi lebih tinggi daripada yang tidak diberi propolis.

Untuk lebih lengkapnya akan saya tuliskan setelah ini.

Propolis untuk sapi

Propolis bisa dimanfaatkan untuk pakan tambahan ternak. Menurut penelitian, memberikan propolis yang dicampurkan ke konsentrat bisa memberikan pertumbuhan sapi lebih baik.

Bahkan meskipun propolis diberikan dalam bentuk mentah, hasilnya tetap bagus. Bahkan lebih bagus daripada propolis yang sudah diolah.

Penelitian tentang propolis untuk ternak ini memang belum banyak dilakukan. Tapi, dari dua jurnal penelitian yang saya temukan, keduanya menunjukkan hasil yang senada.

Propolis mentah maksudnya propolis yang diambil dari ternak lebah langsung diberikan ke sapi. Caranya, dengan dicampurkan ke konsentrat. Jadi, propolisnya tanpa diproses dan dimurnikan terlebih dahulu.

Propolis ini diambil dari tawon Trigona spp. Ini kalau di kita lebih mengenalnya sebagai tawon klanceng.

Cukup sulit ditemui dan produksi madunya juga tidak sebanyak lebah madu.

Secara singkat penelitian pertama ini dilakukan dengan metode sebagai berikut.

Penelitian propolis 1

Jenis sapi yang dipakai untuk penelitian adalah sapi PO dengan bobot badan rata – rata 200 kg.

Pakan yang digunakan adalah rumput lapangan dan konsentrat.

Rumput ini diberikan secara tidak terbatas. Kandungan nutrisinya adalah protein 12,13%, abu 9,36%, berat kering 88,69 %.

Konsentranya diberikan sebanyak 1% dari bobot hidup sapi. Jadi, kalau bobot sapinya 200 kg, maka jumlah konsentratnya adalah 2 kg.

Kandungan nutrisi dari konsentratnya adalah protein 14,2%, abu 19,31%, berat kering 81,7 %.

Propolis diberikan dalam 4 dosis yang berbeda.

Pertama, tanpa propolis. Ini digunakan sebagai kontrol. Jadi, untuk kelompok pertama ini sapi hanya diberi minum, pakan rumput dan konsentrat.

Kedua, mikrokapsul propolis 2 % (227 miligram/kg). Mikrokapsul ini adalah propolis yang sudah diolah. Cara pengolahannya sulit, tidak saya sampaikan di artikel ini.

Ketiga, mikrokapsul propolis 4%.

Keempat, propolis mentah dengan dosis 22.72 gram/ekor.

Selama tiga bulan penelitian, hasilnya bisa diringkas dalam tabel di bawah ini.

Pertambahan bobot badan harian dari penelitian di atas masih jauh dibawah performa sapi PO yang seharusnya.

Sapi PO seharusnya bisa 0,5 – 0,6 kg per harinya.

Hal ini bisa dimaklumi karena pemberian konsentratnya cuma sedikit. Hanya 1% dari bobot hidup.

Tapi fokusnya jangan disitunya. Melainkan di perbedaan antara kelompok sapi kontrol dan sapi yang diberi propolis.

Perbedaan PBBH nya sangat signifikan. Propolis bisa membantu untuk meningkatkan pertambahan bobot harian sapi 2 kali lipat bahkan lebih.

Untuk pemberian konsentrat yang lebih banyak, mungkin kenaikan bobot hariannya bisa lebih tinggi. Dengan ditambah propolis, hasilnya mungkin akan lebih bagus lagi.

Seperti pada penelitian yang kedua ini.

Penelitian propolis 2

Penelitian yang kedua ini hampir sama dengan yang pertama di atas. Perbedaan hanya pada jenis pakan dan jumlah konsentrat yang diberikan.

Pakan yang digunakan adalah konsentrat dan jerami padi fermentasi. Dari total ransum (jerami dan konsentrat), jumlah jerami padi fermentasinya sebanyak 15%.

Sisanya yang 85% berarti konsentrat.

Pemberian konsentrat tidak dijatah. Melainkan sapi dibiarkan makan sampai sekuat kemampuan mereka.

Tapi paling sapi hanya mampu untuk makan sebanyak kurang lebih 5 – 7 kg konsentrat. Untuk hal ini, bobot sapi juga sangat berpengaruh terhadap jumlah konsumsi konsentratnya.

Untuk pemberian propolis dosisnya sama persis seperti pada penelitian yang pertama. Hanya saja, untuk pemberian propolis 4 % tidak diberikan.

Pemberian propolis ini dicampurkan ke dalam konsentrat dan diberikan seminggu sekali.

Selama 90 hari penelitian, hasil singkatnya akan saya berikan di tabel di bawah ini.

Kesimpulan

Propolis bisa meningkatkan performa ternak sapi. Tapi tetap harus diimbangi dengan kualitas pakan yang memadai.

Kabar gembiranya, dari dua penelitian di atas, hasil terbaik malah propolis diberikan dalam bentuk mentah.

Ini akan memudahkan kita untuk memberikannya tanpa harus repot untuk mengekstrak atau membeli propolis olahan.

Tapi propolis yang tidak diolah memiliki kelembapan yang tinggi sehingga kalau tidak disimpan dalam kulkas akan mudah berjamur.

Saya kira cukup sekian untuk artikel kali ini. Semoga ada manfaatnya. Sampai jumpa minggu depan.

Referensi

[1] Ningsih, Dian Riana. 2009. Potensi Propolis Trigona spp. Pandeglang Sebagai Pemacu Pertumbuhan Pada Sapi Peranakan Ongole. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

[2] Haryanto, Budi, Z. Hasan, Kuswandi dan I-M Artika. Penggunaan Propolis untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Sapi Peranakan Ongole (PO). JITV Vol. 17 No 3 Th. 2012: 201-206.

Silahkan share di:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan komentar