Ini lho, Manfaat Mineral Blok Sesungguhnya Untuk Kambing

Silahkan share di:

Mineral blok untuk kambing etawa

Mineral bisa sangat membantu dalam mempertahankan kualitas indukan dan cempe. Oleh karena itu kebutuhan kambing terhadap mineral harus terpenuhi.

Akan tetapi, seringnya hal ini terabaikan. Apalagi di peternak yang masih skala kecil.

Tapi lebih penting lagi adalah kebutuhan akan pakan yang bergizi harus dipenuhi dulu. Kalau ini sudah, baru memikirkan tentang mineral tambahan.

Memang dalam pakan, sudah terkandung beberapa jenis mineral. Akan tetapi jumlahnya masih sedikit dan tidak begitu cukup untuk memenuhi kebutuhan kambing.

Makanya, pemberian mineral tambahan sehari – hari memang diperlukan untuk kambing. Efeknya memang tidak terlihat dalam satu atau dua hari.

Tapi kalau jangka pangjang, baru nanti bisa dirasakan manfaatnya.

Memberi mineral pada kambing tidak harus dalam bentuk mineral blok. Pakai mineral mix yang banyak dijual di toko peternakan juga sudah bagus.

Kelemahannya kalau hanya mineral mix, bentuknya kan serbuk. Jadi pemberiannya akan lebih efektif kalau dengan komboran.

Berarti harus memberi komboran setiap hari dong?

Iya, harus setiap hari. Kalau mineral mix diberikan langsung begitu saja, kalau dihembus oleh kambing, maka mineral mix akan berterbangan.

Sudah jelas kambing akan pada lari. Mendekat lagi saja tidak mau apalagi menjilatinya, seperti kita menjilati bumbu mie instan dulu.

Oleh karena itu, kalau yang tidak mau harus mengkombor kambing setiap hari, mineral diberikan dalam bentuk mineral blok.

Baca artikel ini kalau mau buat mineral blok.

Membuat mineral blok itu mudah.

Saat penting kambing butuh mineral blok

Setiap hari kambing butuh yang namanya mineral. Karena mineral ini diperlukan untuk membantu proses metabolisme.

Karena metabolisme terjadi setiap hari, berarti setiap hari juga kambing membutuhkan mineral.

Sederhanaya, metabolisme itu reaski dalam tubuh (reaksi kimia) untuk membongkar zat makanan untuk bisa diambil energinya. Setelah dibongkar, kemudian diambil zat – zat yang berguna untuk membangun tubuh.

Metabolisme ini sangat dipengaruhi oleh hormon dan enzim. Hormon dan enzim ini, dalam fungsinya akan lebih optimal kalau ada mineral.

Tapi ada saat dimana kambing butuh mineral lebih banyak. Kapan itu?

Waktu saat kambing sedang hamil.

Saat kambing bunting, tidak hanya mineral saja. Tapi kualitas pakan juga harus bagus. Kalau bisa ke dua – duanya malah lebih sip lagi.

Hal ini karena pakan dan mineral digunakan untuk mempertahankan kebuntingan kambing, anak dan menyusui nantinya.

Saat bunting pakan dan mineral yang dimakan oleh kambing, sebagian diarahkan sebagai cadangan.

Cadangan ini akan digunakan saat menyusui. Yaitu pada saat kebutuhan susu lebih besar daripada jumlah kemampuan makan si induk.[1]

Selain itu dengan pakan yang berkualitas, kualitas genetik dari induk bisa terekspresikan atau tergambarkan dengan maksimal pada anaknya.

Coba deh, kita punya kambing dengan kualitas yang baik. Indukan kambing etawa kelas A misalnya.

Kemudian saat bunting, kita beri makan miskin gizi. Kira – kira cempenya nanti bagaimana?

Kurang maksimal tentunya bukan?

Biar tidak seperti omong kosong doang, ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa mineral itu memang bisa meningkatkan kualitas produksi kambing.

Ini dia penelitiannya.

Penelitian manfaat mineral blok untuk kambing etawa

Penelitian ini dilakukan terhadap 30 ekor kambing etawah betina dan 2 ekor pejantan. Beratnya antara 28 – 30 kg.

Penelitian dilakukan selama 8 bulan. Yaitu pada saat 5 bulan kehamilan dan 3 bulan masa menyusui.

Dari ke 30 kambing betina tersebut, kambing dikelompokkan menjadi dua bagian.

Kelompok pertama, berjumlah 10 ekor kambing. Kambing yang bagian ini tidak diberi tambahan mineral blok.

Kelompok kedua, berjumlah 20 ekor kambing. Kelompok kedua ini diberi tambahan mineral blok.

Mineral bloknya terdiri atas komposisi sebagai berikut:

garam, kapur, semen, premix B (mengandung mineral makro dan mikro serta Vitamin) dan Zn biokompleks.

Supaya semua kambing bisa bunting secara bersamaan, maka dilakukan penyerempakan birahi.

Kemudian, setelah kambing birahi, indukan dikawinkan dengan pejantan yang sudah disiapkan.

Hasilnya?

Kelompok pertama, dari 10 ekor kambing etawa betina, yang bunting hanya 8 ekor. Sedangkan pada kelompok ke 2, 20 ekor kambing berhasil bunting semua.

Hasil ini bisa dikatakan bahwa mineral blok dapat meningkatkan tingkat keberhasilan kambing untuk bunting lebih tinggi.

Tapi bisa jadi memang tingkat kegagalan penyerempakan birahi, kebetulan ada pada di kelompok yang pertama.

Tapi, kalau memang ini sebuah kegagalan penyerempakan birahi, harusnya ada pada di kekompok yang kedua.

Karena jumlah indukannya lebih banyak, jadi harusnya peluang munculnya kegagalan lebih tinggi.

Untuk selanjutnya, secara singkat dan ringkas hasilnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

mineral blok untuk kambing etawa

Garis besar dari hasil penelitiannya adalah seperti itu. Dari parameter yang diuji, kambing etawa dengan diberi mineral blok hasilnya lebih tinggi.

Ini tidak bisa dianggap sebagai kebetulan semata. Karena kambing yang uji, diberi makan yang sama. Lokasi peternakannya juga sama, satu lokasi.

Mari kita lihat parameternya satu per satu.

Pertambahan bobot badan indukan selama bunting. Selama 5 bulan, indukan mengalami pertambahan bobot badan total sebanyak itu.

7,05 kg untuk indukan yang tidak diberi mineral blok dan 7,65 kg untuk indukan dengan mineral blok.

Pertambahan bobot badan selama laktasi. Setelah cempe lahir, indukan akan masuk ke masa laktasi atau menyusui.

Masa laktasi ini hanya diteliti selama 3 bulan.

Selama masa ini, indukan yang diberi mineral blok pertambahan bobot badannya lebih tinggi. Yaitu sebanyak 2 kg.

Hal ini bisa diartikan, kambing yang diberi mineral blok kemampuan untuk recoverinya lebih baik daripada yang tidak diberi mineral blok.

Selain itu juga bisa mempercepat untuk persiapan birasi selanjutnya.

Bobot lahir jantan dan betina. Cempe yang lahir dari indukan yang diberi mineral blok, bobotnya lebih tinggi.

Perbedaan bobot anakannya juga lumayan, sekitar 3 ons atau 300 gram.

Bobot sapih jantan dan betina. Perbedaan bobot sapih juga cukup besar. Untuk cempe jantan perbedaan bobot sapihnya sebesar 1,2 kg. Sedangkan untuk cempe betina, perbedaan bobot sapihnya 1,4 kg.

Perbedaan bobot sapih sebesar ini cukup lumayan. Dari segi tampilan saja, cempe dengan perbedaan bobot badan sebanyak 1 kg besarnya sudah berbeda.

Bukankah ini akan meningkatkan daya tawar dari cempe itu sendiri? Pembeli pasti berasumsi bahwa cempe yang bobot sapihnya tinggi, pasti nanti besarnya bisa lebih bagus.

Disamping itu, kenapa bobot sapih dari cempe ini bisa begitu berbeda?

Apakah dengan mineral blok bisa meningkatkan kualitas air susu dari indukannya? Sehingga pertumbuhan badan si cempe bisa lebih cepat.

Mungkin saja seperti itu.

Kesimpulan

#. Apapun alasannya, memberikan mineral tambahan kepada kambing itu tetap lebih baik.

Tidak harus dalam bentuk mineral blok kalau merasa repot untuk mendapatkannya.

Memberikan mineral mix (serbuk) juga bisa. Pemberiannya bisa lewat air minum atau komboran.

Kalau lewat air minum, biasanya ada sebagian yang tidak larut.

Minimal diberi garam yang dimasukkan ke bambu dan ditaruh di salah satu sudut kandang. Biar ketika kambing butuh, bisa menjilatinya.

Kalau mineral mix diberikan di bambu, tidak bisa. Kalau garam kan kandungan airnya cukup tinggi, jadi bisa merembes ke sela – sela pori – pori bambu.

Kalau mineral mix, sifatnya tidak seperti garam.

#. Meskipun kambing diberi mineral blok, tetap yang terpenting adalah pakan harus berkualitas.

Hal ini karena mineral blok sifatnya hanya sebagai suplemen pendukung. Ia akan lebih memaksimalkan dalam penyerapan nutrisi pakan.

Kalau pakannya tidak berkualitas, apanya nanti yang dimaksimalkan?

#. Silahkan memberikan mineral blok untuk ternak kambingnya masing – masing. Tapi jangan berlebihan.

Semoga ternak kambingnya gemuk – gemuk dan sehat – sehat.

Sampai jumpa lagi minggu depan.

Referensi

[1] Supriyati, I., G.M. Budiarsana dan I.K. Sutama. Pengaruh Suplementasi Mineral Blok Terhadap Produktivita Kambing Perah Peranakan Etawah Di Tingkat Peternak. Balai Penelitian Ternak, PO Box 221, Bogor 16002. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2007.

(Visited 64 times, 1 visits today)
Silahkan share di:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan komentar