Lampu Pijar vs Neon vs LED untuk Ayam Petelur

BADAI UANG
Silahkan share di:

Lampu pijar, neon dan LED untuk ayam petelur

Penggunaan lampu atau cahaya untuk ayam petelur sebagian banyak memang menggunakan lampu pijar dan lampu neon.

Itupun masih sebatas fungsi sebagai penerangan saja. Seperti ini misalnya.

kandang-ayam-petelur

Padahal fungsi lampu tidak hanya sebagai penerangan saja. Lihat fungsinya di artikel ini.

Lampu untuk kandang ayam petelur, fungsi dan jumlahnya yang tepat.

Kandang seluas ini hanya diberi 6 lampu neon. Meskipun kandangnya cukup terbuka dan sinar matahari bisa masuk, tapi intensitas yang diperoleh ayam sepertinya masih kurang.

Kalau pakai LED, sepertinya belum banyak peternak yang melakukannya. Atau bahkan belum ada.

Menggunakan LED untuk lampu ayam petelur termasuk hal baru, meskipun secara teori sudah lama dikaji.

Seperti penelitian yang akan di uraikan pada artikel kali ini yang akan membandingkan hasil dari penggunaan lampu pijar, neon dan LED untuk ayam petelur.

Tentang penelitian Lampu pijar, neon dan LED untuk ayam petelur

Penelitian ini dilakukan di Turki, Institut Penelitian Unggas, Ankara.

Ayam petelur yang digunakan adalah ayam telur hibrida hasil pengembangan sendiri, yang dinamai dengan ATAK-S.

Jumlah ayam yang digunakan sebanyak 360 ekor.

Selama penelitian pakan yang digunakan adalah sebagai berikut.

Bahan yang digunakan untuk membuat ransum terdiri dari jagung, bungkil kedelai, bungkil biji bunga matahari, polar, minya sayur, lemak kedelai dan bahan tambahan lain.

Untuk jumlah persen dari bahan tersebut dapat dilihat pada gambar tabel di bawah ini.

Untuk kandungan nutrisi dari pakan di atas bisa dilihat di bawah ini.

Selama penelitian berlangsung, pakan dan air minum diberikan secara tidak terbatas. Artinya setiap saat tersedia di depan ayam.

Lampu

Lampu yang digunakan untuk penelitian menggunakan tiga buah jenis lampu yang perbeda.

Yang pertama menggunakan lampu pijar dengan daya 40 watt. Warna cahayanya kuning.

Kedua menggunakan lampu neon dengan warna cahaya putih.

Dan yang ketiga menggunakan lampu LED (Putih) dengan spesifikasi seperti ini. Daya 6 Watt dan luminous flux 365 lm.

Untuk memastikan intensitas yang diperoleh oleh ayam sama, digunakan alat ukur flux meter.

Jadi tidak perlu lagi mencari cari spesifikasi lm dari lampu pijar, neon dan lednya, kemudian menghitung jumlah lampu dan jarak antar lampunya.

Jadi bisa lebih cepat dan praktis.

Lama waktu pencahayaan

Doc ayam petelur sampai umur 16 minggu diberi cahaya selama 10 jam setiap harinya. Maksudnya untuk setiap lampu yang digunakan yaitu lampu pijar, neon dan LED.

Kemudian penambahan cahaya diberikan mulai ayam berumur 18 bulan. Penambahannya selama 1 jam setiap minggunya. Penambahan terus dilakukan sampai pencahayaan selama 16 jam setiap hari.

Jadi, penambahan cahaya terus dilakukan tiap minggunya selama 6 minggu.

Intensitas cahaya yang diberikan pada ayam petelur adalah sebanyak 20 lux. Dan total waktu penelitian ini dilakukan adalah sampai ayam berumur 52 minggu atau 13 bulan.

Hasilnya adalah sebagai berikut:

Dari data hasil di atas, kelihatannya tidak ada perbedaan yang begitu berarti. Penggunaan lampu pijar, neon dan LED hasilnya bisa dikatakan hampir sama.

Mungkin perbedaan hasil tersebut baru terasa kalau jumlah ayam petelur yang dipelihara sangat banyak. 10 ribu ekor misalnya.

Produksi telur di atas adalah produksi telur per ekor selama 52 minggu.

Antara ayam dengan lampu pijar dan ayam dengan LED perbedaan produksi telur per ekornya hanya 4 butir. Ayam dengan pencahayaan lampu pijar, produksi telurnya 4 butir lebih banyak.

Seaindainya kita punya 10.000 ekor ayam, maka perbedaan ini menjadi sebanyak 40 ribu butir telur.

Kalau per kg nya kita anggap ada 20 butir, maka ini sama dengan 2000 kg telur atau 2 ton.

Akan tetapi penggunaan lampu pijar mempunyai kelemahan boros energi listrik. Sehingga biaya atau tarif listrik yang dikeluarkan juga lebih besar.

Menurut hasil penelitiannya, penggunaan lampu pijar menghabiskan daya sebesar 540 kW atau 540.000 watt. Sedangkan lampu neon menghabiskan 105 kW dan LED hanya 75,8 kW.

Ternyata, penggunaan LED daya listriknya 7 kali lebih hemat daripada menggunakan lampu pijar.

Ini juga harus dijadikan pertimbangan dalam melakukan usaha ayam petelur ini. Mengingan tarif daya listrik di Indonesia selalu naik.

Poin yang bisa diambil

Penggunaan lampu pijar, neon dan LED tidak memberikan perbedaan yang begitu signifikan terhadap performa pertumbuhan dan produksi ayam petelur.

Dengan kata lain, LED bisa digunakan sebagai pengganti lampu pijar. Dan dari penelitian ini, pertumbuhan dan produksi ayam petelur tidak terganggu.

Selain itu, menggunakan LED tidak boros energi sehingga biaya pengeluaran untuk listrik bisa lebih dihemat.

Sumber

S. Kamanli, I. Durmus, S. Demir and B. Tarim. 2015. Effect of different light sources on performance and egg quality traits in laying hens. Europ.Poult.Sci., 79. 2015, ISSN 1612-9199.

Silahkan share di:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan komentar