Manajemen Usaha Penggemukan Sapi

Silahkan share di:

Mana yang lebih perlu, mempelajari cara membesarkan ternak atau kemampuan manajerialnya?

Dua – duanya perlu, lalu mana yang lebih penting?

Jawaban pertanyaan ini akan bertele – tele dan diplomatis. Biasanya jawabannya akan dua – duanya penting.

Tapi ada kondisi tertentu dimana belajar manajerial ternak menjadi lebih penting.

Merawat dan membesarkan ternak adalah hal teknis. Mudah untuk mendapatkan ilmu yang satu ini.

Caranya hanya melihat dan meniru bagaimana orang lain membesarkan ternaknya.

Tidak sedikit orang yang sudah memelihara sapi sebagai ternak. Dengan alasan dan tujuan mereka masing – masing tentunya.

Mereka memberinya makan dan minum sapinya setiap hari hingga sampai tumbuh besar. Selepas itu sapi di jual dan mereka mendapatkan uang mereka.

Setiap hari mereka mencari rumput sebagai pakan ternaknya. Meluangkan sebagian waktu dan tenaga mereka untuk melakukan aktifitas ini.

Akan tetapi sebagai peternak yang ingin maju, maka kita perlu menambah ilmu pengetahuan dan belajar untuk lebih bisa berkembang.

Waktu dan tenaga kita itu terbatas.

Seberapa besar peternakan yang bisa dikelola hanya seorang diri? Dan berapa jumlah ternak yang mampu dipelihara sendirian?

Maka dari itu, dengan belajar manajemen kita akan bisa mempersiapkan banyak hal menjadi lebih mudah dan teratur.

Apa saja itu?

Kita bisa meminimalkan resiko yang kemungkinan terjadi

Bisa lebih mudah dalam merencanakan usaha penggemukan sapi

memudahkan dalam pelaksanaan usaha

Pengawasan bisa dilakukan dengan mudah dan

Pengendalian penyakit mudah untuk dilakukan.

Jangan mudah tergiur hanya dengan iming – iming keuntungan.

Mulai saat ini peternak harus cerdas dan sadar bahwa semua usaha bisnis memiliki resiko yang dapat menyebabkan kegagalan dan keputusasaan.

Kalau kita menganalisa sejak awak maka kita akan tahu kemungkinan resiko – resiko yang akan kita temui.

Resiko di sini tidak berarti usaha kita akan selalu gagal melainkan kalau tidak dihindari, maka akan menghambat kelancaran usaha kita.

Dari sekian banyak resiko yang bisa saya sampaikan antara lain adalah sebagai berikut:

-Bakalan sapi kualitasnya tidak sesuai yang kita inginkan.

  • Performa sapi tidak sesuai harapan
  • sapi mati
  • karyawan susah di atur

dan masih banyak hal – hal yang mungkin akan terjadi dan itu diluar perkiraan kita.

Manajemen kandang penggemukan sapi

Sebagian besar usaha penggemukan sapi menggunakan kandang individu. Hal ini lebih efektif.

Kandang individu merupakan pilihan terbaik apalagi lahan yang dimiliki luasnya terbatas.

Secara umum setiap ekor sapi butuh ruang sekitar 1,5 meter x 2,5 meter.

Kalau bisa lokasi kandang sapi sebaiknya strategis. Artinya strategis adalah akses transportasi mudah.

Ada jalan supaya keluar masuk sapi atau pakan mudah untuk dilakukan.

Kandang lebih baik membujur dari selatan ke utara. Alasannya supaya tidak melawan arah angin secara langsung.

Selain itu, kandang sapi akan lebih mudah mendapatkan sinar matahari secara merata.

Sinar matahari sangat baik untuk kesehatan ternak. Selain itu sinar matahari juga bisa membunuh bakteri yang merugikan ternak.

Atap bisa menggunakan seng, esbes atau genteng. Pilihan atap ini bisa disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki.

Pada prinsipnya, atap bisa mencegah panas atau hujan menerpa langsung ke sapi.

Sebisa mungkin kandang dibuatkan dinding. Hal ini untuk mengurangi terpaan angin.

Akan tetapi perlu diperhatikan jumlah ventilasinya juga.

Kandang harus sekalian ada bagian untuk tempat pakan dan minum.

Untuk tempat minum kira – kira ukurannya panjang 84 cm, lebar 57 cm dan kedalamannya sekitar 45 cm.

Sedangkan bagian tempat pakan ukurannya sekitar panjang 98 cm, lebar 57 cm dan kedalaman 47 cm.

Baik tempat pakan dan minum lebih baik bagian dasar dibuat cekung.

Jangan lupa lantai kandang dibuat agak miring. Tujuannya supaya air kencing sapi lebih mudah mengalir.

Selain miring lantai kandang sapi juga dibuat agak kasar, supaya sapi tidak mudah terpeleset.

Cara membersihkan kandang

Kandang dibersihkan setiap hari. Dua kali sehari malah lebih bagus. Kalau terpaksa hanya mampu sehari sekali, waktu yang pas adalah pagi hari.

Bersihkan kotoran padat pada pagi hari. Setelah pemberian konsentrat di pagi hari.

Pas sapi makan, pekerja atau kita membersihkan kotoran sapi.

Setelah kotoran padat dibersihkan dari kandang, lantai bisa disemprot dengan air. Lebih bagus lagi kalau pakai air bertekanan.

Manajemen dan perencanaan Pakan untuk penggemukan sapi

Sebelum memulai usaha ini, sebaiknya kita sudah punya rencana jenis pakan apa yang akan kita gunakan selama pemeliharaan.

Supaya lebih mudah untuk menentukan jenis pakan yang akan digunakan, berikut ini ada panduannya.

1 . Pakan harus mudah untuk didapatkan. Sebisa mungkin kalau bisa lokasinya tidak jauh dari lokasi peternakan.

Meskipun jumlahnya melimpah tapi kalau jauh, biaya transportasinya jadi mahal juga.

2 . Ketersediaan pakan juga perlu diperhitungkan. Pakan harus mencukupi selama waktu penggemukan sapi.

Karena jika ditengah jalan ada perubahan jenis pakan, maka sapi perlu waktu lagi untuk adaptasi.

3 . Biaya pakan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis pakan untuk usaha ini. Jangan yang mahal – mahal.

Kalaupun terpaksa harus dapat mahal, harus masih tetap masuk di hitung – hitungannya.

4 . Pilihlah jenis pakan yang manusia tidak doyan. Kalau rumput jelas tidak ada persaingan dengan manusia.

Biasanya salah satu bahan konsentrat ada yang dimanfaatkan oleh manusia. Misalnya biji jagung, ampas tahu dan lain – lain.

5 . Sebaiknya memiliki daftar bahan pakan alternatif. Ini untuk antisipasi kalau bahan yang kita rencanakan ketersediannya langka di pasaran.

Dengan demikian kita bisa mengganti bahan tersebut, dengan jumlah kandungan nutrisi yang tidak berbeda jauh.

6 . Bahan pakan harus aman untuk ternak. Minimal tidak memberikan resiko yang merugikan kepada ternak sapinya.

Misalnya, daung singkong. Meskipun kandungan nutrisinya bagus, tapi ia memiliki resiko meracuni sapi. Karena daun singkong ada asam sianidanya.

Meskipun asam sianida ini bisa dihilangkan, tetapi perlu perlakuan tambahan. Entah itu dijemur atau di silase. Artinya perlakuan ini sudah menjadi satu pekerjaan tambahan lagi.

Contoh jenis pakan untuk penggemukan sapi

Dari beberapa laporan penelitian yang sudah pernah dilakukan, pakan untuk penggemukan sapi adalah hijauan, jerami kering dan konsentrat.

Penggunaannya bisa antara hijauan dan konsentrat atau hanya jerami dan konsentrat. Atau kalau mau dikombinasikan ketiganya juga bisa.

Khusus hijauan, banyak pilihan yang bisa digunakan. Bisa rumput gajah, rumput raja atu rumput odot.

Ketiganya pernah saya bahas di artikel khusus di bawah ini. Silahkan dibaca terlebih dahulu kalau belum membacanya.

Rumput Odot

Rumput Gajah

Rumput Raja

Pakan Penggemukan sapi (studi kasus)[1]

Studi pertama adalah dari peternakan mitra andini. Peternakan ini berlokasi di Gunung Pati Kota Semarang.

Dari mana data ini saya peroleh?

Data diperoleh dari laporan kerja lapangan salah satu mahasiswa Undip yang magang di sana. Lebih jelasnya saya tulis di referensi no [1].

Pakan yang digunakan konsentrat dan jerami padi.

Konsentratnya bukan konsentrat komersial melainan meracik sendiri. Bahan konsentrat adalah ampas tahu, bekatul, singkong dan garam.

Konsentrat diberikan dalam bentuk komboran. Perbandingannya adalah 20 kg ampas tahu, 6 kg singkong dan bekatulnya 2 kg.

Susunan konsentrat itu untuk 1 ekor sapi dengan variasi bobot yang berbeda.

Selain itu masih ditambah garam dengan jumlah secukupnya.

Pemberian konsentrat di bagi menjadi dua waktu pemberian.

Yaitu pada waktu pagi sekitar pukul 07.30 WIB dan pukul 16.00 WIB.

Sekitar 1 sampai 2 jam setelah pemberian konsentrat, baru ternak sapi di beri jerami padi.

Pagi hari pemberian jerami sebanyak 4 kg dan sore hari sebanyak 7 kg.

Perbandingan antara jerami dan konsentrat adalah sekitar 60:40.

Dengan jenis bahan konsentrat seperti di atas, per hari sapi yang dipelihara bisa menambah bobot badan hariannya antara 1,1 kg – 1,25 kg/ekor/hari.

Pakan penggemukan sapi (studi kasus) [2]

Studi yang kedua ini adalah dari salah satu peternak sapi di Citapen Ciawi, Bogor.

Sumbernya saya tulis di referensi no [2].

Untuk studi kasus dari peternakan ke dua ini pakan yang digunakan adalah hijauan dan konsentrat.

Hijauan yang digunakan berupa rumput lapang dan konsentratnya diperoleh dengan konsentrat komersial.

Pakan diberikan sebanyak 2 kali sehari. Yakni pada waktu pagi dan sore.

Caranya hampir sama dengan studi kasus yang pertama.

Pakan Penggemukan sapi (studi kasus) [3]

Studi kasus yang ketiga ini lokasi peternakannya ada di Klaten.

Jenis pakan yang digunakan adalah rumput , jerami fermentasi dan konsentrat.

Rumputnya rumput gajah sedangkan konsentratnya dari konsentrat komersial masih ditambah dengan bahan – bahan lainnya.

Rumput gajah hanya diberikan ke sapi limousin betina, sedangkan yang sapi jantan mendapat hijauan jerami ferementasi.

Konsentratnya terdiri dari konsentrat komersial, wheat brand (polard) , onggok fermentasi dan premix sebagai sumber mineral.

Masing – masing perbandingannya adalah sebanyak 100 kg, 50 kg, 100 kg dan 0,25 kg.

Semua bahan di aduk sampai merata.

Onggok Fermentasi

Untuk membuat onggok fermentasi, bahan – bahan yang perlu dipersiapkan adalah:

Ampas singkong 2000 kg, Starbio 1 kg, EM4 120 cc, dan Tetes 15 kg.

Setelah difermentasi nilai kandungan nutrisi dari onggok tersebut adalah sebagai berikut:

Nutrisi%
Berat kering86
Protein Kasar4,8
Serat Kasar10,9
Lemak Kasar1,8
Ca0,9
P0,5
TDN70

Pemberian Pakan

Untuk sapi ukuran kecil atau bobot rendah konsentrat dan jerami padi diberikan sebanyak 2 kg dan 4,5 kg per ekor per hari.

Sedangkan untuk sapi bobot tinggi pemberian konsentrat dan jerami padi masing – masing adalah sebanyak 10 dan 7,5 kg/ekor/hari.

Manajemen pengendalian penyakit Sapi

Langkah paling baik untuk mengendalikan penyakit pada peternakan sapi adalah dengan mencegahnya.

Cara mencegahnya adalah dengan memperhatikan kebersihan kandang, kualitas pakan dan vaksinasi.

Akan tetapi terkadang tetap saja penyakit – penyakit yang menjangkiti sapi.

Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan pada ternak sapi, berikut contoh obatnya.

Sapi Terluka Karena Gesekan dengan Benda keras

Biasanya sapi akan menggosok – gosokkan badannya ke dinding kandang atau pembatas.

Hal ini bisa menimbulkan luka pada kulit sapi apabila si sapi menggosokkan badannya dalam waktu lama.

Obat yang bisa di pakai adalah obat semprot. Misalnya merk gusanex.

Menjaga nafsu makan sapi

Untuk menjaga performa nafsu makan sapi bisa memberikan vitamin tambahan.

Vitamin yang digunakan adalah vitamin b kompleks. Dosisnya 10 – 20 cc sesuai ukuran badan sapi.

Pemberiannya dengan cara disuntikkan (intramuskular) pada bagian punggung sapi.

Sapi Cacingan

Untuk sapi yang mengalami cacingan obat yang bisa diberikan Contohnya adalah Kalbazen C.

Pemberiannya dilakukan setiap satu bulan sekali. Dosisnya 10 cc.

Cara pemberiannya dengan cara oral. Bisa digelontorkan atau dicampurkan ke makanan. Kalau sapinya mau.

Sapi Kudisan

Kalau sapi kudisan, contoh obat yang bisa dipakai adalah ivervet. Dosisnya 6 cc per ekor. Cara pemberiannya lewat injeksi intramuskuler melalui punggung.

Kalau bingung sebaiknya konsultasi saja dengan mantri hewan bila menemui penyakit pada sapi dan Anda kesulitan untuk mengobatinya sendiri.

Penanganan Limbah Ternak Sapi

Libah dari ternak sapi sebagian besar akan didominasi oleh kotoran sapi itu sendiri. Untuk penanganan limbah ternak yang satu ini, yang paling umum dilakukan adalah dengan membuatnya menjadi kompos.

Untuk membuat pupuk kompos ini, pernah saya tulis dalam artikel tersendiri. Silahkan kunjungi link artikelnya untuk membacanya.

Membuat pupuk kompos dari kotoran kambing dengan EM4.

Membuat pupuk kandang dari kotoran sapi dengan EM4.

Referensi

[1] Haryanti, Nina Woro. 2009. Kualitas Pakan dan Kecuupan Nutrisi Sapi Simental di Peternaan Mitra Tani Andini, Kelurahan Gunung Pati, Kota Semarang. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fapet Undip Semarang.

[2] Pratama, Yoga Arya. 2013. Analisis Kelayakan Usaha Penggemukan Sapi Potong Pada Peternakan Bapa Sarno Desa Citapen Ciawi Kabupaten Bogor. Dept. Agribisnis Fak. Ekonomi dan Manajemen IPB.

[3] Didy, Alfianus Dangga. 2009. Manajemen Penggemukan Sapi Potong di CV. Sumber Baja Perkasa Kabupaten Klaten. Program DIII Agribisnis Peternakan Fak. Pertanian UNS Surakarta.

(Visited 946 times, 8 visits today)
Silahkan share di:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan komentar