Sapi Brahman Cross – Cara Ternak Sapi Pedaging Yang Tidak Kalah dengan Sapi Limosin dan Simental

SHARE:

Sapi brahman cross sepertinya kok kurang populer ya. Sekarang lebih viral sapi jenis seperti simental dan limosin.

Padahal ditahun 2000 an sapi brahman cross ini menjadi sapi populer dan primadona.

sapi brahman cross warna coklat

Sebenarnya jika dibandingkan dengan limosin dan simental, brahman cross ini tidak kalah. Pertambahan bobot harian atau ADG nya juga mampu di atas 1 kg/hari.

Malahan, sapi brahman cross sangat cocok untuk dipelihara di daerah tropis. Seperi di Indonesia. Berbeda dengan limosin dan simental yang sebenarnya lebih bagus kalau dipelihara di wilayah 4 musim.

Maka dari itu, mari kita lihat lebih jauh tentang sapi brahman cross ini.

Pengertian dan asal usul sapi brahman cross

Sapi brahman adalah sapi Amerika yang sudah mengalami pemuliaan bibit. Keturunan dari sapi jenis zebu, yang berasal dari India.

Setelah diperoleh genetik yang luar biasa dari sapi brahman, kemudian sapi ini diekspor ke negara – negara di dunia, misalnya Australia.

Sapi brahman amerika ini memiliki keunggulan:

  • Kemampuan adaptasi dengan suhu panas dan lingkungan lembab sangat baik.
  • Punya ketahanan yang baik terhadap serangan parasit.

Sapi brahman yang masuk ke Indonesia adalah sapi brahman cross. Artinya genetik sapi ini tidak murni seperti sapi brahmannya Amerika, melainkan sudah bercampur dengan sapi lain.

Sebagian besar sapi brahman yang masuk ke Indonesia berasal dari benua Australia. Mungkin karena pertimbangan iklim, jarak dan harga. Karena benua australia adalah penghasil sapi terbanyak di dunia.

Kalau sapi brahman cross di import dari Australia bagian utara, iklimnya sama dengan negera kita Indonesia, yaitu tropis.

Karena asalnya dari Australia, maka brahman cross yang masuk ke Indonesia adalah hasil persilangan antara sapi brahman dengan sapi shorthorn dan hereford. Kedua sapi ini adalah sapi Australia.

Genetik dari sapi brahman cross ini adalah 50% brahman, 25% shorthorn dan 25% hereford.[1]

Ciri – cirinya

ciri - ciri sapi brahman cross

Ciri – ciri dari sapi brahman coss atau sapi BX adalah sebagai berikut:

  • Berpunuk.
  • Telinga lebar menggantung.
  • Ada gelambirnya dari bawah kepala sampai leher.
  • Warna coklat dan putih.

Sapi brahman, brahman cross dan sapi PO terlihat mirip. Mungkin kalau di pasar hewan kita akan sulit untuk membedakannya.

Tapi kalau secara performa produksi daging, sapi BX jelas jauh lebih unggul daripada sapi PO.

Jika tidak benar – benar ahli dan berpengalaman, kita bisa kecelik karena omongan blantik.

perbedaan sapi brahman cross dan sapi PO

Dari bentuk kepala kita bisa melihat perbedaan antara sapi brahman cross dan sapi po. Perhatikan saja gambar di atas, maka akan terlihat jelas perbedaannya.

Sapi brahman cross itu ada yang warna putih dan ada yang warna coklat. Kalau di pasar melihat sapi berpunuk besar tapi warnanya coklat, kemungkinan besar itu bukan PO.

Menurut sebuah penelitian, perbedaan antara sapi BX dan PO selain pada bentuk warna dan kepala adalah sebagai berikut:

Pada kategori umur pra sapih, sapi Brahman memiliki ukuran yang lebih panjang untuk jenis tulang scapula, humerus, dan radius-ulna.[2]

Biar lebih mempunyai gambaran, posisi tulang – tulang tersebut ada pada gambar di bawah ini.

Posisi tulang scapula, humerus dan radius pada sapi [3]

Kalau dilihat dari posisi tulang – tulang tersebut, secara kasat mata akan membuat Dada sapi brahman cross lebih lebar, lebih tebal dan lebih tinggi.

Selebihnya bentuk fisiknya hampir sama.

Kelebihan dan keunggulan sapi brahman cross

Dibandingkan dengan sapi lokal seperti sapi bali dan sapi import seperti limosin dan simental, sapi brahman cross memiliki keunggulan sebagai berikut:

  1. Tahan terhadap suhu panas. Jadi, sapi ini sangat cocok sekali dipelihara di Indonesia. Di wilayah manapun karena kita negara tropis.
  2. ADG atau PBBH yang sama baik seperti sapi limosin dan simental. Brahman cross bisa nambah bobot per hari lebih dari 1 kg/ekor.
  3. Tahan terhadap gigitan caplak dan parasit lain. Ini mungkin sedikit membingungkan.karena semua sumber menyebutkan seperti itu. Apakah tahan itu kulitnya keras sehingga caplak tidak mampu menggigit. Atau sapi ini punya kemampuan untuk mengatasi infeksi yang dihasilkan gigitan caplak? Masih menjadi pertanyaan buat saya. Kalau menurut saya, semua hewan kalau digigit caplak tetap akan merasakan kesakitan dan tidak nyaman.
  4. Mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi. Ini benar. Karena dengan usia yang sama, postur sapi brahman lebih besar daripada sapi lokal seperti PO dan sapi bali serta sapi madura.
  5. Adaptasi dengan pakan kurang berkualitas cukup baik. Ini bisa dikatakan sapi bx tidak terlalu pilih – pilih jenis pakan. Berarti sangat menguntungkan bagi peternak Indonesia karena jerami padi di sini sangat melimpah.
  6. Memiliki tulangan yang kecil, sehingga presentasi karkas bisa lebih tinggi.

Kelemahan atau kekurangan sapi brahman cross

Tidak ada masalah terhadap kualitas produksi terhadap sapi brahman cross ini. Tapi untuk sapi betinanya, kelemahannya adalah sebagai berikut.

  • Birahi pos partum lebih lama.[4} Birahi pos partum adalah waktu dimana sapi akan minta kawin lagi setelah melahirkan.
  • Secvice per conception (S/C) yang tinggi yaitu 2,27 [4]. Service per conception adalah banyaknya perkawinan sampai sapi berhasil hamil.

Waktu yang lama bagi sapi untuk minta kawin lagi setelah melahirkan akan merepotkan bagi peternak. Terutama untuk yang breeding.

Lamanya birahi pos partum bagi sapi brahman cross ini adalah lebih dari 5 bulan. Ini akan membuat jarak kelahiran pedet jauh lebih lama dan pasti akan mengurangi pendapatan peternak.

Selain itu, setiap kali sapi minta kawin, tidak selalu berhasil. Angka 2,27 itu menunjukkan kalau minimal sapi dua kali kawin baru berhasil untuk hamil.

Padahal, kita tahu sendiri bahwa per siklus birahi sapi itu cukup lama. Kalau sekali kawin saja tidak berhasil, berarti harus menunggu siklus berikutnya. Ini akan lebih lama.

Kalau begitu, serahkan saja urusan breeding brahman cross ini kepada PT – PT besar yang fokus pada breeding. Kita urusan penggemukan saja, biar cepet dapat uang.

Tapi sepertinya kelemahan dari sapi brahman cross ini sedikit mulai teratasi, karena sekarang sudah ada yang S/C nya 1,9 saja.

Cara Ternak sapi brahman Cross

Untuk memulai ternak sapi BX tidak berbeda dengan beternak sapi pada umumnya. Yaitu kita harus membeli bibit atau bakalan, menghilangkan segala parasit, perawatan, pemberian pakan dan penjualan.

Bibit sapi BX.

Persyaratan untuk bibit yang berkualitas tetap sama seperti ternak sapi jenis lainnya. Yaitu bibit harus sehat, badan proporsional, dada lebar, dan lain – lain.

Ada pilihan yang bisa kita jadikan pertimbangan.

Jika ingin murni penggemukan, ambil bibit bakalan berusia 1 – 2 tahun. Karena pada usia tersebut sapi sudah usia dewasa.

Pada sapi dewasa pakan akan difokuskan pada pembentukan daging.

Kalau mau pembesaran untuk menghasilkan bakalan, bisa memelihara mulai usia lepas sapih.

Masalah harga, belum ada informasi yang transparan. Oleh karena itu kita bisa melakukan survey langsung ke pasar hewan atau menghubungi penyalur.

Dengan survey langsung ke pasar, kita bisa mengambil bakalan dengan harga yang kita inginkan.

Tapi kelemahannya adalah asal usul sapi menjadi tidak jelas. Kualitas genetiknya meragukan.

Kita bisa menanyakannya ke penjualnya langsung. Jika merasa yakin dan percaya dengan apa yang akan disampaikan, silahkan bayar dan bawa pulang sapinya.

Atau, kita menghubungi penyalur untuk meminta informasi mengenai harga bakalan sapi brahman. Mintalah pricelist atau daftar harga, minimum jumlah pembelian, cara pembayaran dan pengiriman ternak.

Sapibagus.com, itu juga melayani kalau kita ingin memesan bibit bakalan sapi. Coba kunjungi webnya, cari kontaknya (bisa nomer WA atau email).

Seandainya punya koneksi sendiri yang lebih dipercaya, malah lebih bagus.

Kelebihan mengambil dari penyalur terpercaya adalah kualitas genetik sapi kemungkinan besar bagus. Meskipun, kemungkinan harganya relatif lebih tinggi karena penyalur juga harus mendapat keuntungan.

Silahkan dinegosiasikan sesuai kemampuan.

Ada satu hal lagi yang perlu saya sampaikan. Terkait kualitas pemeliharaan antara bakalan dari peternakan rakyat dan bakalan dari salah satu perusahaan Fedloter.

Tidak ada maksud untuk mengecilkan kemampuan peternak kecil dalam memelihara sapi. Mungkin karena bandingannya perusahaan dengan manajemen yang sudah tertata dan sangat bagus.

Hasilnya sangat berbeda.

Ukuran bakalan sapi BX (usia 18 – 24 bln) yang dihasilkan perusahaan feedloter jauh lebih besar dibandingkan dengan bakalan dari peternak rakyat.

Ukuran brahman cross (18 – 24 bln) PT vs Peternak rakyat[5]

Ukuran rata – rataPeternak RakyatPerusahaan
Panjang Badan (cm)107,42111,1
Tinggi Pundak (cm)124128,4
Panjang Badan (cm)154,04175,9
Bobot Badan (kg) 271,12383,92

 

Ini adalah nilai rata – rata dari masing – masing 50 ekor sapi bx. Mungkin kebetulan sapi yang dipeternakan rakyat dapetnya yang jelek – jelek sehingga nilai rata – ratanya menjadi lebih rendah.

Ini hanyalah permasalahan manajemen saja.

Jenis pakan dan ADG sapi bx yang bisa ditiru

Bahan pakan yang bisa digunakan untuk pakan sapi itu kan ada banyak. Setiap wilayah dan masing – masing pelaku ternak punya resep sendiri – sendiri.

Anda bisa menggunakan komposisi ransum anda sendiri. Jika belum punya gambaran tentang pakan yang bisa digunakan, mungkin beberapa jenis ransum di bawah ini akan memberikan inspirasi buat Anda.

1 . Ransum hijuan dan konsentrat

Komposisi ransum adalah konsentrat 70% dan hijuan 30%. Hijauan berupa rumput gajah atau rumput raja.[5]

Konsentrat mengandung protein kasar minimal 14%.

Jumlah pemberian ransum total adalah 30 kg. Berarti masing – masing untuk konsentrat dan hijauan adalah sebanyak 21 kg dan 9 kg.

2 . Ransum jerami padi, rumput gajah dan konsentrat[6]

Lama pemeliharaan selama 3 bulan untuk usia sapi 18 – 24 bulan dengan bobot awal sekitar antara 250 – >350 kg/ekor.

Bulan pertama, rumput gajah 40%, jerami padi amoniasi 40% dan konsentrat 20%.

Bulan kedua, rumput gajah 25%, jerami padi amoniasi 20%, dan konsentrat 50%.

Ketiga, rumput gajah 10%, jerami padi amoniasi 10%, dan konsentrat 80%.

Kandungan protein kasar dari konsentrat minimal 14%.

Ransum di atas hanyalah komposisi bahan pakan . Untuk total pemberiannya kita perlu melakukan perhitungan lebih lanjut.

Kebutuhan baha kering untuk sapi dengan berat sekitar 300 kg adalah 3% dari berat badan. Dengan berat 300 kg, maka kebutuhan berat kering adalah sebanyak 9 kg.

Contoh perhitungannya pernah saya tulis di artikel sapi limosin.

Jika beruntung dan nafsu makan sapi bagus, ADG bisa lebih dari 1 kg/ekor/hari.

Referensi:

[1] Melati Lestari Z. 2011. Penampilan Produksi Induk Sapi Brahman Cross (BX) yang Diinseminasi Buatan Menggunakan Semen Berbeda di PT Lembu Jantan Perkasa Serang – Banten. Skripsi. Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas peternakan IPB Bogor.

[2] https://bogor.tribunnews.com/2017/08/11/peneliti-ipb-bandingkan-pertumbuhan-sapi-brahman-madura-dan-peranakan-ongole

[3] http://afs.ca.uky.edu/livestock/beef/skeletal

[4] Syarifuddin, Nursyam Andi dan Wahdi. Peningkatan Reproduksi Sapi Induk Brahman Cross Post Partum dengan Pemberian Pakan Suplemen Multinutrient Block Plus Medicated.Fakultas Pertanian. Universitas Lambung Mangkurat. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan RadiasiVol. 7 No. 2 Desember 2011.

[5] M. Dima Iqbal Hamdani, Ali Husni, M. Tino Fajar, Sulastri. Perbandingan Performa Kuantitatif Sapi Brahman Cross di Peternakan Rakyat dengan di Perusahaan Komersial pada Umur 18-24 Bulan. Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis, September 2018, 5(3):25-30.

[6] Firdausi, Ardhina, T. Susilawati, M. Nasich dan Kuswati. Pertambahan Bobot Badah Harian Sapi Brahman Cross Pada Bobot Badan dan Frame Size Yang Berbeda. J. Ternak Tropika Vol. 13, No.1:48-62, 2012.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *