sedang memberi pakan ternak kambing tanpa ngarit

Ternak Jambing Jawa Tanpa Ngarit, 7 Langkah Terbaik

Cara ternak kambing jawa tanpa ngarit?

sedang memberi pakan ternak kambing tanpa ngarit

Bisakah ternak kambing jawa tanpa ngarit? Jawabannya adalah bisa.

Tapi sebelum menjelaskan lebih lanjut, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu apa itu ngarit dan tanpa ngarit.

Ngarit itu adalah pergi mencari pakan hijauan untuk ternak. Entah itu pakan dari ladang sendiri (tanam sendiri) atau mencari di lahan bebas.

Jenis pakan yang diperoleh dari ngarit adalah berupa hijauan. Bisa rumput atau rambanan (daun – daunan), daun singkong, daun kacang, dan hijauan lain yang layak untuk dijadikan pakan.

Istilahnya ini disebut sebagai “cut and carry”.

Mungkin, banyak orang yang ingin bisa punya ternak kambing atau domba. Tapi ngarit itu melelahkan dan merepotkan. Karena hampir setiap hari harus keluar rumah untuk mencari pakan.

Punya keinginan tapi tidak punya waktu. Jadi, oleh sebagian orang dipopulerkan metode ternak kambing tanpa ngarit ini.

Ada juga yang menyebutkan dengan metode “cara ternak kambing modern.”

Dianggap modern karena cara mendapat dan memberikan pakan tidak seperti orang – orang jaman dulu.

Oleh karena itu, cara yang bisa dilakukan kalau tidak bisa ngarit adalah sebagai berikut:

  1. Membeli pakan hijauan. Ini adalah cara alternatif paling mudah. Cara ini juga sering dilakukan ketika sedang kemarau dan sulit cari pakan.
  2. Memperkerjakan karyawan atau anak kandang. Dengan mempunyai anak kandang, maka kegiatan ngarit tidak akan kita lakukan secara langsung. Tapi, ketika anak kandang sedang libur, Anda tetap harus turun tangan sendiri.
  3. Menyetok pakan dalam jumlah yang banyak. Kita bisa menimbun pakan dengan jumlah yang mencukupi untuk waktu 1 bulan atau 2 bulan kedepan. Tapi kondisi pakan yang disimpan harus dalam keadaan kering. Karena kalau masih basah, bisa busuk dan berjamur.
  4. Memberikan pakan dari limbah pertanian. Limbah pertanian seperti ampas tahu, ampas kedelai, dedak, polard, daun singkong, kulit singkong, limbah sayuran pasar dan masih banyak yang lainnya.
  5. Membuat pakan fermentasi dari hijauan. Ini adalah langkah lanjut dari nomer 3 di atas. Hijauan bisa disimpan dalam kondisi basah. Tapi dalam perlakuan terfermentasi atau silase. Pakan fermentasi juga bisa dibuat dari limbah pertanian dan limbah sayuran.
  6. Membeli ransum komplit. Ransum komplit adalah pakan dengan campuran bahan yang bermacam – macam. Ransum komplit ini dibuat dengan kandungan nutrisi yang memadai untuk kebutuhan ternak. Tapi biasanya harganya mahal.
  7. Membuat ransum komplit sendiri. Kita bisa membuat ransum komplit dari langkah nomer 4. Yaitu dengan mengumpulkan limbah pertanian dan limbah sayuran pasar untuk dibuat ransum komplit.

Intinya adalah bagaimana cara memperoleh pakan. Dari ke – 7 langkah alternatif di atas, manakah menurut Anda yang paling prospek untuk dilakukan?

Mari kita bahas satu – satu.

Membeli pakan hijauan

Hijauan yang biasanya dijual adalah rumput. Tapi, terkadang saat panen tiba banyak tersedia jenis hijauan.

Misalnya, tebon jagung, daun kacang tanah, rendeng kangkung dan lain – lain.

Harganya sekitar 5000 per ikatnya.

Jelas ini bukan langkah yang efesien untuk dilakukan jangka panjang.

Karena per ikatnya paling hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan per ekor per hari. Bisa dihitung sendiri selama sebulan, habisnya sudah 150 ribu setiap bulan untuk per ekor kambing.

Tips jika ingin membeli hijauan adalah sebagai berikut.

Beli hijauan dalam jumlah yang banyak. Misalnya nebas hijauan ketika ada panen. Entah itu panen jagung atau kacang tanah.

Kemudian hijauan dikeringkan dan disimpan. Ini bisa untuk pakan sebulan tergantung jumlah ternak kambing yang dipelihara.

Khusus tebon kurang efektif bila dikeringkan. Batangnya tidak bisa kering bersamaan dengan daunnya. Untuk itu, tebon lebih tepat bila disimpan dalam bentuk fermentasi.

Jumlah pakan hijauan yang diberikan adalah sebanyak 10% dari berat badan. Seharusnya dalam hijauan ini terdapat jenis legumnya. Tapi kalau tidak ada, jumlah pemberiannya bisa dilebihkan misalnya 15%.

Misalnya kambing berbobot 30 kg, maka perhari jumlah hijauannya adalah 4,5 kg.

Sebulan berarti 4,5 kg x 30 = 135 kg.

Kalau kita punya 10 ekor saja, berarti sebulan sudah 1 ton 350 kg hijauan dalam bentuk segar.

Atau Anda tertarik untuk melihat artikel tentang rumput odot untuk pakan kambing ini.

Memperkerjakan karyawan

Tugas dari karyawan ini tergantung dari Anda sebagai bosnya. Apakah hanya mencari pakan saja atau sebagai full anak kandang.

Pasti biaya nya berbeda antara hanya ngarit saja dan plus ngurusi kambing.

Dan antar daerah, nilai biayanya pasti berbeda – beda.

Yang perlu diperhatikan adalah berapa kapasitas pakan yang bisa dibawa pulang. Apakah bisa untuk 5 ekor/hari atau hanya 3 ekor/hari.

Memberikan pakan dari limbah sayuran

Setiap kali panen, sayuran terdapat bagian yang tidak layak untuk dijual. Entah ini bagian daun yang terlalu tua atau robek.

Kita bisa mendapatkan limbah sayuran ini di ladang petani langsung (saat panen) atau dari pasar.

Kandungan gizi dari limbah sayuran ini masih cukup tinggi. Sehingga bagus untuk dijadikan pakan ternak.

Limbah – limbah sayuran ini bisa diberikan untuk semua jenis kambing. Entah itu etawa atau kambing jawa randu.

Karena pada dasarnya semua kambing itu sama saja.

Cara membuat pakan dari limbah pasar ini bisa dilihat di artikel ini.

Membuat pakan dari limbah pasar.

Yang perlu diperhatikan dalam memberikan pakan dari limbah pasar ini adalah:

  • Kita harus teliti menentukan kondisi sayuran yang masih layak atau tidak.
  • Harus hati – hati seandainya sayuran disemprot dengan obat – obatan kimia. Ini bisa membuat kegagalan yang fatal.

Memberikan pakan fermentasi

Pakan yang difermentasi bisa disimpan untuk jangka waktu yang lebih lama. Karena pakan yang masih dalam kondisi terfermentasi tidak akan membusuk.

Bakteri yang berperan membusukkan pakan akan ditekan dan dihentikan aktivitasnya oleh bakteri yang ditambahkan saat membuat fermentasi.

Bakteri starternya bisa kita dapatkan di toko peternakan. Misalnya EM4, Starbio, dan masih ada yang lainnya.

Contoh pembuatan pakan fermentasi ini bisa dilihat di artikel – artikel di bawah ini.

Fermentasi gedebog pisang

Daun singkong fermentasi

Silase eceng gondok

Fermentasi klobot jagung

Silase daun dan pelepah sawit

Jerami padi fermentasi

Resiko pakan fermentasi

Pakan yang difermentasi rawan ditumbuhi oleh jamur. Karena lembab. Ini sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan kegagalan.

Tempat menyimpan pakan fermentasi harus rapat. Tidak boleh bocor.
Kalau sampai ada kebocoran maka yang berkembang adalah bakteri aerob.

Bakteri aerob akan menghasilkan asam butiric. Pakan akan menjadi berbau busuk.

Kalau bisa, jumlah pakan yang difermentasi disesuaikan dengan kebutuhan pakan harian.

Artinya, sekali buka, pakan langsung habis. Tapi ini membutuhkan banyak wadah atau silo.

Efek jangka panjang pemberian pakan fermentasi masih diragukan. Pakan fermentasi itu pH nya rendah atau asam. Seperti tape.

Jika pencernaan kambing menerima pakan ini terus menerus dan dalam waktu lama, kemungkinan tidak baik juga.

Terutama untuk ternak kambing yang betina.

Membuat ransum komplit sendiri

Ransum komplit memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan memenuhi kebutuhan standar ternak.

Bahan – bahan ransum komplit ini haruslah ada yang sebagai sumber protein, karbohidrat vitamin dan minera.

Contoh komposisi membuat ransum komplit adalah sebagai berikut.

1 . Klobot jagung 20%, Rumput lapang 10%, jagung kuning 6%, dedak padi 8%, Onggok 5%, bungkil kedelai 26%, bungkil kelapa 14%, bungkil kelapa sawit 4%, Molases 5%, CaCO3 1%, Na2SO4 0,5%, dan urea 0,5%.

Misalnya kita ingin membuat ransum komplit sebanyak 100 kg, jumlah bahan masing – masing adalah:

Klobot jagung 20 kg, Rumput lapang 10 kg, jagung kuning 6 kg, dedak padi 8 kg, onggok 5 kg, bungkil kedelai 26 kg, bungkil kelapa 14 kg, bungkil kelapa sawit 4 kg, molases 5 kg, CaCO3 1 kg, Na2SO4 0,5 kg dan urea 0,5 kg.

Detail cara membuatnya bisa dilihat di artikel ini. Saya sudah lama pernah menulis artikel tentang ini.

2 . Dedak padi, pollard, tepung roti afkir, bungkil kopra, tetes, onggok, kacang afkir, kulit coklat, vitamin mix, kapur, garam dan urea.

Membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk membuat ransum komplit. Setidaknya kita harus bisa menghitung kandungan nutrisi ransum dan menyesuaikan dengan kebutuhan ternak.

Kalau jumlah ternaknya hanya sedikit, kemungkinan biayanya akan lebih tinggi.

Kecuali ternak dalam skala besar, maka membuat ransum sendiri bisa lebih efisien.

Ok. Saya kira itu mengenai ternak kambing jawa tanpa ngarit ini. Semoga bisa bermanfaat.

SHARE:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *