Ternak Kambing Modal 5 Juta? Dapat Apa?

SHARE:

Ternak kambing modal 5 juta rupiah bisa menjadi pilihan yang sangat bagus sekali. Daripada uang didiamkan di rekening, hasilnya tidak akan seberapa.

Uang yang didiamkan saja, tanpa perencanaan untuk ditasharufkan, kemungkinan akan habis begitu saja. Biasanya, akan ada saja kebutuhan mendesak terhadap uang yang nganggur ini.

Ini adalah pengalaman pribadi Saya, tapi mungkin Anda juga memiliki pengalaman yang serupa.

Oleh karena itu, merencanakan keuangan terhadap penghasilan itu memang perlu.

Di artikel ini, kita akan membahasnya. Tapi, spesifik untuk ternak kambing.

Dari sini nanti kita akan melihat, bahwa investasi di ternak kambing itu sungguh luar biasa. Hasilnya tidak main – main.

Mau dibelikan kambing jawa, maupun kambing pe semuanya sama. Hasilnya insyaAllah bagus.

Kenapa harus ternak kambing

Sebenarnya, sangat banyak sekali pilihan yang bisa kita ambil untuk menginvestasikan uang 5 juta kita. Tidak harus di sektor peternakan. Boleh yang lain.

Tapi kenapa ternak kambing? Kenapa tidak ayam broiler, ayam petelur , sapi atau ternak yang lainnya?

Ini adalah alasan saya kenapa memilih ternak kambing.

 

Mudah dalam penanganan.

 

Kalau sapi, 5 juta itu belum dapat sapi, bahkan seekorpun. Maka, pilihan kita turunkan antara kambing dan domba dan ternak ayam.

Jika uang 5 juta kita gunakan untuk ternak ayam, maka kita akan mengurusi ayam yang jumlahnya ratusan. Mungkin bisa sekitar 200 ekor. Ini untuk ternak ayam pedaging.

Dengan harga doc 500 per box dan sisanya untuk pakan dan kebutuhan peralatan dan kandang.

Itupun mungkin kurang kalau modal hanya 5 juta.

Sedangkan kambing, dengan uang 5 juta kita bisa mendapatkan 3 – 5 ekor kambing yang bisa kita pelihara.

Menurut saya lebih mudah merawat dan mengatur 3 – 5 ekor kambing daripada ratusan ekor ayam.

Semakin banyak populasi ternak yang dirawat, kesulitan akan semakin banyak.

 

Sedikit penyakit

 

Tidak ada yang tanpa resiko. Tapi kita bisa memilih mana resiko dengan kemungkinan terkecil.

Meskipun ini berhubungan erat dengan yang mengatur rezeki, kita tetap harus berikhtiar yaitu dengan mencari pengetahuan sebanyak – banyaknya supaya tetap berhasil.

Resiko terbesar terhadap gagal panen adalah kematian ternak.

Kematian ternak ini bisa disebabkan bermacam – macam hal. Misalnya penyakit dan salah penanganan pakan.

Penyakit yang bisa menyerang ternak ayam itu jumlahnya sangat banyak. Mulai berak darah, snot, CRD, virus ND, dan lain – lain. Selain itu, ternak ayam juga rentan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu sekarang ini.

Sedangkan kalau kambing, jenis penyakit tidak terlalu banyak. Paling banter adalah kutu dan kudisan. Penyakit tersebut peluang sembuhnya cukup tinggi.

Resiko penyakit yang cukup menghawatirkan adalah kembung dan keracunan. Tapi kalau kita tahu ilmunya, ini bisa dengan mudah dihindari.

Misalnya tidak memberikan pakan yang mengandung sianida, daun dan rumput muda, dan pakan yang berjamur.

 

Pakan mudah

 

Masih dalam konteks modal 5 juta.

Untuk menyediakan pakan kambing sebanyak 5 ekor, itu masih sangat mudah. Bahkan dengan ngarit sekalipun, sudah bisa kita atasi.

Kita hanya perlu meluangkan waktu 2 – 3 jam sehari untuk keluar ngarit mencari pakan. Dan jika beruntung, kita bisa mendapatkan pakan yang cukup untuk 2 hari dalam sekali ngarit.

Saya tidak merekomendasikan pakan fermentasi kalau jumlah kambingnya hanya 5 ekor. Hanya akan menambah repot.

Pakan ngarit itu adalah yang paling efisien. Hanya modal BBM, tenaga dan waktu.

Jika merasa waktu dan tenaga Anda sangat berharga, percayalah semua akan terbayar dengan hasilnya.

 

Prospek bagus

 

Diartikel sebelumnya, saya sudah menjelaskan kenapa prospek ternak kambing ini sangat bagus.

Mulai dari produksi sampai peluang pemasaran, ternak kambing memiliki potensi yang tinggi.

Diantaranya adalah kambing bagus untuk penghasil daging, mudah beradaptasi dengan lingkungan dan pakan dan harga jual yang tidak terlalu tinggi serta permintaan pasar yang selalu ada.

 

Tidak banyak peralatan

 

Peralatan disini termasuk kandang, tempat pakan, minum dan kebersihan.

Dengan jumlah yang hanya 5 ekor, kambing bisa dipelihara tanpa kandang panggung.

Misalnya dipelihara di bagian belakang atau samping rumah. Kemudian diberi atap untuk naungan dari panas dan hujan. Jangan lupa tempat atau penancang untuk mengikat tali.

Di pedesaan, masih banyak yang seperti ini. Selama ini baik – baik saja dan tidak banyak kendala.

Tapi kalau mau dibuatkan kandang panggung juga tidak masalah. Malah lebih bagus.

Menentukan jenis ternak kambing

Kita bisa memelihara kambing dan kita bisa menjual produk cempe atau kambing untuk diambil dagingnya.

Kalau modal hanya lima juta, pilihan terbaik menurut saya adalah ternak kambing untuk penghasil daging.

Jika yang kita pilih adalah penghasil cempe, maka siap – siap untuk menambah kandang yang lebih luas. Karena dalam 1 tahun saja, dari 3 indukan, jumlah populasi bisa bertambah 5 kali lipat.

Selain itu, kemampuan untuk mendapatkan pakan juga harus ditingkatkan.

Berbeda dengan tujuan penghasil daging, ini relatif lebih mudah untuk dilakukan. Banyak pilihan jenis kambing yang bisa diambil.

Misalnya, kambing jawa randu dan kambing PE.

Oleh karena itu, di bawah ini akan saya tunjukkan seperti apa jadinya ternak kambing modal lima juta dengan kambing jawa, kambing pe beberapa bahasan pendukung lainnya.

Tapi sebelum itu, saya asumsikan bahwa kandang tidak termasuk dalam bahasan dan pakan di peroleh secara ngarit.

Karena jumlah ternaknya terbatas antara 3 – 5 ekor.

Ternak kambing jawa

Kambing jawa ini adalah kambing hasil silangan antara kambing pe dan kambing kacang. Recording perkawinan tidak jelas tapi kambing jenis ini banyak sekali dan mudah ditemukan.

Postur tubuhnya bisa cukup besar dan cukup memberi semangat untuk dipelihara.

Karena postur tubuhnya yang lumayan, maka harga jualnya juga tidak terlalu murah.

Dengan modal 5 juta, kita bisa mendapat bibit kambing sebanyak 4 ekor. Dengan usia sekitar 6 bulanan, harga antara 1 – 1,3 juta.

Jenis usaha adalah pembesaran. Lama waktu pembesaran bisa setahun atau 10 bulan.

Dengan lama waktu pembesaran selama itu, asalkan pakan ngarit, biaya pakan tidaklah begitu banyak.

Harga jual mendekati hari Idul Adha antara 1,7 – 2 juta. Total pendapatan dari penjualan adalah sebanyak:

6,8 juta – 8 juta rupiah.

Berarti pendapatan kotornya adalah sebanyak:

2,8 – 3 juta rupiah.

Maka tahun pertama saja modal kita sudah bertambah sebanyak 56% – 60%.

Ternak kambing pe

Dengan modal 5 juta dan mau ternak kambing pe, maka jumlah ternak yang bisa kita peroleh sangat sedikit. Jumlahnya antara 1 – 2 ekor saja. Tergantung grade yang kita pilih.

Ternak kambing pe akan sedikit berbeda dengan kambing jawa. Perbedaan utama terletak pada grade atau kelas kambing dan cara penjualannya juga.

Penjualan kambing PE dengan kelas A, B dan C, taksiran harga tidak bisa hanya karena kualitas daging atau karkasnya.

Faktor seni dan hobi harus diperhitungkan dalam menentukan harga jual. Karena jelas tidak masuk di harga, kalau hanya murni penilaian karena karkasnya.

Untuk kambing pe kaligesing, kambing terbagi menjadi 5 kelas. Yaitu kelas A sampai E. Daftar harga dan spek kambing bisa dilihat di webnya langsung.

Jika kita analisa, kelas D dan E kualitasnya tidak berbeda jauh dengan kambing jawa randu.

Artinya, jika kita memilih di kelas tersebut, maka hasil tidak akan jauh berbeda dengan kambing jawa randu.

Saya akan buatkan tabel supaya bisa dijadikan pertimbangan untuk memilih ternak kambing pe.

Tabel di bawah ini adalah pembelian kambing pe kaligesing dengan usia 4 – 8 bulan. Kemudian dengan pemeliharaan selama 10 – 12 bulan.

KelasHarga beliPerkiraan Harga jual
A5.000.00010.000.000
B3.000.0007.000.000
C2.000.0004.000.000

Harga beli adalah memang harga yang tercantum di website resmi jika kita membeli dari sana.

Sedangkan harga jual adalah harga pembelian untuk kambing pe usia 12 – 36 bulan. Karena kita belinya saat usia 4 – 8 bulan, maka dengan pemeliharaan selama 10 bulan usia kambing kita sudah berusia minimal 14 bulan.

Berarti, harga jual adalah harga perkiraan. Bisa juga dibuat harga patokan.

Asalkan setelah kita pelihara, perkembangan kambing spesifikasinya memenuhi, kita layak menjualnya dengan harga tersebut.

Kambing pe dengan usia minimal 12 bulan, untuk grade A, B, dan C tinggi minimal masing – masing adalah 90 cm, 80 cm dan 70 cm.

Selain kambing pe ras kaligesing, kita juga bisa membeli kambing pe ras  senduro.

Persamaan antara ras kaligesing dan senduro adalah sama – sama kambing berkualitas unggul. Ia mampu tumbuh besar dan memiliki kualitas karkas yang bagus.

Perbedaannya adalah ras senduro jarang bahkan tidak digunakan untuk kontes. Meskipun sekarang sudah mulai ada, tapi tidak sepopuler kambing pe kaligesing.

Jadi untuk penjualannya, nilai seni dari kambing tidak begitu diperhitungkan. Hampir murni karena ukuran dan kualitas dagingnya.

Untuk membeli kambing senduro ini, usia 4 – 5 bulan harganya sudah 1,7 juta. Untuk yang jantan. Dengan tinggi minimal 60 cm.

Kemudian setelah kita pelihara dengan baik, harga jual tergantung dengan besar dan ukuran kambingnya.

 

Tinggi (min. Cm)Perkiraan harga jual
702.500.000
753.000.000
803.500.000
854.250.000
905.000.000
956.000.000
1007.500.000

Dari sini kita sudah bisa membandingkan. Sama – sama grade terbaik, kambing pe senduro harganya di bawah ras kaligesing.

Karena itu tadi, seni dari penampilan kambing tidak begitu diperhatikan.

Kalau kita tidak begitu tertarik dengan seni kambing, maka kambing pe senduro adalah pilihan yang tepat.

Atau, kita bisa memilih kambing pe kaligesing tapi dengan grade maksimal grade C.

Perlu diperhatikan juga adalah, asal kambing senduro (lumajang) dan kaligesing (purworejo) adalah wilayah dengan kondisi lingkungan yang sejuk.

Jika Anda di wilayah pantura (lingkungan panas), maka perkembangan kambing akan beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Ternak kambing bagi hasil

Seandainya aktivitas Anda memang tidak memungkinkan untuk memelihara kambing sendiri, maka bisa dititipkan ke orang lain yang mau.

Istilahnya nanti bagi hasil. Bagi hasil ini biasanya 30 – 40% pemilik modal dan 60 – 70% keuntungan untuk pemelihara. Tapi ini bisa saja berbeda untuk tiap wilayah.

Tapi kita sebagai pemilik kambing harus teliti sebelum menitipkannya.

Selain jujur, peternak harus telaten.

Karena ada banyak peternak yang seperti ini.

Sama – sama memelihara 3 ekor kambing. Peternak yang satu penampilan kambingnya bagus, bulu mengkilat dan gemuk. Sedangkan peternak yang satunya, kambingnya kurus, kulit busik dan kambing kurus – kurus.

Ternak kambing modal 10 juta

Bagaimana kalau kita punya modal 10 juta atau 20 juta?

Perhitungannya sama saja, tinggal dikalikan saja angka – angka pada modal 5 juta menjadi dua kalinya. Tapi untuk 20 juta, perhitungannya akan sedikit berbeda.

Seperti yang saya sebutkan di awal, semakin banyak yang dipelihara, semakin ruwet mengaturnya. Perlu tambahan ilmu manajemen ternak yang lebih.

Kalau modal 10 juta, dengan dibelikan kambing jawa bisa dapat sekitar 8 ekor kambing jawa jantan.

Saya kira jumlah segitu masih mampu untuk ditangani sendiri. Tapi memang butuh tenaga dan waktu yang lebih banyak.

Ok, saya kira itu saja untuk pembahasan ternak kambing modal 5 juta ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

PIYE MENURUTMU LUR?