Waktu Tepat Panen Rumput Odot Untuk Pakan Kambing

Silahkan share di:

Rumput Odot Bagus Untuk Kambing & Domba

Kalau ingin menanam pakan untuk ternak kambing, rumput odot merupakan pilihan yang sangat tepat.

Kambing dikenal sebagai hewan ternak yang makannya milih – milih. Atau biasanya dikenal dengan istilah meramban (browsing).

Oleh karena itu tidak semua jenis rumput akan disukai oleh kambing. Misalnya, rumput raja dan rumput gajah.

Berbeda halnya dengan rumput odot. Rumput ini sudah banyak ditanam dan dibudidayakan oleh peternak kambing.

Rumput odot dikenal mempunyai palatabilitas yang cukup baik untuk digunakan sebagai pakan kambing atau pakan domba.

Hal ini karena rumput ini memiliki tekstur yang lebih lunak daripada rumput gajah dan rumput raja.

Selain itu, rumput odot tidak berbulu seperti yang terdapat pada rumput gajah dan rumput raja.

Tapi, bagaimanakan kualitas rumput odot ini untuk digunakan sebagai pakan kambing?

Kami akan mengulas satu per satu tentang rumput odot yang satu ini.

Yuk, cekidot…

Produktifitas rumput odot

Rumput odot ini nama lainnya dalam bahasa Indonesia adalah rumput gajah kerdil. Akan tetapi di kalangan para peternak kambing dan domba lebih dikenal sebagai rumput odot.

Sesuai dengan namanya, rumput gajah kerdil, produktifitas hijauan dari rumput ini tidak sebanyak rumput gajah.

Meskipun demikian, produktifitas dari rumput ini dapat dimaksimalkan dengan mengoptimalkan jumlah anakan di setiap rumpunnya.

Supaya bisa maksimal, maka ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Karena faktor tersebut nantinya akan mempengaruhi baik dan tidaknya produksi hijauan dari rumput odot ini.

Faktor tersebut meliputi kebutuhan air, banyaknya naungan, pemupukan, kesuburan tanah, pemangkasan dan jaran tanam.

Kita akan melihat lebih dalam lagi mengenai faktor – faktor tersebut. Meskipun tidak banyak, beruntung sudah ada sebuah penelitian tentang produktifitas rumpu odot ini.

Cara menanam rumput odot

Cara menanam rumput odot meliputi pengolahan tanah, penanaman dan perawatan serta pemanenan.

Pengolahan tanah

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara pencangkulan terlebih dahulu. Pencangkulan sebanyak dua kali lebih baik. Tapi ini tidak baku.

Tujuan pencangkulan adalah untuk membuat tekstur tanah menjadi lebih gembur, memperbanyak oksigen di tanah dan membuang sisa – sisa akar tanaman yang sudah ada sebelumnya.

Pupuk dasar menggunakan pupuk kandang. Dosisnya sebanyak 5 ton/hektar.

Kalau lahannya cuma 1000 meter persegi, berarti cuma butuh pupuk kandang sebanyak 500 kg atau 5 kwintal.

Kalau kondisi tanahnya asam, dapat ditambahkan kapur untuk menaikkan pH tahan.

Kapur yang digunakan bisa dolomit atau kapur kerang. Dosisnya sama yaitu 5 ton per hektar.

Biayanya cukup banyak juga ya, tapi pengapuran ini tidak harus dilakukan. Disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya yang dimiliki saja.

Penanaman bibit odot

Jarak tanam ternyata sangat berpengaruh terhadap jumlah anakan yang dihasilkan oleh rumput odot ini.

Jarak antar baris bisa diberikan sejauh 1 meter. Sedangkan jarak tanam bisa bervariasi mulai 50 cm, 75 cm dan 100 cm (1 meter).

Hasilnya ternyata jumlah anakan pada jarak tanam 1 m x 1 m jumlah anakannya jauh lebih banyak dari pada jarak tanam yang lebih dekat.

Nanti akan saya berikan datanya.

Rumput odot ini membutuhkan air yang cukup. Penyiraman perlu dilakukan kalau di daerah penanamannya kekurangan air.

Penyiangan terhadap gulma atau rumput – rumput liar juga perlu dilakukan. Supaya tidak terjadi perebutan nutrisi.

Data dari penelitian [1], berikut adalah perbedaan antara jumlah anakan terhadap jarak tanam rumput odot.

Panen ke

Jumlah anakan

50 x 100 cm

75 x 100 cm

100 x 100 cm

1

20,4

23

24,9

2

29,5

27,5

41,1

3

41,6

50,3

66,6

4

39

41,5

53,1

Kandungan Nutrisi rumput odot

Rumput odot memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik daripada rumput gajah.

Kandungan nutrisi yang lebih tinggi menjadi kelebihan tersendiri apabila rumput ini dijadikan sebagai pakan ternak khususnya kambing atau domba.

Berikut adalah kandungan nutrisi dari rumput odot[2].

Kandungan Nutrisi% (Berat Kering)

Kadar lemak daun

2,72%

Kadar lemak Batang

0,91%

Protein Kasar Daun

14,35%

Protein Kasar Batang

8,10%

Kecernaan Daun

72,68%

Kecernaan Batang

62,56%

Kandungan nutrisi rumput odot pada usia penen berbeda

Semakin tua usia panen rumput odot, maka kandungan nutrisinya akan semakin menurun.

Dari penelitian yang pernah dilakukan, rumput odot yang dipanen pada umur 3, 6, 9 dan 12 minggu setelah tanam, kandungan protein kasarnya berturut – turut adalah 14.7%, 14.4%, 15.9%, 9.3%.

Namun pada penelitian yang lain, hasilnya sedikit berbeda.[3]

Informasi mengenai penelitiannya adalah sebagai berikut.

Rumput odot ditanam dalam beberapa pot. Ukuran potnya sekitar 18 cm x 35 cm dan diameter potnya 22 cm.

Setiap pot ditanami bibit rumput odot sebanyak tiga batang. Akan tetapi, setelah tujuh hari setelah tanam, hanya disisakan satu batang yang pertumbuhannya paling baik.

Kalau tujuannya sebagai pakan, tidak usah diseleksi juga tidak masalah. Eman – eman.

Pupuk yang digunakan adalah Urea, TSP dan KCL.

Dosisnya adalah 100 kg urea/ha, 50 kgTSP/ha and 50 Kcl/ha.

Sedangkan penyiraman dilakukan jika perlu.

Pemanenan rumput odot dilakukan pada usia 8 dan 12 minggu setelah tanam.

Hasilnya adalah sebagai berikut:

Usia PanenTinggi Tanaman Produksi Bahan keringProtein Kasar
8 minggu104,75 (cm)0,06 (ton/hektar)12,94%
12 minggu126,01 (cm)1,76 (ton/hektar)8,77%

Jika rumput odot di panen pada usia 8 bulan, kandungan protein kasar yang akan diperoleh lebih tinggi. Akan tetapi jumlah hijauan yang dihasilkan sedikit.

Sedangkan jika menginginkan hasil hijauan yang lebih banyak, rumput odot bisa dipanen pada usia 12 minggu setelah tanam. Akan tetapi kandungan protein kasarnya sudah menurun.

Silase rumput odot?

Masih perlukan rumput odot dibuat silase? Saya kira tidak perlu.

Kandungan nutrisi yang sudah lumayan bagus, kenapa masih harus di silase.

Hanya buang – buang waktu dan tenaga.

Jika lokasi penanaman jauh dari kandang, rumput odot bisa dibuat hay. Tidak harus dalam bentuk silase.

Referensi

[1] Sirait, Juniar, Tarigan A., Simanihuruk K., 2013. Karakteristik Morfologi Rumput Gajah Kerdil (Pennisetum purpureum cv Mott) pada Jarak Tanam Berbeda di Dua Agroekosistem di Sumatera Utara. Loka Penelitian Kambing Potong, Sei Putih PO Box I, Galang, Deli Serdang 20585

[2] drh. Saiful Helmy, MP. Pengembangan Multi Hijauan Makanan Ternak Mendukung UPSUS SIWAB

[3] Budiman, R. D. Soetrisno, S. P. S. Budhi and A. Indrianto. Morphological Characteristics, Productivity and Quality of Three Napier Grass ( Pennisetum purpureum Schum) Cultivars Harvested At Different Age. J.Indonesian Trop.Anim.Agric. 37(4) Desember 2012.

(Visited 1.239 times, 14 visits today)
Silahkan share di:

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. imaokashi berkata:

    terima kasih pak joko sudah berbagi ilmunya

Tinggalkan komentar