Penuhi 6 Hal Ini, Ternak Kambing Jawa Yang Menguntungkan

SHARE:

Ternak kambing jawa yang menguntungkan

Bagaimana ternak kambing jawa yang menguntungkan itu?

Pada prinsipnya, bisnis dan usaha itu semua sama. Yaitu bisa menghasikan profit dari setiap transaksi penjualannya.

Supaya bisa profit, maka biaya produksi harus ditekan seminimal mungkin.

Dalam ternak kambing, biaya produksi antara lain adalah biaya pembelian bibit, pakan dan obat – obatan.

Pakan yang mengambil porsi paling banyak. Hampir sekitar 70% biaya produksi ada di pakan.

Dengan Prospek ternak kambing jawa yang sangat bagus, sebenarnya keuntungan bisa diusahakan semaksimal mungkin.

Tergantung bagaimana metode dan manajemen di kitanya.

Ternak tanpa ngarit belum tentu jaminan bisa untung maksimal. Malahan, ternak tanpa ngarit itu biaya produksinya semakin tinggi. Sehingga, margin keuntungan menjadi lebih kecil.

Masih ada aternatif lain untuk meningkatkan pendapatan selain itu. Tidak hanya pakan, tetapi kondisi pasar juga menentukan.

Ada saat – saat tertentu, di mana pasar hewan itu ramai sekali. Tapi ada juga, saat dimana penjual dan blantik jumlahnya lebih banyak daripada pembeli.

Faham kan dengan apa yang saya maksudkan?

Oleh karena itu, ini adalah langkah – langkah yang bisa dilakukan supaya ternak kambing jawa ini bisa sangat menguntungkan bagi kita.

1. Menjual ternak saat kondisi pasar ramai.

Maksud kondisi pasar ramai adalah permintaan sedang naik. Jika kita suka memperhatikan, ada kalanya di pasar ternak jumlah calon pembeli sama banyaknya dengan jumlah penjual dan blantik.

Khususnya di pedesaan, kondisi seperti ini bisa terlihat sangat jelas.

Waktu – waktu ini biasanya saat:

  • Panen hasil pertanian.

Orang – orang akan banyak uang saat panen tiba. Misalnya panen tebu, singkong, padi, brambang, dan hasil pertanian lainnya.

Kemudian mereka akan menyimpan sebagian uangnya dengan membelikan ternak. Entah itu sapi, kambing atau domba.

Hal ini karena invest di ternak adalah pilihan paling mudah.

  • Hari raya qurban.

Kalau ini sangat jelas sekali ya. Permintaan kambing paling tinggi dan puncaknya ada ketika mendekati hari raya Idul Adha.

Mendekati hari raya ini, harga kambing sedang bagus – bagusnya.

Tapi kita juga perlu memperhatikan, bahwa permintaan paling bagus itu ada di wilayah perkotaan. Atau dengan kata lain, orang – orang kota lah yang paling banyak mencari saat idul adha.

Orang desa, belum tentu. Mereka, jika punya niat berkurban untuk tahun ini, lebih suka memelihara sendiri. Ketimbang membeli saat mendekati hari H.

Berbeda dengan orang kota.

Wilayah perkotaan yang pendapatannya sangat mapan, hampir setiap tahun mereka melaksanakan ibadah qurban.

Karena rata – rata pengetahuan mereka tentang kambing kurang, ini menjadi peluang untuk bisa menjual dengan keuntungan yang lebih pantas.

  • Hari raya nasional.

Hari raya nasional yang saya maksudkan adalah idul fitri, natal dan tahun baru.

Saya sendiri masih kurang yakin apakah hari – hari besar ini bisa mendongkrak penjualan kambing atau tidak.

Untuk produk ternak seperti daging ayam, telur dan daging sapi, semuanya naik saat hari tersebut.

2. Membeli bibit kambing saat pasar sedang sepi

Pasar kambing akan sepi pembeli di saat – saat seperti ini:

  • Musim kemarau.

Ada beberapa wilayah yang sistem pengairannya adalah tadah hujan. Artinya, saat musim kemarau, rumput dan hijauan benar – benar sulit.

Kondisi seperti ini, sering dimanfaatkan oleh penduduk lain untuk menjual pakan di sekitar wilayah tersebut.

Dan ternyata memang laris.

Tapi, alih – alih harus membeli pakan terus, banyak juga peternak yang mengurangi jumlah ternak mereka.

Ketika banyak yang mau jual ternak, maka harga menjadi sangat turun.

  • Mendekati tahun ajaran baru pendidikan

Pendaftaran SD, SMP dan SMA membuat kebutuhan sangat tinggi.Tas baru, buku baru, seragam baru, hp baru dan motor baru.

Biasanya, ternak memang difungsikan untuk mengatasi kondisi kebutuhan mendadak yang seperti ini.

Kemudian, peternak menjual sebagian ternaknya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

3. Ternak kambing jawa jantan

Boleh setuju boleh tidak, tapi kambing jantan keuntungannya lebih bisa diprediksi daripada kambing betina.

Keuntungan dari ternak kambing  betina adalah dari penjualan cempenya. Jika cempenya jantan, maka keuntungannya bisa tinggi. Sebaliknya jika cempenya betina.

Cempe jantan bisa dijual lebih cepat daripada cempe betina. Jantan lepas sapih, usia 3 bulan misalnya, sudah layak ditawarkan ke pasar.

Tapi sedikit sekali yang mau membeli cempe kambing jawa betina usia segitu. Minimal, cempe betina baru layak ditawarkan ke pasar saat usia sudah menjadi dara.

Artinya kita harus memberi pakan sampai cempe menjadi dara.

Dari segi harga jual, kambing jantan juga lebih tinggi.

Selain itu, ada momen tertentu yang kebutuhan akan kambing jantan lebih tinggi.

4. Ngarit

Mencari pakan dengan ngarit adalah langkah paling efektif sampai saat ini. Biayanya sangat murah. Hanya modal bahan bakar.

Kalau tenaga dan waktu, semua jenis pengadaan pakan  juga butuh itu kan?

Memang, dengan ngarit, kapasitas yang bisa dipelihara memang terbatas.

Tapi kalau memang niat, 1 orang saya kira mampu untuk memelihara sampai 10 ekor kambing jantan.

Dengan disimpan sampai Idul Adha, 10 ekor itu hasilnya sudah sangat lumayan.

Misalnya harga jual antara 1,7 – 2 juta per ekor, maka bisa dihitung sendiri berapa omsetnya. Pakannya ngarit, jadi tidak banyak hitung – hitungan.

Asumsi harga bibit kambing jantan antara 900 rb – 1 juta.

Investasi mana yang bisa memberikan hasil sebanyak itu?

Ngarit sekarang tidak begitu melelahkan seperti jaman dulu. Sekarang, kita sudah tahu ilmu fermentasi.

Yaitu ilmu menyimpan pakan basah supaya tidak cepat busuk.

Ilmu ini bisa kita gunakan saat mendapatkan pakan gratisan dalam jumlah yang sangat banyak.

Misalnya, saat menemui ada penebangan sengon, penebangan pohon nangka, panen raya kacang tanah, panen singkong dan seterusnya.

Kita bisa ambil sebanyak – banyaknya, kemudian kita simpan supaya bisa dipakai lebih lama.

Bisa dikeringkan atau dibuat fermentasi.

Silahkan cari di blog ini, kategori fermentasi, ada banyak contoh cara membuat pakan fermentasi untuk ternak kambing.

5. Pakan limbah

Limbah ini khusus limbah sayuran. Kalau limbah pertanian sebenarnya sudah masuk di bagian ngarit.

Tapi, untuk limbah sayuran tidak semua peternak bisa mengupayakannya. Pasar – pasar kecil jumlah limbah sayurnya tidaklah sebegitu banyaknya. Biasanya seperti itu untuk pasar dipedesaan.

Berbeda dengan pasar dikota yang besar – besar. Yang menjadi tempat jujukan suplier sayuran dari desa – desa penghasil sayur.

Akan terdapat bagian sayuran yang direject karena kualitasnya tidak layak jual.

Akan tetapi saya tidak punya banyak gambaran tentang limbah sayuran ini.

Terutama tentang bagaimana cara mengumpulkannya.

Mungkin kita bisa meminta penjualnya untuk mengumpulkan bagian sayur yang tidak terpakai ke dalam tempat sampah khusus. Kemudian kita mengambilnya.

Atau kita harus mengais – ngais tempat sampah untuk mengumpulkannya, sepertinya juga boleh. Patut dicoba.

Ini belum selesai.

Setelah limbah sayur kita bawa pulang, harus diolah lagi. Karena kandungan airnya sangat tinggi, mudah busuk.

Pengolahannya antara lain:

  • Sortir terhadap sayuran yang layak dan tidak. ( kecuali anda menyortirnya di pasar).
  • Memotong sayuran menjadi ukuran yang lebih kecil.
  • Mencampur bahan pakan lain seperti dedak padi, ampas tahu, polard, bungkil kedelai dan lain – lain.
  • Difermentasi atau silase.

6. Jangan beli obat kimia

Obat – obatan kimia itu harganya mahal. Sebaiknya jangan tuman untuk memakai obat kimia untuk mengobati kambing yang sakit.

Sebenarnya, ternak kambing itu tidak banyak penyakitnya. Asalkan telaten, penyakitnya insyaAllah tidak akan parah – parah banget.

Paling umum ya biasanya kudis (scabies), Kutu dan kembung. Kecuali kalau lagi ada wabah antraks ya. Itu lain lagi ceritanya.

Kudis (scabies)

Scabies bisa diobati dengan oli bekas yang dicampur dengan belerang. Menurut saya ini bukan obat. Tapi kalau luka terbuka diolesi dengan ini, lalat tidak mengkeroyok ke bagian luka tersebut. Sehingga, proses penyembuhan menjadi lebih cepat.

Karena lalat – lalat ini bisa menyebabkan infeksi tingkat lanjut. Daging kambing itu proteinnya tinggi. Kalau ada luka terbuka, ini sangat disukai lalat untuk meletakkan telurnya.

Telur kemudian berkembang hingga tumbuh menjadi belatung. Belatung ini berkembang dengan memakan jaringan dari daging kambing tersebut.

Kalau sudah sampai muncul belatung, maka bagian tubuh kambing akan kroak karena dimakan belatung.

Solusinya adalah keluarkan belatung – belatung ini sampai habis. Kemudian lukanya dibersihkan dengan alkohol. Setelah itu bisa diberikan salep secara rutin supaya lalat tidak kembali.

Peringatan:

Mengeluarkan belatung ini tidak semudah yang dibayangkan. Silahkan cari bantuan tenaga.

Kutu kambing

Setiap kambing pasti ada kutunya. Tapi jumlahnya terkontrol atau tidak. Kalau sampai membludak, uh, dilihat saja rasanya menggelikan.

Untuk mengurangi jumlah kutu:

  • Mandikan kambing setiap hari.
  • Waktu pagi menjelang siang, saat sinar matahari sangat cerah.
  • Sebelum mandi di beri makan terlebih dahulu. Saat proses penjemuran, kambing bisa istirahat sambil memamah (nggayemi).
  • Mandikan menggunakan deterjen.
  • Usapkah sabun merata ke seluruh tubuh kambing. Leher, perut, punggung, sela – sela kaki. Jangan langsung disiram tapi tunggu sampai sekitar 15 menit sambil dijemur.
  • Bilas sampai bersih dan keringkan bulu kambing di bawah sinar matahari.
  • Jika jumlah kutu sudah berkurang banyak, kambing bisa dimandikan 2 minggu sekali. Minimal 1 bulan sekali lah.

Kembung dan keracunan

Kembung dan keracunan ini karena makanan.

Bahan pakan yang menyebabkan kembung dan keracuna berdasarkan tingkat kedahsyatannya adalah sebagai berikut:

  • Pakan dari tanaman singkong. Semua bagian dari tanaman singkong berpotensi menyebabkan keracunan.

Yang paling bahaya adalah kulit umbinya, daun dan kemudian kulit batangnya.

Jika keracunan dari kulit umbinya, kemungkinan selamat rendah.

    • Legum. Beberapa peternak pernah kambingnya kembung karena makan daun lamtoro.
  • Rumput muda.

Kesimpulan

Intinya adalah ternak kambing jawa yang menguntungkan itu harus mengetahui situasi dan kondisi pasar dan melakukan cara terbaik untuk mendapatkan pakan.

Mempelajari pasar lagi sepi atau rame itu perlu. Dan ini tugas Anda masing – masing. Karena setiap wilayah mungkin akan berbeda.

Kemudian untuk pakan, jika ngarit bukan yang terbaik menurut Anda, silahkan cari alternatif lain.

Yang penting Anda nyaman dalam berternaknya.

Ok. saya kira ini saja. Semoga bisa bermanfaat. Sampai jumpa lagi.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *