prospek ternak kambing jawa

Prospek Ternak Kambing Jawa, 5 Peningkat Pendapatan

Prospek ternak kambing jawa ini masih terbuka lebar. Seperti apa peluang ini? Ada lima hal yang bisa kita soroti dan memaksimalkannya.

Jika kita serius menggarapnya, InsyaAllah hasilnya akan lebih baik.

Kambing jawa yang asli adalah kambing kacang. Tapi, sekarang sepertinya sulit untuk menemukan yang genetiknya murni kambing kacang.

Karena ukurannya yang kecil, kambing kacang ini banyak disilangkan dengan kambing yang ukurannya lebih besar.

Misalnya dengan kambing etawa.

Hasil persilangan antara kambing kacang dan kambing etawa kemudian dikenal dengan “jawa randu”.

Ada yang menyebutnya sebagai kambing bligon atau kambing benggala.

Ciri – cirinya masih dominan kambing kacang tapi badannya bisa lebih besar.

Inilah ciri – ciri kambing jawa randu.

ternak kambing jawa yang menguntungkan

  1. Moncong lancip, bertanduk, telinga lebar dan terurai. Telingan ada yang cukup panjang tapi tidak terlipat seperti kambing etawa.
  2. Tubuh kecil. Lebih kecil dari kambing etawa.
  3. Berat badan dewasa antara 20 – 30 kg. Masih kalah jauh dengan kambing etawa.
  4. Warna bulu hitam, coklat, coklat tua, coklat belang putih, sawo matang dan kombinasinya.
  5. Cukup adaftif dengan segala jenis pakan. Kambing ini juga suka merumput seperti domba.
  6. Produktifitas tinggi.
  7. Gerakannya gesit dan lincah. (jika sehat).
  8. Rata – rata embekannya cukup keras.

Populasi kambing jawa randu mendominasi untuk wilayah pantai utara jawa.

Dengan potensi genetiknya yang tidak terlalu besar, suhu panas di pantura, tidak memberikan dampak yang terlalu siginifikan.

Berbeda dengan kambing etawa, yang memang lebih optimal kalau dipelihara di wilayah lebih sejuk.

Dimana seharusnya ternak kambing etawa?

Dengan ciri – ciri seperti di atas, inilah peluang dan prospek ternak kambing jawa yang akan kita dapatkan.

  • Kambing jawa randu penghasil daging

kambing jawa penghasil daging

Jawa randu memang lebih cocok untuk difungsikan sebagai penghasil daging. Penghasil susu juga bisa tapi lebih baik pilih jenis kambing yang lain. Misalnya etawa, sanen, dan anglo nubian.

Penilaian harga dari kambing jawa randu ini murni dari kualitas karkasnya. Artinya, semakin besar harganya semakin tinggi.

Semakin gemuk semakin mahal dibelinya.

Berbeda sekali dengan kambing etawa. Posturnya memang tinggi, besar dan karkasnya pasti lebih banyak.

Seharusnya kambing etawa lebih efektif , dengan potong satu ekor dapat karkas lebih banyak.

Tapi biasanya tidak.

Harga jual kambing etawa kadang tidak murni dari jumlah karkas, tapi dipengaruhi oleh nilai – nilai seninya. Sehingga, harga menjadi lebih tinggi.

  • Cocok dipelihara di wilayah bersuhu panas

Seperti yang saya sebutkan di atas, kambing ini banyak dipelihara di wilayah pantura.

Artinya, kambing ini baik dan cocok untuk dipelihara di mana saja. Kalau di daerah panas bisa, apalagi di daerah yang lebih dingin.

  • Harga tidak terlalu tinggi

Ukuran tubuhnya yang kecil membuat kambing ini lebih ekonomis daripada jenis kambing unggul lainnya.

Oleh karena itu, kambing ini lebih mudah untuk terjual. Bisnis kuliner yang berhubungan dengan daging kambing, banyak yang memakai daging jenis kambing ini. Selain domba.

Dilain itu, untuk memulai usaha ini juga tidak perlu modal yang terlalu banyak. Usaha bisa dimulai dengan modal kurang dari 1 juta.

  • Memberikan penawaran yang terbaik kepada konsumen

Untuk usaha aqiqah, penawaran harga sangat penting bagi konsumen.

Karena persaingan usaha ini cukup ketat, maka penawaran menjadi sangat kompetitif.

Sebagai pelaku usaha, tentu menginginkan biaya produksi yang tidak terlalu tinggi. Supaya masih bisa mendapat margin keuntungan yang bagus.

Pilihan yang tepat adalah antara domba dan kambing jawa randu ini. Tentu harga domba dan harga kambing sangat berbeda di pasaran.

Akan tetapi, terkadang konsumen menginginkan daging yang berasal dari kambing. Kecuali konsumen tidak memberikan ketentuan apapun mengenai jenis dagingnya.

Artinya, dengan kambing jawa randu ini, penawaran bisa lebih kompetitif.

  • Pemeliharaan mudah

Tujuan pemeliharaan yang murni untuk menghasilkan daging, akan mengurangi kebutuhan teknis pemeliharaan.

Karena kita tidak perlu repot terhadap penampilan kambing. Yang terpenting adalah kambing sehat dan pertumbuhan normal.

Selain itu, kemudahan dari ternak kambing jawa adalah dalam hal pakan.

Terutama dalam hal pakan, kambing jawa ini mudah beradaptasi dengan segala jenis pakan. Mereka tidak terlalu selektif seperti kambing unggul lainnya.

Artinya, hijauan mau, rumput mau dan comboran juga bisa masuk.

Dengan kata lain, kambing jawa mudah untuk digembalakan.

Beruntung yang lokasinya dekat dengan lapangan atau kanal yang tanggulnya banyak rumput – rumputnya.

Dengan prospek yang sangat bagus ini, kira – kira berapa modal yang harus kita keluarkan untuk memulai ternak kambing jawa ini?

Modal awal ternak kambing jawa

Kita berbicara sebagai peternak bukan sebagai pedagang atau blantik.

Kalau blantik modal utama dalam usaha bukanlah uang melainkan skill atau kemampuan menjualnya.

Jika setiap hari dia berhasil memutar uangnya, maka penghasilannya sudah lumayan.

Modal 1 – 1,5 juta sudah dapet 1 ekor kambing. Misalnya dalam seminggu bisa lima kali menjual dan ambil keuntungan 5% – 10% saja, dia sudah bisa hidup.

Bahkan kalau yang sudah jago, hanya modal pegang tali dan speak – speak saja, sudah bisa dapet komisi yang lumayan.

Berbeda dengan peternak. Banyak peternak yang tidak bisa menjual ternak secara langsung ke pasar.

Maka, peternak membutuhkan blantik. Otomatis, harga dari blantik tentu sedikit banyak lebih rendah dari harga pasar.

Jika ingin usaha ternak kambing jawa ini sebagai usaha utama, maka peternak butuh modal yang lumayan banyak.

Kalau yang dipelihara betina, maka setidaknya butuh indukan sebanyak 20 ekor.

Penghasilan utama adalah dari penjualan cempe dan modalnya tidak berkurang banyak karena indukannya masih bisa dipelihara.

Kalau hanya memelihara jantan, jumlahnya harus lebih banyak lagi. Hal ini karena saat terjual, penghasilan masih harus dikurangi modal untuk membeli bibitnya.

Ini hanya perhitungan diatas awan saja. Jika ingin detail maka harus menghitung segala macam aspek perencanaan juga.

Misalnya:

Sistem pemeliharaan. Apakah ternak akan dipelihara secara intensif, semi intensif atau tidak.

Pakan. Bagaimana cara mengadakan pakan dan jenis pakan. Ngarit, tanpa ngarit, fermentasi, atau ransum komplit.

Usaha dilakukan sendiri atau kerjasa bagi hasil dengan orang lain.

Semua harus direncanakan dengan teliti, karena bagian produksi ternak kambing itu marginnya sangat mepet.

Hal ini karena pemeliharaan ternak kambing berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Semakin lama, resiko kegagalan dan faktor – faktor diluar perkiraan akan sering muncul.

Kapan – kapan kita akan bahas ini ya. Yang jelas, prospek ternak kambing jawa ini memang masih bagus dan terbuka lebar.

SHARE:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *