Cara Meningkatkan Produksi Ayam Petelur

2 Pilar cara meningkatkan produksi ayam petelur

Cara meningkatkan produksi ayam petelur secara garis besar bisa dikelompokkan pada dua hal besar. Pertama adalah pada keberhasilan menghasilkan telur dan kedua efisiensi produksi telur.

Pertama – tama, memang ayam harus bisa bertelur terlebih dahulu. Bertelurnya pun harusnya tepat waktu dan memiliki keseragaman yang tinggi.

Dengan begitu, target produksi bisa dikejar.

Untuk itu, basic tapi sangat penting dalam meningkatkan produksi ayam petelur adalah:

  • kualitas pullet
  • pakan dan minum yang berkualitas
  • pencahayaan
  • Faktor stress.

Kualitas pullet

Kualitas pullet agaknya seperti subyektifitas. Tapi ini penting dan bisa kita ketahui dengan bertukar wawasan dengan peternak yang berpengalaman. Karena pullet bisa jadi cocok – cocokan antara pribadi satu dengan yang lainnya.

Akan tetapi, pullet yang berkualitas itu ada ukurannya, atau parameter – parameter yang bisa dijadikan patokan, yaitu:

  • Bobot ayam sesuai dengan target dan ini seragam. Nilai keseragamannya harus lebih dari 85%. Target bobot sesuai usia ayam bisa dilihat di sini.
  • Umur produksi antara 18 – 90 minggu.
  • Berat badan 2 kg.
  • Daya hidup 94%.
  • lebih lengkapnya bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

cara meningkatkan produksi ayam petelur dengan kualitas pullet

Pakan ayam petelur yang berkualitas

  • Pakan ayam harus berkualitas dan sesuai jumlahnya. Tidak boleh asal ayam harus besar dan berat. Kalau beratnya ternyata karena kebanyakan lemak, efeknya malah negatif untuk produksi telur.
  • Pakan yang baik tidak hanya untuk mengejar target bobotnya saja, karena nutrisi dari pakan juga dibutuhkan untuk produksi telur.
  • Jika berat telur turun, maka total produksi juga akan menurun. Karena telurnya menjadi ringan – ringan.
  • Selain kecukupan nilai protein kasar, lemak, serat kasar dan vitamin, yang tidak kalah penting adalah unsur kalsium (Ca) dan Fosfor (P). Kebutuhan kalsium pada masa produksi bahkan lebih banyak.
  • Perlu diingat, jumlah Ca dan P harus seimbang. Kalau Ca terlalu banyak dalam ransum, maka penyerapan mineral lain bisa terganggu.

Perbandingan ideal antara unsur Ca dan P dalam ransum bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Fase ayam petelur Ca P
Fase Starter 2 – 2,5 1
Fase grower 2 – 2,5 1
Fase Pre Layer 5 1
Fase Layer 9 – 12 1

Ayam petelur tidak boleh stress

Stres dapat menurunkan produksi telur.

Hal – hal yang bisa membuat ayam petelur stress adalah:

  • perubahan cuaca (panas/dingin),
  • pindah lokasi,
  • perlakuan kasar
  • serangan parasit
  • Kebisingan

Pemicu stress dia tas bisa mengganggu dalam proses pembentukan kerabang telur.

Ayam petelur tidak boleh sakit

Salah satu cara meningkatkan produksi ayam petelur yang paling dasar adalah ayam tidak boleh terserang penyakit.

Ada beberapa penyakit yang serangannya bisa mengganggu organ reproduksi telur ayam. Penyakit – penyakit tersebut adalah:

  • ND (Newcastle Desease)
  • AI (Avian Influenza)
  • IB (Infectious Bronchitis) dan
  • EDS (Egg Drop Syndrome).

Serangan ND mebuat indung telur mengecil, selaput telur membengkak dan terjadi perdarahan.

Virus AI menyebabkan terjadinya pembendungan di pembuluh darah di ovarium dan rusaknya permukaan ovarium pada saat budding exit atau keluarnya virus dari sel.

penyakit EDS juga menyebabkan warna coklat pada kerabang telur hilang, diikuti dengan kerabang tipis, lembek dan tanpa kerabang.

Selain itu, sering dijumpai kasus pecahnya kuning telur pada rongga perut. Kasus cystic oviduct juga semakin meningkatkan keparahan serangan IB. Dari segi kualitas telur yang dihasilkan, kasus IB menyebabkan warna telur menjadi lebih pucat, ukuran telur lebih kecil, putih telur encer, kerabang menjadi tipis dan mudah pecah.

Cara meningkatkan produksi ayam petelur dengan efisiensi

Pencahayaan

Ayam petelur yang sudah memasuki masa produksi telur, membutuhkan 16 jam pencahayaan (12 jam cahaya matahari dan 4 jam dari cahaya lampu) untuk memelihara jumlah produksi telur tetap optimal.

Faktor pencahayaan saat masa pullet juga berhubungan erat dengan pencapaian berat, ukuran telur dan kematangan saluran reproduksi.

Itu adalah pencahayaan yang standard. Kita bisa melihat lebih detail mengenai lampu untuk ayam petelur di link artikel tersebut.

Meningkatkan produksi ayam petelur dengan probiotik

Bagaimanapun juga, setiap kegiatan usaha pasti ada kendalanya. Dan kendala ini terbentang luas di segala aspek usaha.

Tidak perlu saya sebutkan satu per satu, pasti kita sudah pada tahu apa – apa saja itu.

Karena kendalanya terlalu banyak, saya akan fokus pada keefektifan produktifitas ayam petelur saja.

Harga pakan itu selalu naik, padahal harga telur naik turun. Memang fenomena ini tidak bisa disalahkan apalagi dijadikan kambing hitam.

Dengan menggukanan otak dingin dan logika sangat sederhana kita harusnya bisa menerima keaadaan ini.

Permintaan pakan itu selalu stabil atau tetap. Bahkan selalu ada kemungkinan untuk naik. Jadi, harga pakan kemungkinan kecil untuk bisa turun.

Kenapa permintaan pakan stabil? Hal ini karena pelaku usaha ayam petelur semakin lama akan semakin banyak.

Kalau usaha ayam petelur banyak, otomatis permintaan pakan dan bahan pakan juga semakin meningkat.

Berbeda dengan permintaan terhadap telur ayam. Permintaan telur ayam hanya akan naik dengan pesat saat mendekati hari besar nasional dan keagamaan.

Seperti misalnya hari raya idul fitri, idul adha, hari natal, akhir dan awal tahun baru serta di beberapa bulan dimana banyak orang mengadakan hajatan nikahan.

Untuk bisa menghadapi tantangan di atas, kuncinya adalah ada pada efektif atau tidak produksi telur ayam petelur kita.

Efektif bisa pada konversi pakan yang rendah atau tidak ada penyakit dan stress yang mengganggu ayam petelur kita.

Disinilah peran probiotik yang bisa dioptimalkan untuk meningkatkan efektifitas produksi ayam petelur.

Lebih detail lagi mengenai probiotik ini akan saya uraikan di bawah ini.

Jenis probiotik untuk ayam petelur

Probiotik adalah pakan tambahan (aditif) bisa padat atau cair yang isinya adalah mikroba hidup. Probiotik ini harus bersifat baik dan menguntungkan untuk saluran pencernaan.

Jadi, jenis probiotik bukanlah merek dari kemasan probiotik tersebut. Melainkan jenis bakteri yang terkandung di dalamnya.

Kalau merek yang bisa digunakan sebagai probiotik sangat banyak. Ada EM4, Starbio, Starplus, dan masih banyak merek – merek yang lainnya.

Untuk jenis bakteri yang biasanya digunakan untuk probitok adalah sebagai berikut.

  • Lactobacillus sp. Bakteri ini termasuk dalam bakteri asam laktat. Sifatnya bisa menekan aktifitas bakteri jahat di pencernaan.Kalau mau menggunakan bakteri ini, bisa diperoleh dari EM4.Bakteri ini mempunyai kemampuan merombak karbohidrat sederhana menjadi asam laktat. Dengan meningkatnya asam laktat, pH lingkungan menjadi rendah dan menyebabkan mikroba lain tidak tumbuh.
  • Bacillus sp. Bakteri ini menghasilkan enzim protease. Enzim ini berfungsi memecah protein menjadi asam amino yang lebih sederhana sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh.
  • Bifidobacterium
  • Streptococcus,
  • Yeast
  • Aspergillus niger. Bakteri ini memiliki enzim urease. Fungsi enzim tersebut adalah untuk memecah atau mengoksidasi urea menjadi amoniak dan karbondioksida. Pecahan ini kemudian digunakan untuk mensintesis (membuat) asam amino.
  • A. oryzae
  • dan Saccharomyces cereviceae.

Mungkin masih banyak jenis bakteri yang bisa digunakan sebagai probiotik selain di atas. Karena keterbatasan saya, hanya bisa menyebutkan sebanyak itu.

Manfaat probiotik untuk ayam petelur

Dengan jumlah pemberian yang tepat, probiotik dapat memberikan manfaat yang sangat bagus untuk ayam petelur.

Manfaatnya akan saya tuliskan di bawah ini.

Dari manfaat – manfaat tersebut, tidak disebabkan secara langsung oleh bakteri probiotik. Akan tetapi, pengaruh probiotik adalah secara tidak langsung.

Misalnya seperti ini. Probiotik dapat menekan perkembang biakan bakteri yang merugikan atau patogen.

Contoh bakteri yang dapat melakukan ini adalah bakteri asam laktat misalnya Lactobacillus sp. Penjelasannya sudah saya tuliskan di atas.

Untuk jenis bakteri yang lain bisa memberikan manfaat dengan cara yang berbeda.

Misalnya, bakteri bacillus sp yang dapat membuat protein dapat lebih mudah terserap oleh tubuh.

Dengan nutrisi yang dapat lebih mudah diserap, maka ini bisa membuat ayam menjadi lebih sehat dan sistem imunnya menjadi lebih kuat.

Secara singkat, beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan memberikan probiotik adalah sebagai berikut.

  • Probiotik mampu meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan.
  • Mencegah radang usus dan diare.
  • Meningkatkan produksi dan kualitas telur ayam.
  • Penggunaan probiotik hampir tanpa efek samping.
  • Harganya lebih murah.
  • Menghambat perkembangbiakan bakteri yang merugikan.

Keuntungan dari menggunakan probiotik di atas masih sebagian kecil saja. Karena ini hanya terfokus pada penggunannya pada ayam petelur.

Secara luas, masih banyak manfaat lain dari penggunaan probiotik.

Cara membuat probiotik untuk ayam petelur

Probiotik sudah banyak tersedia dalam bentuk kemasan yang praktis.

Karena harganya cukup murah, saya kira membeli akan lebih praktis daripada harus membuatnya sendiri.

Seperti EM4, kemasan cair 1 liter harganya hanya sekitar 20 ribuan. Kalau em4 ini diaktifkan, kita sudah bisa memperoleh cairan probiotik sebanyak 100 liter.

Dosisnya pengaktifannya adalah setiap 1 ml em4, molases 10 ml dan air bersih 1 liter.

Dosis ini juga bisa dilihat pada kemasannya.

Akan tetapi kalau mau membuatnya sendiri, silahkan lihat di artikel – artikel berikut ini.

membuat pupuk organik cair

Sepertinya saya pernah membahasnya di artikel tersebut.

Probiotik untuk ayam petelur

Penggunaan manfaat probiotik sudah banyak diteliti. Hasilnya memang memberikan hasil yang lebih bagus untuk performa produksi ayam petelur.

Pada bagian setelah ini kita akan lihat satu per satu tentang penelitian yang pernah dilakukan.

Silahkan lanjutkan terus membacanya.

Probiotik untuk ayam petelur [1]

Jenis probiotik

Penelitian ini menggunakan dua jenis probiotik yaitu lokal dan komersial. Hasilnya kemudian dibandingkan.

Probiotik lokal dibuat dengan cara mencampurkan inokulum kamir (Saccharomyces sp.), kapang (Mucor sp. dan Rhizopus sp), dan Bacillus sp.

Sedangkan untuk probiotik komersialnya menggunakan probiotik merek soluble organic green culture zs. Kandungan bakteri dari probiotik ini adalah Saccharomyces cerevisiae, Lactobacillus acidophilus, Bacillus subtilis, dan Aspergillus oryzae.

Cukup sulit untuk mendapatkan probiotik ini di pasar online Indonesia. Produk ini buatan korea. Kalau memang mau mencarinya bisa mendapatkannya di alibaba.com.

Harganya sekitar 1,7 dollar amerika. Belum termasuk ongkirnya dan pajak import barangnya. 😀

Pakan

Pakan yang digunakan selama penelitian adalah jagung, dedak padi, konsentrat dan premix.

Jagungnya 50%, dedaknya 20%, konsentratnya 30% dan premix 1%.

Pakan tersebut kemudian ditambah probiotik lokal dan komersial masing – masing sebanyak 30%.

Setelah diujicobakan, kemudian hasilnya bisa diperbandingkan. Untuk hasilnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

cara meningkatkan produksi ayam petelur

Hasilnya memang tidak begitu memuaskan. Penambahan probiotik memang bisa meningkatkan tingkat konsumsi pakan. Terutama yang probiotik lokal.

Akan tetapi, untuk produksi telur, bobot telur dan konversi ransum, hasilnya semakin menurun.

Tidak perlu berkecil hati, kita lihat hasil dari penelitian selanjutnya siapa tahu metode dan hasilnya bisa lebih baik.

Perlu saya sampaikan juga, bahwa probiotik yang digunakan dalam penelitian ini bentuknya adalah tepung. Pemberiannya dicampurkan ke dalam ransum.

Biasanya untuk probiotik pemberiannya akan lebih efektif kalau dicampurkan ke dalam air minum.

Probiotik cara meningkatkan produksi ayam petelur dan melawan infeksi bakteri salmonella sp [2]

Kenapa bakteri salmonella? Karena jenis bakteri ini sangat sering dijumpai dalam kasus unggas.

Tidak hanya ayam petelur, melainkan juga pada unggas pada umumnya.

Infeksi oleh bakteri ini merupakan isu yang serius. Hal ini karena bakteri tersebut dapat masuk dan berada dalam telur.

Kalau telurnya dimakan oleh manusia, maka akan menimbulkan persoalan yang lain lagi.

Selain itu, ayam petelur yang terinfeksi oleh bakteri ini jumlah makannya menjadi lebih banyak.

Ini dilakukan untuk meningkatkan sistem imun atau daya tubuhnya untuk melawan bakteri tersebut.

Berarti kalau makannya banyak, sedangkan produksi telur tidak meningkat, maka konversi pakannya menjadi tinggi.

Atau dengan kata lain, ini merupakan suatu pemborosan.

Salah satu langkah untuk mengatasi situasi tersebut adalah dengan pemberian probiotik.

Seperti pada penelitian yang dibawah ini. Peneitian ini dilakukan oleh anak IPB.

Jenis probiotik dan bakteri

Sebanyak 60 ekor ayam petelur diujicoba dengan probiotik Lactobacillus fermentum. Selain diberi probiotik, ayam petelur juga diberi bakteri patogen. Untuk bakteri patogennya digunakan jenis bakteri salmonella enteritidis.

Prosedurnya seperti ini. Ayam uji coba dibagi mejadi 4 kelompok.

Kelompok pertama (K1) digunakan sebagai kontrol. Artinya ayam petelur hanya diberi pakan saja tanpa probiotik dan bakteri patogen.

Kedua (K2), ayam petelur diberi atau infeksi bakteri patogen dan tidak diberi probiotik. Ini untuk mengetahui pengaruh infeksi oleh bakteri patogennya.

Cara memberikannya sebanyak 1 ml setiap hari secara oral atau diminumkan.

Kelompok ketiga (K3), ayam diberi infeksi bakteri patogen sama seperti kelompok kedua, tapi juga diberi probiotik.

Untuk kelompok ke empat (K4), probiotik diberikan sebanyak dua kali, yaitu pada pagi dan sore. Selain itu kelompok ke empat ini juga diinfeksi dengan bakteri patogen yang sama.

Supaya tidak terjadi kesalah pahaman, saya infokan kalau penelitian ini dilakukan selama 20 hari. Cukup singkat.

Probiotik diberikan setiap hari sedangkan bakteri patogen hanya diberikan pada hari ke 5 sampai hari ke 10 saja.

Hasilnya bisa dilihat di bawah ini.

Hasil

cara meningkatkan produksi ayam petelur

Hasilnya bisa dilihat pada gambar tabel di atas.

Pada k2, kelompok ayam yang diinfeksi dengan bakteri patogen, konsumsi ransumnya meningkat. Hal ini dilakukan untuk menjaga sistem imun dan menjaga performa produksinya.

Meskipun henday atau produksi telur hariannya lebih tinggi, yaitu 60%, tapi data aslinya menunjukkan simpangan yang cukup besar.

Angka asli menurut jurnalnya adalah 60,19 ± 5,02. Angka ini bisa berarti 60,19 – 5,02 = 55,17 dan 60,19 + 5,02 = 65,21.

Bisa dengan kata lain, produksi telur harian sangat berbeda jauh atau tidak stabil. Kadang tinggi dan kadang rendah sekali.

Ketika kelompok 2 diberi probiotik, kemudian konsumsi ransumnya kembali turun. Jumlahnya sama seperti ransum kontrol.

Begitu juga dengan konversi pakan dan produksi telur hariannya menjadi lebih stabil di angka 56,98%.

Untuk k4, karena jumlah probiotiknya diperbanyak, performa produksinya menjadi lebih tinggi.

Akan tetapi ini tidak berarti semakin banyak probiotik , maka hasilnya akan semakin baik. Tetap ada jumlah probiotik optimal supaya produksi ayam petelur bisa lebih baik.

Kalau probiotik yang diberikan terlalu banyak, ini malah akan menyebabkan produksi terganggu.

Karena jumlah mikroba dalam pencernaan menjadi tidak seimbang karena banyaknya bakteri yang berasal dari probiotik.

Probiotik ayam petelur [3]

Penelitian yang lebih lama tentang penggunaan probiotik untuk ayam petelur ini hasilnya lebih meyakinkan.

Probiotik yang digunakan adalah lactobacillus achidophilus.

Jumlah ayam petelur yang digunakan pada uji coba ini adalah 192 ekor. Kemudian dikelompokkan menjadi empat kelompak.

Masing – masing diberikan level probiotik yang berbeda.

Kelompok pertama hanya diberi pakan saja, tanpa probiotik.

Kelompok ke dua, tiga dan empat masing – masing probitik yang diberikan adalah 0,67%, 2% dan 4%.

Secara singkat, hasilnya bisa dibaca pada gambar di bawah ini.

cara meningkatkan produksi ayam petelur

Cukup sampai di sini untuk artikel ini. Semoga ada manfaatnya. Thankyou.

Sampai jumpa lagi minggu depan.

Referensi

[1] Hartono, Madi dan Tintin Kurtini. 2015. Pengaruh Pemberian Probiotik Terhadap Performa Ayam. Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 15 (3): 214-219.

[2] Dimas Ledda Tri Gumilang. 2013. Peranan Bakteri Probiotik Pada Performa Produksi dan Kualitas Telur yang Diinfeksi Salmonella Sp. Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

[3] HADDADIN, M.S.Y., S.M. ABDULRAHIM, E.A.R. HASHLAMOUN and R.K. ROBINSON. 1996. The effect of Lactobacillus acidophilus on the production and chemical composition of hen eggs. Poultry Sci. 75: 491−494.

Please Share:

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. joyo sulistyo berkata:

    Setahu saya probiotik bukan obat pak. Probiotik tidak bekerja dengan menyerang ke penyebab infeksi secara langsung. Tapi lebih menguatkan imun tubuh ternak.
    Kalau untuk pengobatan biasanya menggunakan antibiotik (kalau penyakit akibat infeksi oleh bakteri).

  2. Hartanto berkata:

    Dan apakah bs sembuh???

  3. Hartanto berkata:

    Info pak,bolehkah ayam yg lagi sakit diberi probiotik????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *