18 Penyakit Kambing dan Domba, Separuh Lebih Akan Sering Kita Jumpai Dalam Beternak

SHARE:

Penyakit kambing itu bermacam – macam. Siapa tahu Saya atau Anda akan menjumpai salah satu dari penyakit kambing ini.

Inginnya sih ternak jangan sampai sakit. Tapi, kalau ternyata memang ada takdir terserang penyakit kita sudah tahu dan sudah siap untuk antisipasinya.

Ok, mari kita mulai.

Hewan domba dan kambing merupakan hewan ternak yang mudah untuk diternakkan. Kambing dan domba populasinya sudah tersebar secara merata di seluruh Indonesia.

Baik dalam jumlah besar atau kecil berternak kambing atau domba sama-sama bisa menguntungkan.

Buktinya, peternak-peternak kambing dan domba ada yang punya hanya 1,2 ekor, 5 ekor sampai ratusan bahkan ribuan. Toh yang 1 atau dua ekor tetep memelihara dombanya.

Peternakan kambing menguntungkan itu karena dilihat dari potensinya. Namanya usaha dimana-mana tetap ada resiko.

Meminimalisir resiko itu kalau saya kuncinya pada manajemen ternaknya. Mengatur , menjaga dan merawat kambing dan domba.

Pada postingan kali ini saya akan mencoba menuliskan tentang bagian penting dari manajemen peternakan kambing dan domba, yaitu tentang penyakit-penyakit yang paling ditemui oleh hewan ruminansia kecil seperti kambing dan domba ini.

Postingan ini saya ambil dari sebuah publikasi ilmiah dari seorang peneliti dari Balai Besar Penelitian Veteriner, Jl. R.E. Martadinata No. 30, Bogor 16114.

Penyakit-penyakit yang dapat menjangkiti kambing dan domba ada yang karena infeksi dan non infeksi.

Penyakit kambing dan domba karena infeksi misalnya penyakit karena virus, bakteri dan parasit.

Sedangkan penyakit kambing dan domba karena sebab non infeksi misalnya kembung dan keracunan.

Penyakit kambing dan domba karena virus

Penyakit kambing dan domba karena virus misalnya adalah Orf dan Bluetongue.

Orf itu kalau ndak salah keropeng dan bluetongue itu lidah biru.

Gejala-gejala kambing yang terkena orf adalah melepuh pada kulit. Karena orf ini sering menyerang pada bagian mulut kambing, jadi yang melepuh ya mulutnya kambing.

Virus yang menyebabkan orf pada kambing dan domba dapat menular dan bersifat zoonosis.

Zoonosis itu virus yang menginveksi dapat menyerang manusia juga. Jadi harus cukup waspada.

Kalau yang terserang orf berada pada mulut kambing, maka kambing biasanya akan kesulitan makan.

Jadi kasihan kan…karena sulit makan, kambing menjadi kurus. Kalau kambingnya kurus, kasihan yang memelihara.

Untuk penanganan penyakit orf silahkan baca postingan di bawah ini.
penyakit-penyakit-utama-pada-kambing-dan-domba

Selain Orf, penyakit yang dialami kambing dan domba karena virus adalah Bluetongue.

Virus ini ditularkan melalui nyamuk Colicoides sp. .

Kambing atau domba yang terinveksi oleh virus ini dapat mengalami tingkat  kematian yang cukup tinggi.

Gejala dari penyakit ini adalah kambing atau domba akan mengalami demam tinggi, air ludah meleleh, muka dan lidah bengkak, dan juga lidah kambing atau domba berwarna kebiruan.

Pada tahap selanjutnya, kambing atau domba akan mengalami peradangan pada kuku sehingga kambing kalau berjalan menggunakan lututnya.

 
penyakit-penyakit-utama-pada-kambing-dan-domba

 

Penyakit kambing karena Bakteri

Antraks adalah salah satu penyakit dikarenakan bakteri yang dapat menginfeksi kambing dan domba.

Penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit yang berbahaya. Nama bakterinya adalah Bacillus anthracis.

Penyakit ini dapat menular ke manusia. Manusia dapat terinfeksi bila kontak dengan hewan yang terkena anthraks, dapat melalui dagingtulangkulit, maupun kotoran.

Meskipun begitu, hingga kini belum ada kasus manusia tertular melalui sentuhan atau kontak dengan orang yang mengidap antraks.

Gejala dari kambing dan domba yang terserang antraks adalah kambing dan domba mengalami pendarahan yang keluar dari seluruh lubang tubuh dan terjadinya kematian mendadak pada ternak. 

Penyakit kambing karena parasit

Penyakit kambing yang dikarenakan parasit diantaranya ialah kudis atau scabies, penyakit pada saluran pencernaan dan penyakit cacing hati.

Penyakit kudis pada kambing dan domba yang disebabkan infeksi Sarcoptes scabei sering menyerang ternak kambing atau domba.

Kudis ini menyebabkan luka keropeng pada kulit di seluruh tubuh.

Kambing atau domba menjadi gelisah karena rasa gatal, nafsu makan menurun, kurus, bila penyakit sangat parah dan tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian.

Penyakit ini sangat menular ke hewan lain dan juga ke manusia.

Parasit cacing nematoda gastro-intestinal yang menyerang ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba adalah Haemonchus contortus.

Penyakit ini dapat menimbulkan gejala diare, nafsu makan turun dan kekurusan pada kambing atau domba.

Sementara itu, parasit cacing trematoda, Fasciola hepatica, dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah pada kambing atau domba.

Gejala yang ditimbulkan tidak begitu terlihat, tetapi kehilangan nafsu makan dan kekurusan.

Bila penyakit sudah berjalan lama dan kerusakan hati sudah meluas, hewan dapat mati mendadak, dan pada post mortum terlihat hati rusak dan banyak cacing dewasa ditemukan.

1 . Penyakit kambing atau domba , Kembung

Gejala timbul apabila gas dalam rumen tidak dapat ke luar karena cairan rumen tertutup oleh buih dari hasil fermentasi pakan dalam rumen.

Pada kondisi tersebut gas yang terbentuk dapat menekan organ dalam termasuk jantung dan paru-paru sehingga kematian dapat terjadi.

Tanda – tanda kambing yang mengalami kembung adalah awalnya kehilangan nafsu makan, perut bagian kiri akan mengeras, menggembung dan menonjol.

Setelah itu kambing akan sesak nafas, kaki – kakinya kaku (lurus) dan mengembek sangat keras sampai membuat anda kaget.

Kemudian MATI.

Penyebabnya antara lain:

  • Kembung pada kambing bisa disebabkan karena terlalu banyak makan hijuan yang basah.

  • Penyakit kembung rumen atau disebut bloat sering terjadi bila hewan mengkonsumsi tanaman legumes dalam jumlah yang banyak.

  • Terlalu banyak memakan konsentrat.

Pencegahannya adalah:

Jika kambing digembalakan, jangan terlalu pagi. Setidaknya sampai embun mengering. Sekitar jam 10 an. Kalau kembung dilokasi dan tidak diawasi, kambing bisa mati di tempat.

Mengambil rumput atau hijauan setelah hujan, sebaiknya jangan langsung diberikan. Setidaknya tunggu sampai airnya hilang. Misalnya ambil sore diberikan pagi atau ambil pagi diberikan siang atau sore.

Penyebab kambing kembung yang dikarenakan legum dan konsentrat, itu karena jumlah protein yang dimakan kambing over. Jangan memberikan kedua jenis pakan ini terlalu banyak sekaligus.

Supaya aman, selang satu jam setelah kambing memakan legum atau konsentrat, diberikan hijauan dengan serat kasar yang lebih tinggi. Misalnya rumput odot, daun pisang dan rumput lapangan.

Cara mengobati kambing kembung.

  • Pegang kaki bagian depan.

  • Pijat – pijat perut kambing bagian kiri.

  • Minumkan minyak kelapa.

  • Bagian anus kambing dimasuki batang daun pepaya (lumuri minyak biar licin).

  • Jika menyerah, panggil mantri atau jagal.

2 . Cacingan pada kambing

Cacingan pada kambing ini karena parasit dari luar. Yaitu kambing memakan larva atau telur cacing yang ada pada makanan.

Akibatnya cacing akan hidup dan berkembang dalam saluran pencernaan kambing. Untuk menunjang kehidupannya cacing numpang nutrisi dari kambing sehingga kambing menjadi kekurangan gizi.

Mengatasi parasit cacing itu perlu sekali. Karena langkah pertama dalam ternak kambing modern terhadap ternak yang datang adalah membersihkan parasit ini.

Tanda – tanda kambing cacingan adalah:

  • kambing menjadi lemah

  • kurus

  • pertumbuhan lambat

Cara mengobatinya adalah memberikan obat cacing. Banyak yang menjual obat cacing ini. Biasanya bahan aktif yang terkandung di dalamnya adalah albendazole.

Mengobati cacing perlu dilakukan secara periodik. Karena tidak menutup kemungkinan kambing akan memakan larva cacing lagi.

3 . Penyakit Diare pada kambing

penyakit kambing diare

Diare pada kambing menandakan adanya permasalahan pada pencernaan kambing. Penyebabnya ini bisa berbagai macam.

  • Makanan kambing yang kurang steril.

  • Anakan kambing meminum susu yang sudah tercemar.

  • Perubahan lingkungan, perubahan pola makan.

  • Inveksi karena bakteri, ini menyebabkan makanan atau ransum tidak steril.

  • Makanan kambing kurang serat. Kambing yang terlalu banyak makan comboran bisa menyebabkan diare. Ada kasus kambing yang terlalu banyak diberi dedak padi tanpa pemberian imbangan hijauan mengalami diare.

Pengobatan terhadap kambing diare adalah:

Beri kambing minum dengan campuran garam dan mineral. Jangan sampai kambing mengalami dehidrasi.

Perbaiki pola makan yang baik dan steril. Yaitu dengan memberikan pakan berserat.

Jika diare tidak kunjung sembuh, maka kemungkinan kambing sudah terinfeksi oleh parasit dari luar.

Pengobatannya bisa diinjeksi dengan antibiotik berspektrum luas. Misalnya wormectin.

4 . Scabies

Penyakit kudis pada kambing dan domba yang disebabkan karena infeksi Sarcoptes scabei sering menyerang ternak kambing atau domba.

Kudis ini menyebabkan luka keropeng pada kulit di seluruh tubuh.

Kambing atau domba menjadi gelisah karena rasa gatal, nafsu makan menurun, kurus, bila penyakit sangat parah dan tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian.

Tanda-tanda dari penyakit scabies ini adalah kambing atau domba mengalami gatal-gatal, kulit mengeropeng, bulu rontok di daerah yang terifeksi dan pada stadium lanjut kulit bisa menebal dan berlipat-lipat.

Scabies atau kudis dapat menular dengan mudah melalui kontak langsung, dan bahan-bahan yang ada di kandang seperti pagar, tempat pakan, dan bahan-bahan lain yang telah terkontaminasi oleh penyakit ini.

Pengobatan kudisan pada kambing

Jika jumlah kudis yang menyerang belum banyak, kita bisa mengobatinya sendiri dengan bahan yang sederhana.

Pertama, pada bagian tubuh kambing yang terserang scabies dibersihkan dengan cairan antiseptic. Misalnya refanol atau alcohol 70%.

Jika memungkinkan, bulu di sekitar scabies dikerok supaya lebih mudah dalam pemberian obat.

Kemudian olesi scabies dengan belerang yang ditumbuk halus dicampur dengan oli bekas.

Intinya adalah bakteri penyebabnya kita matikan terlebih dahulu. Kalau sumber penyakitnya sudah mati, nanti scabies atau gudig ini berangsur – angsur akan sembuh.

Jangan lupa pisahkan kambing yang terkena gudig ini dari kambing lainnya. Ini mudah menular.

Jika gudik ini sudah menyebar luas ke tubuh kambing, maka pengobatan paling efektif adalah dengan menyuntik dengan obat parasit. Misalnya ivomec atau wormectin.

5 . Penyakit Orf

penyakit kambing orf

Orf itu berbeda dengan scabies meskipun gejalanya terlihat sama.

Kalau scabies disebabkan oleh bakteri, orf ini disebabkan oleh infeksi virus. Yang perlu kita tahu adalah hewan favorit dari orf ini adalah kambing.

Gejala pertama kali dari orf ini adalah mucul bintik-bintik merah pada kulit kambing. Biasanya di pangkal bibir.

Bintik -bintik merah ini lama-lama menjadi vesikel. Dalam istilah kedokteran vesikel diartikan kulit melepuh dan berisi cairan.

Lepuhan kulit kambing atau domba yang ada cairannya ini menjadi pustula. Pustula ini, lepuhan kulit tapi isinya sudah nanah.

Kalau sudah sampai tahap ini biasanya akan menjadi kerak dan kaku sehingga menyulitkan kambing atau domba untuk makan.

Bagian-bagian tubuh kambing yang sering terserang adalah bagian mulut dan muka, perut, kaki, kantung buah zakar, ambing , puting susu dan vulva.

Cara virus penyakit orf masuk ke dalam tubuh kambing/domba yaitu melalui luka-luka kecil seperti goresan-goresan yang terjadi pada kulit akibat rumput yang tajam/duri atau luka karena hal-hal lainnya.

Penyakit orf dapat menular dari kambing/domba yang sakit ke kambing/domba lainnya secara kontak langsung maupun tidak langsung .

Secara tidak langsung penyakit berjangkit karena terjadinya kontak antara kambing/domba yang sehat dengan bahan/alat atau lingkungan yang tercemar virus orf.

Pengobatan orf pada kambing

Ingat, orf ini disebabkan oleh infeksi virus. Antibiotik tidak akan mempan untuk mengobati virus ini.

Pencegahannya adalah dengan vaksin dan vaksin dilakukan saat kambing masih dalam keadaan sehat.

Yang bisa mengobati orf adalah tubuh kambing itu sendiri. Yaitu dengan memberikan kambing pakan yang berkualitas, ditambah dengan mineral dan vitamin.

Kalau kambing masih mau makan, nanti orf ini bisa sembuh.

Tapi kalau orf menyerang daerah sekitar mulut, maka kambing akan kesulitan untuk makan.

Oleh karena itu tetap perlu diberi obat luar seperti salep atau betadine supaya kulit kambing yang terserang tidak kaku dan keras.

Kalau sudah lunak, insyaAllah kambing akan mau makan.

Karena orf ini menyebabkan luka luar, bintil pecah yang berisi nanah, maka kemungkinan untuk infeksi bakteri lain tetap ada.

Nah,,ini antibiotik bisa dipakai untuk mencegah infeksi sekunder ini.

6 . Kuku busuk

penyakit kambing kuku busuk

Kuku menjadi tumpuan pertama dalam menyangga berat badan kambing. Kalau kuku tumbuh memanjang dan tidak dipotong, maka pertumbuhannya menjadi tidak beraturan.

Sehingga ini membuat titik tumbu sedikit bergeser dan menyebabkan luka pada pangkal kuku. Ketika kandang basah atau tidak steril ini bisa terjadi infeksi oleh bakteri.

Bakteri sangat senang dengan tempat dan lingkungan yang lembab dan basah. Jika kondisi ini berlanjut bisa menyebabkan kutu busuk.

Kambing akan mengalami kesakitan pada kakinya. Jalannya menjadi pincang dan kadang tidak bisa berdiri.

Pengobatan kuku busuk

Kukunya dibersihkan dan dipotong sampai bentuknya normal.

Setelah itu bersihkan dengan antiseptik sehingga bakterinya mati.

Supaya tidak terinfeksi lagi beri salep antibiotik atau antibiotik jenis lainnya.

7 . Pink eye

Penyakit pink eye kadang dikenal sebagai belekan. Penyakit ini disebabkan karena infeksi bakteri Chlamydia psittaci ovis and Mycoplasma conjunctivae .

Infeksi bakteri biasanya karena diawali adanya luka pada mata. Atau lingkungan kandang dengan pencahayaan, ventilasi udara yang buruk sehingga sangat menguntungkan bagi bakteri untuk berkembang.

Gejala dari penyakit ini adalah mata kambing awalnya berwarna merah. Kemudian lama – kelamaan warna mata akan menjadi buram.

Kambing yang menderita pink eye sensitif terhadap sinar matahari. Sehingga kalau berada di tempat terang matanya akan berair.

Penyakit ini bisa menular ke ternak lain. Media penularannya adalah kontak langsung atau dibawa oleh serangga seperti lalat.

Jarang ada yang menyebabkan kambing sampai mati. Tapi bisa menyebabkan kebutaan pada kambing, dari tingkat buta sementara sampai permanen.

Segera diobati.

Cara mengobatinya adalah pisahkan kambing yang sedang sakit pink eye.

Kemudian bersihkan matanya dengan air hangat, kemudian oleskan salep mata khusus kambing yang mengandung antibiotik. Pemberian salep dilakukan 3 – 4 kali sehari untuk mencegah datangnya infeksi sekunder.

Antibiotik bisa menghambat atau membunuh bakteri penyebab infeksi. Kalau nafsu makan kambing masih bagus, insyaAllah akan cepat sembuh.

8 . Anemia

penyakit kambing anemia

Jika melihat kambing lemas dan lesu, tapi tidak ada penyakit yang kasat mata, bisa jadi kambing mengalami anemia.

Untuk memeriksa apakah kambing mengalami anemia atau tidak, caranya adalah sebagai berikut.

Lihat pada selaput mata kambing.

Jika warnanya pink ke merah maka kambing baik – baik saja.

Warnanya pink, maka kambing masih sehat.

Warna pink pucat, kambing mengalami anemia.

Warna pucat, tidak ada pinknya, kambing anemia parah.

9 . Keracunan

Keracunan pada kambing bisa disebabkan karena kambing memakan pakan yang mengandung racun atau memang kambing secara tidak sengaja memakan hijauan yang baru saja disemprot dengan obat kimia berbahaya.

Reaksi kambing pada bahan beracun ini biasanya sangat cepat.

Rata – rata kambing yang keracunan akan mengalami kejang-kejang, mulut berbusa, selaput lendir mata berwarna kebiru-biruan, dan kotoran bercampur darah.

Penanganan keracunan: berikan tablet norit atau air kelapa muda. Ada juga yang memberi larutan campuran minyak kelapa, air kelapa muda, garam dan asam jawa. Jika keracunan insektisida, minumkan 1 gelas santan hangat.

10 . Antraks

Penyakit antraks ini disebabkan karena virus. Ini bukan seperti infeksi virus biasa, tapi serangan antraks adalah suatu wabah.

Virus ini bisa membunuh kambing dengan cepat dan jumlah banyak dalam waktu yang bersamaan.

Kambing yang terserang antraks akan mengalami:

  • Demam tinggi

  • Badan lemas

  • Gangguan pernafasan

  • Pembengkakan Kelenjar dada,

  • badan penuh bisul,

  • gangguan pencernaan.

  • Berdarah dari telinga, mulut dan anus.

Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengatasi virus antraks ini. Yang bisa dilakukan adalah pengendalian secara komunal. Yaitu peternak disekitar zona antraks bersama – bersama mencegah supaya ternak tidak boleh keluar area.

Jika ada ternak yang sudah terjangkit bangkainya dibakar.

11 . Mastitis

Mastitis adalah penyakit infeksi kambing yang menyerang daerah payudara kambing. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Staphylococcus Aureus.

Penyebabnya adalah manajemen pemerahan susu yang kurang steril atau waktu pemerahan susu kambing tidak tuntas.

Ketidak tuntasan ini akan menjadi media yang bagus untuk berkembangnya bakteri. Ini bisa menyebabkan ambing kambing manjadi bengkak.

Pengobatannya adalah dengan memberikan antibiotik intra mammary yaitu antibiotik yang injeksikan langsung ke ambing kambing.

Supaya kasus mastitis tidak terulang lagi, manajemen pemerahan yang baik dan steril harus dilakukan.

12 . Miasis

Miasis adalah penyakit pada kambing yang sudah belatungan. Terkadang luka yang dihasilkan ini bisa sampai membuat lubang pada jaringan otot kambing. Di dalam lubang tersebut isinya adalah belatung.

Miasis ini bisa dipicu karena adanya luka terbuka pada tubuh kambing. Kemudian dihinggapi lalat dan dipakai untuk meletakkan telur – telur lalat. Ketika telur ini berkembang, larva akan mengkonsumsi jaringan tubuh kambing.

Kasus paling sering adalah luka terbuka yang dibiarkan dan kambing yang habis melahirkan. Kambing yang habis melahirkan akan menyisakan banyak darah yang menempel di sekitar anus dan paha.

Kalau tidak dibersihkan, ini bisa mengundang lalat untuk bersarang di sana.

Pengobatannya adalah kita harus membunuh dan mengeluarkan larva lalat – lalat ini. Yaitu dengan menyemprotkan cairan antiseptik ke daerah luka.

Cairan antiseptik ini bisa refanol, alkohol, spiritus, atau produk bermerk lainnya. Bisa didapatkan dengan mudah di toko peternakan.

Setelah belatungnya keluar semua, luka bisa diolesi dengan antiseptik dan ditutup dengan kain kasa.

Kalau proses penutupan tidak memungkinkan, penyemprotan dengan antiseptik harus sering dilakukan supaya tidak mengundang lalat untuk datang lagi.

13 . Penyakit Kuku dan Mulut

Biasanya disebabkan oleh Apthae Epizootica (AE) yang terdapat di air kencing, susu dan air liur. Gejala klinisnya: nafsu makan berkurang, demam, keluar air liur yang berlebihan, rongga mulut, lidah dan kaki melepuh serta terdapat benjolan berisi cairan bening. Kambing yang terjangkit dipisahkan dan diobati, jaga kebersihan kandang dan berikan vaksinasi.

14 . Pneumonia

Penyakit ini bisa disebabkan karena bakteri, virus, parasit dan kondisi lingkungan yang kurang baik.

Contoh karena pengaruh lingkungan adalah udara yang lembap, dingin, kotor dan perawatan kebersihan yang kurang diperhatikan.

Gejala dari penyakit ini adalah:

  • Nafsu makan menurun.

  • Mengalami demam dan batuk – batuk.

  • Kambing sulit bernafas atau bernafasnya terlalu cepat.

Jagalah kandang agar tidak lembap, selalu bersih, tidak tergenang air, menutup kandang jika angin kencang dan lakukan karantina pada kambing sakit. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan preparat antibiotik.

15 . Konstipasi atau sembelit

Ini jarang dialami oleh kambing dewasa. Karena jika penyebabnya kekurangan cairan, ini sudah teratasi.

Karena kambing yang haus itu tidak mau makan. Mereka akan mengembek terus sampai mereka mendapatkan air minum.

Biasanya kebanyakan sembelit hanya dialami oleh anak kambing yang baru lahir.

Karena kotoran pertamanya berwarna hitam kental dan keras sehingga sulit keluar. Anak kambing yang terkena konstipasi selain susah buang kotoran.

Dia juga akan berguling-guling dan sering mengembik. Maka untuk melancarkan buang air besarnya bisa diberi 1 sendok makan minyak sayur.

16 . Enterotoxemia

Disebabkan karena makan biji-bijian yang berlebihan hingga bakteri Clostridium Perfringens pada rumen menjadi lebih produktif dikarenakan tingkat keasamannya, sehingga menghasilkan racun yang malahan merugikan si kambing.

Gejala klinisnya: kambing berkedut, demam hingga giginya bergemeretak dan perut bengkak.

Penyakit ini bisa dicegah dengan vaksinasi tahunan terutama kambing yang menyusui dan jangan terlalu banyak pemberian biji-bijian dalam pakannya.

17 . Infeksi Parasit Larva Botfly

Ini sebenarnya hampir sama dengan miasis. Yaitu luka terbuka yang isinya adalah larva lalat.

Kalau lalat botfly ini berbeda. Ukuran lalatnya lebih besar. Gigitannya sangat sakit dan langsung mengakibatkan luka terbuka (lecet).

Kita biasa menyebut lalat ini dengan nama Bangkak.

Sering sekali lalat ini mengganggu sapi PO, tapi tidak menutup kemungkinan kambing juga bisa menjadi sasarannya.

Setelah ada bekal luka gigitan, mereka akan kembali lagi sampai berhasil meletakkan telur mereka.

Jika telur ini berhasil menetas di tubuh kambing, maka akan menjadi larva yang menggerogoti daging kambing.

Pengobatannya sama dengan miasis.

18 . Infeksi Cacing Hati

Cacing hati disebabkan oleh jenis cacing Fasciola Hepatica.

Parasit ini menyerang ternak dan hidup di dalam hati kambing. Biasanya cacing ini masuk ke dalam tubuh kambing melalui rumput yang dimakannya.

Karena sasarannya adalah hati, jadi ini lebih berbahaya.

Pengobatannya sama dengan penyakit cacingan di atas. Tapi gunakan obat yang berspektrum luas, yaitu bisa untuk segala jenis cacing.

Itulah ke-18 penyakit kambing yang biasanya sering dialami. Separuhnya sangat sering dijumpai di Indonesia.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Lekyo berkata:

    Kemungkinan terinfeksi bakteri tetanus. Pengobatan dengan penyuntikan antibiotik penicilin. Salah satu merk yang bisa dicoba PENSTREP.

  2. Purwaty berkata:

    Anak kambing saya awalnya dipusernya ada belatungnya,tapi sudah diobati dan belatungnya sudah dikeluarkan n lama2 kering,tapi kenapa kadang kok seluruh badan kaku,gimana cara mengobatinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *