Cara Menanam Lidah Buaya Langkah yang 99% Bisa Hidup

SHARE:

Lidah buaya wajib ditanam di kebun

Cara menanam lidah buaya itu, sangatlah mudah. Hampir 99% orang yang baru mulai menanam lidah buaya, berhasil tumbuh dengan baik.

Ok. Karena cara menanam lidah buaya sangat mudah, kita bisa menanamnya hanya di pot, dengan media tanaman yang cukup subur, dan penyiraman yang teratur. Itu saja sudah cukup.

cara menanam lidah buaya dalam pot

Nyaris, lidah buaya tidak membutuhkan perawatan yang super spesial. Misalnya, harus mengontrol hama, memberikan pupuk daun, memberikan pupuk buah, pruning dan lain sebagainya.

Kemampuan dasar dalam berkebun sudah cukup untuk menumbuhkan lidah buaya dengan baik. Paling – paling , kita hanya harus melindunginya dari tendangan bola anak – anak.

Lidah buaya ini termasuk tanaman wajib yang harus ada di kebun. Bahkan, lomba lingkungan sehat di kelurahan saya kemarin, mewajibkan setiap rumah harus ada lidah buayanya.

Lidah buaya, sudah lama sekali diketahui mempunyai banyak manfaat. Misalnya, untuk treatment awal pada luka bakar, herpes, alternatif obat maag, dan khususnya untuk perawatan rambut dan kulit kepala.

Nama lain dari lidah buaya yang cukup menjual adalah aloe vera. Dan salah satu brand besar dari produk untuk rambut, menggunakannya dalam bagian komposisinya.

Sama seperti moringa oleifera yang sebenarnya itu adalah tanaman kelor dan curcumin adalah temulawak.

Dan satu hal yang pasti, jumlah komposisi lidah buaya dalam produk, pastilah tidak banyak. Lebih banyakan kalau kita ambil sendiri dari kebun dan menggunakannya langsung.

Jika kita yakin lidah buaya dalam produk tersebut bisa berguna, hal yang sama juga bisa kita dapatkan dengan memanfaatkan lidah buaya secara langsung dari kebun kita sendiri.

Itulah salah satu alasan kenapa kita harus menanam lidah buaya sendiri. Secara tidak langsung, kita bisa mendapatkan manfaat dari brand terkenal berkali – kali lipat.

Manfaat lidah buaya untuk Mak Emak

Saya ingin anda bersemangat untuk menanam lidah buaya setelah ini. Karena lidah buaya ini bisa membantu kita, suatu saat nanti.

Maksud saya adalah, ada saat dimana kita harus bisa dapet lidah buaya dengan cepat. Dan, ketika kita sudah menanam lidah buaya sendiri, kita sudah bersiap untuk hal itu.

Oleh sebab itu, kita akan melihat apa saja manfaat dari lidah buaya yang dapat mempermudah dalam kehidupan kita.

1 . Untuk Kesehatan

Dari berbagai sumber yang beredar, untuk kesehatan, lidah buaya bisa dimanfaatkan untuk:

  • Mengatasi sembelit. Meminum jus lidah buaya bisa meningkatkan kadar air dalam usus sehingga secara sederhana tinja dalam usus menjadi lembek.
  • Membantu meringankan luka bakar. Lidah buaya kan adem kalau dioleskan ke kulit. Apalagi setelah terbakar.
  • Meringankan radang gusi. Lidah buaya digunakan sebagai bahan obat kumur – kumur. Belum searching produknya sih, tapi katanya pernah diriset oleh salah satu dosen dan mahasiswa di Makassar.[2]
  • Mengendalikan kadar gula darah. Menurut risetnya, jus lidah buaya bisa membantu mengendalikan kadar gula darah pada orang dengan prediabetes dan diabetes tipe 2. Para ahli mengungkapkan bahwa ekstrak tanaman ini mampu menyerap gula yang baru saja dicerna di dalam tubuh.[3]
  • Mempercepat penyembuhan luka luar.
  • Membantu mengatasi iritasi pada kulit.
  • Menjaga keseimbangan kadar asam tubuh. Ini karena jus lidah buaya bersifat alkalin, basa.
  • Bisa membantu tubuh dalam proses detoksifikasi. Ini masih belum jelas.
  • Bisa membantu mengurangi berat badan. Kalau setiap hari makannya lidah buaya terus.
  • Menjaga kesehatan kardiovaskular, kalau minum jus lidah buaya dan rajin berolahraga.
  • Sebagai sumber vitamin dan mineral. Pasti lah. Masak gak ada vitamin dan mineralnya, meskipun kita tidak tahu jumlah dan jenis vitaminnya.

2 . Kusus untuk rambut lidah buaya bisa

  • menghitamkan rambut.
  • Membuat rambut berkilau.
  • Mencegah rambut rontok.
  • Menguatkan akar rambut.
  • Menghilangkan ketombe.

Terus masih ada lagi, manfaat lidah buaya untuk wajah dan kecantikan. Kalau semua saya kumpulkan, bisa sampai ratusan.

Cari sendiri ya. Karena semakin banyak, malah semakin tidak jelas.

Jadinya lidah buaya seperti tanaman ajaib yang bisa melakukan segalanya. Jika memang itu benar, seharusnya semua orang pada sehat dan menanam lidah buaya secara serempak.

Mungkin saja semua manfaat itu benar. Tapi kurang manjur.

Kan, yang bisa bermanfaat seperti itu semua, tidak hanya lidah buaya. Ada bahan dan tanaman lain, yang kemanjurannya lebih tokcer.

Ekspektasi saya sebenarnya hanya lidah buaya untuk meringankan luka bakar saja. Setidaknya, bisa sebagai pertolongan pertama ketika terjadi insiden kulit terbakar.

Entah itu, kita atau anak – anak kita terkena minyak panas, kena knalpot, bermain korek, menginjak puntung rokok bapaknya, dan seterusnya.

Setidaknya, jika kita ada lidah buaya di rumah, kita bisa mengurangi efek burnednya supaya tidak makin parah.

Itu saja. Jadi, ayo kita tanam lidah buaya.

Cara menanam lidah buaya

Saya akan tunjukkan bagaimana cara saya menanam lidah buaya. Ini mudah dan simpel saja. Tapi,….

Jangan menanam lidah buaya dari daun

Di awal tadi sudah saya sebutkan, bahwa cara menanam lidah buaya itu sangat mudah. Ya, memang benar.

Tapi ada sedikit bagian yang sedikit mengganggu saya. Yaitu cara menanam lidah buaya melalui daunnya (stek daun).

Lidah buaya tidak bisa ditanam dengan cara seperti itu. Meskipun bisa, kemungkinan berhasil sangat kecil. Tapi saya penasaran, bagaimana daun lidah buaya bisa menghasilkan akar, kemudian daun lidah buaya bisa menjadi batang dan menumbuhkan daun – daunnya yang lain.

Anda akan banyak membuang waktu Anda. Karena jika dibandingkan menanam lidah buaya secara vegetatif (anakan), waktunya lebih singkat.

Menanam lidah buaya dari anakannya, hanya butuh memastikan bahwa anakan tersebut bisa tumbuh tunas daun baru. Jika tunas baru sudah muncul, sudah bisa dipastikan lidah buaya Anda hidup.

Secepat itu.

Tapi, kalau menanam lidah buaya dari daun, anda akan melakukan banyak hal. Hanya untuk memastikan kalau lidah buaya yang anda tanam, hidup. Kecuali kalau memang mau riset, silahkan.

  1. Kita harus memastikan daun yang kita potong tidak busuk.

    percobaan menanam lidah buaya melalui stek daun

    Percobaan menanam lidah buaya dari stek daun. Ndak tau apakah ini nanti bisa hidup atau tidak. sebagian daun sudah terlihat mulai membusuk.

  2. Mengontrol media tanam
  3. Menunggu waktu untuk daun bisa tumbuh akar.
  4. Menunggu waktu daun yang telah berakar tadi tetap bisa tumbuh seperti harapan.

Jika kita sama – sama mengambil salah satu bagian dari tanaman lidah buaya, kenapa harus daunnya? Kenapa tidak sekalian anakannya?

Misalkan saja kita minta lidah buaya ke tetangga. Jika kita boleh memotong daunnya yang besar dan bagus, saya kira, mereka akan lebih ikhlas untuk memberikan anakannya saja yang masih kecil mungil.

Oleh sebab itu, kita disini akan menanam lidah buaya dengan cara yang umum saja. Tapi sudah terbukti lidah buaya bisa tumbuh dengan baik.

Langkah teknis Cara menanam lidah buaya

Biar lebih gampang, kita akan menanam lidah buaya dalam pot atau polibag saja.

Oleh karen itu, kita akan membutuhkan alat dan bahan sebagai berikut:

  1. Pot atau polybag. Ukuran pot dan polybag yang ideal adalah berdiameter 30 cm. Karena lidah buaya bisa tumbuh sangat besar, dan beban pot dan media bisa menopangnya. Selain itu, dengan pot yang lebih besar, akan lebih mudah untuk mengambil anakannya.ukuran pot untuk menanam lidah buaya
  2. Media tanam, berupa tanah, pasir, pupuk kandang (kompos), sekam padi atau arang sekam. Tidak harus semua media di atas ada. Kita bisa memakai 2 atau tiga macam campuran. Tapi, tanah dan kompos harus ada. Perbandingannya antara tanah dan kompos bisa 1:1 atau 2:1. Atau, Tanah:kompos:arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.media tanam untuk menanam lidah buaya
  3. Bibit atau anakan lidah buaya karena kita akan menanam lidah buaya secara vegetatif.cara menanam lidah buaya secara vegetatif

Langkah yang harus kita lakukan adalah:

1 . Mencampur media tanam

Gunakan media tanam yang terdiri atas campuran tanah, kompos, dan arang sekam. Perbandingannya 1:1:1.

Alternatifnya adalah tanah, kompos, sekam padi. Perbandingannya sama, yaitu 1:1:1.

Atau, kita juga bisa menggunakan media tanam tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 1:1:1.

Untuk komposisi yang lebih sederhana, kita bisa memakai tanah dan kompos saja. Perbandingannya 1:1 atau 2:1.

Kalau terpaksa, pakai tanah saja juga bisa. Tidak masalah.

Tanah sebagaimana sifatnya sebagai media tanam, ia mampu menyerap air dan mempertahankan kelembapan dalam media lebih lama.

Akan tetapi, penyiraman yang berlebih (saat musim hujan) akan membuat bagian dalam media becek, seperti lumpur atau slurry.

Bahan media tanam seperti pasir, sekam, dan arang sekam akan membuat media tanam lidah buaya lebih porous atau berongga.

Sehingga, air yang berlebih bisa dengan mudah untuk lolos keluar dari bawah pot. Media tanam tetap lembab tapi tidak sampai becek. Dengan sebagian diisi tanah, kemampuan dalam menyerap air masih OK.

Ketika kegiatan mencampur media tanam sudah selesai, selanjutnya masukkan ke pot yang sudah kita miliki.

Isi semua pot atau polybag, tapi tidak usah terlalu penuh.

2 . Mengambil anakan atau tunas lidah buaya

Kita akan mengambil tunas atau memisahkan anakan dari lidah buaya induk. Karena itu yang akan kita jadikan bibit.

Caranya dengan mengeruk sebagian tanah disekitar tunas. Lakukan dengan perlahan supaya tidak merusak perakarannya.

Kemudian ambil tunasnya dengan cara memotongnya.

Atau, kita bisa secara langsung memotong akar dengan sekop, tanpa harus menyingkirkan tanahnya terlebih dahulu. Lakukan ini jika memungkinkan dan tidak merusak indukan lidah buayanya.

cara mengambil anakan lidah buaya

cara mengambil anakan lidah buaya

Sekop kita tusukkan ke tanah, dengan perkiraan bisa menyentuh dan memotong anakan lidah buayanya.

Kemudian kita dongkel ke atas bersama dengan tanah – tanahnya.

3 . Penanaman bibit lidah buaya

Bibit yang sudah kita pisahkan bisa kita pindahkan langsung ke pot. Kemudian kita tambahkan media tanam setidaknya sampai leher akar.

Setelah bibit lidah buaya kita tanam, sebaiknya jangan dilakukan penyiraman terlebih dahulu.

Penyiraman yang cukup banyak, dengan kondisi bekas potongan pada akar, peluang akar menjadi busuk cukup tinggi.

Penyiraman bisa kita lakukan setelah beberapa hari.

Asalkan media tidak telalu kering, ini tidak masalah.

4 . Perawatan dalam menanam lidah buaya

Dalam menanam lidah buaya, perawatan tidak seintens seperti kita menanam cabai atau tomat.

Sebenarnya, tanaman apapun yang kita tanam, tetap membutuhkan perawatan seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama atau gulma.

Bedanya hanya perawatan lidah buaya tidak sampai menyita banyak waktu kita.

Penyiraman lidah buaya tidak usah sesering seperti menanam cabai atau tomat. Hal ini karena pada dasarnya, lidah buaya adalah jenis tanaman yang cukup tahan terhadap kekeringan.

Selain habitat aslinya yang cocok pada wilayah tropis, stomata lidah buaya membuka pada malam hari dan menutup pada siang hari. Ini terbalik dengan tanaman lain pada umumnya.

Aloe vera(L.) is a member of the Asphodelaceae (Liliaceae) family with crassulacean acid metabolism (CAM). In the Aloe vera, stomata are open at night and closed during the day. CO2acquired by Aloe veraat night is temporarily stored as malic and other organic acids, and is decarboxylated the following day to provide CO2for fixation in the Benson-Calvin cycle behind closed stomata.[1]

Sehingga, penguapan air pada lidah buaya lebih sedikit pada siang hari. Begitu juga pada malam hari, suhu yang lebih dingin penguapan air juga rendah.

Kebutuhan pupuk dari lidah buaya juga tidak banyak. Bahkan, tanpa pemupukan pun bisa.

Pupuk kandang atau kompos yang kita berikan pada media tanam, sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup lidah buaya. Bahkan sampai berbulan – bulan, tidak menunjukkan perbedaan yang berarti.

Ini adalah contoh lidah buaya yang belum sama sekali dipupuk. Pupuk hanya kompos saat awal penanaman.

Akan tetapi, tetap saja lidah buaya akan memberikan respon yang kurang positif. Jika dibandingkan lidah buaya dengan media tanam yang lebih subur.

Yaitu, daunnya akan tumbuh memanjang tapi tidak bisa montok dan gemuk.

Sedangkan untuk hama, tidak begitu ada hama yang merepotkan. Paling gulma atau tanaman liar yang ikut tumbuh dalam pot. Tinggal dicabut saja.

Kalaupun memang sampai terkena layu fusarium, buang saja lidah buayanya. Tanam lagi yang baru.

Lidah buaya yang diambil (dipanen) daun paling bawah, lama – kelamaan batangnya akan meninggi.

Jika dibiarkan, lidah buaya akan tumbuh melunglai. Tapi jika inginnya memang seperti itu, ya sudah, biarkan saja.

lidah buaya yang batangnya tumbuh semakin panjang dan akhirnya lunglai

Kalau lidah buayanya masih ingin tumbuh tegak dan rapi, ya ditambah media tanamnya. Ini namanya pembubunan.

Pembumbunan atau meninggikan media tanam dilakukan untuk memperkokoh tanaman, langkah ini dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 3 bulan.

Sedangkan penyobekan atau pemisahan tanaman anakan dari induknya dapat dilakukan ketika masa tanam berumur 5-6 bulan.

Pemisahan tanaman ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan tanaman indukan. Jika anakan tidak dipindah, maka akan tumbuh berjubel dalam satu pot.

Pertumbuhannya tidak akan maksimal.

5 . kapan panen lidah buaya

Ini terserah, serius. Kalau tidak punya target tertentu, hari ini tanam, besok berubah fikiran, bisa langsung di panen. Misalnya ada kebutuhan mendadak untuk pakai lidah buaya.

Seperti itu, panen itu fleksibel. Tidak perlu di beritahu harus panen umur sekian – sekian dan seterusnya.

Anda yang menanamnya, anda juga yang berhak menentukan kapan panennya.

Jadi seperti itu ya, saya akan share beberapa foto koleksi saya tentang lidah buaya. Enjoy.

 

Saya kira artikel cara menanam lidah buaya ini cukup. Sorry jika ada kekurangan, terima kasih dan sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4091316/

[2] Andi Mardiana Adam, Harun Achmad, and Andi Muhammad Fahruddin. Efficacy of Mouthwash from Aloe vera Juice after Scaling Treatment on Patient with Gingivitis: A Clinical Study. Pesq Bras Odontoped Clin Integr 2018, 18(1):e3959.

[3] N. Suksomboon PhD, N. Poolsup PhD and S. Punthanitisarn, Msc. Effect of Aloe vera on glycaemic control in prediabetes and type 2 diabetes: a systematic review and meta-analysis N. Journal of Clinical Pharmacy and Therapeutics, 2016, 41, 180–188.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *