Pakan Bebek Pedaging Buatan Sendiri Dengan 10 Alternatif Komposisi Ransum

SHARE:

Apa bisa meninggalkan pakan pabrik?

 

Pakan bebek pedaging buatan sendiri bisa kita rencanakan dengan dua cara.

Pertama adalah dengan mencampur atau mix pakan pabrik dengan bahan lokal. Misalnya konsentrat 144 dengan jagung dan dedak padi.

Kedua adalah dengan membeli atau mendatangkan bahan – bahan pakan sendiri. Kemudian menghitung dan melakukan penakaran.

Keduanya tidak bisa dikatakan bahwa satu bisa lebih murah atau sebaliknya. Tergantung pada seberapa banyak kebutuhan pakan kita.

Misalnya peternak bebek padaging dengan skala menengah kecil, mendatangkan sendiri bahan – bahan pakan bisa jatuhnya lebih mahal. Maka dari itu, pilihan pakan untuk mix pakan adalah yang paling memungkinkan.

Mendatangkan bahan pakan seperti tepung ikan, tepung MBM dan bungkil kedelai akan lebih hemat kalau dalam jumlah besar.

Anda bisa melakukannya kalau duit Anda banyak. Punya uang untuk mengambilnya dan punya gudang untuk penyimpanan.

Terkait soal perhitungan kandungan nutrisi, Anda bisa menghire orang yang lebih ahli.

Jika kita belum kaya, alternatif untuk mendatangkan bahan pakan adalah dengan membentuk koperasi atau kelompok tani.

Para peternak bebek pedaging yang tergabung bersama – sama dalam kelompok tani bisa patungan untuk mendatangkan bahan pakan.

Kemudian bahannya dibagi sesuai dengan kesepakatan masing – masing.

Dengan begitu, ketergantungan dengan pakan pabrik akan bisa dikurangi. Terutama untuk mengantisipasi lonjakan harga pakan yang tidak menentu.

Bahan pakan yang harus ada pada pakan bebek pedaging

Untuk membuat pakan bebek pedaging buatan sendiri, terdapat beberapa bahan yang harus ada. Bukan berupa pakan konsentrat atau pakan jadi. Tapi lebih basic lagi.

Setiap jenis pakan memiliki fungsi dan peran yang cukup berbeda. Ada pakan yang berfungsi sebagai sumber tenaga, misalnya jagung dan dedak. Ada pakan yang berfungsi sebagai sumber protein, misalnya tepung ikan dan bungkil kedelai.

Secara singkat kita bisa melihat fungsi dari beberapa bahan pakan pada tabel di bawah ini:

Pakan sumber energi
  • Dedak padi
  • Jagung
  • Gabah
  • bekatul
  • Onggok
  • gaplek
  • singong
  • polard
  • Tepung tapioka
Pakan sumber protein
  • Tepung ikan
  • Tepung tulang dan daging (MBM)
  • Tepung bulu
  • Tepung darah
  • bekicot
  • Keong
  • Bungkil kedelai
  • ampas kecap
  • bungkil kacang tanah
  • tepung daun indigofera
  • tepung daun singkong
  • tepung daun kangkung
  • bungkil kelapa
  • bungkil kopra
Pakan sumber mineral
  • Premix
  • Dikalsium fosfat (DCP)
  • Kapur
Pakan additif
  • Probiotik
  • Agp (sekarang sudah tidak boleh)
  • Aflatoksin binder

 

Mana yang harus ada dalam pakan? Masing – Masing harus ada, kecuali pakan additif.

Ambil satu atau dua dari masing – masing bahan di atas. Jadi, ransum yang kita bikin nanti ada pakan sumber energi dan proteinnya.

Bagaimana dengan konsentrat? Konsentrat itu sudah dibuat dari beberapa bahan yang memiliki kandungan protein kasar.

Ketika konsentrat sudah sampai ke tangan peternak, mereka masih harus menambah bahan sumber energi seperti jagung atau dedak padi.

Berbeda dengan pakan jadi, yang bentuknya biasanya sudah dalam bentuk pelet. Pakan jadi sudah ada sumber protein dan energinya, jadi peternak bisa langsung kasih ke bebek.

Khusus untuk sumber protein, antara sumber nabati dan hewani kualitasnya berbeda. Kualitas ini terletak pada komposisi asam amino dari protein hewani yang lebih lengkap.

Tepung ikan, dalam setiap pembuatan pakan nyaris tidak bisa digantikan. Bahan ini harus ada, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Nanti masalah menaikkan protein kasarnya, bisa diambilkan dari protein nabati yang harganya lebih terjangkau.

Menghitung nutrisi pakan bebek pedaging buatan sendiri

Sedikit banyak, kita juga harus mulai bisa menghitung kandungan nutrisi dalam pakan yang akan kita berikan.

Karena selain memenuhi kebutuhan nutrisi dari bebek pedaging itu sendiri, penggunaan bahan pakan menjadi lebih efisien.

Misalnya kita lagi banyak stok pakan protein tinggi. Contohnya adalah kita sudah sukses budidaya keong mas dan bisa panen setiap hari.

Terus kita jor – joran memberikan bebek pedaging kita dengan kandungan protein yang berlebih. Ini belum tentu bisa menggenjot pertumbuhan bebek menjadi super cepat.

Kemungkinan besar malah protein akan banyak yang terbuang.

Bebek adalah hewan monogastrik. Saluran pencernaannya pendek dan pakan berada dalam lambung cukup singkat.

Tidak mungkin protein yang terdapat pada pakan bisa dioptimalkan 100% oleh pencernaan bebek.

Maka protein akan terbuang bersama kotoran. Kemudian terurai oleh bakteri menjadi amoniak.

Karena kandungan protien dalam kotoran tinggi, maka produksi amoniaknya juga semakin banyak.

Kandang menjadi lebih bau dan kesehatan bebek pedaging menjadi terancam karena terpapar gas amoniak.

Oleh sebab itu, sebelum meracik pakan bebek pedaging buatan sendiri, kita harus tahu berapa kandungan nutrisi pada pakan yang dibutuhkan oleh bebek.

Kebutuhan nutrisi bebek padaging pada pakan

Kebutuhan nutrisi pada pekan bebek pedaging bisa kita lihat pada tabel di bawah ini.

Bebek padaging starter usia 0 – 2 minggu atau 0 – 14 hari.[1][2]

NutrisiJumlah
Energi Metabolisme2900 Kkal/kg
Protein Kasar22.00%
Lemak Kasar< 8%
Serat Kasar< 8%
Kalsium (Ca)0,65 %
Fosfor (P)0,4 %

Bebek pedaging usia 2 – 7 minggu atau 15 – 49 hari.[1][2]

NutrisiJumlah
Energi Metabolisme3000 Kkal/kg
Protein Kasar16.00%
Lemak Kasar< 8%
Serat Kasar< 8%
Kalsium (Ca)0,6 %
Fosfor (P)0,3 %

Acuan nutrisi sampai usia tersebut sudah cukup untuk bebek pedaging. Tidak perlu lama – lama.

Nutrisi di atas mengacu pada kebutuhan nutrisi bebek peking. Karena sampai saat ini, performa bebek pedaging yang paling baik adalah dari jenis peking dan hibridanya.

Target panen idealnya adalah sekitar 8 minggu. Tapi kalau bebek bisa penen 40 hari, ya itu lebih bagus.

Cara menghitung kandungan nutrisi pakan bebek

Bisa tahu kalau tepung ikan, bungkil kedelai, dan bahan lain jumlahnya harus sekian, itu ada caranya.

Secara teknis harus memahami dan menguasai matematika dasar terapan. Selain itu juga harus punya database kandungan nutrisi bahan pakan.

Dari beberapa metode perhitungan yang ada, yang paling mudah adalah metode trial error. Atau bisa juga disebut dengan perhitungan coba – coba.

Meskipun cara tersebut agak lama, tapi yang paling mudah untuk diikuti.

Misalnya kita ada bahan konsentrat 144, jagung atau bekatul. Kita mau buat pakan dengan PK 22%. Rencana ransumnya misalnya 10 kg saja dulu.

Kita perlu data kandungan nutrisi dari masing – masing bahan di atas. Dari link tabel kandungan nutrisi bahan pakan di atas, datanya sebagai berikut:

Kons. 144Jagung[4]Bekatul[3]
Protein Kasar %37 – 397,6812,9
Serat kasar %6

3,78

11,4
Lemak kasar %22,7213
Abu %351,65
Ca %121,10,07
P %1,20,410,21

Kita akan pakai komposisi ransum adalah sebagai berikut, konsentrat 50%, bekatul maksimal 10% dan sisanya tepung jagung 40%.

BahanJumlahProtein dr bahan
Konsentrat5 kg1900 gram
Tepung jagung4 kg307,2 gram
Bekatul 1 kg129 gram
Total10 kg = 10.000 gram2336,2gram

Prosentase protein dalam ransum menjadi 2336,2 gram/10.000 gram = 23,4%.

cara yang sama bisa kita gunakan untuk menghitung serat kasar, lemak, Ca dan P nya.

Untuk mendapatkan protein dalam ransum yang lebih rendah, kita bisa mengurangi jumlah konsentratnya, lalu menambah sedikit demi sedikit jumlah tepung jagung dan bekatulnya atau menambah bahan lain.

Karena kita juga harus memperhatikan jumlah maksimal bahan dalam suatu ransum. Misalnya dedak padi, rekomendasi dalam ransum sebaiknya tidak lebih dari 10%.

Tabel batasan bahan dalam ransum unggas.

Cara di atas memang membutuhkan perhitungan yang lebih lama. Meskipun secara angka nilainya sudah memenuhi kebutuhan bebek pedaging, tetap ada kemungkinan hasilnya sedikit meleset dari harapan.

Yang penting mencampurnya harus merata.

Formula ransum pakan bebek pedaging

Biar coba – cobanya tidak terlalu lama, ini ada beberapa contoh formulasi ransum pakan bebek yang bisa dipakai.

Siapa tahu bisa berguna.

Ransum 1

Formula ransum itik pedaging starter[1] dengan PK 22%.

BahanJumlah
Tepung ikan4.00%
Bungkil Kedelai22.00%
Bungkil biji matahari2
Jagung25
Gandum (wheat)21,5
Gandum oat20
Tepung alfalfa2
Dikalsium fosfat (DCP)1,5
Kapur0,6
Mineral mix0,4
Vitamin1
Total100.00%

Ransum 2[4]

BahanJumlah %
Jagung29
Dedak halus35
Bungkil kelapa15
Tepung ikan10
Sagu10
Molases10
Mineral mix0,5
Garam0,5
Total100.00%

Ransum itik usia 5 – 8 minggu 3[5]

BahanJumlah %
Dedak padi27,5
Sagu22.00%
Bungkil kelapa22,9
Jagung10
Tepung ikan12
Molases5
Premix0,1
Garam0,5
Jumlah100.00%

Atau bisa juga pakai komposisi di bawah ini 4[5].

BahanJumlah %
Kulit kopi2,5
Dedak padi27
Sagu24
Bungkil kelapa20,9
Jagung10
Tepung ikan10
Molases5
Premix0,1
Garam0,5
Total 100.00%

Ransum 5

BahanJumlah%
Jagung kuning59.00%
Dedak halus7
Bungkil kedelai14
Bungkil kelapa5,75
Tepung ikan11
Tepung tulang1,25
Minyak kelapa1,5
Premix0,5
Jumlah100

Kandungan PK dan EM pada ransum di atas masing – masing adalah 20,02 % dan 3006 Kkal/kg.[6]

Ransum 6

BahanJumlah%
Jagung kuning49.00%
Dedak halus19,25
Bungkil kedelai14
Bungkil kelapa5,75
Tepung ikan10
Tepung tulang1,5
Premix0,5
Jumlah100

Kandungan PK dan EM pada ransum di atas masing – masing 20,03% dan 2709 Kkal/kg.[6]

Ransum 7

BahanJumlah
StarterGrower
Jagung 6058,5
Dedak Padi1117
Bungkil kedelai97
Tepung ikan126
Tepung daging6,55
Bungkil kelapa5
Minyak kelapa1,50,5
Kulit kerang1
Total 100.00%100.00%

Kandungan PK dan EM masing adalah 20,06% dan 2846,96 Kkal/kg untuk starter dan 17% dan 2807 Kkal/kg untuk grower.[7]

Ransum 8

BahanJumlah
Dedak40,15
Jagung31
Tepung ikan23,2
Premix0,25
Minyak sawit5,4
Total 100%100.00%

Kandungan PK, EM nya adalah 18,98% dan 3105 Kkal/kg.[8]

Ransum 9

BahanJumlah
Jagung55
Dedak padi11,9
Bungkil kedelai23,3
Tepung ikan5
Crude Palm Oil (CPO)2,6
DCP0,75
Kapur0,75
Premix0,5
Garam0,1
Total100

Kandungan PK dan EM masing – masing adalah 18,07% dan 3002,45 Kkal/kg.[9]

Ransum 10

BahanJumlah %
Jagung Kuning55
Dedak padi15
Tepupng ikan1,5
Bungkil kedelai23,16
CPO3,08
Kapur1,5
Premix0,5
Garam0,3
Lysin0,01
Methionin0,05
Total100

Kandungan PK dan EM nya masing – masing adalah 19,72% dan 3458 Kkal/kg.[10]

Saya kira itu saja untuk pakan bebek pedaging buatan sendiri semoga bisa berguna. Sorry jika banyak kekurangan, sampai jumpa lagi dan terima kasih.

Referensi

[1] Pius P. Ketaren. Kebutuhan Gizi Itik Petelur Dan Itik Pedaging. Wartazoa Vol. 12 No. 2 Th. 2002.

[2] Riswandi, Sofia Sandidan Fitra Yosi. Kombinasi Pemberian Starbio dan EM-4 Melalui Pakan dan Air Minum terhadap Performan Itik Lokal Umur 1-6 Minggu. Jurnal Peternakan Sriwijaya (JPS) Volume 1 Nomor 1 Desember 2012.

[3] https://kambingjoynim.com/cara-fermentasi-dedak-padi-menggunakan-ragi-tape/

[4] Sukirmansyah, Muhammad Daud, HerawatiLatif Evaluasi Produksi dan Persentase Karkas Itik Peking dengan Pemberian Pakan Fermentasi Probiotik Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah Volume 1, Nomor 1, November 2016

[5] Muhammad Daud , Mulyadi dan Zahrul Fuadi. Persentase Karkas Itik Peking Yang Diberi Pakan Dalam Bentuk Wager Ransum Komplit Mengandung Limbah Kopi. Agripet: Vol (16) No. 1 : 62 – 68 . 2016.

[6] Siti Wahyuni H.S., Abun, dan Endang Sudjana. Respon Itik Cihateup dan Itik Rambong Jantan Terhadap Imbangan Energi – Protein Ransum Pada Sistem Pemeliharaan Minim Air. Jurnal Ilmu Ternak, Desember 2016, Vol. 16. No. 2.

[7] Laksimawati, Ni Made, Pengaruh Pemberian Starbio dan Effective Microorganism – 4 (EM-4) Sebagai Probiotik Terhadap Penampilan Itik Jantan Umur 0 – 8 Minggu. Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar.

[8] Purba, Maijon dan PP. Ketaren. Performa Itik MA Jantan Umur Enam Minggu Dengan Suplementasi Santoquin dan Vitamin E dalam Pakan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2010.

[9] Vidhiyanti, Leni. 2017. Pemberian Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia Linn) Terhadap Konsumsi, Bobot Badan dan Organ Dalam Itik Lokal Jantan Periode Grower. Departemen Ilmu Nutrisi dan teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB Bogor.

[10] Hamzah, Sayyidina. 2019. Pemanfaatan Limbah Penetasan Telur Itik Serta Efek Pemberiannya Terhadap Performa itik Hibrida Jantan. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB Bogor.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *