Pollard Gandum Untuk Pakan Sapi, Kambing, Unggas dan Cara Meningkatkan Kualitasnya

SHARE:

Penggunaan pollard gandum untuk pakan sapi sudah umum dilakukan oleh para peternak. Bagi peternak yang beruntung.

Masalahnya distribusi pollard itu tidak merata di semua daerah di Indonesia. Ada yang mudah dan ada yang sulit.

Tapi kalau dilihat secara kualitas, pollard itu lebih bagus daripada dedak padi. Tapi harganya pasti lebih mahal.

Apa itu pollard gandum?

Pollard adalah hasil sapingan dari industri tepung terigu yang bahan bakunya berasal dari gandum.

Gandum itu adalah tanaman padi – padi an yang menghasilkan bulir (biji) seperti padi, tapi ukurannya lebih besar.

tanaman gandum

Pemanenan gandum setidaknya setelah 90 hari tanam. Hampir sama seperti padi.

Yaitu saat jerami gandumnya sudah menguning dan bulir gandumnya sudah mengeras.

gandum siap panen

Seandainya makanan pokok kita bukan beras, misalnya roti, pasti banyak petani yang menanam gandum.

Ketika banyak petani yang menanam gandum, pasti peternakan kita akan lebih baik. Karena jerami gandum itu lebih baik daripada jerami padi sehingga ternak akan mendapat pakan dengan kualitas yang lumayan dengan harga murah.

FYI, jerami gandum itu dalam bahasa jepang adalah mugiwara.

Sebenarnya penanaman gandum itu tidak begitu berbeda dengan padi. Butuh air yang cukup banyak.

Cara teknis penanamannya juga sama seperti menanam padi di sawah.

Yaitu benih gandum disemai terlebih dahulu, kemudian baru ditanam dengan jarak yang rapi mirip seperti padi.

Perlu dilakukan pemupukan setidaknya 2 kali selama periode penanaman.

Jika ingin mencoba menanam gandum, kita bisa membeli bibitnya secara online. Kalau menemukan toko offline disekitar Anda, itu lebih baik.

Pencarian secara online bisa dengan kata kunci benih wheat grass.

benih tanaman gandum

Harganya murah kalau sedikit. Silahkan beli dan coba ditaman disekitar rumah Anda terlebih dahulu.

Dedak gandum vs pollard gandum

pollard gandum lebih halus daripada wheat bran

Saya pernah membahas perbedaan antara dedak dan bekatul. Ternyata secara fisik dan kualitas, keduanya berbeda. Tapi di Kita dedak dan bekatul tidak begitu dianggap perbedaanya.

Dedak adalah hasil samping penggilingan padi. Yang dikenal hanya dedak halus dan dedak kasar.

Analogi di atas juga ada pada proses penggilingan gandum. Pada proses penggilingan gandum menjadi tepung, akan menghasilkan dua hasil samping yang berbeda.

Yaitu wheat bran dan wheat pollard. Wheat bran saya terjemahkan menjadi dedak gandum kasar dan wheat pollardnya adalah pollard gandum.

Penjelasannya adalah seperti ini. Biji gandum itu ada lapisan – lapisannya.

Lapisan biji yang pertama kali dibuang dari proses pembuatan terigu, ini disebut bran. Lapisan setelah bran ini adalah pollard. Setelah lapisan pollard, ini masuk ke proses penepungan terigu.

Bran karena lapisan terluar, pasti teksturnya lebih besar – besar. Secara kandungan nutrisi, serat kasarnya lebih tinggi.

Bran ini memiliki kandungan fosfor yang lebih tinggi, tapi kalsiumnya rendah.

Pollard, karena berada bagian lebih dalam biasanya ada ikutan – ikutan dari inti biji gandumnya.

Secara tekstur lebih halus daripada bran. Begitu juga dengan kandungan nutrisinya pasti lebih tinggi.

Selama ini, yang anda beli itu bran, pollard atau oplosannya?

Polar pakan sapi

Setiap industri pertanian, pasti menghasilkan hasil sampingan. Misalnya, bungkil sawit, bungkil kelapa, bungkil kedelai, dan dedak padi adalah hasil samping dari industri pertanian terkait.

Pollard adalah hasil sampingan dari industri penggilingan gandum.

Gandum digiling untuk menghasilkan tepung terigu. Selain tepung terigu, ada limbah lain yaitu pollard.

Dengan kata lain pollard itu adalah katul atau dedaknya gandum.

Polar merupakan salah satu bahan penyusun konsentrat. Biasanya polar ini digunakan sebagai tambahan comboran.

Hal ini karena pollard aya akan protein, lemak, zat-zat mineral dan vitamin-vitamin dibandingkan dengan biji keseluruhan.

Selain itu banyak mengandung polikasarida struktural dalam jumlah yang banyak. Polisakarida struktural tersebut terdiri dari selulosa, hemiselulosa, selebiosa, lignin dan silica. Sehingga, bahan ini sangat sesuai untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia.

Pollard tidak bisa diberikan dalam jumlah yang terlalu banyak. Maksimal adalah 40% dari total ransum.

Karena pollard mengandung zat pencahar yang bisa menyebabkan mencret.

Jenis – jenis pollard by product

Ada beberapa produsen tepung terigu yang juga memproduksi pollard. Misalnya bogasari, sriboga, wilmar dan masih banyak yang lainnya.

Tapi yang paling terkenal sepertinya adalah brand cap angsa punyanya bogasari.

Pollard dari bogasari sendiri sebenarnya juga ada beberapa varian. Salah satunya adalah Cap Angsa tersebut.

Ini adalah merk – merk dari pollard yang mungkin akan kita temui di pasaran.

1 . Pollard putih cap arwana

pollard gandum cap arwana

Ini adalah produk sampingan dari bogasari untuk pakan ikan. Produk sudah berbentuk pelet.

Tidak ada informasi secara jelas, apakah ini hanya polar atau ada campuran bahannya lain juga.

Tapi produk ini diklaim memiliki kandungan protein dan pati yang tinggi.

Selain itu, pakan pelet ini juga bisa mengapung lebih lama. Kandungan Gluten (penyusun protein gandum) yang ada di dalamnya akan berperan sebagai pengikat. Sehingga saat pakan berada dalam air, bentuknya akan bertahan dan mengapung di air untuk beberapa saat sebelum larut.

Menurut saya kalau untuk pakan ikan produk ini sepertinya kurang mampu bersaing. Karena banyak alternatif pakan ikan dari berbagai produsen yang produknya sangat kompetitif.

Tidak ada informasi harga dan kandungan nutrisi, jadi saya menganggap produk ini kurang jelas.

2 . Bran pollard cap kepala sapi

bran pollard cap kepala sapi

Ini adalah produk dari bogasari campuran dari bran dan pollard yang dicetak menjadi pellet.

Ukuran pelletnya cukup besar, karena diameternya lebih dari setengah centimeter.

Memang dibuat besar karena peruntukannya adalah sebagai pakan sapi.

Pakan ini memiliki protein kasar sekitar 14,5% dan kandungan pati maksimal 27%.

3 . Cap kepala kuda

Bran cap kepala kuda

Jika kita membeli pollar dengan merk cap kepala kuda, ketahuilah bahwa itu adalah wheat bran. Bukan pollard.

Dari kemasannya sudah terlihat dengan jelas, BRAN GANDUM.

Karena ini bran gandum, maka kandungan proteinnya pasti lebih rendah dan serat kasarnya tinggi.

Kita bisa melihat kandungan PK dari cap kepala kuda ini hanya 12,5%, Abu 1%, Pati minimal 65%, wet gluten 30 – 35%.

Kalau buat kuda saya kurang tahu, mungkin ini memang bagus. Tapi kalau beli pakan ini untuk sapi atau kambing, mending pilih bekatulnya saja.

Harga bekatul mungkin lebih murah dan kandungan proteinnya juga bersaing.

4 . Cap angsa

Pollard gandum cap angsa

Kalau cap angsa ini benar – benar pollard. Tidak ada campuran atau dimix dengan bran.

Sasaran dari pollard cap angsa ini adalah untuk ternak unggas. Seperti ayam petelur, ayam kampung atau ternak puyuh.

Saya kira memang wajar, karena kebutuhan pakan untuk peternakan unggas ini sangat besar. Kebutuhan pakan tambahan untuk ruminansia masih belum sebanyak unggas.

Karena ini murni pollard gandum, maka kandungan proteinnya lebih tinggi daripada bran.

Protein dari polar cap angsa ini adalah 14,5%.

5 . Pollard Sriboga

pollard gandum sriboga

Pt Sriboga Raturaya mempunyai 2 produk untuk hasil samping dari gandum ini. Hanya itu sejauh ini yang saya ketahui.

Kedua produk tersebut adalah wheat bran dan wheat pollard. Dari nama produknya sudah jelas, yaitu dedak gandum dan pollard gandum.

6 . Tongkat emas

Polar merk tongkat emas ini ada yang produksi PT pundi indonesia dan ada yang pt wilmar nabati indonesia.

Mana yang benar, silahkan koreksi jika ada kesalahan.

Sekarang kita analisa secara umum tentang polar dari pt – pt di atas.

  • Pertama, tidak adanya informasi kandungan nutrisi yang detail. Hanya informasi protein dan kandungan zat pati saja. Rata – rata seperti itu.
  • Dengan data yang seperti itu, kita tidak bisa menggunakannya untuk membuat ransum pakan. Entah itu untuk mixing pakan ayam petelur, broiler, puyuh, ayam kambing, sapi , kambing domba atau kelinci.
  • Artinya, kita tetap harus mencari sumber referensi lain mengenai kandungan nutrisi dari pollard gandum ini. Akan saya carikan dan saya bahas di bagian setelah ini. Asalkan produknya tidak dicampur, kandungan nutrisi pollard dari uji laboratorium bisa mewakili semua merk di atas.

Sekarang kita bahas mengenai harga polar ini.

Menurut informasi dari teman yang bekerja di salah satu pt di atas, sistem penjualan dari pollard ini sedikit berbeda. Pollard maupun bran tidak didistribusikan dengan sistem keagenan.

Melainkan dari pabrik – distributor – langsung ke pengguna atau customer. Oleh karena itu, biasanya pemesanan polar ini selalu ditawarkan dalam jumlah atau partai besar.

Pembeli partai besar ini bisa dianggap sebagai distributor atau agen juga. Dulu untuk menjadi distributor bogasari diharuskan untuk memiliki gudang. Sekarang masih atau tidak, saya kurang update informasinya.

Harga pollard ini lebih mahal. Bahkan harga eceran bisa lebih mahal daripada bahan utama penyusun konsentrat. Misalnya bungkil kedelai atau bungkil inti sawit.

Minimal ya, harga per kg paling sedikit adalah 4000 rupiah. Mungkin saja, harga segini ini untuk wheat brannya. Untuk pollard, mungkin lebih mahal lagi.

Jika ingin membeli pollard 1 sak, setidaknya kantongi dulu uang minimal 200 ribu. Lebih banyak lebih baik.

Tapi ya, kalau untuk pakan sapi atau kambing, daripada harus membeli pollard yang harganya diatas 4 ribu, mending dibelikan konsentrat jadi saja.

Bahkan konsentrat sapi yang siap santap, harganya bisa di bawah itu. Dan pilihannya juga lebih banyak.

Kandungan nutrisi pollard

Berapa sih kandungan nutrisi dari pollard itu? Yang kita tahu dari produk – produk di atas, nilai proteinnya sekitar 14,5%. Tapi, ada sumber lain yang menyebutkan nilai proteinnya lebih tinggi.

Naik turun kandungan nutrisi polar ini dipengaruhi oleh cara penanaman dan perawatan. Jadi bisa jadi polar yang tahun ini kandungan nutrisinya berbeda dengan polar tahun depan. Tapi tetap nilai nutrisinya tinggi. Hanya naik turun sedikit saja.

Baik itu wheat bran maupun wheat pollard nilai protein kasarnya sama – sama tinggi.

Yang membedakan adalah kandungan lemak kasar, serat kasar, kandungan pati, gluten dan jumlah asam amino yang dikandungnya.

Di bawah ini adalah perbedaan kandungan nutrisi dari bran dan pollard.[1]

Nutrisi (% BK)Wheat branPollard
Kadar airMaksimal 14,5Maksimal 14,5
Protein KasarMinimal 14,5Minimal 14,5
Lemak KasarMaksimal 4,3Maksimal 4
Serat KasarMinimal 7Minimal 9,5
KarbohidratMaksimal 30Maksimal 20
AbuMaksimal 5,5Maksimal 6,5

Kandungan nutrisi dari wheat bran sedikit lebih bagus menurut sumber ini.[2]

NutrisiJumlah (% BK)
Bahan kering86
Protein Kasar16,86
Abu7,56
Lemak 4,65
Serat Kasar11,05
BETN59,88

Sedangkan untuk kandungan nutrisi pollard, menurut analisa kimia lab ipb pada tahun 2003[3] adalah sebagai berikut.

Nutrisi PollardJumlah (% BK)
Bahan Kering86,66
Protein Kasar13,91
Serat Kasar16,49
Lemak2,8
BETN60,32
Abu3,14
Ca0,22
P0,62
ADF35,54
NDF51,21

Meningkatkan kualitas pollard dengan fermentasi

Pollard sangat memungkinkan untuk difermentasi. Hal ini karena polar mengandung pati yang sangat mudah untuk langsung dimanfaatkan oleh bakteri atau starter fermentasi.

Tergantung tujuan penggunaan juga sih. Polar gandum memiliki protein kasar yang cukup tinggi, sekitar 15%. Lemak rendah dan serat kasar yang tergantung.

Serat kasar dari pollard gandum ini sekitar 10%. Jumlah ini kalau untuk ternak sapi, kambing atau domba termasuk rendah. Tapi kalau untuk unggas dan ikan jumlahnya terlalu tinggi.

Jadi kalau untuk ruminansia pilih starter fermentasi yang bisa meningkatkan kecernaan protein. Sedangkan untuk unggas dan ikan pilih starter yang bisa menurunkan serat kasar.

Atau pilih starter yang bisa meningkatkan kecernaan nutrisi secara umum saja.

Ada beberapa pilihan starter fermentasi yang bisa dijadikan pilihan.

Starter yang sulit dan ribet tidak usah dipakai. Pakai saja yang mudah dan harganya murah.

Fermentasi pollard dengan aspergillus niger

Aspergillus niger ini starter fermentasi dari jenis kapang. Bisa dikatakan termasuk jenis jamur lah.

Ukurannya mikro, lebih besar dari bakteri dan tumbuh dipermukaan substrat atau bahan. Warnanya agak kehitam – hitaman.

Sudah diakui dikalangan akademisi, bahwa starger aspergillus niger ini paling baik untuk fermentasi pollard.

Pollard hasil fermentasi dengan starter ini bisa memberikan hasil yang cukup signifikan.

Contoh hasil dari fermentasi pollard dengan aspergilus niger dapat dilihat pada tabel di bawah ini.[2]

NutrisiProtein Kasar
Tidak fermentasi17,04
Fermentasi 0,2%20,69
Fermentasi 0,4%20,81
Fermentasi 0,6%21,06

Fermentasi 0,2%, 0,4% dan 0,6% maksudnya adalah jumlah presentase aspergillus niger yang digunakan untuk fermentasi.

Akan tetapi, hasil yang bagus di tingkat akademik belum tentu sesuai apabila digunakan di tingkat peternak langsung.

Pertama, harga starter aspergillus niger sangat mahal. Belinya juga susah.

Kedua, pembiakan starter ini cukup rumit untuk ditiru langsung oleh peternak. Pembiakan starter ini menggunakan media PDA, yang prosedurnya cukup rumit.

Ketiga, fermentasi dengan kapang ini berlangsung aerob.

Menurut saya, membuat fermentasi pakan seperti dedak dan pollard dengan cara aerob itu sulit dan repot.

Misalnya seperti ini. Kita akan membuat fermentasi sebanyak 10 – 100 kg bahan pakan.

Wadah yang akan kita gunakan pasti berupa ember, tong, atau plastik bag.

Dalam skala laboratorium, jumlah fermentasi yang dibuat hanya sedikit. Kemudian ditempatkan pada nampan yang tipis, ditutup plastik dan dilubangi.

Sehingga hampir semua permukaan bahan pakan bisa terkena udara bebas. Dengan demikian kapang bisa berkembang dan bekerja dengan baik.

Kalau di dalam ember atau tong, bagian yang terkena udara bebas hanya permukaannya saja. Kemungkinan udara untuk bisa masuk ke bagian dasar wadah sangat kecil.

Selain itu, kalau lingkungan membuat fermentasi tidak steril, ada kemungkinan ada bakteri lain yang ikut bekerja selama proses fermentasi. Bisa saja bakteri aerob ini menghasilkan asam butiric yang membuat fermentasi menjadi bau.

Saya belum menemukan langkah penyiapan yang sederhana dari fermentasi dengan aspergillus niger ini. Inginnya ada penelitian yang membiakkan hanya dengan tetes tebu dan aerator. Tapi belum nemu sampai sekarang.

Tapi kalau Anda mau coba silahkan.

Caranya, pollard dibasahi denga air bersih sampai kondisi lembab. Kemudian ditambah dengan starter aspergillusnya langsung.

Tanpa dibiakkan terlebih dahulu, langsung dicampur sampai merata.

Jumlahnya sebanyak 0,2% saja. Kalau bahan yang difermentasi 100 kg, maka aspergillusnya 200 gram.

Jangan lupa fermentasi dilakukan secara aerob.

Fermentasi pollard dengan ragi tape

Ternyata ragi tape juga tidak kalah powerful dengan aspergillus niger. Selain itu harganya murah dan mudah untuk diperoleh.

Mikroorganisme yang terdapat pada ragi tape adalah Saccharomyces cerevisiae. Ini termasuk dalam golongan yeast atau fungi.

Langkah membuat fermentasi pollard dengan ragi tape adalah sebagai berikut.

  • Menyiapkan pollard yang akan difermentasi, air bersih, ragi tape dan wadah (ember, plastik, tong).

  • Menghitung jumlah ragi tape sebanyak 0,2% dari bahan yang akan difermentasi. Kalau pollarnya 100 kg, maka raginya adalah sebanyak 200 gram saja.

  • Masukkan ragi tape, molases 1 liter ke dalam 15 – 20 liter air. Aduk sampai merata.

  • Campurkan ke pollard, aduk sampai merata.

  • Fermentasi dilakukan selama tiga hari dan secara anaerob.

Fermentasi pollard dengan ragi tapi ini menurut penelitian bisa meningkatkan kandungan nutrisi pollard. Protein kasar yang awalnya 16% bisa menjadi 20%. Selain itu, serat kasarnya bisa menurutn dari 16% menjadi 13%. [4]

Sekarang coba kita hitung berapa biaya tambahan yang diperlukan.

Ragi tape sebungkus isi 25 butir @ 2,5 gram. Satu bungkus beratnya 62,5 gram.

Kalau butuh 200 gram, berarti butuh 3 bungkus lebih sedikit.

Katakannya harga per bungkus 9 – 10 ribu. Total dengan molases 1 liter kena biaya tambahan sekitar 30000.

Per kg nya nambah biaya 300 rupiah. Masih masuk lah.

Fermentasi pollard dengan ragi tempe

Dalam ragi tempe terdapat kapang yang namanya Rhizopus oligosporus. Kapang yang bisa menghasilkan enzim fitase.

Enzim fitasi bisa mengurai fitat yang terkandung dalam bahan.

Fitat biasanya mengikat mineral – mineral yang terkandung dalam bahan pakan. Sehingga mineral yang fungsinya bisa membantu penyerapan nutrisi mejadi tidak maksimal.

Langsung saja, cara membuat pollard fermentasi dengan ragi tempe adalah sebagai berikut:

  1. Campur pollard dengan air bersih sampai agak basah. Kalau dikepal air tidak menetes, kalau dibuka, kepalan pollard tidak ambyar.
  2. Pollard dikukus selama 15 – 20 menit. Kemudian didinginkan sampai suhu normal. Jika tidak memungkinkan untuk mengukus, lewati langkah kedua ini.
  3. Tambahkan ragi tempe sebanyak 0,5% dari jumlah pollard. Jika pollard 100 kg, maka ragi tempenya sebanyak 500 gram. Campurkan secara merata.
  4. Tempatkan ke dalam wadah yang rapat (plastik hitam, ember atau tong) dan diamkan selama 2 – 3 hari.
  5. Jemur, keringkan dan giling ulang jika perlu. Karena nanti akan ada miselium warna putih persis saat seperti membuat tempe. Jadi pasti pollard yang terfermentasi akan menggumpal.

Kandungan nutrisi dari pollard yang difermentasi dengan ragi tempe adalah sebagai berikut.[5]

Kandungan nutrisiJumlah
Protein Kasar17,50%
Lemak Kasar1,64%
Serat Kasar3,75%
Kalsium0,14%
Fosfor0,20%
Energi Metabolisme 3438,72 kkal/kg

Sekarang kita hitung biaya tambahan yang diperlukan untuk fermentasi dengan ragi tempe ini.

Harga ragi tempe sekitar 15 ribu untuk 500 gramnya. Jadi per kg pollard yang difermentasi harganya bertambah sebanyak 150 rupiah untuk per kg nya.

Cukup murah jika dibandingkan dengan ragi tape. Dengan sedikit kenaikan pada protein kasar dan serat kasarnya turun banyak. Saya kira ragi tempe bisa menjadi alternatif yang lebih bagus daripada yang lainnya.

Jika ingin lebih murah lagi, jumlah ragi tempenya dikurangi menjadi 0,2% saja. Jadi jumlah raginya hanya 200 gram untuk 100 kg pollard.

Hasilnya juga masih lumayan. Dari sebuah laporan penelitian, kandungan nutrisinya seperti ini.[6]

Kandungan nutrisiJumlah
Bahan kering96,34%
Protein Kasar16,98%
Lemak Kasar8,79%
Serat Kasar12,88%
Abu5,52%
BETN52,17%
Energi Metabolisme 31,48

Kesimpulan

Baik itu wheat bran, wheat pollard, atau campuran bran pollard sama – sama memiliki kualitas yang bagus untuk pakan ternak.

Tapi, menurut saya untuk ternak seperti sapi, kambing atau domba lebih cocok kalau pakai yang bran. Karena kandungan serat kasarnya lebih tinggi dan kandungan pati serta glutennya lebih rendah daripada pollard.

Kalau adanya yang pollard seperti cap angsa, dipakai untuk ruminansia juga tidak masalah. Asalkan tidak diberikan dalam jumlah yang terlalu banyak.

Pollard memiliki kandungan pati yang mudah sekali terfermentasi oleh bakteri rumen. Sehingga kalau tidak diimbangi dengan hijauan yang cukup, bisa menyebabkan kembung (bloat).

Ok, saya kira itu dulu mengenai polar untuk pakan sapi dan ternak lainnya, semoga bermanfaat.

Referensi:

[1] Wardani, Pramudya. 2002. Peningkatan Mutu Wheat Bran Melalui Berbagai Cara Pengolahan Untuk Pakan Broiler. Skripsi. Program Studi Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan IPB Bogor.

[2] Merlina, Suci. 2012. Perubahan Kandungan Nutrient Wheat Bran yang Difermentasi Menggunakan Level Starter Aspergillus Niger yang Berbeda. Skripsi. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB Bogor.

[3] Pantaya, Dadik. 2003. Kualitas Ransum Hasil Pengolahan Steam Pelleting Berbasis Wheat Pollard Yang Mendapat Perlakuan Enzim Cairan Rumen Pada Broiler. Program Pasca Sarjana IPB Bogor.

[4] Bidura, I G.N.G. Dkk. Pengaruh Penggunaan Pollard Terfermentasi Dengan Ragi Tape Dalam Ransum Terhadap Produksi Telur Ayam Lohmann Brown. Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Majalah Ilmiah Peternakan. Volume 17 Nomer 1 tahun 2014.

[5] Mardiastuti, Endang Sri. 2004. Pengaruh Penggunaan Dedak Gandum (Wheat Pollard) Terfermentasi terhadap Kualitas Telur Ayam Arab. Skripsi. Jurusan Program Studi Fakultas Pertanian UNS Surakarta.

[6] Munir, Miftakhul. Romziah dan Gunanti Hahasri. Peningkatan Nilai Nutiri Pollard Melalui Fermentasi Ragi Tempe Sebagai Bahan Pakan Buatan Ikan Nila (Orechromis niloticus). Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelauatan. Vol. 7 No. 1, April 2015.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *