Obat Mujarab Kambing Kudisan dengan Asap Cair

Silahkan share di:
Penyakit kambing yang dikarenakan parasit diantaranya ialah kudis atau scabies, penyakit pada saluran pencernaan dan penyakit cacing hati.

Penyakit kudis pada kambing dan domba yang disebabkan karena infeksi Sarcoptes scabei sering menyerang ternak kambing atau domba.

Kudis ini menyebabkan luka keropeng pada kulit di seluruh tubuh.

Kambing atau domba menjadi gelisah karena rasa gatal, nafsu makan menurun, kurus, bila penyakit sangat parah dan tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian.

Penyakit ini sangat menular ke hewan lain dan juga ke manusia

obat-mujarab-kambing-kudisan-dengan-asap-cair

Scabies atau kudis adalah salah satu penyakit yang sering dijumpai pada kambing dan domba. Penyebab penyakit scabies atau gudig ini adalah tungau Sarcoptes scabiei.

Tanda-tanda dari penyakit scabies ini adalah kambing atau domba mengalami gatal-gatal, kulit mengeropeng, bulu rontok di daerah yang terifeksi dan pada stadium lanjut kulit bisa menebal dan berlipat-lipat.

Scabies atau kudis dapat menular dengan mudah melalui kontak langsung, dan bahan-bahan yang ada di kandang seperti pagar, tempat pakan, dan bahan-bahan lain yang telah terkontaminasi oleh penyakit ini.

Penyakit scabies atau kudisan ini dapat menimbulkan kerugian yang besar terhadap peternakan kambing atau domba.

Kambing atau domba yang terserang penyakit scabies atau kudisan  dapat mengalami penurunan berat badan, penurunan produksi daging, kualitas kulit jelek dan mungkin juga mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

Selain itu, kambing atau domba yang terserang penyakit kudis atau scabies kalau dijual akan ditawar murah.

Obat untuk penyakit scabies atau kudis ini sudah cukup banyak.

Diantaranya pengobatan secara tradisional. Scabies/kudis yang menyerang kambing dapat diobati dengan oli bekas yang dicampur dengan belerang.

Cara pengobatannya dengan mengoleskan campuran tersebut ke kulit atau bagian tubuh kambing/domba yang terserang penyakit scabies.

Asap Cair

Ada sebuah jurnal publikasi yang tidak sengaja saya temukan isinya kurang lebih menyatakan bahwa asap cair bisa dimanfaatkan sebagai obat scabies atau kudis.

Penulisnya adalah peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali.

Asap cair ini ternyata cukup efektif dalam mengatasi penyakit scabies/kudis pada kambing dan domba.

Lebih menariknya lagi, bahan baku pembuatan asap cair ini dari sisa-sisa pakan kambing.

Dalam penelitian ini pakan kambing yang digunakan adalah lamtoro, gamal dan kaliandra.

Sebelum dibuat asap cair sisa pakan kambing ini dikeringkan terlebih dahulu dengan sinar matahari.

Sederhananya, Asap cair ini adalah produk hasil penyulingan dari sisa-sisa pakan kambing tadi.

Karena setelah saya baca, proses produksinya sama dengan proses penyulingan. Misalnya menyuling cengkeh, jahe dan daun cengkeh.

Tapi karena sifatnya ilmiah, jadi penjelasan dalam publikasinya juga bahasanya ilmiah.

Intinya, kayu, ranting, dan daun juga bisa dimasukkan dalam sebuah tungku besar kemudian dibakar.

Selama pembakaran, tungku harus tertutup rapat, hanya terdapat satu lubang atau saluran untuk aliran asap pembakaran dari dalam tungku.

Aliran asap ini kemudian didinginkan. Karena mengalami pendinginan, asap ini akan mengembun dan terbentuklah asap cair.

Asap cair yang terbentuk lalu disimpan dan dimanfaatkan untuk obat penyakit kudis atau scabies.

Secara ilmiah penjelasan asap cair adalah seperti ini:

Proses ilmiah yang terjadi selama pembuatan asap cair adalah proses pirolisis.

Pirolisis atau termolisis adalah proses dekomposisi/perombakan secara kimia dengan menggunakan pemanasan tanpa kehadiran oksigen.

Proses ini sebenarnya merupakan bagian dari proses karbonisasi, yaitu proses untuk memperoleh karbon atau arang.

Jadi, sebagian menyebut bagian pada proses pirolisis merupakan High Temperature Carbonization (HTC), lebih dari 500 ºC.

Proses pirolisis menghasilkan produk berupa bahan bakar padat yaitu karbon, cairan berupa campuran tar dan beberapa zat lainnya.

Produk lain adalah gas berupa karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan beberapa gas yang memiliki kandungan kecil.

Hasil dari pirolisa ini nantinya adalah asap dalam bentuk cair berwarna hitam pekat.

Asap cair ini banyak mengandung hidrokarbon dan senyawa polifenol yang berasal dari tanaman.
Kandungan hidrogen juga terdapat dalam produksi asap cair ini.

Asap cair merupakan cairan disperse uap dalam air atau cairan kondensasi dari pyrolisa kayu tempurung kelapa atau bahan sejenis sehinggga menghasilkan asap cair yang memiliki sifat spesifik asap.

Asap cair memiliki sifat antioksidatif dan bisa digolongkan sebagai antioksidan alami.

Kandungan Asap Cair & Manfaatnya

Asap cair yang diperoleh kemudian diuji dilaborat dan didapat hasil seperti pada tabel di bawah:

obat-mujarab-kambing-kudisan-dengan-asap-cair
o-Cresol itu adalah salah satu senyawa fenol.

Dalam dunia industri, o-Cresol digunakan untuk membunuh berbagai jenis serangga. o-Cresol juga biasanya ditambahkan dalam produk pembersih yang fungsinya sebagai desinfektan.

Senyawa guaniacol & p-ethylguanicol  fungsinya adalah untuk desinfektant.

Senyawa creosol ini berfungsi sebagai antijamur dan antimikroba, digunakan juga sebagai insektisida dan obat dipping pada hewan dengan toksisitas yang sedikit.

Bahan – bahan ini yang telah membuat parasit Sarcoptes scabiei menjadi mati dan efek sekundernya dapat terobati.

Dari hasil penelitian dilaporkan kambing yang tekena scabies/kudis dengan pengobatan menggunakan asap cair ini sembuh dalam 2 minggu.

Dosis pengobatannya dilakukan 3 kali dalam dua minggu tersebut. Tidak 3 kali secara persis tapi ditulis rata-rata 3 kali dalam 2 minggu.

Silahkan share di:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan komentar