Abamectin Untuk Cabe Sangat Efektif Untuk Thrips Tapi Ulat Grayak Sudah Resisten

SHARE:

Abamectin untuk cabe berfungsi sebagai insektisida. Bahan aktif abamectin untuk cabe sangat efektif untuk mengendalikan hama dan serangga yang menyerang cabe.

Berdasarkan penelitian, secara nyata mengunakan abamectin untuk cabe bisa mengendalikan hama dan meningkatkan hasil.[1]

  • Jumlah populasi thrips parvispinus pada tanaman cabai lebih sedikit.
  • Meskipun thrips ada yang lolos dari abamectin, tingkat kerusakan cabe tidak parah (ringan).
  • Karena serangan thrips bisa dikendalikan, secara langsung produksi cabe akan meningkat.

Peran insektisida ini sangat penting dalam pertanian cabe. Meskipun ada sebagian kalangan yang pro dan kontra, tetap harus diakui peran insektisida kimia masih penting. Alias belum bisa ditinggalkan.

Hal ini karena banyak sekali penyakit dan hama yang bisa menyerang cabe. Setidaknya ada 15 jenis hama dan penyakit cabe yang sering menyerang. Mulai dari serangga, virus, bakteri, dan jamur.

Karena selain tingkat keberhasilannya tinggi dalam memberantas hama, menggunaan insektisida kimia juga paling efisiesan dalam teknis pelaksanaannya.

Penyiapannya lebih praktis, simple, cepat dan bisa bekerja secara langsung terhadap serangga atau OPT cabe.

Kalau soal harga, saya kira cukup sebanding biaya produksinya dengan insektisida nabati. Insektisida nabati membutuhkan jumlah yang besar untuk hasilnya bisa setara dengan insektisida kimia.

Jika bahan untuk insektisida nabati tidak gratis, kemungkinan biaya pembuatannya malah lebih tinggi daripada yang kimia.

Jika tidak dilakukan secara terpadu, insektisida berbahan alami masih di bawah insektisida kimia untuk keberhasilannya.

Akan tetapi, insektida kimia berbahan aktif abamectin bukannya tanpa resiko. Banyak resikonya, baik itu secara langsung ke petani maupun ke ekosistem lingkungan untuk jangka panjangnya.

Hal ini karena abamektin adalah bahan yang sangat beracun. Sehingga sangat efektif dalam memberantas penyakit cabe. Sampai – sampai binatang disekitarnya juga bisa kena dampaknya.

Apa itu abamectin?

Abamektin bisa disebut juga dengan avermectin. Karena komposisi utama dari abamektin adalah avermectin.

Kemudian avermectin ini dibuat dari dua bahan yaitu avermectin B1a dan avermectin B1b. Jumlah avermectin B1a lebih banyak daripada avermectin B1b.

Dalam campurannya, avermectin B1a lebih dari 80%, sedangkan B1b kurang dari 20%.

Intinya seperti itu lah.

Abamectin untuk cabe bisa berguna untuk mengontrol dan memberantas berbagai jenis hama penyerang. Nanti kita akan lihat di target sasaran dari abamectin ini.

Karena abamectin memiliki daya racun yang tinggi, penggunaannya harus bijak.

Rata – rata semua merk insektisida yang mengandung abamektin pasti sudah terdaftar. Dan pasti ada petunjuk pemakaian yang aman untuk diikuti.

Meskipun demikian, kita perhatikan kondisi sekitar, karena selain hama yang ingin kita berantas, ada jenis hewan yang sangat sensitif terhadap abamectin ini.

Berikut ini ada beberapa data yang perlu kita perhatikan:[2]

  • Abamectin tidak bersifat karsinogen dan mutagenik. Artinya terkena atau terpapar abamectin tidak menyebabkan gen bermutasi atau menjadi penyakit kanker. Setidaknya ini sudah diujikan pada hewan tikus.
  • Abamectin yang masuk ketubuh bisa dikeluarkan dengan sendirinya. Abamectin akan masuk ke dalam darah dan dikeluarkan lewat kotoran. Beberapa hewan mamalia bisa mengeluarkannya dalam 2 hari, tikus percobaan selama 1,2 hari, kera dalam 7 hari dan kambing sekitar 10 hari. Tapi ada kemungkinan bisa lebih lama karena dari sumbernya, abamectin yang berhasil keluar tidak sampai 100%.
  • Abamectin tidak beracun terhadap unggas. Cabe yang ditanama di sekitar kandang uggas, tidak masalah disemprot dengan abamectin.
  • Sangat beracun terhadap ikan dan lebah. Untuk pengusaha akuaponik yang menggunakan cabe sebagai tanamannya, jangan menggunakan abamectin.

Konsentrasi abamectin tertinggi

Kita bisa mengetahui konsentrasi abamectin dari sebuah merk insektisida dengan melihat kode angka setelah merknya.

abamectin untuk cabe

Arti kode tersebut bisa dilihat pada tabel di bawah ini. Nanti disortir sendiri (dengan produk yang ada).

Kode ini artinya adalah konsentrasi abamektinnya, bukan aturan penggunaan. Aturan penggunaan biasanya tetap sama, yaitu mengambil abamektin dari botol sebanyak 0,5 – 2 ml untuk dilarutkan lagi ke dalam air.

Kode konsentrati AbamectinArtinya
18 EC18 gram abamektin/liter
50 EC50 gram abamektin/liter
94 TC94 % abamektin dalam bentuk tepung
95 TC95 % abamektin dalam bentuk tepung
30 EC30 gram abamectin / Liter
40 EC40 gram abamectin / Liter
32 EC32 gram abamectin / Liter
36 EC36 gram abamectin / Liter
39 EC39 gram abamectin / Liter
2 WP2% abamectin dalam bentuk tepung
20 EC20 gram abamectin / Liter
37 EC37 gram abamectin / Liter
100 ECAbamectin 100 gram/liter

Tabel di atas adalah kode konsentrasi insektisida dengan bahan tunggal, yaitu abamectin.

Untuk produk insektisida dengan bahan aktif lebih dari satu, arti kode terserah produsennya.

Contohnya adalah segai berikut.

MerekKonsentrasi bahan aktif
ABASTAR 290 SC (umum)Abamectin 40 gram/liter

Klorfenapir 250 gram/liter

Arizona 55 ECAbamectin 22,5 gram/liter

Emamektin benzoat 32,5 gram/liter

Belawan 365 ECAbamectin 45 gram/liter

klorfenapir 320 gram/liter

Ceba 125 ECAbamectin 25 gram/liter

Asetamiprid 100 gram/liter

D-Mectin 530 SLAbamectin 20 gram/liter

Dimehipo 510 gram/liter

Debest 200/20 ECAbamectin 20 gram/liter

Klorpirifos 200 gram/liter

Laconic 500 ECAbamectin 20 gram/liter

Klorpirifos 480 gram/liter

Lakabaabsolute 25/200 ECAbamectin 25 gram/ltier

Triazofos 200 gram/liter

Matriz Win 300 ECAbamectin 200 gram/liter

Imidakloprid 100 gram/liter

Neonero 32,5 WPAbamectin 2,5 %

Imidakloprid 30%

Neorocker 75 ECAbamectin 25 gram/liter

Lamda sihalotrin 50 gram/liter

Dronne 500 EcAbamectin 20 gram/liter

Klorpirifos 480 g/liter

Ranevo 30/250 ECAbamectin 30 gram/liter

Klorpirifos 250 g/liter

Sagri – Power 288 ECAbamectin 37 gram/lter

Fenpropatrin 251 gram/liter

Sanmex 250/37 SCAbamectin 37 gram/liter

Klorofenapir 250 gram/liter

Stagee 30/120 CSAbamectin 30 gram/liter

Imidakloprid 120 gram/liter

Upseel 40/200 ECAbamectin 40 gram/liter

Triazofos 200 gram/liter

Voliam targo 63 SCAbamectin 18 gram/liter

Klorantraniliprol 45 gram/liter

Domore 30/250 ECAbamectin 30 gram/liter

Klorfenapir 250 gram/liter

Baltik 536 ECAbamectin 36 gram/liter

Klorpirifos 500 gram/liter

Dakkar 200/18 ECAbamectin 18 gram/liter

Permetrin 200 gram/liter

 

Target hama abamectin untuk cabe

Insektisida abamectin bisa mentarget jenis hama yang sangat luas. Mulai dari kutu, ulat, dan wereng.

Oleh sebab itu, abamectin tidak hanya untuk cabe saja. Untuk tanaman jenis lain juga banyak yang direkomendasikan menggunakan insektisida berbahan abamektin.

Selain sebagai insektisida kontak, abamectin juga bisa memberikan efek pada telur dari hama.

Misalnya telur mereka menjadi tidak fertil sehingga tidak bisa menetas. Atau tingkat penetasannya menjadi lebih rendah.

Berikut ini adalah target atau sasaran hama abamectin untuk cabe.

  • Thrips parvispinus
  • Thrips palmi
  • Kutu daun Myzus persicae
  • Ulat grayak Spodoptera litura

Hama di atas adalah target dari insektisida untuk cabe yang berbahan aktif abamectin. Kalau dikumpulkan dari semua jenis tanaman, tentu ada banyak jenis hamanya. Tapi karena kusus cabe, hanya ada 4 di atas.

Abamectin untuk cabe ini hanya salah satu bahan aktif insektisida yang bisa kita pilih. Selain abamektin juga banyak yang bisa dipakai untuk mengendalikan jenis hama yang sama pada cabai.

Misalnya, untuk ulat grayak selain pakai abamectin, kita juga bisa memakai insektisida dengan bahan aktif fenvalerat, sipermetrin, dan dimehipo.

Begitu juga dengan jenis hama yang lain, alternatifnya banyak selain dari abamectin.

Akan tetapi, abamectin memiliki kelebihan tersendiri.

Kelebihan abamectin untuk cabe

  • Abamectin tidak mudah tercuci oleh air hujan. Sehingga khasiatnya bisa bertahan lebih lama pada tanaman. Kurang lebih lama waktu ini sekitar 7 hari.
  • Bahan aktif insektisida ini bekerja secara kontak. Hama yang terkena semprotan abamectin secara langsung akan langsung merasakan efeknya.
  • Abamectin bekerja dengan cara menghambat transmisi syaraf sehingga hama akan langsung lumpuh (paralisis) total karena yang sistem syarafnya rusak.
  • Dengan penggunaan dosis yang rendah, meskipun harga per kemasan lebih mahal, abamectin menjadi lebih irit. Rata – rata dosis yang dianjurkan antara 0,5 – 2 ml / liter.
  • Penggunaan abamectin yang sesuai anjuran, tidak menimbulkan efek samping negatif terhadap tanaman.

Meskipun terhadap tanaman tidak terlalu ada efek sampingnya, bukan berarti tanpa kelemahan sama sekali.

Kita akan lihat seperti apa efek samping dari penggunaan insektisida terhadap lingkungan. Termasuk insektisida dengan bahan abamectin ini.

Kelemahan abamectin

Tidak terbatas pada abemectin, tapi juga pada insektida, fungisida dan obat – obat pertanian kimia lainnya.

Dampak yang kemungkinan akan ditemui jangka panjangnya adalah sebagai berikut:

Potensi keracunan terhadap petani

Berdasarkan survey penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 kepada petani cabai di Bandungan Semarang, dari 50 petani yang dijadikan sampel, 13% mengalami keracunan berat dan sisanya, 74% keracunan ringan.[3]

Petani cabe dianggap mengalami keracunan berat dengan hasil uji untuk kadar kholinesterase dalam darah <5100 U/L. Sedangkan keracunan ringan kalau kholinesterase dalam darah antara 5100 – 11.700 U/L.

Tingginya angka kejadian waktu itu karena petani rata – rata tidak memakai APD yang memadai. Dimana hanya mengenakan baju partai lengan panjang, celana panjang dan topi.

APD lain seperti sarung tangan, sepatu bot, masker dan kacamata sering diabaikan.

Ada residu bahan kimia pada produk pertaniannya.

Penggunaan insektisida kimia dengan cara berlebihan akan meninggalkan residu (sisa) yang menempel pada produk sayuran.

Pernah dilakukan survey pada tahu sekitaran 2017. survey dilakukan pada lahan sentra pengembangan sayuraan di Sumatera Selatan.[4]

Hasilnya pada produk sayur seperti kentang dan cabai keriting ditemukan sisa residu bahan kimianya. Meskipun jumlahnya masih tergolong sangat sedikit.

Seandainya, bahan kimia ini ditakdir bisa terlihat kasat mata, siapa yang mau memakannya?

Membunuh organisme hayati yang berguna bagi tanah

Ketika para petani mengunakan pestisida atau insektisida kimia, pasti akan ada yang jatuh ke tanah. Haqqul yaqin pasti ada.

Persoalan yang akan muncul kemudian adalah bahan kimia yang jatuh ke tanah tersebut akan mencemari tanah.

Tanaman tidak bisa mengambil dan menyerap insektisida yang sudah jatuh ke tanah. Mereka tidak membutuhkannya. Yang butuh insektisida tersebut sebenarnya adalah kita.

Kemudian sisa bahan kimia di tanah ini hanya bergantung pada alam bagaimana mengurainya. Dan sepertinya membutuhkan waktu yang lama.

Pengaruhnya adalah pada organisme lain yang sebenarnya berguna bagi tanah. Misalnya cacing tanah.

Dari sebuah penelitian, hal tersebut secara nyata mempengaruhi jumlah adanya cacing tanah dalam suatu lahan.

Semakin banyak dan tinggi dosis insektisida yang digunakan, jumlah cacing tanah semakin berkurang.[5] Otomatis kesuburan tanah secara alami akan berkurang.

Resistensi hama terhadap insektisida

Yang cukup mengerikan adalah ketika hama menjadi resisten terhadap insektisida. Artinya kebal dan tidak mempan.

Hama yang menjadi resisten ini fakta, bukan kabar burung lagi.

Faktanya, hama ulat grayak ( S. Litura F.) asal karangploso malang telah mengalami resistensi terhadap abamektin 18ec.[6]

Abamektin 18EC adalah bahan aktif dalam insektida dengan konsentrasi yang paling rendah.

Akibatnya petani harus meningkatkan dosis, supaya penyemprotan dengan insektisida bisa bekerja.

Efeknya akan menjadi panjang.

  • Dengan dosis naik, maka tingkat keracunan penyemprot menjadi lebih tinggi. Jika Alat pelindung diri selama bekerja diabaikan.
  • Pencemaran terhadap tanah dan lingkungan akan semakin besar. Selanjutnya dalam jangka panjang kesuburan tanah menjadi sangat kecil.
  • Residu pada produk pertanian akan jumlahnya semakin meningkat.

Seperti itulah gambaran bahan abamektin untuk cabe. Efektif memang dalam aplikasinya.

Tapi kita harus bijaksana dalam menggunakannya. Tidak boleh berlebihan.

Itu saja, semoga bisa berguna.

Terima kasih dan sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] Wayan Agus Andi Sulhan, Dwi Widaningsih, dan I ketut Sumiartha. Pengaruh Abamektin 18 G/L Terhadap Kelimpahan Populasi dan Tingkat Serangan Thrips parvispinus Karny (Thysanoptera: Thripidae) pada Tanaman Cabai Besar. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika Vol. 6, No. 4, Oktober 2017.

[2] http://pmep.cce.cornell.edu/profiles/extoxnet/24d-captan/abamectin-ext.html#2

[3] Afriyanto. 2008. Kajian Keracunan Pestisida Pada Petani Penyemprot Cabe di Desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang.

[4] Syahri dan Renny Utami Somantri. Studi Dampak Aplikasi Pestisida Terhadap Residu Yang Ditimbulkannya Pada Sayuran Di Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2017.

[5] Rlita Juniarti dan Suhandoyo. Pengaruh Insektisida Abamektin Terhadap daya Tetas kokon Cacing Tanah (Lumbricus rubellus). Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 8 Tahun 2018.

[6] Oktarina, Rahma Greta. 2015. Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Mipa Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas jember.

 

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *