Asam Humat Definisi dan Manfaatnya

Asam humat adalah zat organik yang memiliki struktur kompleks dan salah satu bagian dari humus. Oleh sebab itu, adanya humat pada tanah sangat baik pengaruhnya untuk kesuburan tanaman. Karena asam humat bisa dikatakan sebagai perantara antara unsur hara dan akar tanaman. Lebih dari itu, humat memiliki manfaat yang jauh lebih besar. SUDAH SAATNYA KITA MEMAKAI PRODUK ORGANIK YANG TIDAK TERLALU DIBUKA OLEH ILMU PERTANIAN MODERN.

Apa itu asam humat?

Asam humat adalah zat organik yang  memiliki struktur molekul kompleks dengan berat molekul tinggi (makromolekul atau polimer organik) yang mengandung gugus aktif.

Di alam,  asam humat terbentuk melalui proses fisika, kimia, dan biologi dari bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan maupun hewan melalui proses  humifikasi.

Dengan kata lain, kita bisa membuat asam humat sendiri dengan proses – proses di atas. Yaitu dengan membuat kompos dari bahan organik.

Semua kompos bisa menghasilkan asam humate. Asalkan, dibuat dengan proses yang benar. Bahkan, jika ingin menghasilkan asam humate yang lebih tinggi, kita bisa membuat dari kompos kotoran sapi.

Asam humat memiliki kemampuan untuk menstimulasi dan mengaktifkan proses biologi dan fisiologi pada organisme hidup di dalam tanah.

Hal tersebut karena strukturnya terdiri dari campuran senyawa organik alifatik dan aromatic. Misalnya adanya gugus  aktif asam karboksilat dan quinoid yang terdapat pada struktur asam humate.

Hal ini menyebabkan asam humat bersifat lebih sebagai soil conditioner (pembenah tanah).

Dengan kata lain, asam humat adalah zat organik yang mengikat molekul lain seperti air, dan unsur hara. Sehingga, akar tanaman sangat terbantu oleh asam humat ini.

Struktur asam humat

Asam humate memiliki struktur yang kompleks karena terdiri dari senyawa organik alifatik dan aromatik, fenol dan karboksilat yang bergabung bersama.

Kalau kita sedikit faham tentang kimia, kita akan mudah untuk memahaminya. Secara kimia, kita bisa melihatnya pada gambar di bawah ini.

asam humat

Adanya gugus karboksilat dan fenolat memberikan asam humate kemampuan untuk membentuk kompleks dengan ion seperti Mg2+, Ca2+, Fe2+, dan Fe3+.

Banyak asam humate memiliki dua atau lebih gugus ini yang tersusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan pembentukan kompleks khelat.

Pembentukan kompleks (khelat) merupakan aspek penting dari peran biologis asam humat dalam mengatur bioavailabilitas ion logam. Bioavailabilitas kurang lebih adalah ketersediaan ion – ion logam secara alami.

Khelat ini sangat penting karena ion – ion di atas jika tidak diikat oleh senyawa lain, mereka akan bereaksi dengan unsur lain dan menghasilkan unsur lain yang padat. Dengan adanya asam humat, hal tersebut tidak terjadi.

Penggunaan asam humate

Cara menggunakan asam humate harus secukupnya. Intinya, tidak usah berlebihan.

Hal ini karena asam humat bisa memberikan reaksi pada pH tanah. Asam humat cair bisa membuat tanah menjadi basa. Sedangkan asam humat padat, bisa membuat pH tanah cenderung asam.

Amannya, menggunakan asam humat sebaiknya mengikuti panduan kemasannya. Cara menggunakan asam humat.

Manfaat asam humate untuk pertanian

Manfaat humat ini secara garis besar memang untuk pertanian. Utamanya untuk memperbaiki sifat tanah.

Selain itu, asam humate juga digunakan untuk melapisi (coating) pupuk. Pupuk yang dilapisi dengan humat memiliki tingkat serapan yang lebih tinggi.

Fakta ini adalah sifat dari asam humat yang berhubungan dengan pertanian. Dengan mengetahui sifat dari asam humate ini kita akan memiliki gambaran betapa bergunanya humat ini.

Fakta – fakta asam humat  di bawah ini juga bisa dianggap sebagai manfaat dari asam humat.

  1. Kapasitas Tukar Kation (Cation Exchange Capacity) yang tinggi. Kation adalah ion yang bermuatan positif, seperti Fe2+, Fe3+, Mg2+, Ca2+, dan K+. Ion – ion tersebut adalah unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman. Menambah asam humate pada tanah bisa meningkatkan kemampuan tanah menahan unsur – unsur hara. Hal ini karena Asam humate membentuk senyawa kompleks dengan unsur mikro, sehingga melindingi unsur tersebut dari pencucian oleh air hujan.
  2. Memiliki kemampuan mengikat air (Water Holding Capacity) yang besar. Asam humate sendiri kemampuan dalam mengikat air adalah sekitar 90%. Sehingga, penambahan asam humate ini otomatis bisa meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air.
  3. Memiliki sifat absorpsi. Asam humate mampu mengikat dan mengendapkan polutan seperti logam berat di dalam tanah sehingga mengurangi kadar racun tanah.
  4. Sebagai zat pengompleks (Chelating/Complexing Agent), dan
  5. Kemampuan untuk mengikat (fiksasi) polutan dalam tanah.
  6. Berperan dalam melarutkan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah sehingga tanah akan menjadi gembur kembali (memperbaiki tanah),
  7. Sebagai pelarut TSP / SP36,
  8. Membantu menstabilkan pH,
  9. Mengatur pergerakan dan penyaluran unsur hara dalam tanah,
  10. Menciptakan lingkungan yang sesuai bagi perkembangbiakkan mikro organisme berguna bagi tanaman pada tanah,
  11. Meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman pada sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan,
  12. Untuk meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki sifat fisika-kimia pada lahan kritis, dan
  13. Mengurangi penggunaan pupuk anorganik (pupuk sintetis kimia) sehingga dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan dan menguntungkan secara ekonomi.
  14. Meningkatkan masukan (uptake) nutrient melalui konversi hara menjadi bentuk ketersediaan.
  15. Meningkatkan permeabilitas membran tanaman.
  16. Mengikat dan mengatur pelepasan hara sesuai kebutuhan tanaman sehingga meningkatkan efisiensi pemupukan.
  17. Memperbaiki struktur tanah secara fisik maupun kimia sehingga terbentuk tanah yang lebih gembur berstruktur remah dan lebih ringan. Keasaman tanah juga dapat dikurangi, terutama tanah yang banyak mengandung alumunium karena asam humat mengikat alumunium sebagai senyawa kompleks yang sulit larut dalam air sehingga tidak dapat terhidrolisis.
  18. Menstimulasi aktifitas mikrobiologi tanah sehingga meningkatkan pertumbuhan akar tanaman. Meningkatkan aerasi tanah akibat dari bertambahnya pori tanah dari pembentukan agregat.
  19. Menciptakan situasi tanah yang kondusif untuk menstimulasi perkembangan mikroorganisme tanah yang berfungsi dalam proses dekomposisi yang menghasilkan humus (humifikasi).
  20. Aktivitas mikroorganisme di atas tanah akan menghasilkan hormon-hormon pertumbuhan seperti auxin, sitokinin, dan giberillin.

Asam humate untuk tanaman

Asam humate sekarang sudah tersedia dalam bentuk produk yang langsung pakai. Jadi kita tidak perlu repot untuk membuatnya sendiri melalui pengomposan bahan organik.

asam humat

ini adalah contoh salah satu produk asam humat yang bisa ditemui di pasaran.

Tanah yang kualitasnya sudah menurun, dengan menambah asam humat, maka kualitasnya bisa diperbaiki.

Secara langsung, menambah asam humate pada tanaman pertanian memberikan hasil yang sangat berbeda. Kuantitas dan kualitas produksi semakin meningkat, meskipun cost produksi tetap.

Cost produksi ini meliputi tenaga kerja, modal, dan pemupukan.

Kita bisa melihatnya pada beberapa data di bawah ini.

  • Penerapan asam humate sebagai pelengkap pupuk mampu meningkatkan ketersediaan dan pengambilan unsur hara bagi tanaman. Ketersediaan dan pengambilan N,P,K, Zn dan Fe tertinggi ditemukan pada perlakuan asam humat 20 kg ha-1 bersama pupuk NPK dosis 100%. Aplikasi asam humat pada tanah terbukti meningkatkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, berat, kandungan nutrisi buah jagung).Takaran paling efisien untuk pemupukan adalah asam humat 20 kg/ha bersama 150 kg/ha urea, 200 kg/ha SP36 dan 50 kg/ha KCl.[1]
  • Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa penambahan asam humat memiliki korelasi positif terhadap peningkatan populasi mikroorganisme tanah dan serapan hara. Kelimpahan terbesar dari populasi beijerinckii dan A. niger diperoleh pada penambahan 7,5-12,5 mL asam humat. Penambahan asam humate serta ombinasinya dengan pupuk NPK dapat meningkatkan kadar hara daun N (5,7%), P(21,4%), dan K (17,2%) serta 5,4 – 41,7% bobot kering bibit kakao.[2]
  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan tanpa K, asam humate dapat meningkatkan jumlah daun, indeks kehijauan daun, dan bobot buah per tanaman[3]
  • Pemberian Asam Humate dengan dosis 1 g/tanaman secara umum meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah buah panen hasil persilangan Paprika dan Cabai merah tetapi tidak berbeda nyata pada perlakuan lain; Dari beberapa konsentrasi yang telah dicoba, pemberian Asam Humate 1 g/ tanaman memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman dan jumlah buah panen.[4]
  • Perlakuan pemberian asam humate dan pupuk NPK Phonska 15-15-15 dapat meningkatkan serapan nitrogen pada tanaman padi pada umur 4 MST dan 7 MST, pertumbuhan vegetatif tanaman, residu nitrogen dalam tanah, pH tanah, dan C-organik tanah. Perlakuan A3 (Asam Humate 3 kg ha-1 + Phonska 240 kg ha-1) menghasilkan serapan N tertinggi pada umur 4 MST dan 7 MST yaitu 1,03 g anaman-1 dan 1,77 g tanaman-1, tanaman padi tertinggi yaitu 41,70 cm, jumlah anakan tertinggi yaitu 8 anakan, dan meningkatkan residu nitrogen (0,23%) dalam tanah, pH, dan C-organik tanah tertinggi.[5]

Beberapa data di atas adalah hanya kesimpulan dari beberapa penelitian yang saya temukan. Jika nantinya sudah sempat, ada beberapa topik  yang ingin saya tulis secara spesifik tentang manfaat asam humat untuk tanaman ini.

Kita sendiri bisa kok mencarinya. Karena rata – rata penelitian ini dilakukan sudah beberapa tahun yang lalu. Artinya, asam humate ini bukannyal hal yang baru. Tapi karena ini lebih menguntungkan bagi petani, jadi kurang disenangi oleh pemain bisnis di bidangnya. Mungkin ya….

Untuk awalan, saya kira cukup. Kita akan sambung di artikel selanjutnya. Terima kasih.

Referensi

[1]  D.Hermanto, N.K.T.Dharmayani, R.Kurnianingsih1, S.R.Kamali.  Pengaruh Asam Humate Sebagai Pelengkap Pupuk Terhadap Ketersediaan dan Pengambilan Nutrien pada Tanaman Jagung di Lahan Kering Kec.Bayan-NTB.   Lembaga Penelitian Universitas Mataram.  Ilmu Pertanian Vol. 16 No.2, 2013 : 28 – 41

[2] Laksmita Prima Santi. Pengaruh Asam Humate terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao) dan Populasi Mikroorganisme di dalam Tanah Humic Dystrudept. Indonesian Research Institute for Biotechnology and Bioindustry, PT Riset Perkebunan Nusantara, Jl. Taman

Kencana No. 1 Bogor 16128. Jurnal Tanah dan Iklim Vol. 40 No. 2 Hal. 87-94.

[3] Hendi Victolika, Sarno & Yohannes Cahya Ginting. PENGARUH PEMBERIAN ASAM HUMATE DAN K TERHADAP

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill). Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Jurnal Agrotek Tropika 2(2):296-301, 2014.

[4] Armi Putri Sandi, Nurrachman, Lestari Ujianto. PENGARUH PEMBERIAN ASAM HUMATE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KETURUNAN F1 HASIL PERSILANGAN PAPRIKA (Capsicum annum var. Grossum L.) DAN CABAI (Capsicum annuum L.). Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram.

[5] Yulia Nuraini, Annisauz Zahro. PENGARUH APLIKASI ASAM HUMATE DAN PUPUK NPK TERHADAP SERAPAN NITROGEN, PERTUMBUHAN TANAMAN PADI DI LAHAN SAWAH. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 7 No 2 : 195-200, 2020.

Please Share:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *