15 Konsentrat Sapi Dengan Bahan Baku Konsentrat Sapi Yang Layak Dicoba

SHARE:

Konsentrat Sapi

Kita akan tahu tentang bahan baku konsentrat sapi yang jenisnya sangat banyak. Jika kesulitan untuk menirunya secara persis, kita bisa mamakai alternatifnya.

Konsentrat sapi adalah ransum pakan ternak yang padat energi dan nutrisi serta mudah dicerna sehingga bisa meningkatkan bobot harian sapi dengan jumlah yang lebih besar.

Karena tujuan utama adalah meningkatkan bobot harian sapi, maka konsentrat harus sebagai sumber protein utama.

Oleh karena itu, biasanya konsentrat yang beredar diharuskan memiliki kandungan protein kasar minimal 12% dan serat kasar kurang dari 18%.

Semakin kecil serat kasar semakin baik, karena akan membuat nilai kecernaan ransum menjadi lebih tinggi.

Standard kandungan nutrisi konsentrat sapi komersil adalah:

Kadar air maksimal 12%.

Protein kasar minimal 12%.

Serat kasar maksimal kurang dari 18%.

Lemak kasar maksimal 6%.

Abu tidak lebih dari 10%.

Total Digestible Nutrient atau TDN minimal 64%.

Jenis pakan yang wajib diberikan kepada sapi

Ada tiga jenis pakan secara umum yang bisa diberikan kepada ternak sapi. Yaitu hijuan, konsentrat dan bahan additif.

Hijauan sifatnya harus ada. Ternak ruminansia, wajib untuk memakan hijauan atau sumber serat ini. Baik itu sapi, kambing atau domba.

Karena sistem pencernaannya memang didesain untuk pakan dengan serat kasar tinggi.

Contoh hijauan yang biasa dipakai untuk pakan sapi adalah jerami, rumput gajah, rumput raja, rumput setaria, jerami jagung (tebon), rumput odot, rumput lapangan, alang – alang dan jenis rumput yang lain.

Legum seperti indigofera juga bisa diberikan untuk sapi. Meskipun jarang yang pakai dan memang kurang populer.

Sebenarnya, sapi bisa tetap hidup dengan pakan rumput saja. Tanpa konsentrat tidak masalah. Tapi perkembangan sapi akan biasa saja.

Tapi juga tergantung dari kualitas rumputnya juga. Kalau misalnya bisa menyediakan alfalfa juga perkembangannya bisa bagus.

Berbeda dengan konsentrat. Sapi tidak bisa hanya dengan diberi pakan konsentrat saja. Pemberian konsentrat pada sapi tetap harus diimbangi dengan pemberian rumput atau pakan sebagai sumber serat.

Terlalu banyak konsentrat bisa membuat acidosis dan kembung (bloating) karena kandungan protein yang berlebihan.

Oleh karena itu, satu jam setelah pemberian konsentrat atau comboran, sapi harus diberi rumput atau jerami.

Konsentrat berbeda dengan pakan komplit (clomplete feed). Pakan komplit memang dibuat dari ransum yang kandungannya seimbang.

Jumlah serat, karbohidrat, protein kasar, serat kasar dan mineral serta vitamin sudah dikalkulasi. Sehingga, dengan pemberian satu jenis pakan, sapi sudah mendapatkan segala kebutuhan nutrisi untuk tubuhnya.

Kalau, bahan additif itu adalah bahan tambahan yang dimasukkan ke dalam ransum dengan jumlah yang sangat sedikit.

Sifatnya hanya sebagai pelengkap saja dan mengoptimalkan ransum utama.

Mineral mix, vitamin dan probiotik termasuk ke dalam bahan additif ini.

Sampai sini kita sudah mengetahui mana pakan yang sifatnya wajib dan mana yang sunah. Rumput atau sumber serat itu wajib dan konsentrat serta bahan additif itu sunah.

Kapan kita harus menggunakan konsentrat?

Konsentrat sapi harus digunakan jika ingin melakukan pemeliharaan sapi dengan sistem penggemukan.

Beli timbang hidup, jual juga timbang hidup. Kalau bisa.

Membeli bakalan dengan taksiran asal tidak meleset banyak juga tidak masalah. Tapi butuh keahlian dan pengalaman.

Tapi keuntungan sistem penggemukan dengan konsentrat ini keuntungannya hanya tipis sekali.

Keuntungan dari penggemukan sapi ini hanya sekitar 1 juta rupiah per ekor selama pemeliharaan 5 bulan.

Itupun kalau target tidak meleset.

Makanya, jika ingin pendapatan rata – rata 3 juta per bulan, kita harus memelihara sapi setidaknya 15 ekor.

Berarti, Anda harus menjadi jutawan dulu untuk bisa menghasilkan jutaan. Karena setidaknya membutuhkan modal ratusan juta untuk modal dan pakan selama pemeliharaan.

Meskipun hanya pelihara satu ekor, pakai pakan konsentrat tetap masih masuk lah. Misalkan secara perhitungan impas karena terget meleset, anggap saja menabung.

Tabungan yang tidak terkena inflasi.

Sebenarnya, kalau mau dan mampu menyediakan rumput, pertumbuhan sapi juga tidak jelek – jelek amat.

Itu tadi, penambahan bobot harian tidak bisa diterget tingi – tinggi.

Menurut penelitian, sapi yang diberi full pakan rumput raja bisa nambah bobot rata – rata 0,36 kg/ekor/hari.[1]

Itu untuk sapi bali. Kalau jenis sapi brahman cross dan jenis sapi unggul lainnya, kemungkinan bisa lebih tinggi lagi.

Seandainya saja tidak buru – buru untuk menjual, mending pakai pakan full rumput saja. Comboran bisa diberikan saat harga dedak padi, onggok dan limbah pertanian sedang murah.

Konsentrat sapi yang sekarang ada di pasaran

Dengan mudahnya mendapatkan konsentrat sapi, sekarang sistem pemeliharaan sudah banyak yang pakai pakan konsentrat.

Meskipun memang jumlahnya tidak sebanyak pakan untuk unggas.

Ada beberapa merk konsentrat sapi yang sekarang ini beredar di pasaran. Ada yang nasional ada yang distribusinya masih lokal.

Kita bisa dengan mudah untuk mendapatkan informasi untuk ini.

Misalnya, Informasi ini saya peroleh berdasarkan riset online termasuk harga penawarannya.

Saran saya, karena ini barang berat, pembelian sebaiknya menghubungi penjual dan menanyakan alamat tokonya, jika ada.

Transaksi dilakukan secara offline supaya tidak terbebani biaya pengiriman yang lumayan banyak.

Beberapa merk konsentrat untuk sapi yang ada dipasaran adalah:

1 . Konsentrat sapi gemuk A

bahan baku konsentrat sapi yang bisa dipakai selain konsentrat sapi gemuk a

Konsentrat sapi ini adalah produk dari japfa. Khusus untuk hewan ruminansia seperti sapi, kambing dan kelinci.

Tidak banyak informasi yang bisa diperoleh dari konsentrat ini. Apakah peredarannya masih banyak atau tidak, saya juga kurang faham.

Kandungan nutrisi dari konsentrat ini adalah:

Air 12%
Protein Kasar 14 – 16%
Lemak Kasar 3 – 7%
Serat Kasar 8%
Abu 10%
Calcium 0,8% – 1%
Phospor 0,6% – 0,8%

Konsentrat ini termasuk sangat joss, karena kandungan serat kasarnya hanya 8%. Pasti bahannya pilihan dengan kualitas itu.

Tapi, konsekuensinya harganya sangat mahal. Penawaran harga antara 325 rb – 335 rb. Berarti per kg nya ketemu antara 6500 – 6700 rupiah.

2 . Indofeed SP25

bahan baku konsentrat sapi yang bisa digunakan selain konsentrat sapi indofeed sp25

Ini juga hampir sama dengan konsentrat gemuk A. Mungkin agak sulit ditemukan. Prediksi saya distribusinya masih lokal yaitu bogor dan jawa barat.

Tapi kualitasnya sedikit lebih baik daripada gemuk A.

Kandungan nutrisinya adalah sbb:

Protein Kasar 14%
Lemak 4%
Serat Kasar 7%
Abu 8%
Protein Dapat Dicerna 12%
T.D.N 68%

Serat kasarnya memang lebih rendah. TDN dan protein tercernanya cukup kecil tapi sudah memenuhi standard.

Harga lebih murah sekitar 5300 per kg nya.

3 . Konsentrat sapi bagus

bahan baku konsentrat sapi sapi bagus

Kandungan nutrisi:

Protein Kasar 16%.

TDN 75 %.

Harga 3300 per kg.

4 . Konsentrat gunung putri

Kandungan nutrisi:

protein kasar 12-14%, BK 79%, TDN 76%.

Harga 98 ribu per 40 kg.

5 . Konsentrat pati feedmill

bahan baku konsentra sapi selain konsentrat pati feedmill

Kandungan nutrisi:

Air 7,46%.

Protein kasar 14,72%.

Serat kasar 25%.

Lemak Kasar 2,52%.

Berat Kering 92,54%.

Abu 11,06%.

Harga 2250 per kg.

Harga termurah dari sekian pilihan yang ada. Kandungan protein kasar lumayan. Tapi serat kasarnya sangat tinggi.

6 . Konsentrat nutrifeed.

Menurut saya ini adalah produsen pakan konsentrat yang cukup terbuka. Mempunyai website yang informatif.

Kita bisa mengetahui kandungan nutrisi langsung dari webnya. Serta ada variasi harga berdasarkan kualitas kandungan nutrisinya.

Bisa kunjungi di nutrifeed.co.id. Ini bukan link aktif karena saya tidak ada kerjasama apapun. Hanya membagikan informasi yang menurut saya berguna. Anda harus copy paste ke google chrome jika ingin membukanya.

Itulah beberapa merk konsentrat yang sudah go online. Rata – rata pemberian pada sapi sebanyak 2% dari berat badan.

Misalnya bobot sapi 300 kg, maka konsentrat diberikan sebanyak 6 kg/ekor/hari.

Jika ingin membuat konsentrat sapi sendiri

Ketiga komposisi comboran di bawah nanti sebenarnya juga sudah bisa dikatakan sebagai konsentrat.

Cuma karena ada ampas tahu, maka setiap hari harus membeli. Karena kondisi basah, tidak bisa disimpan lama – lama. Kecuali kalau mau dijemur dan dikeringkan.

Kalau konsentrat yang kebanyakan sekarang ini ada, itu terdiri dari berbagai macam bahan.

Karena hampir semuanya adalah limbah pertanian dan jumlah penggunaan dalam komposisi konsentrat harus dibatasi.

Sehingga, untuk melengkapinya ditambah dengan bahan – bahan lain supaya nilai nutrisinya berimbang.

Jika skala produksinya cukup banyak, maka diperlukan alat mekanik seperti hammer mill dan mixer. Tapi kalau cuma 1 atau 2 kwintal, pengerjaan dengan tenaga manual masih memungkinkan.

Ini adalah contoh bahan baku konsetrat sapi yang bisa dipakai.

  1. Dedak padi 11 kg
  2. Jagung 9 kg
  3. Bungkil kedelai 4,5 kg
  4. Onggok 15 kg
  5. Bungkil kelapa 5 kg
  6. Bungkil Kelapa Sawit 2,5 kg
  7. Tetes 2,5 kg
  8. CaCO3 0,4 kg
  9. Premix 0,1 kg.

Total bahan 50 kg dengan kandungan nutrisi sekitar:

BK 85,4%, Abu 6,4%, PK 11,1%, SK 9,6%, BETN 64,9%, TDN 76,7%, Ca 0,56%, P 0,603%.

Sekarang mari kita coba hitung biayanya, apakah lebih murah buat sendiri atau lebih efisien beli.

Dari survey harga yang saya lakukan, daftar harga untuk bahan baku konsentrat di atas adalah sebagai berikut.

BahanHarga (Rp./kg)Total Rp
Dedak padi250027500
Jagung470042300
Bungkil Kedelai9000 (belum giling)40500
Bungkil Kelapa400020000
Bungkil kelapa sawit550013750
Onggok200030000
Molases15003750
CaCO3 (grade teknis)2000800
Premix150001500
Total180,100

 

Ketemu harga per kg nya adalah 3600 rupiah. Cukup mahal dengan kandungan nutrisi PK hanya 11 – 12%.

Jadi, kesimpulan dari cara membuat konsentrat sapi dengan bahan baku konsentrat seperti di atas tidak masuk untuk peternak kecil.

Karena jika perhitungan dilakukan dengan harga bahan baku eceran, harga per kg nya lebih mahal. Lebih murah dengan cara beli lagsung.

Kecuali untuk produksi massal, harga bahan baku bisa mendapat yang lebih murah dari suplier.

Alternatif konsentrat sapi pabrikan

Sebenarnya sudah banyak peternak yang menggunakan alternatif konsentrat dari pabrik.

Mungkin karena mahalnya harga konsentrat atau barangnya yang sulit untuk ditemukan, banyak yang memakai bahan alternatif.

Meskipun pakai bahan alternatif, pertumbuhan sapinya juga tidak kalah dengan yang pakai konsentrat.

Tapi bahan alternatifnya harus bagus. Kalau bahannya kualitas ampas juga sama saja. Sapi asal kenyang saja.

Bahan alternatif yang bagus adalah ampas tahu, bungkil kedelai, bungkil inti sawit dan polar.

Dedak, singkong cacah dan onggok kualitas bahannya tidak terlalu bagus. Biasanya hanya dipakai untuk campuran ampas tahu.

Beberapa komposisi konsentrat alternatif adalah sebagai berikut:

1 . Ampas tahu, dedak dan singkong

Ampas tahu basah 20 kg, dedak 2 kg dan singkong cacah 6 kg, bisa menambah bobot sapi simental sebanyak 1 kg/ekor lebih tiap harinya.

Komposisi konsentrat alternatif ini berdasar survey penelitian di salah satu peternakan.[2]

Komboran sebanyak itu pemberiannya dibagi menjadi dua. Yaitu pagi dan sore hari.

Sedangkan hijauan hanya menggunakan jerami padi. Pemberian jerami juga dua kali, yaitu satu jam setelah pemberian komboran.

2 . Dedak padi

Dedak padi itu bisa digunakan sebagai full pakan penguat, kalau memang tidak memungkinkan untuk mendatangkan konsentrat.

Tapi tetap harus ada pakan hijauan yang cukup baik. Misalnya tebon jagung atau rumput gajah.

Perbandingan antara rumput dan dedak padi adalah 60:40.

Tapi, dedak padi yang kualitas bagus (yang halus). Karena proteinnya cukup tinggi sekitar 10% nan.

Sapi perah yang diberi ransum seperi di atas masih bisa berproduksi susu sebanyak 7,5 liter/ekor/hari.[3]

Penelitiannya memang dilakukan pada sapi perah. Kalau sapi perah bisa berproduksi dengan lumayan, maka untuk sapi potong juga kemungkinan akan bagus juga.

Jika kita sering lihat youtube tentang peternak sapi, ternyata juga tidak sedikit peternak yang hanya memakai dedak padi sebagai comborannya.

Hasilnya, ternyata tidak mengecewakan.

Supaya lebih maksimal, dedak padi ini bisa difermentasi untuk menurunkan serat kasar dan menaikkan tingkat kecernaannya.

3 . Ampas tahu, polard dan katul.

Komposisi konsentrat alternatif juga bisa memakai ampas tahu, polard dan katul. Kalau punya anggaran lebih.

Perbandingan antara ampas tahu, polard dan katul adalah 2:0,5:1,5.

4 . Jerami, dedak halus dan bungkil kelapa

Untuk sapi dengan bobot sekitar 300 kg dengan target kenaikan bobot harian sebanyak 0,5 kg/ekor/hari.

Jumlah jerami, dedak dan bungkil kelapa yang diberikan adalah:

Jerami padi 6,67 kg.

Dedak halus 2,44 kg

Bungkil kelapa 1,22 kg.

5 . Jerami, Bungkil kelapa, Dedak dan gaplek.

Untuk sapi dengan bobot sekitar 300 kg dengan target kenaikan PBBH sebanyak 1 kg/ekor/hari.

Jerami padi 3,12 kg

Dedak halus 3,64 kg

Bungkil kelapa 1,67 kg

Gaplek 1,42 kg

Tetes tebu 712 gram.

6 . Bahan baku konsentrat bahan lokal.

Formula 1 , PK 12,2% dan TDN 68,6 %

Dedak 50%.

Singkong 18%.

Ampas tahu 14%.

Jagung 10%.

Kulit kopi 5%.

Kapur 0,5%.

Urea 1%.

Mineral 1%.

Garam 0,5%.

 

Formula 2, PK 11,6% dan TDN 69,1%.

Dedak 60%.

Singkong 20%.

Ampas tahu 12%..

Kapur 0,5%.

Urea 1%.

Mineral 1%.

Garam 0,5%.

 

Formula 3 , PK 9,6 % dan TDN 66,6 %

Dedak 40%.

Singkong 27%.

Jagung 15%.

Kulit kopi 15%.

Kapur 1%.

Urea 1%.

Garam 1%.

 

Formula 4 , PK 10,2% dan TDN 68,8 %

Dedak 32%.

Singkong 45%.

Ampas tahu 10%.

Jagung 10%.

Kapur 1%.

Urea 1%.

Garam 0,5%.

Kulit kopi tidak bisa digunakan secara langsung. Harus diolah terlebih dahulu. Caranya lihat di cara fermentasi kulit kopi.

Sampai di sini dulu tentang pembahasan konsentrat sapi dan bahan – bahan bakunya, semoga bermanfaat.

Referensi:

[1] https://kambingjoynim.com/rumput-raja-bisa-menambah-bobot-036-kg-hari/

[2] Haryanti, Nina Woro. 2009. Kualitas pakan dan Kecukupan Nutrisi Sapi Simental Di Peternakan Mitra Tani Andini, Kelurahan Gunung Pati, Kota Semarang. Laporan PKL. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Undip.

[3] Susanti, Sri dan Eko Marhaeniyanto. Kecernaan, Retensi Nitrogen dan Hubungannya dengan Produksi Susu Pada Sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) yang diberi Pakan Pollard dan Bekatul. Fakultas Peternakan Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Jurnal PROTEIN Vol. 15 No. 2 Tahun 2007.

[4] http://kalteng.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi-mainmenu-47-47/teknologi/527-konsentrat-sapi-potong-pakan-tambahan-bergizi-seimbang

[5] Tokopedia

[6] Bukalapak

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Budi Pradana berkata:

    Wow ! Artikel ini sangat membantu dalam menambah wawasan saya mengenai cara membuat konsentrat sapi, terimakasih atas infonya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *