Home - Penggemukan Sapi 4 Bulan Dengan 3 Formula Pakan

Penggemukan Sapi 4 Bulan Dengan 3 Formula Pakan

Penggemukan sapi 4 bulan adalah melakukan perawatan sapi secara intensif dalam waktu singkat supaya sapi bisa bertambah bobotnya dengan cepat.

Biasanya waktu yang diperlukan berkisar antara 4 – 10 bulan. Setelah itu, sapi bisa dijual dan mendapatkan nilai tambah atas pemeliharaan yang sudah dijalankan.

Penggemukan sapi 4 bulan bisa menghasilkan keuntungan dengan cepat dan besar. Karena sapi bisa gemuk dengan cepat dan nilai jualnya bertambah dengan cepat pula.

Untuk besarnya keuntungan, ini menyesuaikan dengan kemampuan kita. Berapa banyak sapi yang mampu kita pelihara dan berapa modal yang mampu kita keluarkan.

Yang jelas, modal dan operasional untuk usaha penggemukan sapi 4 bulan ini cukup besar.

Untuk harga bakalan sapinya saja sekitar 20 jutaan untuk mendapatkan usia bakalan yang sesuai.

Belum untuk kandang dan operasional pakannya.

Kita tidak akan membahas tentang hitung – hitungan angka. Karena setiap daerah memiliki kondisi harga yang berbeda – beda.

Kita akan fokus bagaimana menjalankan usaha penggemukan sapi 4 bulan ini. Yaitu tentang pakan dan formulasi pakan yang baik untuk target pbbh.

Nanti Anda hitung sendiri, setelah tahu jenis dan jumlah pakan yang dibutuhkan. Dengan begitu, nanti akan terlihat berapa biaya pakan yang dibutuhkan.

Pra syarat penggemukan sapi 4 bulan

Supaya bisa berhasil dalam penggemukan sapi 4 bulan, bukanlah perkara yang mudah untuk sekali lihat terus bisa jalan. Mohon maaf, terutama untuk pemula.

Membutuhkan proses belajar dan pengalaman langsung supaya usaha tersebut bisa berjalan lebih baik dan lancar.

Hal ini karena 4 bulan adalah waktu yang sebentar. Supaya target penambahan bobot badan harian (PBBH) sapi bisa tercapai, ada persyaratan yang harus dipenuhi.

Syarat penggemukan sapi 4 bulan bisa berjalan dengan lancar adalah sebagai berikut:

  1. Bibit sapi
  2. Usia sapi
  3. Pakan
  4. Pencegahan penyakit.

Bibit untuk penggemukan sapi 4 bulan

Bibit sapi menjadi kunci yang penting. Karena terdapat beberapa bangsa sapi yang genetiknya berbeda – beda.

Diantaranya adalah sapi PO, Simental, Limosin, Brahman cross (BX), Bali, Brangus, dan seterusnya.

Kemudian di pasaran akan banyak ditemui jenis sapi – sapi pegon yang trah (recordingnya) diketahui secara samar – samar.

Oleh karena itu, kemampuan dalam menyeleksi bibit sangat diperlukan. Kita dan terutama saya masih harus banyak belajar dalam hal ini.

Kualitas bibit sapi sangat menentukan, kita bisa melihat bibit sapi yang berkualitas dari ciri – cirinya. Tapi, kita perlu mempraktekkannya untuk mengimaninya.

Diantara dari ciri bibit sapi yang berkualitas dan spesial adalah:

  • Jarak kakinya lebar.
  • Dadanya juga lebar.

Dada sapi yang lebar otomatis membuat jarak kaki depannya juga lebar. Kita akan melihat bedanya tersebut kalau sudah sering mengamati banyak bibit sapi.

penggemukan sapi 4 bulan

penggemukan sapi 4 bulan

Saya masih hunting untuk foto sapi dari depan ini.

Logikanya memang dengan dada dan jarak kaki yang lebar, jaringan otot akan semakin besar. Dan karkasnya juga akan semakin banyak.

Selain lebar, kaki dari sapi ini juga harus besar dan terlihat kokoh. Dengan kata lain, tulangannya besar.

Ini akan berguna sekali jika bobot sapi sudah sangat besar, kakinya akan mampu untuk menopang berat badannya.

  • Bulu leher keriting.

penggemukan sapi 4 bulan

Belum ada penjelasan yang secara spesifik menjelaskan hal tersebut. Tapi berdasarkan informasi yang beredar, sapi dengan bulu leher keriting tergolong luar biasa.

Ini untuk sapi jenis ya, seperti limosin dan simental. Tidak untuk sapi PO dan jenis sapi lokal lainnya.

  • Kaki belakang lurus dan kuat

Kaki belakang memang tidak sepenuhnya lurus, tapi seperti sebelumnya, kita akan tahu kalau sering mengamati.

Itu adalah ciri bibit sapi yang spesial. Akan tetapi jangan diabaikan tentang ketentuan lain dalam memilih bibit sapi.

Diantaranya:

  • Kondisi sapi dalam keadaan sehat.
  • Tidak mengalami cacat
  • Ukuran panjang, lingkar badan dan tingginya proporsional.
  • Kotoran normal dan
  • Matanya bersih tidak beleken atau berair.

Usia bakalan untuk penggemukan sapi

 

Untuk penggemukan sapi 4 bulan, usia bakalan yang ideal adalah 2 – 3 tahun. Bobotnya antara 165 – 400 kg.

Usia ini bisa kita lihat dari giginya. Kalau informasi dari penjual tidak begitu meyakinkan.

Gambar giginya bisa kita lihat pada gambar di bawah ini.

Kisaran bobot di atas tentu  harus disesuaikan dengan bangsa atau jenis sapinya.

Kalau limosin dan simental usia 2 – 3 tahun, beratnya akan berkisar di antara 300 – 400 kg. sedangkan untuk sapi lokal seperti sapi bali dan PO, mungkin di angka paling bawah dari range di atas.

Alasan kenapa penggemukan sapi 4 bulan dengan usia bakalan di atas adalah, usia tersebut sudah memasuki usia optimal untuk penggemukan.

Karena pertumbuhan tulangnya sudah maksimal sehingga tinggal mengoptimalkan pertambahan dagingnya.

Selain alasan tersebut, berat sapi juga mempengaruhi terhadap kemampuan sapi dalam menyerap nutrisi dari pakan.

Semakin besar bobot sapi, maka kebutuhan terhadap pakan semakin besar. Jika kita mampu memberikan sejumlah pakan dengan nutrisinya, maka target PBBH nya bisa dicapai.

Dengan kata lain, semakin besar bobot sapi, target PBBH bisa lebih tinggi.

Tidak hanya itu, semakin besar bobot sapi, persentase kebutuhan pakan dalam BK juga lebih rendah.

Hal ini sesuai dengan disertasi dari Leonard C Kearl yang saya sederhanakan pada gambar di bawah ini.

{gambar tabel}

Pada tabel di atas, hanya saya ambil untuk nilai targe PBBH dan jumlah pakan yang dibutuhkan.

Jumlah pakan yang dibutuhkan adalah persen dari berat sapi. Dan nilai tersebut adalah berat kering dari pakan.

Kemudian ada target PBBH yang berbeda, tapi jumlah pakannya sama. Yang membedakan adalah nanti pada komposisi jumlah Energi pakan, Jumlah protein, dan protein yang bisa tercerna.

Formula Pakan penggemukan sapi 4 bulan

Penggemukan sapi 4 bulan membutuhkan pakan dengan kualitas yang sangat bagus.

Dengan kualitas pakan yang bagus, sapi akan mendapatkan nutrisi yang mencukupi. Sehingga, target PBBH nya bisa tercapai.

Pakan yang digunakan setidaknya terdiri dari dua jenis pakan.

  1. Pakan sebagai sumber serat. Ini misalnya rumput hijauan, tebon jagung atau jerami padi.
  2. Pakan penguat. Penguat ini kita sering menyebutnya dengan pakan konsentrat atau komboran.
  3. Pakan additive, misalnya mineral blok dan vitamin serta probiotik.

Untuk penggemukan sapi dengan jarak waktu yang dekat, pakan konsentrat tidak bisa ditinggalkan.

Sayang sekali, untuk konsentrat sapi saya sudah menulisnya khusus di konsentrat untuk sapi.

Kita nanti tinggal memakainya di sini.

Begitu juga untuk perhitungan jika hanya menggunakan jerami dan konsentrat saja. Artikelnya sudah ada di jerami dan konsentrat untuk penggemukan sapi.

Formula 1 pakan penggemukan sapi 4 bulan

Pakan yang digunakan untuk penggemukan adalah konsentrat dan jerami padi kering.

Konsentratnya bukan konsentrat komersial, melainan meracik sendiri. Bahan konsentratnya adalah ampas tahu, bekatul, singkong dan garam.

Konsentrat diberikan dalam bentuk komboran. Perbandingan untuk bahan – bahan konsentrat adalah 20 kg ampas tahu, 6 kg singkong dan bekatulnya 2 kg.

Campuran  konsentrat tersebut  untuk per 1 ekor sapi. Selain itu, sapi masih ditambah garam dengan jumlah secukupnya.

Pemberian konsentrat di bagi menjadi dua waktu pemberian. Yaitu pada waktu pagi sekitar pukul 07.30 WIB dan pukul 16.00 WIB.

Sekitar 1 sampai 2 jam setelah pemberian konsentrat, sapi kemudian diberikan jerami kering.

Pada Pagi hari, pemberian jerami sebanyak 4 kg dan sore harinya sebanyak 7 kg.

Jadi, Perbandingan antara jerami dan konsentrat adalah sekitar 60:40.

Dengan jenis bahan konsentrat seperti di atas, per hari sapi yang dipelihara bisa menambah bobot badan hariannya antara 1,1 kg – 1,25 kg/ekor/hari.[1]

Formula 2  pakan penggemukan sapi 4 bulan

Jenis pakan yang digunakan adalah rumput , jerami fermentasi dan konsentrat.

Rumputnya rumput gajah sedangkan konsentratnya dari konsentrat komersial masih ditambah dengan bahan – bahan lainnya.

Rumput gajah hanya diberikan ke sapi limousin betina, sedangkan yang sapi jantan mendapat hijauan jerami ferementasi.

Konsentratnya terdiri dari konsentrat komersial, wheat brand (polard) , onggok fermentasi dan premix sebagai sumber mineral.

Masing – masing perbandingannya adalah sebanyak 100 kg, 50 kg, 100 kg dan 0,25 kg.

Semua bahan di aduk sampai merata.

Onggok Fermentasi

Untuk membuat onggok fermentasi, bahan – bahan yang perlu dipersiapkan adalah:

Ampas singkong 2000 kg, Starbio 1 kg, EM4 120 cc, dan Tetes 15 kg.

Setelah difermentasi nilai kandungan nutrisi dari onggok tersebut adalah sebagai berikut:

Nutrisi%
Berat kering86
Protein Kasar4,8
Serat Kasar10,9
Lemak Kasar1,8
Ca0,9
P0,5
TDN70

Pemberian Pakan

Untuk sapi ukuran kecil atau bobot rendah konsentrat dan jerami padi diberikan sebanyak 2 kg dan 4,5 kg per ekor per hari.[2]

Sedangkan untuk sapi bobot tinggi pemberian konsentrat dan jerami padi masing – masing adalah sebanyak 10 dan 7,5 kg/ekor/hari.

Formula 3  pakan penggemukan sapi 4 bulan

Pakan yang digunakan adalah hijauan dan konsentrat. Perbandingannya adalah 60%:40%.

Sedangkan sapi yang pernah diuji dengan pakan ini adalah jenis sapi limosin dengan berat sekitar 370 an kg.

Hijauan yang digunakan adalah rumput gajah dan jerami jagung, sedangkan konsentratnya adalah campuran antara polard, ampas tahu dan bekatul.

Kandungan nutrisi dari ransum tersebut adalah sebagai berikut.

Kandungan nutrisi rumput gajah.

Kandungan nutrisi jerami jagung.

Kandungan nutrisi pollard.

Kandungan nutrisi ampas tahu.

Kandungan nutrisi bekatul.

Dengan pakan seperti di atas, sapi peranakan limosin yang diuji coba pertambahan bobot badan hariannya adalah 0,84 kg/ekor/hari.

Untuk meningkatkan efisiensi pakan, ransum tersebut bisa ditambah dengan probiotik.

Probiotik yang dicampurkan ke dalam ransum adalah sebanyak 40 ml. Dan PBBH sapi bisa mencapai 1,07 kg/ekor/hari.

Saya kira seperti itu dulu untuk penggemukan sapi 4 bulan ini. Dengan mengetahui cara menghitung kebutuhan pakan, kita bisa mengembangkan jenis pakan yang bisa kita pakai.

Semoga bermanfaat, sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] Haryanti, Nina Woro. 2009. Kualitas Pakan dan Kecukupan Nutrisi Sapi Simental di Peternaan Mitra Tani Andini, Kelurahan Gunung Pati, Kota Semarang. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fapet Undip Semarang.

[2] Didy, Alfianus Dangga. 2009. Manajemen Penggemukan Sapi Potong di CV. Sumber Baja Perkasa Kabupaten Klaten. Program DIII Agribisnis Peternakan Fak. Pertanian UNS Surakarta.

[3] Amien, Ihwanul, Moch. Nasich dan Marjuki. Pertambahan Bobot Badan dan Konversi Pakan Sapi Limousin Cross dengan Pakan Tambahan Probiotik. Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang

SHARE:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top