Breaking News

Cara Menggunakan Pupuk Dolomit Seperti Ini!

Cara menggunakan pupuk dolomit seharusnya mengetahui kadar pH dari lahan terlebih dahulu. Kadar pH adalah tingkat keasaman dari lahan. Tingkat keasaman ini nanti berpengaruh terhadap penyerapan unsur hara untuk tanaman.

Karena kalau menggunakan pupuk dolomit tanpa tahu pH nya dulu, maka hasilnya bisa terbalik dengan apa yang diharapkan. Jika ternyata lahan belum membutuhkan dolomit, dan malah di beri dolomit pH tanah akan menjadi tidak seimbang.

cara menggunakan pupuk dolomit
Salah satu produk dolomit yang bisa ditemui di pasaran.

Oleh sebab itu, jika ingin tahu bagaimana cara menggunakan pupuk dolomit yang benar, berikut ini ulasannya.

Kapan kita harus menggunakan pupuk dolomit?

Penggunaan pupuk dolomit bisa dilakukan manakala pH dari lahan dalam kondisi asam. PH lahan kurang dari 6 bisa mulai menggunakan pupuk dolomit.

Ph tanah yang netral adalah antara 6 – 7.

Penyebab keasaman tanah ini bisa karena berbagai hal.

Diantaranya adalah penggunaan pupuk urea, ZA dan pupuk anorganik lainnya secara berkepanjangan. Selain itu pupuk organik seperti pupuk kotoran kambing, sapi dan ayam juga bisa menyebabkan lahan menjadi asam. Satu lagi, hujan juga bisa membuat tanah lahan menjadi asam.

Lahan yang pH nya asam, maka tanaman tidak bisa menyerap unsur hara secara sempurna. Pada konsisi asam, tanaman tidak mampu menyerap unsur hara makro. Sehingga, tanaman akhirnya kerdil dan pertumbuhan vegetatifnya terganggu. Ada yang menyebutnya “asemasemen”.

Bagaimana cara mengetahui pH lahan?

Ada alatnya. Alat untuk mengetahui ph tanah bisa kita temukan dengan mudah. Cari saja di online, ph meter tanah.

Saya sudah mendapatkanya, bentuknya seperti ini. Ini yang murah ya.

Nanti, dengan mengunakan alat tersebut, kita akan melihat hasilnya pada jarum penunjuk skalanya. Kalau angkanya di antara 6 – 7, maka pH tanah dalam keadaan baik – baik saja.

Tapi kalau di garis merah atau terlalu asam,  maka pH tanah sedang dalam masalah. Saatnya kita mencari pupuk dolomit untuk segera kita pakai.

Kalau ingin cepat, bisa memakai kunyit untuk mengetahui kadar keasaman lahan. caranya adalah ambil sedikit tanah dari lahan, kemudian larutkan dengan air bersih.

Iris kunyit, kemudian masukkan ke dalam larutan tanah tadi. Biarkan kunyit di dalamnya selama 30 menit.

Jika kunyit menjadi pucat warnanya, maka tanah tersebut pH nya asam.

Selanjutnya kita aplikasikan dolomit ke lahan.

Berapa kebutuhan lahan untuk dolomit?

cara menggunakan pupuk dolomit

Ada rumus untuk menghitungnya. Tapi syaratnya kita harus mengetahui dulu nilai pH dari tanah lahannya.

Rumus matematikanya adalah sebagai berikut:

Jumlah dolomit = ( pH yang diinginkan – pH terukur) x 2 ton/hektar.

Contoh, misalnya pH lahan kita adalah 5. Kita ingin pH nya menjadi 6. Maka untuk menghitung jumlah dolomit yang perlu di tambahkan adalah:

Jumlah dolomit = ( 6 – 5 ) x 2 ton/hektar = 2 ton dolomit/ hektar. Kalau luas lahannya satu hektar.

Misalnya luas lahan hanya 1000 meter persegi, maka tinggal di bagi saja 2/10 = 0,2 ton atau 200 kg dolomit.

Seperti itu, mudah kan? Lalu?

Bagaimana cara menggunakan pupuk dolomit?

cara menggunakan pupuk dolomit
penambangan dolomit

Cara penggunaan pupuk dolomit adalah sebagai pupuk dasar. Pupuk dasar semangka, melon, timun, cabe, terong dan tomat sangat membutuhkannya.

Aplikasi dolomit adalah dengan menyebarnya secara merata pada lahan. bersamaan dengan pupuk dasar lainnya seperti sp-36, NPK atau KCL, jika kita menggunakannya.

Waktu aplikasi dolomit adalah sebelum tanam. Lalu tanah dioleh sehingga dolomit tercampur merata dengan tanah. Setelah itu tanahnya masih harus diistirahatkan selama kurang lebih 2 minggu.

Pupuk dolomit tidak hanya untuk menaikkan pH tanah.

Ternyata, selain menaikkan pH tanah, dolomit juga memberikan sumbangsih hara makro yang sangat penting. Yaitu hara makro Kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Karena dolomit mengandung CaCO3 dan MgCO3.

Untuk naiknya pH tanah, sudah sangat jelas sekali. PH tanah yang mendekati netral bisa membuat tanah menjadi subur, karena ketersedian hara makro dan mikro menjadi berlimpah.

Berdasarkan penelitian,[1]

Pemberian dolomit pada takaran 10 ton/Ha merupakan takaran optimum yang dapat memperbaiki sifat kimia tanah gambut seperti meningkatan pH 1,16  unit; peningkatan P-tersedia 5,7 ppm; meningkatan KTK  9,67 me/100 g;  meningkatan S tanah 0,005 %; dan ketersediaan K-dd 0,09 me/100 g; Mg-dd 0,19 me/100 g; serta Ca-dd 0,31 me/100 g dibandingkan dengan tanah tanpa perlakuan (kontrol).

Pemberian  dolomit pada takaran 10 ton/Ha dapat meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman bawang  merah seperti tinggi tanaman sebesar 22,63 cm ;  bobot basah tanaman bawang merah sebesar 43,14 g ; bobot kering tanaman bawang merah sebesar 2,89 g; bobot segar umbi bawang merah sebesar 21,92 g; dan bobot kering  umbi bawang  merah sebesar 1,44 g; diameter umbi  bawang merah sebesar 2,00 cm; serta kadar S tanaman sebesar 0,031%  dibandingkan dengan  tanah tanpa perlakuan (0 ton/Ha).

Penelitian lain juga menunjukkan hal yang senada. Yaitu pemberian pupuk dolomit menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman jagung umur 4,6,8 minggu setelah tanam, diameter batang jagung umur 8 MST, berat tongkol dengan kelobot, berat kering tongkol. Hasil terbaik pada pemberian kapur dolomit 7000 kg/ha atau 7 ton/hektar.[2]

Seperti itu ya, cara menggunakan pupuk dolomit untuk lahan pertanian. Semoga bermanfaat.

Tolong bantu share ya, supaya bisa istiqomah menulis. Terima kasih.

Referensi

[1] Farah Ilham, Teguh Budi Prasetyo, Sandra Prima. Pengaruh Pemberian Dolomit Terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah  Gambut dan Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Bawang Merah

(Allium ascalonicum L). Prodi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang

.J. Solum Vol.XVI No. 1, Januari 2019: 29-39.

[2] Ambursius Poerba, Irawaty Rosalyne, Suryadi. Pengaruh Pemberian Dosis Dolomit dan Dosis Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L). Jurnal Ilmiah Rhizobia, Vol 2 No 2, Agustus 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.