Pupuk Kalsium Untuk Tomat Supaya Hasilnya Baik Dan Buah Tidak Mengalami BER

SHARE:

Pupuk kalsium untuk tomat sangat penting dalam setiap stadia pertumbuhannya. Hal ini karena unsur kalsium mempengaruhi secara langsung dengan jumlah dan kualitas tomat yang dihasilkan.

Menurut penelitian di Pakistan, dengan memberikan jumlah kalsium secara optimal, pertumbuhan dan hasil tomat nyata lebih banyak.[1]

Meskipun bukan satu – satunya unsur penentu hasil tomat, kalsium tidak bisa diabaikan. Bersama – sama dengan unsur makro lain, kalsium saling mendukung dan berperan saling melengkapi.

Setelah ini jangan hanya fokus pada kalsium saja, pupuk untuk tomat harus diberikan secara seimbang dengan perbandingan yang optimal.

Seperti kita tahu, ada beberapa unsur makro penting yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Yaitu N, P, K, Ca, Mg, S, H, C, dan O.

Dalam pertanian, biasanya kita hanya fokus pada N, P dan K saja. Sedangkan kebutuhan Mg, Ca dan S hanya diberikan sekenanya saja.

Terutama kalsium, penambahannya sering dilakukan pada awal pengolahan lahan saja. Itupun terkadang hanya untuk meningkatkan pH tanah saja.

Akan tetapi dengan melakukan itu, kita bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus.

  1. pH tanah akan meningkat sesuai dengan kebutuhan jenis tanaman.
  2. Menyediakan sumber kalsium untuk tanaman.

Cara aplikasi pupuk kalsium juga tidak terlalu memakan banyak waktu dan tenaga.

Kita bisa menggunakan pupuk kalsium seperti:

  • Kapur dolomit (CaMg(CO3)2,
  • Kaptan (CaCO3) ada yang menyebutnya sebagai kalsit,
  • Gipsum (CaSO4),

Dengan aplikasi sebagai pupuk dasar.

Kapur dolomit adalah pilihan yang paling mudah. Karena selain sebagai sumber kalsium, ia juga bisa memberikan unsur magnesium.

Sedangkan sulfat (SO4) biasanya sudah ikut dalam pupuk pertanian lain seperti ZA dan Kalsium sulfat, dan SP 36.

Sayangnya dolomit hanya diberikan ketika pH tanah dalam kondisi asam. Dengan patokan antara pH dan jumlah dolomit sebagai berikut.

PH tanahAnjuran aplikasi dolomit
410,24 ton/hektar
4,57,87 ton/hektar
55,49 ton/hektar
5,53,12 ton/hektar
60,75 ton/hektar

Sedangkan ketika pH tanah sudah tinggi, dolomit tidak perlu lagi ditambahkan. Karena akan membuat pH tanah semakin tinggi dan menyebabkan terganggunya penyerapan hara mikro.

Jika tomat kekurangan kalsium

Manfaat kalsium sangat banyak sekali. Misalnya adalah membuat tanaman lebih tahan terhadap kekeringan dan dinding selnya lebih kuat sehingga lebih tahan terhadap serangan infeksi jamur atau bakteri.

Tapi itu kan tidak bisa terlihat secara kasat mata.

Yang bisa terlihat secara nyata adalah ketika tanaman sudah mengalami kekurangan atau defisiensi unsur ini.

Pada tomat daun akan lebih cepat menguning atau berumur lebih pendek dari yang seharusnya.

Selain itu daun akan sedikit mengkelunthung dan berwarna kuning pada bagian pangkal daun.

Terkadang di lapangan akan sulit untuk membedakan antara kekurangan kalsium dan kekurangan hara mikro. Karena masing – masing menunjukkan gejala defisiensi yang hampir sama.

pupuk kalsium untuk tomat supaya tidak mengalami defisiensi

untuk gambar yang lebih jelas dan tidak terpotong – potong bisa lihat didownload di sini.

Jika ini terus berlanjut, maka buah yang dihasilkan akan mengalami BER (blossom end root) atau busuk pada ujung buah.

pupuk kalsium untuk tomat mencegah BER

Seharusnya, jika sejak awal penanaman kalsium terpenuhi, maka tomat akan bisa lebih tinggi, jumlah daunnya lebih banyak, dan buahnya lebih besar dan berat.

Kebutuhan kalsium pada tomat

Yang bisa membuat kita lebih mudah adalah kebutuhan tomat akan mineral kalsium ini jumlahnya stabil. Artinya jumlahnya tetap untuk semua tahap pertumbuhan tanaman.

Baik itu pada masa vegetatif maupun generatif.

Sehingga, ini membuat lebih mudah dalam menyediakannya bagi tanaman.

Rata- rata anjuran untuk memberikan pupuk kalsium pada tomat tidak terlalu sering. Bahkan hanya sekali pemberian pada awal pengolahan tanah, tapi dalam jumlah yang banyak.

Hanya sesekali dan dua kali dalam pemberian untuk pupuk susulan.

Kalau kita lihat grafik kebutuhan kalsium ini, garisnya hampir mendatar.

{gambar}

Jumlah kalsium yang diberikan sebagai pupuk dasar untuk tomat ini cukup besar. Rekomendasi dari kebutuhan tomat sampai pertumbuhan akhir adalah 126 kg/hektar.

Kalsium tersebut dihitung dalam bentuk senyawa CaO. Sedangkan kalau pakai dolomit, yang CaO nya 26%, jumlah dolomit dihitung kembali menjadi

(126 x 100) : 26 = 485 kg/hektar.

Tapi kembali lagi bahwa kalsium bukan satu – satunya unsur hara yang menentukan. Perlu keseimbanan antara berbagai unsur makro lain yang lebih menentukan.

Pada tomat, unsur yang paling banyak dibutuhkan dari yang paling banyak sampai yang paling sedikit adalah Kalium, nitrogen, fosfor, kalsium dan magnesium.

Ini adalah dosis untuk metode penanaman di tanah. Sedangkan untuk model pemupukan fertigasi, nutrigasi, dan hidroponik perlu disesuaikan lagi untuk jumlah kebutuhan kalsium pada tomatnya.

Contoh kasus adalah penggunaan pupuk kalsium untuk tomat dengan menggunakan CaCO3. Dengan dosis dibuat nol, 5 kg/hektar dan 10 kg/hektar.

Jika kita bandingkan dengan dosis di atas, maka jumlah tersebut sangat jauh sekali. Pasti tomat akan mengalami kekurangan kalsium.

Ternyata benar. Dari buah yang dihasilkan antara buah yang normal dan buah yang cacat, banyak cacatnya. Meskipun gejala buah cacat tidak hanya karena kekurangan kalsium saja. Tapi, cacat buah dalam bentuk BER sudah dipercayai dengan mantap karena defisiensi kalsium.

Cacat buah tomat dengan berbagai dosis kalsium[2]

Dosis kalsiumJumlah Buah BERJumlah Buah Normal
013,536,53
5 kg/hektar10,396,67
10 kg/hektar8,8611,31

Sumber pupuk kalsium untuk tomat

Ada beberapa jenis bahan pupuk baik kimia maupun organik yang bisa kita gunakan sebagai sumber kalsium untuk tomat.

Ini adalah listnya. Rata – rata ya, pupuk kalsium ini harganya lebih murah.

1 . Kulit telur

Secara khusus saya bahas di artikel manfaat kulit telur untuk tanaman.

Kulit telur mengandung kalsium yang sangat tinggi. Dalam bentuk senyawa Kalsium karbonat.

Dalam kulit telur kering, ada kalsium karbonatnya sekitar 70%.

Berat kulit telur per butirnya adalah sekitar 5 gram. Jika kita bisa mengumpulkannya dalam jumlah yang banyak, kita bisa mendapatkan sumber kalsium yang murah untuk tomat.

manfaat kulit telur untuk tanaman

Kulit telur di atas masih dalam keadaan basah. kalau dijemur terlebih dahulu sampai kering mungkin beratnya akan sedikit lebih ringan.

Selain itu, kulit telur yang kering mudah sekali untuk dilembutkan dan aplikasinya pada tanaman juga tidak ribet.

2 . Dolomit atau kalsium magnesium karbonat yang mempunyai rumus kimia CaMg(CO3)2. Kandungan Kalsium dalam dolomit adalah sebanyak 26% dalam hitungan CaO.

3 . Kaptan, kapur pertanian atau kalsium carbonat (CaCO3). Seperti dolomit tapi tanpa kalsium.

4 . Kalsium Nitrat yang mempunyai nama pasar calcinit. Rumus kimianya Ca(NO3)2 dalam bentuk tetrahidrat Ca(NO3)2. 4H2O dan sangat higroskopis.

Artinya kalsium nitrat ini sangat menyerap uap air dari udara. Penyimpanan yang tidak rapat bisa membuat pupuk ini mencair.

Karena sangat larut dalam air, kalsium nitrat biasanya digunakan pada pupuk hidroponik.

5 . TSP. Kita mengenalnya dengan tripel super phosphat dengan nama teknis calcium dyhidrogen phospate atau monocalcium phosphate.

Para produsen pupuk memperkenalkan produk pupuk ini sebagai sumber fosfat bagi tanaman. Karena memang kandungan fosfatnya lebih tinggi.

Rumus kimia dari TSP ini adalah Ca(H2PO4)2. H2O. Kandungan kalsiumnya 15% dan P nya adalah 45%.

6 . dan masih ada produk pupuk yang mengandung kalsium lainnya.

OK, saya kira seperti itu dulu untuk pupuk kalsium untuk tomat ini. Sorry jika banyak kekurangan. Terima kasih dan sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] Ilyas, Mohammad et al. Response of Tomato to Different Levels of Calcium and Magnesium Concentration. World Applied Sciences Journal 31 (9): 1560-1564, 2014.

[2] Rachmah, Chasanatur, Moch. Nawawi dan Koesriharti. Pengaruh Aplikasi Pupuk Kalsium (CaCO3) Dan Giberelin Terhadap Pertumbuhan, Hasil, Dan Kualitas Buah Pada Tanaman Tomat (LYCOPERSICON Esculentum Mill.). Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Jurnal Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3, Maret 2017.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *