Temulawak untuk Meningkatkan Nafsu Makan Ternak Kambing

Silahkan share di:

Cara Kerja Temulawak

temulawak-untuk-ternak-kambing

Pernah dengar produk iklan untuk meningkatkan nafsu makan anak? Pasti pernah kan..

Biasanya, salah satu bahan komposisinya terdapat yang namanya curcumin. Ternyata, curcumin itu adalah temulawak.

Iklan tersebut menguatkan bahwa temulawak memang bisa digunakan sebagai peningkat nafsu makan.

Meskipun penggunaannya banyak dimanfaatkan oleh manusia, namun tidak menutup kemungkinan temulawak juga bisa digunakan pada hewan ternak.

Nanti, di bagian akhir pada artikel ini ada sub topik yang membahas tentang pemanfaatan temulawak untuk domba. Jadi, lanjutkan terus bacanya sampai selesai.

Temulawak adalah salah satu tanaman obat tradisional dari indonesia.

Secara fisik, temulawak memiliki bentuk bongkahan, berwarna kuning (orange), mempunyai bau khas temulawak, rasa pahit serta mengandung zat antinutrisi berupa mimosin.

Komponen utama kandungan zat yang terdapat dalam rimpang temulawak adalah zat kuning yang disebut kurkumin dan juga protein, pati serta zat-zat minyak atsiri. Zat pati dalam temulamak merupakan zat pati yang mudah dicerna.

Karena kandungan kurkumin dan zat-zat minyak atsiri tersebut menyebabkan temulawak mempunyai banyak khasiat.

Minyak atsiri dan kurkumin di dalam temulawak mempunyai khasiat merangsang sel hati untuk meningkatkan produksi empedu dan memperlancar sekresi empedu sehingga cairan empedu jumlahnya meningkat.

Hal ini akan mengurangi partikel-partikel padat yang terdapat dalam kantung empedu.

Empedu berfungsi dalam melarutkan lemak. Dengan lancarnya sekresi empedu, maka akan dapat menurunkan kadar kolesterol dan pencernaan sehingga penyerapan lemak berjalan lancar.

Temulawak berpengaruh pada kinerja pankreas dan meningkatkan nafsu makan. Temulawak dapat mempercepat pengosongan lambung. Dengan demikian akan timbul rasa lapar dan merangsang nafsu makan.

Dari berbagai hasil penelitian ilmiah,  zat-zat aktif yang terdapat di temulawak memiliki berbagai khasiat sebagai analgetik (pain killer), antipiretik (penurun panas), antibiotik, anthelmintik (obat cacing), antidiabetik, antiinflamasi (radang), antioksidan, antitumor, diuretika (peluruh air seni), penekan sistem syaraf, dll.

Manfaat temulawak

Dengan kandungan yang dimiliki oleh temulawak tersebut, maka temulawak dapat digunakan untuk:

– meningkatkan nafsu makan
– melancarkan ASI
– antioksidan
– menurunkan lemak darah
– mencegah penggumpalan darah
– memperbaiki fungsi pencernaan
– menjaga kesehatan hati (liver).

Liver sendiri adalah organ terbesar dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi bagaikan sebuah pabrik farmasi. Liver menyaring darah dan membuang racun2 hasil proses metabolisme dan menambahkan berbagai macam zat ke dalamnya untuk membantu proses metabolisme dan pencernaan makanan.

Penelitian tentang temulawak

 

Pemberian temulawak untuk domba dalam sebuah penelitian dilaporkan bahwa hasilnya positif. Domba yang diberi tambahan temulawak 1% dan 1,5% dari berat badan, pertumbuhan bobot badannya lebih besar daripada domba yang tidak diberi temulawak dalam ransumnya.

Temulawak diberikan kepada domba dalam bentuk ekstrak dengan konsentrasi yang tidak disebutkan oleh peneliti. Cara pemberian ekstrak temulawak dicampurkan ke dalam ransum pakan domba. Pertambahan bobot badan ditimbang pada hari ke 15 dan hari ke 30.

—–

Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa rata-rata pertambahan berat badan domba pada hari ke-15 yang tidak diberi tambahan temulawak, temulawak 1 % dan temulawak 1,5% masing-masing adalah 0,88 kg, 2 kg dan 4 kg.

Pada hari ke30 penimbangan rata-rata pertambahan berat badan domba yang tidak diberi tambahan temulawak, temulawak 1% dan temulawak 1,5% masing-masing adalah 1,88 kg, 3,75 kg dan 6,25 kg.

Jumlah penambahan berat badan domba ini cukup besar dan hasil dari pemberian temulawak memberikan efek yang cukup signifikan.

Pemberian temulawak dapat mempercepat kerja usus halus sehingga pengosongan lambung menjadi lebih cepat. Efek dari pengosongan lambung yang cepat ini nafsu makan dari ternak menjadi meningkat.

Hasil dari penelitian ini tidak bisa dijadikan patokan karena masih banyak hal-hal yang tidak disampaikan secara detail dalam penelitian ini.

Misalnya ransum pakan domba yang digunakan tidak disebutkan komposisi dari ransum dan juga konsentratnya.

Frekuensi pemberian kunyit tidak jelaskan secara jelas apakah kunyit ditambahkan ke ransum setiap hari atau bagaimana.

Akan tetapi peneliti menyarankan untuk pemberian kunyit 3 hari secara berturut-turut. Bisa jadi dalam satu bulan pemberian kunyit 3 hari pertama secara berturut-turut.

Jumlah kunyit yang diberikan menurut penelitian adalah sebanyak 1,5% berat badan domba. Kalau dombanya beratnya 20 kg, berarti kunyitnya sebanyak 3 ons.

Pemberian kepada ternak bisa dengan berbagai cara. Inovasi kadang memang diperlukan.  Ada yang temulawak diparut dan diperas sarinya lalu diminumkan ke ternak, atau bisa dengan cara dikeringkan dan dibuat dalam serbuk.

Semua metode pemberian sama-sama bagus, tergantung kebutuhan dan keluangan waktu yang anda miliki. Sebagian besar resep obat tradisional menggunakan temulawak sebagai salah satu komposisinya untuk memelihara kesehatan dan kebugaran badan selalu menyertakan temulawak di dalam ramuannya.

Jadi, jangan ragu menambahkan temulawak disetiap jamu atau obat herbal untuk ternak Anda.

Referensi:

Rifat, M. 2008. Pengaruh Penambahan Tepung Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dalam Ransum Terhadap Performan Kelinci Lokal Jantan. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta

Nizma,Ainun.drh. Nurul Humaidah, M.Kes., Ir. Dedi Suryanto, MP. Pengaruh Tingkat Pemberian Temulawak (Curcuma xanthorriza) Sebagai Obat Cacing Herbal Terhadap Jumlah Telur Cacing Haemonchus contortus dan Pertambahan Berat Badan Domba. Jurusan Peternakan Universitas Malang

(Visited 851 times, 4 visits today)
Silahkan share di:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan komentar