Budidaya Keong Mas Untuk Pakan Bebek Yang Bisa Dipakai Sebagai Pakan Utama Tanpa Tepung Ikan

SHARE:

Budidaya keong mas untuk pakan bebek akan sangat baik jika bisa dilakukan. Karena keong mas ini akan menjadi bahan pakan yang kualitasnya sangat hebat.

Hebat dalam kemampuannya menggantikan bahan utama dan juga nutrisinya yang sangat tinggi.

Kandungan nutrisi tepung keong mas
Berat kering92,10%
Abu7,85%
Serat Kasr1,01%
Lemak Kasar6,21%
Protein kasar58,13%
BETN26,89%

Selain itu, sebagai pakan unggas, sumber protein hewani tidak bisa ditinggalkan. Contohnya selain keong mas dan bekicot adalah tepung ikan.

Setinggi apapun protein ransum yang kita pakai, kalau tidak ada protein hewani, hasilnya kurang mantap.

Hal ini karena penyusun asam amino dari protein nabati dan hewani berbeda. Protein hewani kandungan asam amino dalam proteinnya lebih lengkap sehingga kualitasnya lebih baik.

Tidak usah diragukan lagi, untuk memakai keong mas untuk pakan bebek. Rata – rata sudah memberikan hasil yang memuaskan.

Baik itu menurut penelitian, maupun praktek pada tingkatan peternak. Trend hasil produksinya positif.

Akan tetapi, sebelum melakukan budidaya keong mas untuk pakan bebek, saya harus menyampaikan ini terlebih dahulu.

Penting untuk dipertimbangkan

Budidaya keong mas yang hasilnya akan dipakai untuk pakan bebek, bukanlah hal yang mudah dan sederhana.

  1. Kita harus mempunyai lahan tambahan sebagai tempat lokasi budidaya keong mas ini. Dan kebutuhan lahan ini cukup luas, jika ingin mendapatkan hasil panen keong mas yang memadai.
  2. Berat keong mas dewasa rata – rata hanya 20 gram/ekor. Sudah termasuk cangkangnya. Jika kita hanya ambil dagingnya saja, maka berat per ekor bersih akan kurang dari 20 gram.
  3. Untuk mencapai usia dewasa, keong mas butuh waktu sekitar 2 – 2,5 bulan.
  4. Awal mulai budidaya, penen pertama membutuhkan waktu minimal 3 bulan. Ini sudah termasuk memasukkan bibit, waktu telur untuk menetas dan pembesaran keong mas.

Kalau sudah bisa panen, keong mas ini sangat “masok” sekali. Karena daging keong mas ini bisa untuk mengganti tepung ikan. Kita tinggal beli bekatul atau onggok sebagai campurannya.

Titik berat untuk memulainya hanya pada lahan dan waktu panen pertamanya. Kalau lahan tersedia, maka semua beres.

Mengenai beratnya yang kecil, sebenarnya tidak begitu menjadi masalah. Andaikan saja daging keong mas hanya 50% saja, artinya per ekor kita dapet 10 gram.

Satu ekor keong bisa bertelur sekitar 1000 butir tiap bulannya. Kita anggap saja yang hidup setengahnya, maka hanya 500 ekor yang bisa dipanen.

Berapa berarti? 10 gram x 500 ekor = 5000 gram = 5 kg. Hanya dari satu ekor keong betina.

Lumayan nggak? Masok sekali dong.

Akan tetapi ada sumber riset lain yang mengatakan bahwa telur keong mas ini antara 200 – 600 butir saja.[6]

Informasi ini bisa kita gunakan siapa tahu ada sesuatu yang meleset dari perkiraan. Ketika jumlah telur 1000 terlalu banyak, 600 sedikit lebih masuk akal.

Masalah awal panen yang lama, itu bisa dikondisikan.

Kita lanjut ke teknis budidayanya.

Cara Budidaya keong mas

Keong mas menjadi pilihan yang paling baik karena pertumbuhannya lebih cepat daripada keong sawah.

Perbandingannya adalah keong mas dapat tumbuh 5 mm dalam waktu 2 minggu, sedangkan keong sawah butuh waktu 2 bulan untuk pertumbuhan yang sama.[1]

untuk lanjut ke langkah budidaya, setidaknya kita akan membahas tentang syarat hidup keong mas, pembuatan kolam, penyiapan media air, bibit indukan keong mas, pakan dan panen serta pengolahan untuk pakan.

Syarat hidup keong mas

  • Keong mas hidup di perairan air tawar, perairan dangkal, tapi bisa sampai kedalaman 3 meter.
  • Butuh perairan yang mengandung kalsium tinggi. Oleh karena itu pH air media yang digunakan harus sedikit basa yaitu >7. Tapi range pH yang bisa ditolerir antara 5 – 8.
  • Suhu air antara 23 – 32 0C. Tidak ada masalah untuk temperatur lingkungan ini karena hampir semua wilayah di Negara kita range suhu air diantara itu.
  • Tanpa aerasi tetap bisa jalan, karena keong mas bisa hidup dalam perairan yang miskin oksigen. Tapi kalau oksigennya lebih banyak, lebih bagus.

Pembuatan kolam budidaya keong mas

Kolam budidaya keong mas harus ada dua jenis kolam. Masalah jumlahnya silahkan sesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki dan kapasitas produksi yang diinginkan.

Kolam yang satu untuk pembibitan dan jenis kolam yang lain adalah kolam untuk pembesaran.

Ukuran dan bahan kolam sangat menyesuaikan kondisi dan lokasi. Patokannya adalah pada volume air kolam yang akan diisikan.

Karena ini untuk kepadatan bibit keong mas yang akan dimasukkan. Kepadatannya nanti adalah 6 ekor/liter.

Misalkan kita akan mengisi kolam dengan ukuran 2 meter x 1 meter dan ketinggian air 0,5 meter.

Maka volume airnya adalah 2 x 1 x 0,5 = 1 meter kubik = 1000 liter.

Volume tersebut bisa diisi 6000 ekor keong mas dewasa.

Ok, saya anggap masalah membuat kolam sudah selesai dan semua bisa membuat kolam. Masak buat kolam saja ndak bisa…

Penyiapan media air budidaya keong mas

Setelah kolam siap, selanjutnya adalah mengisi air kolam. Bisa pakai air sumur atau air PDAM.

Tenang saja, kalau kedua air tersebut pH nya sudah cukup basa. Kalau PDAM ini bervariasi, tapi biasanya pH nya di atas 8. amannya memang pakai air sumur.

Setelah air siap, kemudian kolam didiamkan terlebih dahulu selama beberapa hari.

Sembari menunggu air kolam siap, kita bisa menambahkan tanaman air dan ranting bambu ke kolam.

Tanaman air seperti eceng gondok bisa menjadi bahan makanan keong nantinya. Sedangkan ranting bambu akan digunakan keong untuk meletakkan telur – telurnya.

Bibit keong mas

Untuk mendapatkan bibit keong mas, nyari di sawah ha. Mau nyari di mana lagi kalau bukan di sawah.

Sepertinya, proses mencari bibit keong mas ini sedikit merepotkan dan memakan waktu.

Keong mas ini ada yang jantan dan ada yang betina. Kita harus mendapatkan keduanya.

Kalau tidak tidak ada pejantannya, telur tidak dibuai, artinya tidak bakalan menetas.

Antara keong mas jantan dan betina ini ada ciri – ciri yang membedakannnya.

Kalau dari segi ukuran, keong mas jantan lebih kecil dari keong mas betina. Tapi ukuran kurang akurat. Karena usianya pasti tidak diketahui secara pasti.

Keong mas jantan dan keong mas betina yang lebih muda, ya pasti lebih besar jantannya.

Tapi yang lebih akurat adalah dengan melihat keong ketika sedang bersembunyi (ndelusup) ke cangkangnya.

Keong mas kan ada tutupnya. Kalau tutupnya masuk ke dalam cangkang ketika keong ndelusup, itu keong betina.

Sedangkan kalau tutupnya itu tidak masuk ke dalam cangkang, itu keong mas jantan.

Nyortir jenis kelamin keong mas betina dan jantan ini yang memakan waktu. Kalau mau budidaya ribuan.

Perbandingan antara jantan dan betina idealnya 1:1. Karena daya jelajah keong ini tidak jauh.

Pakan keong mas

Keong mas adalah pemakan segalanya. Ia termasuk onmivora. Jadi tidak terlalu sulit untuk mendapatkan pakan yang bisa mereka butuhkan.

Contoh pakan yang bisa kita pakai untuk keong mas adalah:

  • Tanaman air. Banyak jenisnya, seperti eceng gondok dan yang kecil – kecil itu mengapung di air, itu juga bisa.
  • Lumut.
  • Umbi – umbian.
  • Dedak.
  • Pelet.
  • Sampah dapur.
  • Sayur – sayuran.
  • Daun pepaya.
  • Daun singkong.
  • Daun talas.

Tapi menurut sebuah penelitian, daung singkong bisa memberikan pertumbuhan yang lebih baik pada keong mas, ketimbang daun pepaya.[1]

Pembesaran keong mas

Anakan keong mas yang sudah berusia sekitar satu bulan, perlu dipindahkan ke kolam pembesaran.

Proses pembesaran ini membutuhkan waktu kurang lebih sama yaitu 1 bulan sebelum akhirnya anakan keong mas ini bisa dipanen.

Jadi, usia panen keong ini adalah 2 bulan.

Penenan pertama menjadi sedikit lebih lama, karena indukan membutuhkan waktu untuk adaptasi dan bertelur. Waktu yang dibutuhkan rata – rata 1 bulan.

Telur – telur keong mas ini akan menetas dalam waktu 7 – 14 hari. Atau dalam 1 – 2 minggu.

Keong mas yang baru menetas ini masih hidup jadi satu bersama indukan sampai usia satu bulan juga.

Jati, total waktu supaya bisa panen keong mas pertama kali adalah minimal 3 bulan.

Panen keong mas dan pengolahan

Mau bagaimanapun kalau mau pakai daging keong mas, kita harus merebusnya. Karena ini adalah cara termudah untuk melepaskan daging keong dari cangkangnya.

Oleh sebab itu kita harus punya dandang atau kwali yang cukup besar supaya tidak berat di bagian perebusan.

Jika ingin menyimpan dalam bentuk tepung, kita malah harus punya oven juga.

Ok, ini adalah langkah – langkah untuk mengolah keong mas. Sebelum digunakan sebagai pakan bebek.

  1. Merebus keong mas dengan air mendidih selama 20 menit, kalau ingin dipakai dalam bentuk daging basah.[2] Untuk produk akhir tepung, perebusan dilakukan lebih lama yaitu selama 45 menit.[3] Waktu perebusan dihitung ketika air mendidih.
  2. Melepaskan daging keong dari cangkang.
  3. Mencuci daging keong sampai bersih kemudian ditiriskan.
  4. Daging keong digiling. Bisa dipakai langsung atau disimpan dalam lemari pendingin.
  5. Untuk dibuat tepung, daging keong tidak melalui proses no. 4. Akan tetapi daging keong dioven selama 24 jam pada suhu 60 0C. Pada suhu tersebut, daging keong tidak akan terbakar (gosong) karena panas tapi hanya kandungan airnya yang hilang. Tanda kalau daging sudah bisa ditepung adalah daging kering bisa diremas atau dicuil dengan tangan. Ambil sampel secara acak beberapa kali untuk memastikan semua bahan sudah kering sempurna.
  6. Setelah daging keong kering, ditepung dan disimpan.
  7. Selesai. Tinggal pakai.

Contoh ransum keong mas

Ransum dengan keong mas hanya salah satu bahan alternatif yang bisa dicoba untuk pakan bebek.

Sebelumnya saya pernah membuat artikel yang membuat ransum untuk bebek pedaging dan itik petelur.

Bisa dilihat di link yang sudah saya sematkan tersebut karena ada banyak pilihan ransum yang bisa kita coba dan bahannya sangat mungkin untuk kita upayakan.

Kalau di salah satu kelompok ternak Cirebon[2] pakannya hanya memakai daging keong mas dan kecepu saja. Kecepu ini adalah dedak padi yang ada ikutan menirnya.

Ini cukup sulit untuk didapatkan kecuali kita bener bener kita punya jaringan penggilingan padi.

Keong mas hanya 3,4% dalam keadaan daging giling basah. Sisanya yang 96,6% adalah kecepu.

Pakan seperti sudah bisa jalan usahanya.

Alternatifnya ada dua contoh pakan lagi yang menggunakan keong mas.

Contoh 1

Ransum itik peking pedaging keong mas 10%[4]
BahanJumlah
Tepung keong mas10,00%
Jagung40,00%
Dedak halus20,00%
Bungkil kelapa6,00%
Tepung ikan7,00%
Sagu15,00%
Molases1,00%
Mineral mix1,00%

Sagu bisa diganti dengan onggok kalau memang sulit untuk mendapatkannya.

Kendungan nutrisi dari ransum tersebut adalah:

Protein kasar16,80%
EM3018,2 Kkal/kg
Lemak4,20%
Serat kasar4,20%
Ca0,60%
P0,60%

 

Contoh ransum 2 untuk titik petelur[6]

Bahan pakanJumlah
Jagung kuning40,00%
Bekatul32,00%
Bungkil Kedelai14,00%
Tepung ikan7,00%
Tepung keong mas9,00%
Premix3,00%
Grit2,00%
Minyak sawit2,00%
Kandungan nutrisinya adalah sebagai berikut
EM2895,6 Kkal/kg
Protein kasar17,00%
Ca3,28
P0,82%

Saya kira cukup untuk budidaya keong mas untuk pakan bebek ini. Semoga bermanfaat.

Sorry jika banyak kekurangan, terima kasih dan sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] Harison. 2000. Pengaruh Sinar, pH Medium Dan Makanan Terhadap Pertumbuhan Keong Mas (Pomacea sp). Tesis. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

[2] Hamdan, Ahmad. 2010. Kelayakan Usaha Peternakan Iti Petelur Dengan Pemanfaatan Keong Mas Sebagai Sumber Pakan Alternatif (Kasus KTTI Bebek Jaya, Babadan, Gunung Jati, Cirebon). Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.

[3] Haryati, Ranta Puspita. 2018. Kualitas Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck) dan Bekicot (Achativa fulica) Sebagai Sumber Protein Pakan Hewani dengan Perbedaan Pengolahan. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB Bogor.

[4] Daud M, Yaman M.A, Latif H, dan Asril. Penggunaan tepung Keong Mas dan Suplementasi Probiotik Dalam Ransum Terhadap Performa Itik Peking. Prosiding seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2017.

[5] Puspitasari, Dyah. 2010. Pengaruh Penambahan Tepung Keong Mas (Pomacea Canaliculata Lamarck) Dalam Ransum Terhadap Performan Produksi Itik Petelur. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[6] Fervil F. D. Tripoli, Jessie Genecera, Marc N. Matela, Keeneth J. D. Fanuga, Dailyn G. M. Velasco, Rosemarie S. Landero, Renalyn B. Cataluña, Mark A. J. Torres, Elani A. Requieron, Ronaldo T. Bigsang. Sexual dimorphism in the shell shape of the golden apple snail, Pomacea canaliculata. Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation International Journal of the Bioflux Society AACL Bioflux, 2015, Volume 8, Issue 6.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *