15 Penyakit Pada Bebek Yang Bisa Menggagalkan Usaha

SHARE:

Ada cukup banyak penyakit pada bebek yang biasanya sering menyerang. Meskipun jumlahnya bisa dihitung dengan jari, tetap saja serangannya bisa membuat pusing para peternak.

Ada kemungkinan bebek atau itik memiliki intensitas serangan penyakit yang lebih tinggi. Karena rata – rata kandang bebek lebih lembab dan pakan berupa pakan basah.

Kalau kebersihan kandang tidak dilakukan secara rutin, maka serangan penyakit akan sekali mudah datang.

Ketika kita berternak bebek, baik bebek pedaging atau petelur, mustahil untuk peluang nihil gangguan atau Nol kasus penyakit. Entah satu atau dua jenis penyakit, pasti akan mengalami.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya kita mengetahui semua penyakit pada bebek. Dengan demikian, kita bisa menyiapkan langkah pencegahan ataupun pengobatan.

Jenis Penyakit pada bebek

Setidaknya ada sekitar 14 jenis macam gangguan atau penyakit yang bisa menyerang peternakan bebek. Mari nanti kita lihat satu per satu.

Ke-14 macam penyakit bebek tersebut bisa dipicu karena kita sendiri sebagai peternaknya dan karena disebabkan oleh infeksi oleh mikroorganisme patogen. Entah itu jamur, bakteri atau virus.

Oleh sebab itu, tingkat keparahan serangan akan bervariasi. Ada yang bisa diobati dan ada yang tidak.

Meskipun istilah tidak bisa diobati kurang tepat (karena tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, kecuali mati). Istilah tersebut saya maksudkan untuk penyakit yang tingkat kesembuhannya relatif kecil.

Biasanya ini terjadi pada jenis penyakit yang disebabkan oleh virus.

1 . Bebek stress

Beberapa hal yang bisa menyebabkan bebek stress adalah:

  • Kebisingan.
  • Pindah tempat.
  • Ganti ransum.
  • Lingkungan Panas.

Bebek yang stress akan mengalami perubahan perilaku. Perubahan perilaku ini adalah terjadinya penurunan konsumsi ransum dan air minum.

Penurunan konsumsi tidak berarti bebek tidak mau makan sama sekali. Masih mau tapi jumlahnya menurun.

Selain itu, untuk stress panas nafas bebek akan ngap – ngap dan mengepak – ngepakkan sayap.

Untuk mengatasi stress panas ini, pada kandang bebek biasanya diberi kolam air. Meskipun tanpa kolam air juga bisa, konstruksi kandang harus memiliki sirkulasi udara yang baik.

Dalam beberapa hari, kalau stress ini terus berlangsung, maka produksi akan drop drastis. Bahkan untuk itik petelur, penurunan produksi telur akan sangat terlihat dalam waktu dekat.

Penyebab stress pada bebek untuk nomer 1,2 dan 3 masih lebih mudah untuk diatasi. Tapi untuk nomer 3, ini hubungannya dengan alam (lingkungan).

Stress yang disebabkan oleh panas, selain menyebabkan penurunan konsumsi ransum, ia juga bisa menyebabkan turunnya imun pada bebek.

Hal ini karena bebek (unggas lain) yang stress, pembentukan hormon stress akan meningkat. Hormon ini namanya glukokortokoid.[1]

Hormon tersebut bisa menghambat pembentukan sel imun dan beberapa sitokin yang diperlukan untuk proses respon imun.

Selain itu, stress panas pada bebek bisa menyebabkan leukositosis. Leukositosis adalah jumlah dimana sel darah putih terlalu banyak.

2 . Rickets Duck

Rickets duck adalah penyakit pada bebek yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D, mineral Kalsium (Ca) dan Fosfor (P).

Antara kalsium dan fosfor harus memiliki perbandingan yang pas dalam jumlahnya.

Contoh pemberian Ca dan P bisa lihat pada link pakan bebek pedaging dan bebek petelur ini.

Bebek akan mengalami kelainan dan penyimpangan pada persendian kakinya. Ini adalah gejala yang paling nyata dan sudah parah.

Jika kita mengamati pada proses sebelumnya, bebek yang kekurangan vitamin D, Ca dan P akan mengalami gangguan sebagai berikut:

  • gangguan pertumbuhan
  • tulang dan paruh lunak
  • bobot turun dan terakhir
  • kelainan pada kaki.

Untuk mengobati Rickets duck, ransum harus mendapatkan mineral mix dengan kandungan Ca dan P yang memadai. Kemudian bebek diberi vitamin D dengan dosis 3 kali lipat daripada biasanya.

Pemberian vitamin D diberikan melalui air minum selama 2 minggu. Semoga saja keadaan bisa membaik.

Sedangkan rekomendasi Ca dan P dalam ransum bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Rekomendasi Ca dan P pada ransum bebek[2]
CaP Tersedia
Pedaging/Starter/Grower0,72 – 0,81 %0,38 – 0,4 %
Layer3,60%0,40%
Vitamin D3000 IU

Misalnya kita beli mineral mix dari medion untuk itik. Kandungan mineralnya adalah sebagai berikut.

meneral untuk mengatasi penyakit pada bebek rickets duck

Dengan anjuran pemakaian 1 kg mineral setiap 100 kg ransum, maka kalsium, fosfor dan vitamin D pada ransum masing – masing akan ada tambahan sebesar 0,325%, 0,01% dan 500 IU.

3 . Antibiotika dermatitis

Penyakit ini disebabkan dari pemakaian antibiotik yang berlebihan pada bebek. Bisa jadi karena pengobatan terhadap penyakit tertentu tapi dosisnya berlebihan atau berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Jika ini terjadi maka bebek bisa mengalami:

  • Gatal – gatal pada kulitnya.
  • Kulit menjadi kering.
  • Bulu mudah patah dan rontok.

Antibiotik dermatitis ini sepertinya adalah dampak efek samping dari penggunaan antibiotik saja. Dan jarang laporan ilmiah yang membahas tentang kasus ini.

Untuk mencegah terjadinya antibiotik dermatitis ini sebaiknya dalam penggunaan antibiotik sesuai dosis anjuran.

Kemudian untuk mengatasinya, berikan bebek obat pencahar seperti tetes tebu. Katanya ini bisa memulihkan kondisi ternak itik dalam waktu 4 – 6 hari.[3]

4 . Mycosis

Mikosis adalah bebek mengalami keracunan akibat zat beracun yang diproduksi oleh jamur. Zat beracun ini disebut sebagai mikotoksin.

Bagian dari kandang produksi yang berpotensi sebagai tempat berkembangnya jamur adalah litter (kalau pakai) dan sisa pakan. Apalagi untuk bebek, pakan biasanya diberikan basah.

Bagian pakan yang tercecer dan tetap basah (tidak mengering) bisa ditumbuhi jamur. Ketika bebek sedang santai dan tidak ada kegiatan, bisa saja pakan yang tercecer ini akan kembali dimakan.

Pencegahannya adalah pakan tidak boleh disimpan dalam keadaan lembab serta di tempat yang kering. Kandang dan tempat pakan harus sering dibersihkan.

Sebenarnya penyakit pada bebek (unggas) yang disebabkan oleh jamu bisa terjadi dengan dua cara.

Pertama dengan menyerang langsung ke tubuh hewan inangnya dan kedua adalah dengan memproduksi mikotoksin seperti di atas.

Keduanya sama – sama berbahaya dan bisa berpotensi mengakibatkan kerugian pada usaha ternak yang dilakukan.

Racun mikotoksin yang diproduksi oleh jamur antara lain adalah:

  • Aflatoksin.
  • Ochratoxin.
  • Ergot.
  • Fusarium toxin.

Sedangkan jika dilihat dari jenis jamurnya, penyakit pada bebek karena jamur ini bisa dalam bentuk aspergillosis, candidiasis, dactylariosis, cryptococcosis, Favus, Rhodotorulosis, Torulopsis, Mucormycoses, dan Histoplasmosis.

Aspergillosis[4]

Aspergillosis disebabkan oleh jamur aspergillus fumigatus dan menyerang saluran pernafasan unggas. Bebek bisa terinfeksi oleh jamur ini karena menghirup sporanya dalam jumlah besar.

Selain aspergillus fumigatus, jenis lain dari aspergillus yang bisa berbahaya bagi bebek adalah:

  • aspergillus terreus
  • Aspergillus Glaucus
  • Aspergillus nidulans dan
  • Aspergillus niger.

Cukup mengejutkan ada aspergillus niger di sana. Karena jamur ini biasanya digunakan sebagai starter fermentasi juga.

Gejala dari aspergillosis adalah

  • Nafas megap – megap
  • Demam
  • Diare
  • Warna feses kekuningan

Pencegahannya adalah

  • Bebek jangan sampai stress
  • menjaga kebersihan kandang terutama untuk kandang brooder dan penetasan telur.
  • Telur kotor dan rusak segera dijauhkan dari ruang penetasan telur.
  • Menyemprot fungisida pada incubator setelah mengeluarkan sisa telur dari penetasan.
  • Litter harus tetap kering.
  • Memberi pakan kering (kadar air serendah mungkin)
  • tempat pakan harus selalu kering dan bersih
  • Ventilasi kandang yang bagus
  • Hewan yang sudah terinfeksi harus dikubur dalam – dalam.

Beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan.

  1. Menggunakan obat yang memiliki bahan aktif Amphotericin-B, 5-fluorocytosine, eniconazole, fungicidin dan Ketoconazole.
  2. Atau memberi ransum dengan tembaga sulfat. Sebanyak 60 gram tembaga sulfat per 100 gram pakan selama 6 hari.
  3. Dalam skala luas, melarutkan tembaga sulfat ke dalam air minum dengan perbandingan antara tembaga sulfat dan air 1:2000.
  4. Memberikan tetracycline sebanyak 200 mg/Liter pada air minum selama 5 hari.

5 . Botulism (Limberneck)

Botulism pada bebek adalah keracunan akibat racun botulism. Racun ini dihasilkan oleh bakteri clostridium botulinum.

Racun ini bisa berakibat sangat fatal. Karena racun bekerja menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan.

Sebagian besar bebek yang terserang atau memakan racun ini akan mati.

Pada umumnya bakteri ini berada di tahan, sisa tanaman yang membusuk dan bakai hewan.

Kasus botulism sering terjadi karena bebek memakan bangkai yang sudah ada belatungnya. Dan racun botulism banyak terdapat pada belatung atau maggotnya.

Gejala dari botulism adalah:

  • leher bebek seperti tidak bertulang, tidak tegang atau lunglai.
  • Bebek terdiam, duduk
  • tidak mau makan sama sekali.

Pengobatan untuk penyakit ini bisa dikatakan sulit. Karena hewan yang terinfeksi tidak mampu untuk menelan makanan.

Ada yang menyarankan untuk memberikan air yang banyak dengan cara di sepet. Jika beruntung maka air akan masuk ke saluran pencernaan dan ini akan membantu.

Akan tetapi, jika tidak beruntung air akan masuk ke paru – paru dan akan memperparah keadaan.

Pengobatan paling masuk akal adalah dengan memberikan obat antitoksin botulism. Kemudian jika dalam 2 hari tidak menunjukkan perbaikan, kemungkinan selamat menjadi kecil.

Sayangnya saya tidak menemukan obat atau antitoksin botulinum ini. Silahkan jika ada rekomendasi, bisa tulis di kolom komentar.

6 . Keracunan Garam

Bebek akan mengalami keracunan garam jika kandungan garam dalam pakan lebih dari 2% dan 4000 ppm dalam air minumnya.

Dalam jumlah yang lebih real kadar garam 20 gram/kg pakan dan 4 gram/liter air minum.

Menurut saya kasus ini jarang terjadi. Lagian buat apa menambahkan garam pada pakan dan air minum bebek?

Tapi jika ini terjadi, gejalanya adalah bebek akan selalu haus, keluar cairan dari paruh, lemah, diare dan bisa lumpuh kaki.

Treatmentnya adalah mengganti pakan dan air minum yang diduga berkadar garam tinggi tersebut. Kemudian memberikan bebek air minum yang bersih tanpa garam.

7 . Fowl Cholera (kolera itik)

Fowl cholera atau yang juga dikenal dengan avian cholera adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri pasteurella multocida.

Bakteri ini sangat berbahaya karena akan menyerang dan merusak organ dalam penting. Seperti hati, paru – paru dan jantung.

Selain bisa menyerang pada bebek, bakteri ini juga bisa menyerang unggas lain seperti ayam dan angsa.

Peternak harus hati – hati karena penyakit ini bersifat zoonosis. Artinya bisa menular ke manusia dan ke hewan lain.

Besar dugaan kalau bakteri ini di tularkan oleh hewan pengerat dan bangkai hewan yang sudah membusuk.

Gejala awal pada bebek akan menunjukkan warna kotoran yang kehijauan disertai diare.

Selain itu bebek bisa mengalami

  • sesak nafas atau frekuensi bernafas lebih cepat
  • Lesu dan tidak mau makan
  • pial bengkak
  • panas dan
  • berjalan sempoyongan.
  • Terjadi perubahan warna kulit menjadi biru, biasanya pada jengger. Tapi tanda ini ketika unggas sudah mau mati.

Bakteri ini sangat berbahaya. Unggas yang terserang penyakit ini bisa mati dalam waktu hitungan jam. Estimasi waktunya antara 6 – 12 jam.

Bebek yang mati sebaiknya dikubur saja.

Sedangkan untuk pencegahannya bisa melakukan vaksinasi fowl cholera. Entah ada atau tidak vaksin kusus untuk bakteri ini, saya kesulitan untuk memperoleh informasinya secara online.

Untuk pengobatan, bakteri ini bisa diobati dengan berbagai antibiotik. Diantaranya adalah Choramphenicol, Tetracycline atau Preparat-preparat Sulfat.

8 . Cacar bebek (Fowl Pox)

Ini adalah penyakit cacar yang menyerang pada bebek. Meskipun secara luas juga bisa menyerang unggas lain.

Cacar bebek ini akan menyebabkan adanya bintil – bintil yang terletak pada kulit. Pada bagian kulit yang tidak tertutup bulu, akan terlihat sangat jelas. Seperti di jengger dan kulit muka.

Untuk kasus cacar basah, bintil – bintil tersebut bisa berada di rongga mulut.

Penyakit ini disebabkan oleh virus. Namanya virus avian DNA pox virus. Karena disebabkan oleh virus, tidak banyak pengobatan yang bisa dilakukan.

Antibiotik tidak akan mempan dan pencegahannya hanya dengan vaksinasi.

Meskipun tingkat kematian yang diakibatkan oleh virus ini tidak tinggi, tapi penyakit ini bisa menimbulkan kerugian.

Karena bebek akan mengalami kesulitan makan dan bisa menurunkan produktifitasnya. Sedangkan kita harus terus memberinya makan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah ke bebek lain yang sehat. Virus bisa terbawa ke bebek lain dengan cara singgungan fisik dan gigitan nyamuk.

Nyamuk yang sudah menggigit bebek yang terinfeksi akan menularkan ke bebek lain.

Langkah pengobatan hanya dengan vaksin. Ini serius.

Pisahkan bebek yang sudah terserang. Kemudian berikan vaksin pada semua bebek. Baik yang sudah terinfeksi maupun bebek yang sehat.

Kalau vaksin untuk penyakit ini sudah ada. Contoh produknya adalah medivac Pox dari medion. Lihat dan baca dengan seksama pentunjuk penggunaannya.

salah obat penyakit pada bebek

9 . White eye (mata putih)

Penyakit pada bebek yang diduga disebabkan oleh virus ini menyerang itik segala umur dan yang paling peka adalah itik umur kurang dari 2 bulan.

Biasanya itik yang kurang vitamin A mudah terserang penyakit ini. Kandang yang lembab dan lantai (litter) yang basah juga memudahkan itik terserang penyakit ini.

Tanda-tanda anak itik yang terserang penyakit ini adalah : cairan putih bening keluar dari mata dan paruh, kotoran yang bening dalam beberapa jam berubah menjadi kekuningkuningan, itik sulit bernafas, lemah dan akhirnya lumpuh.

Bila sampai kejang-kejang, kematian tak bisa dihindari.

Pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan dengan antibiotika yang dicampur kedalam air minum atau pakan.

Antibiotika yang sering digunakan adalah Oxytetracycline (terramycin) atau Chlortetracycline (aureomycin) dengan dosis 10 gram per 100 kg pakan atau 10 gram dalam 40 galon air minum akan membantu mengontrol penyakit White Eye.

10 . Coccidiosis

Coccdiosis adalah penyakit berak darah yang juga menyarang itik.

Berak darah ini disebabkan oleh protozoa dari keluarga Eimeriidae. Contoh spesiesnya adalah  Eimeria, Wenyonella, and Tyzzeria spp.[5]

Perkembangannya dalam tubuh bebek bisa berlangsung beberapa hari dan menyerang saluran pencernaan (usus).

Gejala itik yang diserang penyakit ini adalah:

  • kurang nafsu makan,
  • berat badan menurun drastis dan akhirnya 19 lumpuh.

Penularan melalui kotoran itik yang membawa coccidia dan terjadi relatif cepat pada itik segala umur, tetapi yang banyak terserang adalah pada anak itik.

Untuk pencegahan dan atau pengobatan penyakit Coccidiosis dapat dipakai obat-obatan seperti : “furazolidone, nitrofurazone atau nicardbazin”.

Obat-obatan tersebut dicampurkan kedalam pakan itik atau dilaturkan kedalam air minum. Untuk membantu kontrol penyakit Coccidiosis, berikan vitamin A dengan konsentrasi tinggi.

Produk – produk untuk penyakit ini sudah tersedia cukup banyak. Kita bisa dengan mudah untuk mendapatkannya.

11 . Coryza

Penyakit Coryza disebut juga penyakit pilek menular. Penyebabnya adalah bakteri Haemophilus paragallinarum dan menyerang saluran pernafasan bagian atas.

Penyakit ini biasanya terjadi pada awal pergantian musim. Penularannya sangat cepat, melalui kontak langsung antara itik yang sakit dengan itik yang sehat.

Tanda-tanda itik yang terserang penyakit pilek menular ini adalah keluarnya kotoran cair kental dari mata. Jadi penyakit ini mirip dengan penyakit White Eye.

Gejala dari penyakit coryza adalah:

  • Pembengkakan wajah.
  • Pengeluaran cairan mata dan hidung.
  • Pial bengkak.
  • Bersin.
  • Dispnoea.
  • Penurunan produksi telur 10-40%.

Anak itik berumur 1 minggu sampai 2 bulan merupkan yang paling sering menderita. Akan tetapi itik dewasa pun dapat pula terserang wabah penyakit Coryza ini.

Pengobatan yang paling efesien adalah dengan menyuntikan “Streptomycin Sulphat” secara individual dengan disis 0,4 gram rendah dengan patokan berat badannya.

Penyuntikan dapat diulang sekali dalam sehari untuk selama beberapa hari, dengan dosis Streptomycin setengah dari dosis diatas.

Daftar obat – obatan yang bisa digunakan untuk mengobati adalah:[6]

  • Streptomycin
  • Dihydrostreptomycin
  • sulphonamides
  • tylosin
  • erythromycin
  • Flouroquinolones.

12 . Salmonellosis

Penyakit Salmonellosis menyerang itik segala umur dan dapat menyebabkan angkan kematian sampai 50%. Penyebabnya adalah bakteri dari genus salmonella dan salah satu spesiesnya adalah “Salmonella Anatis”.

Bakteri ini bisa menyerang peternakan bebek melalai lalat, hewan pengerat atau minuman yang tercemar kuman tersebut.

Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah: keluarnya kotoran dari mata dan hidung dan menceret.

Infeksi oleh bakteri ini bisa sembuh dengan sendirinya asalkan tidak terjadi infeksi dalam jumlah besar. Akant tetapi, Itik yang bisa sembuh sendiri cukup berbahaya karena bisa sebagai carier sumber penyakit, maka sebaiknya disingkirkan saja.

Pencegahan hanya bisa dilakukan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan. Secara berkala dilakukan pembersihan kandang agar kandang bebas dari kuman Salmonella. Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan “Furazolidone”.

13 . Sinusitis

Penyakit Sinusitis menyerang itik dewasa sehingga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Penyakit ini dikarenakan tata laksana pemeliharaan yang buruk, kekurangan mineral dalam pakan. Akibatnya itik menjadi rentan mendapat infeksi sekunder.

Sinusitis adalah infeksi sinus. Penyakit ini sebenarnya adalah akibat dari penyakit jenis lain. Beberapa jenis penyakit pada bebek yang bisa menyebabkan infeksi sinus adalah sebagai berikut:[7]

  • CRD
  • Coryza
  • Infectious Laryngotracheitis (ILT)
  • Flu burung
  • Fowl Cholera

Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah: terjadi pembengkakan sinus, dari lubang hidung keluar cairan jernih, sekresi mata menjadi berbuih, sinus yang membengkak menimbulkan benjolan di bawah dan di depan mata.

Pencegahan hanya bisa dilakukan dengan tatalaksana pemeliharaan yang baik.

Pengobatan bagi itik yang sakit ada;lah disuntuk dengan antibiotika (streptomycin) ke dalam sinus yang menderita.

Dosis pada itik dewasa adalah sebanyak 0,5 gram streptomycin yang dilarutkan ke dalam 20 cc aquadest. Larutan ini disuntikan ke dalam sinus.

Untuk pengobatan yang lebih muda, dosisnya dikurangi. Pengobatan seperti ini dilakukan sekali dalam 48 jam sampai sembuh.

14 . Aflatoksikosis

Aflatoksikosis yang menyerang itik pada umumnya disebabkan oleh “Aflatoksin” yang dihasilkan oleh jamur “Asperqillus flavus”.

Aflatoksin menyerang hati, sehingga itik yang terserang penyakit ini hatinya membesar.

Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah: kondisi sangat lemah, terjadi pendarahan di bawah kulit kaki dan jari, terhuyung-huyung, akhirnya mati dalam posisi terlentang.

Anak itik lebih muda terserang penyakit ini dibanding itik dewasa. Pencegahan bisa dilakukan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan kandang, penaburan kapur di lantai kandang, pembersihan kandang agar bebas dari serangga.

Pengobatan hanya bisa diusahakan dengan memberikan anti biotika yang dicampurkan dalam air minum atau pakannya.

Referensi

[1] Sugito dan Mira Delima. Dampak Cekaman Panas Terhadap Pertambahan Bobot Badan, Rasio Heterofil:Limfosit Dan Suhu Tubuh Ayam Broiler. J. Ked. Hewan Vol. 3 No. 1 Maret 2009.

[2] Ahmed Mohamed Fouad, Dong Ruan, Shuang Wang, Wei Chen, Weiguang Xia and Chuntian Zheng. Nutritional requirements of meat-type and egg-type ducks: what do we know? Journal of Animal Science and Biotechnology (2018) 9:1.

[3] Hamdan, Ahmad. 2010. Kelayakan Usaha Peternakan itik Petelur Dengan Pemanfaatan Keong Mas Sebagai Sumber Pakan Alternatif (Kasus KTTI Bebek Jaya, Babadan, Gunung Jati, Cirebon). Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.

[4] Kuldeep Dhama et al. Fungal/Micotic Diseases of Poultry – Diagnosis, Treatment and Control: A Review. Pakistan Journal of Biological Sciences 16 (23): 1626 – 1640, 2013.

[5] https://www.merckvetmanual.com/poultry/coccidiosis/overview-of-coccidiosis-in-poultry

[6] https://thepoultrysite.com/disease-guide/infectious-coryza

[7] http://www.poultrydvm.com/condition/sinusitis

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *