Cara Membuat Sapi Cepat Hamil Dengan 5 Langkah Keberhasilan Tinggi

SHARE:

Masalah cara membuat sapi cepat hamil

Inti dari cara membuat sapi cepat hamil adalah dengan menyegerakan sapi supaya birahi. Karena kawin itu dimulai dari birahi, dan sapi bisa hamil itu dimulai dari kawin terlebih dahulu.

Tidak ada sapi hamil tanpa kawin dan percuma kawin kalau tidak birahi.

Cara membuat sapi cepat hamil adalah salah satu upaya supaya setiap tahun kita bisa mendapatkan pedet. Karena pedet sapi atau anakan ini adalah keuntungan dari memelihara sapi indukan.

Berapa lama kita bisa memperoleh anakan sapi (pedet) ini?

Waktu yang dibutuhkan adalah lama kebuntingan, menyusui, penyiapan birahi indukan, perkawinan dan hamil.

Kebuntingan sapi adalah selama 9 bulan. Menyusui anak 3 bulan. Penyiapan birahi 1 bulan. Proses perkawinan kembali dan hamil.

Waktu yang dibutuhkan setidaknya 13 – 14 bulan. Setahun lebih.

Proses ini akan menjadi lebih lama jika selama penyiapan birahi dan proses perkawinan tidak berjalan mulus.

Bisa jadi, setelah pedet di sapih indukan tidak kunjung minta kawin lagi. Ketika minta kawin, juga tidak berhasil.

Ini adalah persoalan yang umum dan sering dijumpai oleh peternak. Kemudian sapi dianggap mandul dan dijual sehingga peternak tidak mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan.

Permasalahan – permasalahan in biasanya terjadi karena:

Kurangnya pengetahuan terhadap birahi sapi

Mengenai tanda – tanda kalau sapi minta kawin, saya yakin semua peternak banyak yang tahu.

Sebenarnya tanda – tanda sapi sedang birahi itu mudah terlihat. Yaitu:

  • Sapi sering melenguh.
  • Gelisah.
  • Nafsu makan turun.
  • Kalau dinaiki sapi lain diam saja.
  • Vaginanya merah, membesar dan hangat kalau dipegang.vagina sapi bali yang sedang birahi. membesar dan hangat
  • Mengeluarkan lendir bening dari vagina.

sapi bali yang sedang birahi mengeluarkan lendir

Jika sudah melihat tanda – tanda seperti di atas, maka sapi harus segera dikawinkan.

Yang perlu diketahui oleh para peternak sapi indukan adalah usia kapan sapi minta kawin untuk pertama kali. Karena banyak yang memelihara mulai dari pedetan.

Setiap jenis sapi berbeda, ada yang usia minta kawin pertama kali usia 14 bulan dan ada yang lebih dari 2 tahun. Istilahnya ini adalah usia pubertas. Secara lengkap bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Jenis SapiUsia Pubertas (bulan)
Simental x PO14 – 18
Limosin x PO16 – 20
PO22 – 27
Bali20 – 24
Madura22 – 23
Sumba Ongole20 – 26

Seperti itu. Jadi, kalau memelihara sapi betina PO, Bali atau madura, kok usia 1,5 tahun belum minta kawin, jangan langsung dihakimi sapi mandul.

Memang belum waktunya minta kawin.

Sebaliknya, kalau indukan sapi limosin atau simental cross, usia 1,5 tahun belum minta kawin, perlu diperiksakan.

Menentukan kapan waktu kawin yang tepat

Ini kadang yang menghambat keberhasilan perkawinan. Menentukan waktu yang tepat bukan hanya tahu tanda – tanda birahi. Tapi juga harus menandai kapan peternak melihat tanda – tanda ini muncul dan mengatur waktu kawinnya.

Kita harus memahami betul lamanya birahi atau lamanya horny dari sapi yang kita pelihara.

Lama birahi adalah sekitar 18 jam (paling banyak). Tapi ada juga yang lamanya bervariasi antara 12 – 26 jam.

Jika sapi gagal hamil, mereka akan birahi lagi setelah 21 hari kemudian. Jika gagal lagi, menunggu lagi 21 hari kemudian.

Jika melihat tanda birahi, panduan waktu yang tepat untuk mengawinkan (IB) adalah sebagai berikut.

  • Birahi sebelum pukul 9 pagi, sapi dikawinkan pada siang harinya.
  • Antara pukul 9 pagi – 12 siang, kawinkan sapi pada sore atau malam hari.
  • Jika birahi di atas 12 siang, sapi bisa dikawinkan besok pagi.

Perlu sekali untuk mempunyai kontak mantri suntik lebih dari satu. Antisipasi kalau waktu sapi birahi, tapi mantri suntiknya lagi kondangan luar kota.

Mantri yang datang telat lama dari waktu birahi, jangan dibayar langsung suruh pulang. Jangan mempertaruhkan biaya untuk sebuah peluang yang keberhasilannya sangat kecil.

Pakan yang seadanya

Supaya bisa birahi dengan cepat, sapi membutuhkan kecukupan nutrisi yang memadai. Kondisinya harus pas. Terlalu kurus atau terlalu gemuk itu juga menghambat proses terjadinya birahi.

Kecukupan akan nutrisi ini bisa dilihat dari kondisi skor tubuh sapi atau BCS.

Sapi dengan BCS 2,6 – 3, tingkat kebuntingannya 50% lebih tinggi daripada sapi yang BCS scorenya lebih rendah.[1]

Oleh karena itu, pakan yang cukup dan kualitas bagus sangat diperlukan.

Tidak perlu panduan yang njlimet njlimet, asalkan kondisi sapi tidak seperti gambar di bawah ini, InsyaAllah tidak ada masalah dengan produktifitasnya. Asal sapi sehat dan tidak sakit.

cara membuat sapi cepat hamil jangan sapi yang kurus cara membuat sapi cepat hamil jangan sapi yang kurus

Minimal, penampilan sapi indukan adalah seperti ini.

kondisi ideal supaya sapi cepat hamil cara membuat sapi cepat hamil dengan kondisinya yang ideal

Adanya gangguan reproduksi dan infeksi virus, bakteri atau jamur.

Ada banyak sekali jenis dan macam gangguan yang berhubungan dengan reproduksi sapi betina.

Nanti akan dibahas pada bagian penyebab sapi gagal hamil dan sulit birahi.

Cara membuat sapi cepat hamil

Langkah – langkah ini nanti akan berurutan. Jadi setelah urutan pertama terselesaikan, kita bisa meninjau ke langkah yang ke 2.

Mulai dari yakin kalau sapi sedang sehat, Memperbaiki pemasukan nutrisi pada sapi, memberi rangsangan gangguan, Flushing dan Penyerempakan birahi.

1 . Sapi harus kondisi sehat

Entah itu sapi indukannya kurus atau gemuk, yang jelas sapi harus dalam kondisi sehat. Tidak sedang mengalami infeksi parasit, bakteri atau virus.

Jika ternyata ada parasit, maka harus dihilangkan terlebih dahulu.

Misalnya cacingan, bisa diobati dengan albendazole atau injeksi wormectin sesuai dosis yang disarankan.

Menghilangkan parasit ini sangat diperlukan. Karena saat sapi sedang hamil, hampir semua treatment pengobatan harus dihindari.

Karena bisa membahayakan terhadap anakan yang dikandungnya.

Infeksi parasit seperti cacing ini masih mudah untuk ditangani.

Selain karena infeksi parasit, sapi indukan juga tidak mengalami gangguan atau ada cacat pada organ reproduksi.

Masalah – masalah yang sudah menyangkut masalah daleman seperti ini, cukup berat. Gangguan – gangguan yang sifatnya lebih berat ini bikin males berternak saja.

Saran saya mending jual saja. Nyari baru buat dijadikan indukan.

Banyak calon sapi indukan yang bagus, ngapain harus fokus merawat yang cacat jika kita bisa fokus pada yang lebih produktif. Apalagi indukannya cuma 1 – 2 ekor.

Akan banyak waktu dan biaya yang dihabiskan.

Setelah parasit hilang, kita ke langkah ke2.

2. Mengatur nutrisi yang dimakan sapi

Sapi yang kurus itu kekurangan nutrisi. Kekurangan nurtisi pada sapi betina, birahinya akan bermasalah.

Begitu juga sapi betina yang kegemukan. Cadangan lemaknya terlalu banyak di mana – mana. Keberhasilan buntingnya akan menurun.

Jaringan reproduksi akan tertutup oleh lemak sehingga sulit untuk bunting.

Kondisi sapi betina yang produktif adalah yang sedang – sedang saja. Tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk.

Kekurangan nutrisi yang terlalu lama akan menyebabkan masalah ditingkat hormonal. Pada tahap lebih lanjut, bisa menyebabkan ketidaknormalan pada organ reproduksinya.

Kalau sapi betinanya dalam kondisi obesitas, sebaiknya dijual saja. Ini untungnya banyak. Kemudian dibuat beli calon indukan yang kondisi tubuhnya sedang – sedang saja.

Kondisi ideal bagi sapi indukan ini bisa dilihat dari kondisi skor tubuhnya. Ada yang menyebutnya BCS (Body condition score) dan SKT (skor kondisi tubuh). Keduanya sama.

Sistem penilaian skor tubuh ini ada dua. Aliran amerika membuat rentang skor tubuh mulai dari 1 – 9. Sedangkan aliran Skotlandia dan Kanada membuat rentang skor tubuh antara 1 – 5.

Sapi betina ideal itu ada di rentang BCS 3 untuk sistem skotlandia. Dan berada pada skor 5 – 7 untuk sistem BCS Amerika.

Contoh gambar sapi betina yang ideal itu adalah seperti ini.

cara membuat sapi cepat hamil adalah dengan kondisi badan sapi yang ideal

Dari gambar tersebut kita bisa melihat, secara sederhana sapi betina yang ideal itu:

  • Tulang rusuk tidak terlihat jelas. Masih tertutup lemak, meskipun sedikit. Tipisnya lemak akan terasa jika diraba. Tapi kalau dilihat tulang rusuk tidak nampak.
  • Selain tulang rusuk tidak nampak jelas, tonjolan tulang pinggul masih terlihat. Kalau tulang pinggul sampai tidak terlihat, berarti lemak yang menutupinya sanggat banyak. Ini berarti sapi gemuk.

Contoh gambar sapi gemuk dan sangat kurus adalah sebagai berikut.

cara membuat sapi cepat hamil adalah jangan sampai sapi kegemukan

cara membuat sapi cepat hamil adalah jangan sampai badannya terlalu kurus

Pola pemberian pakan yang sekarang dilanjutkan saja tidak masalah. Asalkan kondisi tubuh sapi masih ideal.

Terutama untuk sapi dara yang akan baru pertama kali kawin.

Jika upaya percepatan birahi sapi untuk yang sudah beranak, kita harus lihat pada langkah selanjutnya.

3 . Menghadirkan pejantan pengganggu (biostimulation)

Menghadirkan pejantan dewasa di sekitar sapi betina bisa membuat sapi birahi lebih cepat.

Cara ini disebut dengan biostimulation. Karena stimulasi dilakukan dengan menghadirkan pejantan, ini adalah cara yang alami.

Ini bukanlah pertunjukan sulap. Bagaimana bisa hanya dengan mendatangkan penjantan saja bisa memicu sapi betina untuk birahi?

Secara alami, semua hewan bisa mengeluarkan zat yang bisa menarik lawan jenis. Zat kimia ini namana feromon.

Pada sapi, feromon ini dikeluarkan melalui urin, feses dan kelenjar kulit sehingga akan diterima atau tercium oleh sapi betina.

Zat feromon ini dapat menstimulasi sapi betina supaya terangsang dan bisa birahi lebih cepat. (Apalagi sapi jantannya ganteng dan seksi).

Cara ini bisa diterapkan pada sapi dara maupun sapi yang sudah pernah melahirkan.

Pada sapi dara bisa membuat birahinya terlihat karena sering ada kasus sapi dara mengalami silent birahi.

Sedangkan untuk sapi yang sedang menyusui, bisa mempercepat sapi indukan supaya lekas minta kawin lagi.

Tapi tetap ada syarat, yaitu kondisi pada nomer 1 dan 2 di atas harus sudah terpenuhi. Jadi, kalau sapinya memang kurus dan kurang nutrisi memang sulit untuk dimunculkan birahinya.

Menurut penelitian, dari 27 ekor sapi betina yang dirangsang dengan hadirnya sapi jantan, lebih dari setengahnya bisa muncul birahi dalam waktu sebulan.[2]

Proses perangsangan oleh sapi jantan ini hanya dilakukan pada waktu pagi dan sore saja. Yaitu dengan mendekatkan pejantan pada sapi betina yang sudah di jejer – jejerkan selama beberapa menit.

Nanti sapi jantan akan mengetahui sapi betina mana yang birahi dan mana yang tidak.

Tanda – tanda kalau sapi jantan mendeteksi sapi betina sedang birahi adalah:

  • Bibirnya nyengir, pasti pernah lihat kan.
  • Mengeluarkan pusakanya (ereksi).
  • Mengendus – endus sapi betina dan menjilatinya.

Kemudian bisa dicroscek ke sapi betinanya, apakah memang menunjukkan adanya birahi atau tidak. Tanda – tanda sapi betina birahi sudah ada di atas tadi. Bisa dikawinkan alami atau IB.

Persoalan yang biasanya terjadi pada peternak adalah tidak mempunyai pejantan yang bisa memicu birahi ini. Kalau punya, permasalahan selesai.

Solusinya adalah meminjam pejantan milik teman atau tetangga supaya dititipkan dikandang kita.

Atau menitipkan sapi betina kita ke kandang tetangga yang punya pejantan. Jangan lupa bahwa pakan ditanggung sendiri.

Jadi sistemnya nitip sapi supaya lebih cepat birahi saja. Nanti kalau sudah birahi kawinnya pakai IB.

4 . Cara membuat sapi cepat hamil dengan Jor Pakan atau FLUSHing

Flushing atau surge feeding adalah memberi pakan dengan jumlah berlebih pada sapi setelah melahirkan.

Berlebih dalam hal kandungan energi pakan dan nutrisinya. Bukan memberi jerami yang jumlahnya 3 – 4 kali lipat dari biasanya.

Contohnya adalah ketika pakan biasa menggunakan jerami, rumput gajah atau rumput lainnya, pada saat program flushing dilakukan, pakan ditambah dengan konsentrat.

Program flushing ini bisa dilakukan saat sapi hamil 7 bulan dan 2 bulan setelah melahirkan. Dengan kata lain 2 bulan sebelum sapi melahirkan dan 2 bulan setelahnya.

Menurut penelitian, hasilnya memang sangat berbeda sekali. Sapi indukan yang diberi program flushing bisa birahi lagi setelah 55 hari melahirkan anak.

Sedangkah sapi yang tidak diflushing, baru muncul birahi setelah 124 hari melahirkan anak.

Selain mempercepat birahi sapi, flushing juga dapat meningkatkan tingkat keberhasilan untuk hamil.

Kenapa Flushing ini perlu?

Ketika sapi betina hamil, mereka membutuhkan nutrisi yeng lebih banyak dibandingkan sapi yang sedang tidak hamil.

Karena nutrisi ini selain untuk induknya sendiri, juga untuk perkembangan anaknya. Terutama dua bulan sebelum melahirkan.

Begitu juga setelah melahirkan, sapi perlu memproduksi susu yang lebih banyak sebagai pakan utama pedet.

Jika nutrisi dari luar tubuh tidak dipenuhi, maka nutrisi akan diambil dari cadangan tubuhnya.

Ini bisa membuat bobot badan indukan berkurang setiap harinya. Sehingga kondisi skor tubuhnya akan memburuk.

Dari sebuah penelitian, sapi yang diberi pakan seperti biasa saat dua bulan sebelum dan sudah melahirkan, mengalami penyusutan badan rata – rata sebanyak 0,47 kg/ekor/hari.[3]

Dan jika diflushing, penyusuan ini bisa dikurangi sampai setengahnya.

Cara sederhana melakukan flushing

Semua tergantung dengan bagaimana pola pemeliharaan sapi indukan selama ini. Jika performa sapi selama ini masih ok dan baik – baik saja, maka pertahankan saja polanya.

Tapi jika pemeliharaan indukan selama ini hanya rumput saja, maka flushing mulai perlu direncanakan. Yaitu pada 2 bulan sebelum dan setelah sapi melahirkan.

Caranya hanya dengan menambah konsentrat minimal 2 kg/ekor/hari. Meskipun jumlah ini menurut penelitian masih kurang.

Jumlahnya bisa ditambah, tapi jangan terlalu banyak. Bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada.

Ini bisa membantu indukan supaya kondisi tubuhnya tetap dipertahankan dan sapi akan bisa segera birahi kembali.

5 . Penyerempakan birahi

Langkah terakhir supaya sapi cepat birahi adalah melakukan injeksi hormon untuk gertak birahi.

Saya tidak yakin untuk peternak kecil ini akan bisa membantu. Karena biayanya mungkin akan mahal.

Pasalnya injeksi tidak cukup hanya dilakukan sekali saja. Tetapi harus berulang kali sesuai prosedur.

Ini belum biaya biaya IB nya.

Langkah ini biasanya diambil oleh perusahaan pembibitan sapi. Karena indukannya banyak kalau dilakukan birahi serempak, akan lebih efesien dalam memelihara pedetannya.

Tapi kalau mau tahu proses melakukan penyerempakan birahi, bisa dilihat pada infografis dibawah ini.

cara membuat sapi cepat hamil dengan penyerempakan birahi

cara membuat sapi cepat hamil dengan penyerempakan ovulasi

Jika sudah dilakukan upaya – upaya untuk melakukan birahi tapi tidak berhasil, mungkin sapi sedang mengalami masalah.

Siapa tahu masalah yang sedang Anda alami ada di bawah ini.

Penyebab sapi gagal hamil dan sulit birahi

Ada banyak sekali gangguan dan penyakit yang bisa dialami oleh sapi betina. Terutama yang menyangkut sistem reproduksinya.

Penyakit dan gangguan ini bisa dikarenakan cacat, infeksi virus, bakteri dan jamur, serta kesalahan dalam pemeliharaan.

1 . Birahi tenang atau subertus

Sapi birahi namun waktu berlangsungnya sangat pendek. Bahkan tidak menunjukkan adanya tanda birahi.

Birahi tenang ini berlangsung antara 3 – 4 jam. Jika terjadinya malam hari, ya sudah bablas, kelewatan.

Penyebabnya adalah kekurangan hormon estrogen dan kekurangan mineral fosfat P dan Co (kobalt).

Terapinya adalah dengan injeksi hormon prostaglandin (PGF2α) dan diikuti dengan pemberian GnRH (gonadotropin releasing hormon).

Ini adalah hormon yang biasanya digunakan dalam penyerempakan birahi.

2 . Brucellosis

Penyakit ini karena bakteri brucella abortus dan dapat menular ke manusia.

Infeksi penyakit ini bisa menyebabkan:

  • Keguguran.
  • Pedet mati sebelum lahir.
  • Penurunan produksi susu, dan
  • Sapi majer atau mandul.

Pencegahan dan penanggulangan dengan langkah – langkah berikut:

  • Menjaga sanitasi dan kebersihan kandang.
  • Melakukan vaksinasi dengan strain 19 pada usia sapi 3 – 7 bulan.
  • Hewan yang sakit diberi antiseptik dan antibiotik.
  • Sapi yang terinfeksi di isolasi, diobati, dijual atau dipotong.
  • Fetus dan plasenta yang digugurkan dibakar kemudian dikubur.
  • Hewan baru dikarantina, diperiksa dan diuji.

3 . Leptospirosis

Ini juga penyakit yang dikarenakan infeksi bakteri. Bakterinya bernama Leptospira. Penyakit ini juga berbahaya, karena bisa menular ke manusia.

Penularan penyakit ini bisa melalui pernafasan, luka pada kulit, air minum, makanan dan percikan urin sapi yang terinfeksi.

Gejala dari penyakit ini adalah:

  • Keguguran pada usia 4 – 5 bulan.
  • Nafsu makan menurun.
  • Pedet lahir mati.

Pengendalian kejadian leptospirosis meliputi:

  • Sanitasi kandang harus baik
  • Melakukan Isolasi hewan yang sakit serta hindari pakan dan minuman dari pencemaran
  • Pemberian vaksinasi dengan serotipe (jenis) leptospira yang ada di daerah tersebut.
  • Melakukan Pengobatan dengan antibiotika dosis tinggi, 3 juta IU penicillin dan 5 gr streptomycin (2x sehari).

4 . Prolapsus uteri (Dobolen, Broyongen, Metu Bole)

Ini adalah kondisi dimana urterus, vagina dan serviks keluar semua.

Ada dua kemungkinan yaitu hanya sebagian dan total. Kalau hanya sebagian, ketika sapi berdiri, semua organ masuk kembali seperti semula.

Tapi kalau total, meskipun sapi berdiri, organ – organ tersebut masih menggantung keluar.

Penyebabnya adalah:

  • Sapi selalu dikandangkan. Kurang gerak atau Mager.
  • Hormon estrogen terlalu tinggi.
  • Tekanan intra abdominal saat berbaring
  • Faktor genetik

Cara mengatasinya adalah:

  • Lantai kandang bagian belakang (kaki belakang) lebih tinggi 10 – 15 cm.
  • Butuh bantuan medis untuk mengembalikan organ yang keluar ke posisi semula. Setelah itu diberikan injeksi antiseptik dan antibiotik spektrum luas.

5 . Distokia

Distokia adalah pedet sulit keluar waktu lahir karena ukuran pedet terlalu besar atau vagina terlalu kecil.

Penyebabnya bisa karena:

  • Hereditas atau genetik yang vaginanya memang kecil.
  • Pejantan yang terlalu besar. Terlalu ngoyo pengen mendapat anakan yang super.
  • Pakan kualitas rendah dan
  • Infeksi mikroorganisme.

Untuk mengatasi ini perlu bantuan tenaga medis.

Sapi akan diinduksi supaya terjadi kontraksi yaitu diinjeksi dengan oxitoxin. Ketika sudah terjadi kontraksi sambil diposisikan pedetnya dan dibantu untuk keluar.

Jika cara ini tidak mengatasi, bisa dilakukan operasi cesar.

6 . Ari – ari (dulur) tidak keluar (retensio plasenta)

Ari – ari tidak mau keluar disebabkan karena:

  • Adanya infeksi pada organ reproduksi.
  • Kurangnya nutrisi pada sapi, terutama vitamin A dan karotin.
  • Sapi kurang gerak sehingga otot uterus tidak cukup kuat untuk berkontraksi dan mengeluarkan plasenta (ari -ari).

Penanganan sebaiknya dengan menggunakan tenaga berpengalaman. Bisa mantri atau dokter hewan.

Plasenta yang tertinggal dikeluarkan secara manual, dengan tangan.

Kemudian disterilkan dengan menggunakan antiseptik seperti rivanol atau kalium permanganat.

Setelah itu sapi diberi antibiotik supaya tidak terjadi infeksi sekunder.

Bisa dibantu dengan memberi pakan daun waru dan daun bambu.

7 . Janin mengering (mummyfikasi janin)

Ini adalah kondisi janin sapi mengering dan diserap oleh uterus.

Penyebabnya adalah karena:

  • Terlilit tali pusar.
  • Kelainan genetik.

Gejalanya adalah janin mengeras. Bisa diketahui melalui palpasi rektal.

Selain itu sapi mengalami kelain birahi yang terus menerus.

Pengobatan dilakukan dengan injeksi Oxitoxin secara intramuskuler atau dengan injeksi hormon prostaglandin.

Injeksi ini dimasudkan untuk mengeluarkan janin, sehingga betina dapat dipergunakan untuk kawin kembali.

Inilah beberapa gangguan yang dialami oleh sapi betina. Sebenarnya masih banyak sekali.

Tapi, Ini yang sering dialami oleh peternak.

Semoga artikel cara membuat sapi cepat hamil ini bermanfaat. Saya doakan lancar usahanya dan selamet kabeh ternaknya.

Referensi

[1] http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php mod=penelitian_detail&sub=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=71753

[2] Endang Baliarti, Bayu Andri Atmoko, Nanung Agus Fitriyanto, Alek Ibrahim, Prabowo Priambodo, dan Briyan Wisnu Prabowo. Penggunaan Pejantan Sebagai Biostimulator Di Kelompok Ternak Margo Andhini Makmur Dalam Rangka Meningkatkan Angka Kebuntingan Induk Sapi Peranakan Ongole. Seminar Nasional Peternakan 3 tahun 2017.

[3] Anggraeni, Y.N. Dan L. Affandhi. Pengaruh Surge Feeding Terhadap Tampilan Reproduksi Sapi Induk Silangan Peranakan Ongole (PO) – Simental. Loka Penelitian Sapi Potong, Grati, Pasuruan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2007.

[4] Affandhi, L. , Aryogi, Bess Tirnamukti. 2014. Perkawinan Sapi Potong Di Indonesia. IAARD Press.

[5] Affandy L., Wulan Cahya Pratiwi dan Dian Ratnawati. 2007. Petunjuk Teknis Penanganan Gangguan Reproduksi pada Sapi Potong. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *