Menumbuhkan Benih Kadaluarsa Sudah Lama, Hampir 1 Tahun?

Menumbuhkan benih kadaluarsa dengan metode imbibisi sangatlah memungkinkan. Karena saya sudah mencobanya.

Penyebab benih kadaluarsa rusak

Saya sudah berhasil menumbuhkan benih yang tanggal kadaluarsanya sudah jatuh pada tahun lalu. Tingkat persemaiannya juga masih cukup tinggi.

Kemungkinan karena beberapa hal yang biasa kita lakukan. Diantaranya adalah:

  • Bagaimana cara kita menyimpan benih
  • Suhu penyimpanan benih.

Ketika kita mengambil sebagian benih dari kemasan, maka setelah itu benih harus disimpan dengan baik.

Penyimpanan yang baik adalah dengan menutup kembali rapat – rapat kemasan benih. Serapat mungkin.

Jika memungkinkan, keluarkan semua udara yang ada pada kemasan.

Kemudian bibit disimpan ke dalam lemari pendingin. Jika khawatir nanti kemasan bibit mengembun, kita bisa menambah bungkus plastik pada kemasan.

Benih terbuka yang bersentuhan langsung dengan udara akan mengalami oksidasi. Reaksi oksidasi akan membuat benih cepat rusak.

Selain itu, bakteri dan jamur bisa dengan mudah berkembang pada suhu ruang.

Kasus yang sering terjadi adalah, benih terbuka kemasannya bisa mengembun. Terlebih, kemasan benih yang terbuat dari foil.

Uap air akan mengalami kondensasi pada pagi hari, dan membuat ruang dalam kemasan menjadi lembab.

Jika benih yang tersisa tetap di simpan dengan baik, maka meskipun sudah lewat tanggal expirednya, benih tetap bisa di tanam.

Cara menumbuhkan benih kadaluarsa

Salah satu kasus yang pernah saya alami adalah, saya memiliki benih yang sudah kadaluarsa. Jatuh tanggalnya sudah lama, hampir satu tahun yang lalu, maret 2020.

menanam bibit kadaluarsa

Benih di atas adalah benih sawi pakcoi. Kemudian saya menanamnya dan benih di atas masih bisa tumbuh sekitar 80%. Masih cukup bagus bukan?

Cara yang saya lakukan adalah dengan melakukan imbibisi. Imbibisi sendiri merupakan salah satu treatment pra penanaman yang memudahkan kita untuk mensortir mana bibit yang bisa tumbuh dan mana yang tidak.

Langkahnya adalah dengan menyimpan benih ke dalam kain basah. Sesimpel itu.

1 . Sedikan kain basah, kain ini harus mampu menyimpan air lebih lama. Misalnya kain katun.

2 . Kemudian Basahi kain dengan air, dan hamparkan kain tersebut.

3 . Letakkan benih ke atas kain tersebut, kemudian lipat.

4 . Setelah itu simpan bungkusan kain tersebut. Jangan lupa untuk memeriksa tingkat kelembapan kain. Lebih praktisnya kalau kita simpan di tempat yang lembab saja, misalnya di kamar mandi.

5 . Proses penyimpanan ini berlangsung sekitar 2 – 3 hari. Tergantung dari jenis bibitnya.

Untuk bibit sayuran biasanya lebih cepat. Sedangkan untuk bibit sayuran buah, misalnya cabai, terong, tomat , biasanya lebih lama.

Setelah sekitar 2 hari, benih akan mengalami pecah benih. Benih yang mengalami pecah benih ini yang kita pakai. Sedangkan yang belum pecah, kita lanjutkan untuk penyimpanannnya.

menanam benih kadaluarsa

benih yang sudah pecah benih di pilih untuk di tanam atau lanjut ke proses selanjutnya.

BIbit yang sudah jelas pecah, bisa kita pindah ke media tanam, entah itu di polybag atau di rockwool.

Ini adalah benih yang berhasil di pindah dan disimpan selama 2 hari. Jika sudah seperti ini, benih harus mendapat sinar matahari, supaya daun bisa hijau dan tidak etiolasi.

 

Manfaat imbibisi

Dengan melakukan imbibisi, kita akan mendapatkan manfaat kurang lebih sebagai berikut:

1 . Mendapatkan pertumbuhan yang seragam.

Seringnya, benih mengalami pecah benih yang tidak bersamaan. Hal ini terjadi baik untuk bibit yang masih bagus maupun bibit yang sudah kadaluarsa apa lagi.

Dengan melakukan imbibisi, kita bisa memilih benih mana yang pecah benih duluan. Kemudian kita lakukan untuk proses selanjutnya. Sedangkan benih yang belum pecah, kita lanjutkan untuk penyimpanannya.

2 . Hemat media tanam

Untuk sistem hidroponik, ini sangat membantu dalam menghemat media tanam seperti rockwool.

Karena kita hanya menyemai benih yang benar – benar bisa pecah benih. Jika kita langsung memasukkan benih kadaluarsa ke dalam potongan rockwool, maka akan banyak bibit yang busuk karena memang tidak bis tumbuh.

Akhirnya rockwool hanya ditumbuhi lumut saja tanpa ada tanamannya.

Kira – kira seperti itu, untuk cara menumbuhkan benih kadaluarsa. Intinya, apakah benih kadaluarsa masih bisa tumbuh, jawabnya bisa.

Akan tetapi untuk presentasi dan tingkat kecambahnya akan lebih rendah ketimbang benih tanaman yang masih baru.

Jadi, kalau benih kita sudah kadaluarsa tidak perlu tergesa – gesa untuk dibuang. Masih bisa ditumbuhkan.

Please Share:

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Wanto berkata:

    Seandainya benih yg pecah tadi langsung ditanam dilahan bagaimana pak?Apakah bisa tumbuh juga?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *