10 Pestisida Alami Untuk Ulat Manjur Membasmi Ulat

Pestisida alami untuk ulat adalah bahan atau material alami yang digunakan untuk mengendalikan, mengusir atau membunuh hama ulat. Bahan atau material alami tersebut bisa berasal dari tanaman, atau mikroorganisme.

Hama ulat ini harus kita lebih perjelas. Ulat hanya fase perkembang biakan dari bentuk sempurnyanya. Contohnya adalah kupu – kupu, capung, kaper, dan beberapa jenis hama lainnya sebelum menjadi kepompong adalah ulat terlebih dahulu.

Contoh adalah ulat bulu dan ulat grayak, sama – sama ulat, tapi hewan sempurnya berbeda.

Bahan dari tanaman, pestisida nabati, harus memiliki bahan aktif yang bisa mengganggu hama ulat. Sedangkan untuk mikroorganisme, ini adalah hewan kecil skala mikroskopis yang mempunyai sifat sebagai parasit hama ulat.

Kita bisa memilih nanti. Antara pestisida nabati atau mikroorganisme parasit sebagai musuh alami.

Jenis dari bahan pestisida nabati diketahui banyak macamnya. Nanti kita bahas satu per satu. Sedangkan untuk mikroorganisme parasit jumlahnya lebih terbatas.

Pestisida alami nabati untuk ulat

Pestisida alami untuk ulat yang paling populer adalah biji ajeran, bawang putih, daun Nimba, Minyak nimba, daun sirsak, cabe, bengkuang, brotowali, daun pepaya, sabun cuci piring dan seterusnya.

Bahan – bahan tersebut, kalau diekstrak, akan keluar kandungan zat aktif. Zat aktif tersebut bisa membuat hama ulat menjadi tidak nyaman, pergi, bahkan mati.

Kelebihan dari bahan – bahan alami tersebut adalah aman dan tidak menginggalkan residu bahan kimia pada tanaman. Kecuali kalau ada campuran sabun cuci piringnya.

Selain itu, efektifitasnya masih tergolong cukup rendah, kalau dibandingkan dengan pestisida kimia. Sehingga, pestisida alami untuk ulat harus digunakan atau diberikan lebih sering dan teratur.

Meskipun begitu, pestisida nabati memiliki alur kerja yang sangat komprehensif. Cara kerjanya adalah sebagai berikut:

  1. Merusak perkembangan telur, larva dan pupa.
  2. Menghambat pergantian kulit.
  3. Mengganggu komunikasi serangga.
  4. Menyebabkan serangga menolak makan.
  5. Menghambat reproduksi serangga betina.
  6. Mengurangi nafsu makan.
  7. Memblokir kemampuan makan serangga.
  8. Mengusir serangga.
  9. Menghambat perkembangan patogen penyakit.

Kelebihan dan kekurangan Pestisida nabati untuk ulat

pestisida alami untuk ulat

Pro kontra pasti selalu ada. Tapi ini sifatnya kondisional menurut saya. Tergantung keadaan dan sesuai kebutuhan.

Keunggulan  pestisida nabati adalah:

(1) murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani.

(2) relatif aman terhadap lingkungan.

(3) tidak menyebabkan keracunan pada tanaman.

(4) sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama.

(5) kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain.

(6) menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.

Sementara, kelemahannya adalah:

(1) daya kerjanya relatif lambat.

(2) tidak membunuh jasad sasaran secara langsung.

(3) tidak tahan terhadap sinar matahari.

(4) kurang praktis.

(5) tidak tahan disimpan.

(6) kadang-kadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang.

Kita lihat satu per satu bahan pestisida alami yang bisa kita coba.

1 . Biji ajeran

pestisida alami untuk ulat

Tanaman ajeran mempunyai banyak nama. Nama – namanya yaitu:

ajeran,

hareuga (sunda);

Jawa: ketul, petul, ketulan, ketul kebo, ketul sapi, jaringan, caringan.

Madura : lanci thuwa, lancing thuwa, cing-lancingan.

Kita sering melihat tanaman ini, karena tanaman ini banyak tumbuh dipinggir jalan.

Cara membuatnya menjadi pestisida alami adalah sebagai berikut:

Bahan : 1 gelas biji ajeran, 1 liter air, deterjen secukupnya
Cara membuat : Biji ajeran direbus dengan 1 liter air hingga mendidih selama 5 menit
Cara aplikasi : Setelah dingin disaring kemudian ditambahkan 1 liter air dan deterjen 1 sendok teh, semprotkan ketanaman

2 . Bawang Putih

pestisida alami untuk ulat

Bahan : 100 gram bawang putih, 50 ml minyak sayur, 1 liter air, deterjen 1 sendok teh
Cara membuat : Tumbuk bawang putih hingga halus, campurkan minyak sayur dan diamkan 24 jam. Kemudian disaring dan campurkan deterjen.
Cara aplikasi : Campurkan larutan pesnab dengan air bersih, perbandingan 1:19. Aduk rata dan semprotkan ke tanaman

3 . Biji bengkuang

Biji bengkuang adalah biji dari tanamannya. Bukan umbinya yang berwarna putih yang biasa kita makan.

Bahan : 500 gr biji bengkuang kering, 20 liter air, 1 sendok makan deterjen
Cara membuat : Biji bengkuang dihaluskan, rendam selama 2 hari. Kemudian disaring dan campurkan deterjen
Cara aplikasi : Semprotkan ke tanaman

4 . Brotowali

Bahan : 200 gr batang brotowali, 1 liter air, deterjen secukupnya
Cara membuat : Batang brotowali dirajang/ditumbuk halus dan direndam dengan air 1 malam, saring dan tambahkan deterjen
Cara aplikasi : Semprotkan ketanaman, untuk merendam benih sebelum ditanam

5 . Cabai merah

 

Bahan : 1 sendok teh bubuk cabai, 1 siung bawang putih, 1 butir bawang merah, 1 liter air, 1 sendok teh deterjen
Cara membuat : Lumatkan bawang putih dan bawang merah, campurkan dengan bubuk cabai, deterjen dan air. Rendam satu malam kemudian disaring
Cara aplikasi : Semprotkan ketanaman

 

6 . cabai merah dan daun mimba

Bahan : 20 buah cabai, 2 kg daun mimba, 20 liter air. 1 sendok makan deterjen
Cara membuat : Lumatkan cabai dan daun mimba, rendam selama 24 jam. Saring dan tambahkan deterjen
Cara aplikasi : Tambahkan 20 liter air, aduk rata dan semprotkan ketanaman

7 . Daun pepaya

pestisida alami untuk ulat

Bahan : 1 kg daun pepaya segar, 20 liter air bersih dan deterjen
Cara membuat : Lumatkan daun pepaya jemudian direndam selama 24 jam. saring sebelum digunakan
Cara aplikasi : Tambahkan deterjen secukupnya dan semprotkan ke tanaman

8 . Daun tembakau

pestisida alami untuk ulat

Bahan : 250 gram tembakau kering, bawang putih 2 siung, air panas 1 liter dan deterjen secukupnya
Cara membuat : Lumatkan bawang putih, bersama tembakau direndam dengan air panas selama 1 malam. Kemudian disaring
Cara aplikasi : Campurkan larutan dengan air, perbandingan 1 : 10. Kemudian semprotkan ketanaman

9 . Kunyit

Bahan : 250 gram kunyit yang sudah tua, 1 liter urun ternak, deterjen secukupnya
Cara membuat : Kuntit diparut atau ditumbuk hingga lumat, campurkan dengan urin ternak dan diaduk rata kemudian disaring
Cara aplikasi : Tambahkan 5 liter air bersih dan deterjen secukupnya kemudian diseprotkan ketanaman

Pestisida alami [hayati] untuk ulat

Pestisida alami untuk ulat menggunakan mikroorganisme yang bersifat parasit pada hama sasaran. Kita sebut saja mikroorganisme tersebut sebagai agen hayati.

Maksudnya adalah ketika terjadi kontak antara agen hayati dan hama sasaran, maka agen hayati akan berkembang biak di tubuh hama sasaran. Sehingga, perkembangan agen hayati dalam tubuh hama sasaran akan mematikan.

Agen hayati ini benar – benar tumbuh dan berkembang biak dalam jaringan dan organ hama sasaran. Merusak tubuh hama sasaran dari bagian dalam sehingga, hama benar – benar mati dalam beberapa hari.

pestisida alami untuk ulat

Selain itu, jamur yang sudah ada ketika ada hama lain yang hinggap, maka hama tadi benar – benar have a bad day. Maka dari itu, agen hayati menjadi potensi penting dalam mengendalikan hama tanaman baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Belum banyak pengembangan produk agen hayati ini. Sependek yang saya tahu hanya jamur beauveria bassiana  yang sekarang sedang banyak dikembangkan.

Meskipun efektivitasnya cukup tinggi, jamur Beauveria bassiana ini habitat alaminya adalah di tanah. Secara alami, memang jamur ini banyak ditemukan di pertanahan di seluruh dunia.

Karena jamur di tanah dan hama ulat di atas, bagaimana bisa ketemu? Kita harus mempertemukannya. Yaitu dengan menyemprotkannya.

Beauveria bassiana

Beauveria bassiana adalah jamur yang bersifat entomopatogen. Yaitu jamur yang bersifat parasit dan patogen terhadap inangnya. Inangnya adalah hama – hama yang menjadi sasaran dari jamur ini.

Karena mikroorganisme ini jamur, maka ia berkembang biak dengan spora. Ketika spora jamur yang sangat kecil ini kontak dengan tubuh serangga, jamur akan berkembang biak. Kemudian masuk melalui mulut, berkembang biak lagi di dalam sana, dan bisa membunuh serangga dalam beberapa hari saja.

Mekanisme terjadinya pembunuhan kejam ini, lebih detail ada di link manfaat beauveria bassiana. Terdapat penjelasan kenapa spora jamur ini bisa membunuh hama. Apa saja yang dihasilkan, dan pengaruhnya pada hama sasaran.

Apakah beauveria bassiana hanya untuk ulat?

Sebagai pestisida alami untuk ulat, jamur tersebut tidak hanya spesialis pada ulat saja. Tercatat, ada sekitar 175 jenis hama menjadi target empuk dari agen hayati ini.

Tentu saja, banyak jenis tanaman yang hamanya bisa diatasi dengan jamur ini. Mulai dari tanaman palawija, tanaman perkebunan, sampai tanaman hias.

Untuk jenis jamur ini, produknya sudah mudah untuk ditemukan. Salah satu produk yang bisa ditemukan di marketplace adalah BEVE-Z.

cara merawat tanaman cabe di pot

Beve Z adalah salah satu produk di pasaran yang mengandung jamur beauveria bassiana. Harganya sangat terjangkau, karena untuk 100 gram bisa untuk lahan 1 hektare. Lihat produk.

Harganya terjangkau sekitar 15 ribuan, proses penggunaan juga simple dan mudah, serta aman untuk lingkungan.

Pestisida Nabati vs Hayati

Baik pestisida nabati maupun hayati keduanya sama – sama bagus. Karena keduanya mendukung pertanian yang ramah lingkungan, terlebih lagi mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia yang efek jangka panjangnya sangat mengerikan.

Akan tetapi, kita lihat terlebih dahulu skala penggunaan dari pestisida alami ini. Untuk skala hobi, taman, ladang dan perkebunan besar kebutuhannya sangat berbeda. Terutama pada jumlahnya, proses penyiapannya, biayanya dan efektivitasnya.

Penggunaan pestisida untuk skala hobi masih memungkinkan karena jumlah tanamannya hanya sedikit. Otomatis kebutuhan bahan herbal tidak banyak. Dari sediaan di dapur saja mungkin sudah cukup.

Menyiapkannya juga tidak butuh waktu lama, karena jumlah bahannya sedikit. Apakah mungkin jika dipakai untuk ladang yang lebih luas, misalnya lahan sakkothak atau 1400 meter persegi? Saya kira tidak.

Bahkan untuk skala hobi, menggunakan beve-z menurut saya lebih ringkas. Karena tinggal memasukkan ke sprayer, tambah air, langsung semprot.

Sedangkan untuk herbal, kita masih harus  mengulek, merebus, menyaring, baru bisa memakainya. Belum lagi, kalau bahannya sudah di dapat.

Bawang putih dan cabai ok lah, semua dapur rata – rata tersedia. Kalau biji bengkuang, brotowali, ajeran, susah nyarinya.

Seperti itulah kira – kira tentang pestisida alami untuk ulat, semoga bermanfaat.

Please Share:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *