4 Cara Mengatasi Kutu Kebul – Insektisida Nabati yang Sangat Efektif

SHARE:

Serangan kutu kebul pada tanaman

Cara mengatasi kutu kebul pada tanaman secara singkat bisa kita bagi menjadi 4. Yaitu:

  1. Pengedalian alami.
  2. Tertib tanam serentak pada areal yang luas.
  3. Menanam tanaman penghalang (barier).
  4. Menghindari saat pertumbuhan generatif dari cuaca panas.
  5. Pengendalian dengan insektisida yang efektif.[1]

Kelima cara di atas merupakan satu kesatuan langkah dalam mengatasi serangan kutu kebul pada suatu kebun atau lahan.

Kenapa satu kesatuan?

Karena mencegah secara alami bisa mengendalikan populasi dan serangan yang hebat. Langkah 1 – 4 ibaratnya adalah sebagai benteng. Sedangkan langkah ke lima hanyalah langkah eksekusi jika ternyata masih ada kutu kebul yang lolos.

Eksekusi dengan insektisida saja tidak akan mampu untuk menghentikan serangan yang akan datang. Bisa saja di lahan kita kutu kebul sudah mati, tapi akan ada serangan dari kebun sebelah.

cara mengatasi kutu kebul

Karena kutu kebul ini mempunyai tanaman inang yang banyak sekali. Artinya ada lebih dari 300 jenis tanaman yang bisa diserang oleh kutu kebul ini.

Ini penting karena kutu kebul adalah serangan yang masif dan bisa merusak tanaman.

Ada tiga potensi kerusakan yang bisa diakibatkan oleh serangan kutu kebul.

  1. Kutu kebul ketika menyerang tanaman, ia akan memakan dan merusak tanaman secara langsung. Karena mereka memakan dan menghisap cairan tanaman.
  2. Serangga ini akan mengeluarkan atau menghasilkan embun madu. Embun madu ini akan menjadi pemicu tumbuhnya jamur atau cendawan jelaga. Seperti ada yang melapisi daun yang warnanya hitam.
  3. Kutu kebul bisa menyebarkan penularan penyakit tanaman karena virus. Salah satunya adalah Cowpea Mild Mottle Virus (CMMV) pada kedelai dan kacang-kacangan. Dan, Kutu kebul merupakan satu – satunya serangga yang bisa menyebarkan (vektor) serangan virus kuning pada tanaman cabai.

Saya akan mencoba untuk bisa memberikan yang lebih detail mengenai itu semua. Saya usahakan sebisa yang saya mampu.

hama tanaman cabai

Ok, kita kembali ke lima langkah cara mengatasi kutu kebul di atas. Mungkin ada 2 atau 3 poin yang masih meragukan. Bagaimana langkah ini bisa mengatasi kutu kebul?

Ternyata setelah saya baca – baca literatur, ternyata logikanya masuk akal.

Penanaman secara serempak akan panen serentak juga. Setelah itu, idealnya pertanian diganti dengan tanaman yang bukan inang dari tanaman kutu kebul.

Contoh: jagung dan padi.

Tomat, Cabai, terong, melon, dan kacang tanah adalah tanaman inang kutu kebul juga.

Tapi ini banyak yang tidak melakukan. Karena tanaman bukan inang biasanya hasilnya kurang duitnya. Atau kondisi lahannya kurang sesuai.

Tapi jika dilakukan, ini bisa memutus persediaan makanan kutu kebul untuk sementara. Jika tidak ada makanan yang tersedia, maka tidak ada kutu yang datang.

Kembali lagi langkah ini harus dilakukan secara kelompok dan tidak efektif kalau hanya 1 atau dua orang saja. Apalagi dengan lahan kepemilikan yang cukup sempit.

Jika satu ganti tanaman tapi kebun sebelah tidak, ya,,sama saja.

Pertumbuhan generatif dari cuaca panas ini maksudnya adalah pertumbuhan generatif dari kutunya. Bukan tanamannya.

Ketika cuaca atau suhu lingkungan lebih panas, akan membuat kutu kebul dewasa kelamin lebih cepat.

Artinya, siklus reproduksinya akan lebih pendek dan kutu kebul bisa lebih banyak menghasilkan anak – anaknya.

Itulah logika sederhana dari kenapa penanaman serempak dan menghindari cuaca panas saat penanam untuk mengatasi kutu kebul.

Karena langkah ini sangat cocok untuk perkebunan luas (milik pribadi atau PT), kita langsung saja ke langkah – langkah selanjutnya.

Cara mengatasi kutu kebul dengan tanaman penghalang

Tanaman penghalang berfungsi untuk membatasi gerak, perpindahan dan penyebaran kutu kebul supaya tidak meluas.

Tanaman penghalang ini biasanya harus lebih tinggi dari tanaman utama. Tapi yang utama, dari tanaman yang tidak satu keluarga dengan tanaman utama.

Misalnya kalau menanam tomat, cabai, kedelai, terong, maka tanaman bariernya adalah jagung atau orok – orok.

Oleh sebab itu, tanaman penghalang yang akan digunakan harus ditanam terlebih dahulu. Kurang lebih sudah ditaman 3 – 4 minggu sebelum pindah tanam tanaman utama.

Selain menggunakan tanaman, penghalang juga bisa menggunakan kain kasa. Tapi kain kasa hanya bersifat penghalang fisik saja. Kalau pakai greenhouse, lebih mantap lagi.

Tapi kutu kebul kan bisa terbang? Iya memang.

Tapi, tanaman penghalang ini juga bisa sebagai tempat hidup predator alami dari kutu kebul. Yaitu kumbang Coccinellidae (Menochilus sexmaculatus Fab).

Langkah ini tidak akan berhasil 100%. Akan tetapi langkah ini sudah banyak dilakukan dan ternyata cukup berhasil dalam mengurangi populasi kutu kebul.

Sebagai contoh, kedelai dengan tanaman jagung yang ditanam rapat di sekeliling pertanaman kedelai menjadi penghalang migrasi hama kutu kebul.

Populasi kutu kebul pada tanaman kedelai yang tidak diberi tanaman penghalang rata-rata 50% lebih tinggi dibanding tanaman kedelai yang diberi penghalang sejak 35 hari setelah tanam.

Pada 63 HST, populasi kutu kebul pada petak dengan tanaman penghalang hanya sepertiga dari populasi kutu kebul pada petak tanpa penghalang.[2]

Penelitian yang lebih terbaru juga menunjukkan hasil yang serupa dengan di atas.

Tanaman cabai merah yang ditanam dengan adanya tanaman penghalang jagung dan orok – orok, populasi kutu kebul yang ditemukan lebih rendah daripada yang tidak memakai tanaman penghalang.

Bahkan, tanaman penghalang jagung dan orok – orok ini ternyata lebih efektif daripada menggunakan kain kasa. Meskipun ketinggian kain kasa setinggi 2 meter.[3]

Mengenai kain kasa, ini relatif terhadap dana yang dimiliki. Dengan kerapatan yang tinggi, dan tinggi penghalang lebih tinggi, ternyata juga bisa lebih efektif daripada penghalang biologis. Yaitu penghalang dari tanaman.

Lebih mantap lagi kalau pakai barier kasa tinggi dan di dalamnya ada tanaman penghalangnya juga.

Penyiraman yang baik untuk mencegah kutu kebul

Pengairan yang baik adalah pengairan yang konsisten dengan interval pengairan irigasi singkat sesuai kebutuhan tanaman dapat membatasi perkembangan kutu kebul.

Artinya, ketika hujan maka air hujan harus segera keluar dari lahan dan tidak ada genangan air.

Metode penyiraman yang baik adalah dengan menggunakan sprinker. Lebih efektif lagi jika penyiraman ini disertai pemberian insektisida.

Bisa insektisida nabati seperti yang akan kita bahas selanjutnya.

Mengatasi kutu kebul dengan predator alami

Predator alami biasanya akan datang dengan sendirinya ketika tanaman inangnya di tanam.

Tanaman penghalang yang paling banyak mendatangkan musuh alami dari kutu kebul adalah tanaman jagung.

Dari sebuah penelitian, setidaknya ditemukan 9 jenis hewan pada tanaman penghalang jagung yang bisa menjadi predator dari kutu kebul.[3]

Sembilan hewan predator kutu kebul tersebut antara lain:

  1. Menochilus sexmaculatus
  2. C. transversalis
  3. V. lineate
  4. V. discolor
  5. Harmonia sp.
  6. Coelophora sp
  7. C. coeruleus
  8. P. fuscipes
  9. Condylostylus sp
cara mengatasi kutu kebul dengan predator alami

9 predator alami untuk kutu kebul [3]

Insektisida untuk kutu kebul

Insektisida tetap akan dibutuhkan untuk mengatasi serangan kutu kebul. Karena langkah – langkah yang sudah ada di atas tidak akan mampu secara 100% untuk menghalangi serangan.

Oleh karena itu, pasti akan ada sejumlah kutu kebul yang akan lolos. Meskipun populasi dan tingkat serangan tidak parah.

Akan tetapi, meskipun sedikit jika dibiarkan dan tidak ditangani jumlahnya akan menjadi banyak.

Maka, kita butuh insektisida untuk mengeksekusi secara langsung kutu kebul yang berhasil menyerang tanaman.

Insektisida untuk kutu kebul bisa pakai yang sintesis ( kimia ) atau yang insektisida nabati.

Tapi, kali ini saya tidak akan menyinggung yang kimia. Saya akan fokus pada yang nabati saja.

Sama halnya seperti fungisida nabati untuk layu fusarium, banyak tanaman herbal yang bisa dibuat sebagai insektisida untuk mengatasi kutu kebul.

Diantaranya adalah:

  • Bengkuang.[4]
  • Biji Mimba.[4]
  • Daun tembakau.[4]
  • Biji sirsak.[5]
  • Kacang babi atau kara benguk.[5]
  • Bawang Putih.[6]

Mari kita langsung ke langkah pembuatan untuk masing – masing bahan di atas.

Cara membuat insektisida nabati untuk kutu kebul dari biji bengkuang.

Biji bengkuang berbeda dengan umbi bengkuang. Ini adalah gambar dari biji bengkuang.

Gambar biji bengkoang.

cara mengatasi kutu kebul

Biji akan dihasilkan oleh bengkuang yang sudah masuk fase generatif. Bengkoang akan berbunga dan bunga ini akan menghasilkan polong (seperti kacang).

Isi dari polong bengkoang inilah yang dipakai. Bukan umbi disini yang dimaksud.

  1. Biji bengkuang ditumbuk sampai halus, kemudian direndam menggunakan air, disimpan selama 24 jam.
  2. Perbandingan biji bengkuang dengan air adalah 125gr:1L.
  3. Kemudian saring dengan saringan berdiameter saringan 1 mm.
  4. Dosis penggunaan, setiap 50 mL ditambah air 1 liter.
  5. Siap pakai.

Cara membuat insektisida nabati untuk kutu kebul dari biji mimba.

  1. Biji mimba ditumbuk sampai halus, kemudian direndam dengan air dan disimpan selama 24 jam.
  2. Perbandingan biji mimba dengan air sebesar 100 gr : 1 Liter.
  3. Kemudian saring dengan saringan berdiameter saringan 1 mm.
  4. Dosis penggunaan, setiap 50 mL ditambah air 1 liter.
  5. Siap pakai.

Cara membuat insektisida nabati untuk kutu kebul dari Daun tembakau.

  1. Daun tembakau diiris kecil-kecil kemudian dijemur sinar matahari langsung sampai kering. Atau membeli tembakau yang sudah rajangan juga bisa.
  2. Kemudian rendam daun tembakau tersebut dengan menggunakan air selama 24 jam. Perbandingannya adalah 125 gram tembakau : 1 Liter air.
  3. Kemudian saring dengan saringan berdiameter saringan 1 mm.
  4. Dosis penggunaan, setiap 50 mL ditambah air 1 liter.
  5. Siap pakai.

Cara membuat insektisida nabati untuk kutu kebul dari bawang putih.

  1. Bawang putih dikupas lalu diblender.
  2. Kemudian dicampur dengan minyak tanah dengan perbandingan 1:2. Jika bawang putih 250 gram minyak tanahnya sebanyak 500 ml.
  3. Endapkan selama minimal 24 jam.
  4. Dosis yang paling efektif adalah 60 ml/ liter. Jika kita pakai 60 ml insektisida di atas, pemakaianya ditambah 940 ml air.
  5. Menurut penelitian, ini bisa membunuh serangga 3 hari setelah penggunaan hampir 100%.[6]

Mengatasi kutu kebul dengan epsom salt

Satu sendok teh epsom salt, dilarutkan ke dalam 1 liter air bersih.
kemudian, aduk sampai terlarut.
Setelah itu, masukkan sabun cair. Jumlahnya tidak banyak, hanya 2 tetes.
Aduk kembali sampai merata dan semprotkan ke kutu kebul.

Ini adalah anakan kutu kebul yang ada pada pucuk cabai.


setelah saya semprot, mereka mati dan mengering seperti pada gambar di bawah ini.

Pemasangan yellow trap

Yellow trap sebaiknya tetap dipasang. Karena ini sangat praktis tidak perlu biaya mahal dan ternyata cukup efektif dalam menjerat kutu kebul.

cara mengatasi kutu kebul

Yello trap bisa dibuat dari papan kayu, botol atau kertas yang dicat kuning, kemudian diolesi dengan oli.

Jumlah perangkap kuning yang ideal adalah sebanyak 40 buah per hektar. Dengan dipasang dengan persebaran yang merata.

Referensi

[1] Marwoto, Febria Cahya lndriani, Apri sulistyo, dan Ratri Tri Hapsari. Diagnosis Ledakan Populasi Hama Kutu Kebul Bemissia Tabaci Pada Pertanaman Kedelai (Studi Kasus Faktor Penyebab Ledakan Populasi Kutu Kebul Di Kp Muneng Mk 2009). Balai Penelitian Tanaman Kacang-kocangan dan Umbi – Umbian.

[2] Alfi Inayati dan Marwoto. Kultur Teknis Sebagai Dasar Pengendalian Hama Kutu Kebul Bemisia Tabaci Genn. Pada Tanaman Kedelai.

[3] Kukuh Udiarto, Bagus. 2012. Pemanfaatan Tanaman Pembatas Pinggir Dan Predator Coccinellidae Untuk Pengendalian Kutukebul Bemisia Tabaci (GENNADIUS) (HEMIPTERA: Aleyrodidae), Vektor Begomovirus Pada Pertanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.). Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor Bogor.

[4] Kurnia Paramita Sari dan Suharsono. Efikasi Insektisida Nabati Dalam Mengendalikan Kutu Kebul, Bemisia Tabaci Genn. (HOMOPTERA: Aleyrodidae). Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Malang.

[5] Juliana, Elsa Dwi. 2012. Keefektifan Ekstrak Annona Muricata Linn. Dan Tephrosia Vogelii Hook. Terhadap Mortalitas Bemisia Tabaci Genn. Pada Tanaman Cabai. Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor Bogor.

[6] Hasnah dan Ilyas Abu Bakar. Efektivitas Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum. L.) Untuk Mengendalikan Hama Crocidolomia papovana F. Pada Tanaman Sawi. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Petanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Agrista Vol. 11 No. 2, 2007.

 

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *