Menanam Cabe Rawit Di Polybag Di Rumah dan Berhasil Berbuah

SHARE:

Menanam cabe rawit di polybag

Menanam cabe rawit di polybag bisa menjadi keuntungan sendiri bagi kita. Penanaman yang dilakukan di polybag atau pot sama saja. Karena media tanam yang digunakan sama – sama terbatasi.

Keuntungan yang pertama adalah, kita bisa memenuhi kebutuhan dapur akan cabe dari halaman kita sendiri. Berarti kita harus menanam cabe dengan jumlah tertentu supaya hasil panennya mencukupi kebutuhan cape di dapur.

Kedua, pengeluaran untuk bumbu dapur bisa sedikit berkurang. Ini tergantung dari seberapa banyak kebutuhan cabe kita.

Kalau hanya sedikit, ya hanya sedikit mengurangi pengeluaran. Tapi kalau banyak, penghematannya bisa lumayan.

Dan ketiga, cabe yang kita konsumsi sehat tanpa adanya pestisida dan insektisida. Kita harus tahu, bahwa cabe itu mudah sekali terserang berbagai serangan serangga. Makanya, selama perawatan tidak sedikit pak tani yang menggunakan pestisida dan insektisida.

Syukur – syukur kalau kita bisa menanam cabai dalam jumlah banyak, sehingga bisa menambah pemasukan bagi keuangan keluarga.

Harga komoditas cabe itu cukup tinggi. Jika dibandingkannya dengan biaya produksi. Harga Ini sudah termasuk ketika harga sedang anjlok – anjloknya.

Asumsinya adalah lahan milik sendiri, tidak sewa, dan resiko serangan hama diabaikan. Meksipun pada kenyataannya, hama dan penyakit cabai pasti ada.

Yang menjadi masalah adalah, kita tidak membandingkan harga panen dengan harga produksi, tapi dengan biaya kebutuhan. Karena ketika harga anjlok, hasil panen mungkin hanya cukup buat makan saja.

Menanam cabe itu sebenarnya mudah kok. Kita bisa membuatnya mudah, asalkan tidak mengambil sop yang ribet.

Jika, hanya sedikit jumlah penanamannya.

cara menanam cabe rawit di polybag

Untuk menanam cabe skala produksi, pertumbuhan perlu seragam. Jadi, mereka melakukan SOP yang ketat itu perlu. Karena mereka punya target.

Ok, langsung saja kita ke intinya saja.

Cabe rawit

Secara garis besar, ada dua jenis cabe. Yaitu cabe besar dan cabe kecil.

Cabai besar lebih dikenal dengan cabai merah sedangkan cabe kecil adalah cabai rawit.

Fakta – fakta yang bisa ketahui dari cabe rawit adalah sebagai berikut[1]:

  • Nama latin dari cabai rawit adalah Capsicum frutescens L.
  • Umur hidup antara 1 – 2,5 tahun.
  • Mulai berbuah pada umur 2,5 -3 bulan.
  • Masa produktif antara 3-24 bulan.
  • Tipe buahnya tegak lurus, kecil dan sempit berukuran 5 x 1 cm, berwarna hijau atau kuning saat belum matang dan berwarna oranye sampai merah saat matang.
  • Tanaman cabai rawit memiliki tinggi sekitar 0.5-1.3 m, memiliki banyak cabang dan dari setiap cabang akan tumbuh bunga atau buah.
  • Akar tanaman ini menyebar, tetapi dangkal. Akar-akar cabang dan rambut akar banyak terdapat dipermukaan tanah. Ujung akar tanaman cabai menembus tanah sedalam 30-40 cm.
  • Bunga cabai rawit juga merupakan bunga sempurna (hermaphrodite), bunga jantan dan 4 bunga betina terletak pada satu bunga yang biasanya menggantung dan keluar dari ketiak daun.

Syarat tumbuh cabe rawit.

Lingkungan kita sepertinya tidak ada masalah agar cabai rawit bisa tumbuh dengan baik.

Karena cabai bisa tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai mengengah. Kalau diukur dari permukaan laut, antara 0 – 800 mdpl.

Artinya, dari pinggir pantai sampai pegunungan adalah wilayah yang bisa diadaptasi dengan baik oleh cabai rawit.

Selanjutnya, untuk suhu, cabai rawit bisa berkembang dengan baik pada suhu 20 – 25 derajat celcius. Ini agak repot. Tapi ada juga yang menyebutkan suhu yang baik antara 20 – 30 0C.

Sekarang ini, hanya di wilayah pegunungan yang suhunya bisa 25 0C pada siang hari. Rata – rata sekarang suhu siang hari adalah sekitar 30 0C untuk dataran rendah.

Kadang malah lebih bisa sampai 32 – 34 0C. Ini juga bikin repot. Karena suhu di atas 32 0C, proses pembuahan akan gagal. Bunga tidak berkembang menjadi buah, alias kering dan gugur.

Tidak perlu risau dengan masalah suhu ini. Kalau mau nanem cabai rawit dipot atau polibag, tanam saja. Masalah nanti berbuah atau tidak, itu belakangan. Kalau saya seperti itu.

Yang bisa menjadi penolong adalah cabai ini boleh dan bisa tumbuh meski dengan naungan sampai 45%. Tapi, konsekuensinya produksi buahnya lebih lambat.

Keuntungannya, suhu di sekitar cabai tidak terlalu tinggi.

Selain itu, ph media berada di antara 6 – 7. Tanah harus gembur, ringan dan banyak kandungan organiknya.

Sehingga, untuk mendatkan tanah yang seperti itu, biasanya media tanam yang digunakan adalah tanah, sekam dan kompos.

Di perkotaan, mudah sekali mendapat media ini. Beli saja di penjual tanaman hias. Biasanya tersedia.

Ok, sekarang kita ke proses penanaman.

Langkah – langkah Cara menanam cabe rawit di polybag

Karena tujuan kita hanya menanam di polibag atau pot, maka alat dan bahan yang kita butuhkan adalah:

  1. Bibit cabai rawit.
  2. Polibag atau pot.
  3. Pupuk kandang (bisa kambing, ayam atau sapi)
  4. Pupuk dasar NPK.

Bibit cabai rawit. Bibit bisa kita peroleh dari toko pertanian. Ada banyak merk yang bisa kita ambil. Contohnya seperti gambar di bawah ini.

benih cabe rawit untuk menanam cabe rawit di polybag

Kalau mau membuat bibit sendiri juga bisa. Kita ambil buah cabe rawit yang bagus dan yang besar dari pasar.

Kemudian kita keringkan. Setelah kering bijinya kita ambil untuk digunakan sebagai benih.

Benih buatan sendiri ini bisa kita pakai, tapi kualitas tidak sebagus bibit yang sudah tersertifikasi.

Polibag atau pot yang akan kita gunakan jangan terlalu kecil. Setidaknya diameter polibag atau pot sekitar 30 cm dengan ketinggian setidaknya 50 cm.

Pupuk kandang dan NPK beli saja. Di penjual bunga biasanya ada yang menjual pupuk khusus kandang kambing. Tapi kadang pupuk ini belum jadi, jika dipegang kemasannya masih terasa panas.

Maka ini perlu dilakukan fermentasi lagi. Atau dibiarkan sampai benar – benar dingin.

Kita lanjut ke langkah – langkah cara menanam cabe rawit dalam polibag ini.

1 . Penyemaian bibit cabe rawit

Untuk menyemai bibit cabe rawit, ada beberapa cara dalam melakukan imbibisi. Imbibisi yaitu merendam benih dalam air untuk mempercepat perkecambahan.

Ada yang melakukan dengan merendam biji dengan air hangat selama 15 – 30 menit, kemudian menaruh dan menyimban dalam kain basah sampai berkecambah.

Selain itu, ada yang merendam biji cabe rawit selama semalaman (12 jam), baru kemudian bibit diambil dan disimpan dalam kain basah.

Selama penyimpanan usahakan kelembapan kain tetap terjaga. Kalau saya menyimpannya dikamar mandi.

Di kamar mandi suhu lebih sejuk dan kain tidak cepat kering.

Selain itu, kita sering ke kamar mandi setidaknya 2 kali dalam sehari. Otomatis semaian kita akan lebih sering teramati.

Karena terkadang kita lupa untuk mengontrol karena kesibukan kita. Kain menjadi kering dan proses perkecambahan menjadi lebih lama.

Selanjutnya kita menunggu sampai bibit mulai pecah dan berkecambah. Mungkin ini membutuhkan waktu 2 – 3 hari.

Bibit yang sudah berkecambah kita pindahkan ke media penyemaian.

2 . Menyiapkan media penyemaian

Media penyemaian harus sudah siap. Alangkah baiknya jika sudah disiapkan 10 hari sebelum penyemaian.

Ini tidak harus sih. Asalkan tanah sudah bisa ditumbuhi rumput liar, itu menandakan media sudah siap.

Media penyemaian ini bisa sama dengan media tanam yang akan kita gunakan. Yaitu tanah, pupuk kandang dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.

Bagusnya sih media penyemaian ini diayak terlebih dahulu. Supaya diperoleh tekstur yang halus dan seragam.

Jika belum siap dan dirasa repot, pakai tanah biasa juga bisa. Asalkan cukup kesuburannya.

Alternatif lain bisa menggunakan:

  • Rockwool. Harus sering – sering menyiram karena media cepat kering.
  • Arang sekam. Sama seperti rockwoll. Arang sekam kurang bagus dalam menyimpan air.
  • Cocopeat. Tidak jauh berbeda dengan dua media di atas.

Karena bibit akan berada cukup lama di media penyemaian ini, maka media tanah subur adalah yang paling efisien.

Bibit cabai rawit akan berada di media penyemaian sekurang – kurangnya 4 minggu. Sampai bibit mempunyai 4 – 5 helai daun sejati.

bibit cabe menanam cabe rawit di polybag

Biar tidak banyak pekerjaan, bibit yang pecah benih bisa dipindahkan ke media semai yang sudah diwadahi polibag atau kantung plastik ukuran kecil.

Nanti ketika pindah tanam, tinggal menyobek plastik dan menanam bibit sekaligus medianya. Jadi tidak perlu dicabut dan tidak merusak akar bibit.

Setelah bibit sudah memiliki 4 – 5 daun sejati, bibit cabai rawit siap dipindah ke pot atau polibag pembesaran.

3 . Pindah tanam cabe rawit

Media yang bagus untuk menanam cabe rawit dalam pot adalah tanah yang subur, remah, dan ada bahan organiknya.

Bisa memakai tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1. Bisa kompos dari kotoran kambing, sapi atau ayam.

Biasanya, untuk meningkatkan porositas media tanam, ditambah dengan sekam bakar. Perbandingan antara tanah, sekam dan kompos adalah 1:1:1.

Sebelum di pindahkan, media ini juga sudah harus siap. Jangan sampai ketika dicampur kompos nanti masih terasa hangat. Itu tandanya kompos belum jadi.

Tanaman bisa mati nantinya.

Jika ini sudah fix, cabai diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari. Makin lama sinar matahari yang diterima, maka makin baik.

4 . Menanam cabe rawit di polybag perlu perawatan yang telaten

Perawatan yang perlu dilakukan dalam penanaman cabe rawit di polybag ini adalah penyiraman, perempelan, pengajiran, pemupukan dan pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman).

Penyiraman setidaknya dilakukan sehari sekali. Dua kali malah lebih bagus.

Air diberikan seperlunya saja. Tidak perlu sampai air netes – netes dari dasar polybag. Asal tanah sudah basah, sudah cukup.

Penyiraman yang berlebih malah akan menghanyutkan pupuk yang diberikan.

Menanam cabe rawit di polybag? Untuk jaga – jaga saja, kalau ada angin kencang. Atau siapa tahu buahnya sangat lebat nantinya, jadi bisa memantu tanaman untuk menyangga buahnya.

Perempelan adalah membuang tunas yang tumbuh dari batang utama. Ini perlu dilakukan supaya perkembangan cabai lebih fokus ke atas dulu.

Pemupukan cabai rawit bisa dimulai sejak 3 minggu setelah semai (3 MSS). Pemupukan sangat dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan unsur hara cari cabai.

Selain pemupukan penyiraman juga sangat penting. Karena air akan membantu cabai dalam menyerap unsur hara yang dibutuhkan.

Apa pupuk yang baik untuk cabai rawit?

Semua pupuk baik asalkan tahu cara, kapan dan bagaimana memberikannya.

Pupuk untuk cabe bisa mamakai pupuk majemuk seperi NPK mutiara 16-16-16. Bisa juga memakai pupuk tunggalnya.

Seperti urea yang mengandung 45% nitrogen (45% N). SP-36 sebagai sumber fosfat, 36% P2O5. Kcl sebagai sumber kaliumnya, 60% K2O.

Dosisnya adalah setip 2 gram pupuk dilarutkan dalam 1 liter air. Kemudian dikocorkan ke cabai rawit.

Pemupukan bisa dilakukan setiap seminggu sekali.

Kalau memakai pupuk organik, jumlahnya harus lebih banyak dari pupuk anorganik. Setidaknya jumlahnya 10 kali lipat.

Jika pakai anorganik hanya 2 gram per tanaman, maka dibuat 20 atau 25 gram per tanaman kalau pakai organik.

Jika mau memupuk sekali dalam sebulan, langsung diberikan saja sebanyak 80 gram – 100 gram per tanaman.

Pupuk organik diletakkan pada pinggiran pot, memutar dan merata.

Tapi pupuk organik yang diberikan harus sudah jadi. Biar bisa langsung dimanfaatkan oleh tanaman.

5 . Panen Cabe Rawit di polibag

Panen pertama bisa dimulai setelah cabe berbuah dan 80% sudah berwarna merah.

Ya pasti dong, kalau tidak ada buahnya, apanya yan dipanen.

Maksudnya adalah panen pertamaa bisa dilakukan setelah 70 – 90 HST (hari setelah tanam).

cabai berbunga menanam cabe rawit di polybag

Cukup lama. Karena kalau ditambah lama waktu penyemaiannya, totalnya bisa sampai 3 bulan lebih.

Asumsi penyemaian selama 4 minggu sampai ada 4 – 5 daun sejati.

6 . Pengendalian hama tanaman cabe rawit

Buanyak sekali hama tanaman yang bisa menyerang tanaman cabe. Pantesan banyak petani yang mengalami kegagalan atau hasil panen kurang memuaskan.

Sejak bibit disemai sampai panen, ada saja hama yang menyerang. Semuanya berbeda – beda.

Kita akan membahasnya sedikit – sedikit saja di sini, karena akan sangat panjang kalau di uraikan semuanya.

Setidaknya ada 13 macam jenis hama yang bisa menyerang cabai. Ini daftarnya.

Jenis hama atau penyakit tanaman cabe.

  1. Serangga thrips. Menyerang dan memakan bagian bawah daun. Daun menjadi menggulung dan pertumbuhan terhambat. Penanganan kimiawi dengan pestisidan dan secara alami dengan pestisida dari gadung, nimba dan tagetes.menanam cabai rawit di polibag
  2. Tungau kuning. Menghisap cairan tanaman. Efek yang ditimbulkan hampir sama dengan thrips.
  3. Lalat buah. Menyerang pada buah cabe. Dengan meletakkan telurnya pada buah cabe. Jika telurnya menetas anaknya akan memakan cabe dan cabe menjadi tidak layak dikonsumsi.
  4. Kutu daun persik. Hama ini hidupnya berkelompok dan berada di bawah permukaan daun. Menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan daun muda dan bagian pucuk tanaman. Tanaman yang terserang kutu daun persik menjadi keriput , pertumbuhan tanaman kerdil, warna daun kekuningan , terpuntir, layu dan akhirnya mati
  5. Ulat grayak. Larva instar 1 dan 2 merusak daun dan buah dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis daun bagian atas dan yang tinggal hanya tulangtulang daun. Larva instar lanjut merusak tulang daun ditandai dengan gundulnya daun, kadang-kadang larva menyerang buah cabai. Larva biasanya berada di permukaan bawah daun dan menyerang secara serentak dan berkelompok.
  6. Kutu kebul. Serangan pada daun berupa bercak nekrotik, akibat serangan nimfa dan serangga dewasa . Pada saat populasi tinggi, serangan kutu kebul dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
  7. Penyakit Layu Bakteri. Layu pada pucuk daun kemudian menjalar ke bagian bawah daun sampai seluruh daun menjadi layu dan akhirnya tanaman mati. Jaringan pembuluh batang bagian bawah dan akar menjadi kecoklatan.
  8. Layu fusarium. Tanaman menjadi layu mulai dari bagian bawah dan anak tulang daun menjadi menguning . Apabila infeksi berkembang , tanaman menjadi layu dalam waktu 2-3 hari setelah infeksi. Warna jaringan akar dan batang menjadi coklat.
  9. Penyakit busuk buah antraknosa. Serangan awal, cendawan membentuk bercak coklat kehitaman pada permukaan buah, kemudian menjadi busuk lunak . Bagian tengah buah tampak bercak kumpulan titik hitam yang merupakan kelompok seta dan konidium. Serangan berat menyebabkan seluruh buah keriput dan mengering . Warna kulit buah menyerupai jerami padi. Dalam kondisi cuaca panas dan lembab dapat mempercepat perkembangan penyakit.
  10. Penyakit bercak daun. Daun yang terinfeksi dapat berubah menjadi kuning dan gugur ke tanah. Pada daun yang terserang tampakbercak kecil berbentuk bulat dan kering . Bercak tersebut meluas sampai diameter sekitar 0,5 cm.
  11. Penyakit mosaik. Tulang-tulang daun menguning atau terjadi jalur kuning sepanjang tulang daun . Daun menjadi belang hijau. muda dan hjau tua, lebih kecil dan sempit dari biasa. Tanaman muda yang terinfeksi pertumbuhan terhambat dan nampak kerdil, serta ukuran buahnya lebih kecil daripada normal.
  12. Virus kuning YLCV. Kelompok geminivirus (TYLCV) adalah helai daun mengalami vein clearing, dimulai dari daun-daun pucuk, berkembang menjadi warna kuning yang jelas, tulang daun menebal dan daun menggulung ke atas. lnfeksi lanjut dari geminivirus menyebabkan daun-daun mengecil dan berwarna kuning terang, tanaman kerdil dan tidak berbuah.
  13. Penyakit Virus kerupuk. Pada tanaman muda dimulai dengan daun yang melengkung ke bawah. Pada umur selanjutnya gejala melengkung lebih parah disertai kerutankerutan . Daun berwarna hijau pekat mengkilat dan permukaan tidak rata. Pertumbuhan terhambat, ruas jarak antar tangkai daun lebih pendek terutama di bagian pucuk sehingga daun menumpuk dan bergumpal-gumpal berkesan regas seperti kerupuk .
SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *