Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Dedaunan Satu Bulan Jadi

SHARE:

Emangnya kompos dari daun bisa apa?

Cara membuat pupuk kompos dari dedaunan sebenarnya sangat mudah. Selain itu juga lebih simpel dan handycable. Lebih mudah untuk ditangani.

Jika kita bandingkan dengan proses pembuatan dari kotoran ternak, kompos dari dedaunan sangat jauh lebih mudah dan menyenangkan. Kita mungkin tidak percaya kalau belum pernah mencoba keduanya.

Yang pertama adalah daun lebih ringan. Tapi kalau beratnya sama, ya tetap berat.

Artinya adalah jika dibandingkan dengan kotoran sapi, kotoran ayam atau kotoran kambing, sama – sama satu sekop, sampah daun tidak terlalu menguras tenaga.

Yang kedua adalah, sampah daun lebih kering dan bersih. Secara fisik keduanya bisa terlihat dengan jelas bedanya.

Akan tetapi, jika kita memang berniat masuk dalam dunia pengomposan, antara kotoran ternak dan sampah daun, seharusnya tidak dilihat dari sudut pandang tersebut.

Sudut pandang tersebut biasanya dialami oleh para pekebun dan petani urban. Karena tidak biasa dan tidak sering bersinggungan dengan kotoran ternak, jadi terlihat jijik.

Pohon – pohon besar cukup banyak di perkotaan. Tapi, ternak unggas atau ruminansia nyaris tidak ada.

Oleh sebab itu, ada seplunuk kotoran ayam yang terjatuh, baunya sudah kemana – mana. Karena memang tidak terbiasa jadi penciuman penduduk urban sangat sensitif.

Berbeda dengan kita yang tinggal di pedesaan, tai ayam kampung yang dijatuhkan sembarang tidak menjadi masalah yang mengganggu. Bahkan makan dan minum di kandang ternak pun sudah biasa. No problemo.

Lebih ekonomis Kompos daun daripada kompos kotoran ternak

Meskipun cara membuat kompos dari dedaunan itu cukup mudah, prakteknya hanya sedikit yang melakukan.

Entahlah. Kita bisa melihat tersebut dari produk – produk pupuk organik yang dijual di pasaran atau penjual bunga.

Hampir semua pupuk organik tersebut berasal dari kotoran sapi, kambing, ayam atau limbah RPH. Tidak ada yang dari sampah daun.

Pupuk kompos tersebut biasanya digunakan sebagai media tanam tanaman hias, taman – taman perumahan dan kebun toga.

Artinya, jika kita melihat permintaannya, pupuk kompos ini termasuk laris di perkotaan. Sayang sekali kompos yang dari daun kering ini belum tergarap dengan baik.

Sedangkan bagi yang memang hobi berkebun, dan sering merawat, mengganti media tanam, membuat kompos dari dedaunan sendiri bisa lebih hemat.

Pasalnya, kompos diperkotaan harganya juga terbilang lumayan. Kemasan ukuran beras 5 kg itu, harganya 5 ribu rupiah.

Padahal, itu hanya cukup untuk 2 sampai 3 pot tanaman ukuran diameter 30 cm an. Sedangkan untuk tabulampot dengan pot yang besar, bisa sekali habis tuh.

Bahan baku kompos daun juga gratis. Setidaknya kita bisa mengumpulkannya sedikit demi sedikit dengan memisahkan sampah antara yang organik dan anorganik.

Lama kelamaan, ketika kompos daun sudah jadi, waktunya bisa saja bareng dengan jadwal penambahan pupuk organik pada tanaman.

Kualitas kompos daun vs kompos ternak

Jika kita menyangsikan kualitas kompos dari dedaunan, itu keliru. Kualitasnya bisa diuji bandingkan dengan kompos dari kotoran sapi dan kambing.

Saya pernah menulis dengan cukup panjang lebar tentang keduanya. Silahkan dikroscek jika penasaran.

Kandungan unsur hara yang terkandung dalam kompos kotoran sapi adalah sebagai berikut:

Sedangkan untuk kompos dari kotoran kambing, ini.

Sekarang kita lihat untuk kompos dari daun. Kandungan unsur haranya adalah sebagai berikut:[1]

ParameterNilai
C – Organik (%) 61,87
N – Total (%) 0,75
P Total (%) 0,17
K Total (%) 0,24
Rasio C/N 81,93
pH 6,53
Kadar Air 10,10

Jika kita mengharapkan kandungan unsur hara yang tinggi pada pupuk kompos, maka kita akan kecewa. Makanya, jangan membandingkan unsur hara yang terdapat pada kompos dengan pupuk anorganik. Bedanya, jauh.

Misalnya saja dengan pupuk NPK mutiara 16 – 16 – 16. Yang artinya kandungan N 16%, P 16% dan K juga 16%.

Dalam satu kilogram saja, masing – masing N, P dan K nya adalah 160 gram.

Dengan acuan kandungan unsur hara dari kompos daun di atas, untuk mendapatkan nilai N yang sama (160 gram), butuh kompos daun sekitar 21 kg.

Kalau yang ingin disetarakan jumlah P dan K, maka jumlah kompos daun masing – masing 94 kg dan 67 kg.

Katakanlah kita punya kompos daun sebanyak 100 kg, supaya N, P dan K yang kita dapatkan baru bisa melebihi NPK 16-16-16.

Ya, mau bagaimana lagi, memang seperti itu kondisinya.

Dari segi jumlah memang kompos organik kalah dari anorganik.

Cara membuat kompos dari dedaunan Bisa kering dan basah

Daun yang jatuh dari pohon itu tidak dalam keadaan kering. Ya, warnanya memang kuning.

Tapi itu tidak berarti kalau daun dalam keadaan kering. Daun kering itu warnanya co klat.

daun kering yang akan dijadikan pupuk kompos

Jika anda menemukan sampah daun kering di depan rumah Anda, itu berarti anda tidak menyapu halaman selama beberapa hari ini.

Daun – daun yang berjatuhan ini secara alami akan terdekomposisi atau terurai. Kita biarkan saja juga lama – lama jadi pupuk kompos.

Kompos daun sederhana

Secara sederhana, kita bisa membuat pupuk kompos dari dedaunan dengan beberapa cara berikut ini.

  1. Kita buat lubang di tanah, kemudian daun kita masukkan ke lubang tersebut. Lalu daun kita timbung dengan tanah.
  2. Dengan wadah ember, dengan ukuran yang agak besar. Bagian dasar kita isi tanah atau kompos yang sudah jadi. Kita masukkan sampah daunnya. Dipadatkan, kemudian pada bagian atas ditutup dengan tanah kembali.cara membuat pupuk kompos dari dedaunan - bahan 1cara membuat pupuk kompos dari dedaunan - bahan 2cara membuat pupuk kompos dari dedaunan - bahan 3
  3. Dikumpulkan saja. Tapi di atur supaya sampah daun tidak berserakan karena angin . Biarkan saja, terkena panas dan hujan.

Tidak ada waktu yang pasti, kapan pembuatan kompos dari dedaunan di atas akan jadi kompos. Setidaknya butuh berbulan – bulan.

Cara mempercepat proses pengomposan daun

Kalau mau proses pengomposan lebih cepat, kita harus menambahkan treatment pada kompos.

Hal – hal yang bisa kita lakukan untuk mempercepat proses pengomposan adalah:

  1. Menambahkan starter bakteri. Ini bisa EM4, starbio atau Mikro organisme lokal.
  2. Mencacah sampah daun menjadi ukuran yang lebih kecil. Semakin lembut ukuran sampahnya, semakin bagus. Karena akan meningkatkan luas permukaan kerja dari mikroorganisme starter.
  3. Menambah bahan yang bersifat sebagai sumber tenaga untuk bakteri. Misalnya adalah gula, molases atau dedak padi.
  4. Membolak balik tumpukan kompos secara berkala dan teratur.

Cara membuat kompos dari dedaunan dengan starter em4

Karena Em4 jenisnya ada banyak, yang digunakan untuk pengomposan adalah EM4 pertanian. Botolnya yang warna kuning.

Jenis bakteri pada em4 pertanian sedikit berbeda dengan em4 peternakan. Persamannya, keduanya terdapat bakteri asam laktat, lactobacillus sp.

Komposisi mikroorganisme EM4 pertanian terdapat bakteri fotosintesis dan bakteri actinomycetes.

Bakteri fotosintesis bisa untuk fermentasi dan juga melakukan fiksasi nitrogen dari udara. Bisa bekerja secara aerob atau anaerob.

Sedangkan actinomycetes adalah bakteri yang secara alami banyak ditemukan di tanah. Bekerja lebih baik pada kondisi aerob. Perannya, bisa menekan organisme patogen pada tanaman.

Untuk pembuatan kompos, em4 harus diencerkan dengan molases atau gula terlebih dahulu.

Caranya adalah 5 mL em4 pertanian di tambah gula pasir 2,5 gram dan air 250 ml. Nanti ini akan digunakan untuk menyemprot sampah daun.

Atau, kita buat mol dari buah – buahan.

Gula pasir 4 gram dilarutkan ke air sekitar 100 ml, aduk sampai larut. Tambahkan potongan buah – buahan seperti nanas, pepaya atau pisang. Biarkan selama sehari semalam dalam keadaan terbuka.

Ok, langsung saja ke cara pembuatan kompos dari dedauan ini, bisa pakai em4 atau mol yang mudah saja.

  1. Sampah daun dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil. Idealnya antara 2 – 3 cm. Tapi kalau tidak memungkinkan, semampunya saja.
  2. Masukkan sampah daun ke dalam tempat pembuatan kompos. Lapis per lapis.
  3. Setiap lapis disiram dengan em4 atau mol yang sudah kita buat tadi.
  4. Tutup, tapi tidak usah terlalu rapat. Proses ini butuh waktu sekitar 1 bulan, sedangkan untuk mol bisa lebih, sekitar 2 bulan.
  5. Setiap 3 hari sekali dilakukan pembalikan daun. Lebih repot tapi kan ini untuk proses pengomposan yang lebih cepat. Kalau tidak dibalik, maka bakteri yang dominan bekerja hanya lactobacillus saja. Bakteri lain yang mostly aerobik akan minimal kerjanya.

Sebenarnya ini tidak repot – repot amat sih. Kita bisa melakukannya dengan langkah seperti ini.

Misalnya kita punya tong atau ember sebagai tempat pembuatan kompos daun.

Pertama – tama kita membuat kompos dari dedauan seperti pada langkah di atas.

Kemudian ketika ada daun baru yang ingin ditambahkan, kita semprot terlebih dahulu dengan Em4 atau mol yang sudah kita punya.

Kita masukkan daun yang baru ini ke bagian paling dasar. Otomatis dengan melakukan itu, kita sudah membolak – balik tumpukan kompos yang sedang kita buat.

Seperti itu.

Saya kira cara membuat pupuk kompos dari dedaunan ini cukup di sini dulu. Sorry jika banyak kekurangan. Terima kasih dan sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] Yulianto, Agung., Badrus Zaman dan Purwono. Pengaruh Penambahan Pupuk Organik Kotoran Sapi Terhadap Kualitas Kompos Dari Sampah Daun Kering Di Tpst Undip. Departemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 6, No. 3 (2017)

[2] Yulipriyanto, H. Laju Dekomposisi Pengomposan Sampah Daun Dalam Sistem Tertutup .Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *