Review Bac. EM4 Peternakan Untuk Sapi Yang Bisa Meningkatkan Bobot dan Mencegah Penyakit Pencernaan Sapi

SHARE:

EM4 peternakan sapi

EM4 peternakan untuk sapi bisa digunakan dengan dua cara. Pertama adalah sebagai fermentator pakan, dan yang kedua adalah sebagai direct feed microbials.

Sebagai fermentor pakan, Em4 digunakan untuk membuat pakan fermentasi. Pakan sapi yang akan digunakan diberi em4. Kemudian, didiamkan selama waktu tertentu, sebelum diberikan ke sapi.

Melakukan fermentasi pada pakan bisa membuat tingkat kecernaan pakan menjadi lebih tinggi.

Pencernaan sapi akan lebih mudah dalam mencerna pakan tersebut. Karena serat kasar dan protein kasar akan terurai menjadi struktur yang lebih sederhana. Jika fermentasinya berhasil.

Dengan begitu, sapi akan mendapatkan sumber gizi yang sedikit lebih banyak. Dan, secara tidak langsung, performa sapi akan terbantu menjadi lebih baik.

Pakan fermentasi

Pemberian EM4 pada sapi dengan cara fermentasi ini layak untuk dicoba. Karena rata – rata, kualitas rumput di Indonesia memiliki serat kasar yang tinggi. Serat kasar yang tinggi pada rumput – rumput kita memang khasnya rumput negara tropis.

Hal ini karena suhu yang tinggi dan sinar matahari yang berlimpah.

Dengan demikian, fermentasi bisa membuat kualitas hijauan atau rumput kita menjadi sedikit lebih baik.

Kenapa hanya sedikit?

Karena kemampuan mikroba hanya sebatas itu. Secara fisik dari pakan saja, sudah bisa terlihat.

Tidak terjadi perubahan yang berarti pada fisik pakan. Paling hanya warna yang sedikit berubah.

Kalau dianalisa secara lab, paling serat kasarnya turun sedikit dan proteinnya juga nambahnya sedikit.

Kalau mau perubahan banyak, ya seharusnya pakai enzim yang ada diperut rayap. Bisa tuh serat – serat organik hancur luluh.

Kalau masih pakai lactobacillus sp., sepertinya tidak akan bisa bebuat banyak. Karena bakteri Lactobacillus sp, akan memproduksi asam laktat.

Jumlah asam laktat yang dihasilkan akan membuat pH dalam penyimpanan pakan turun. Ketika pH sudah mencabati batas, maka bakteri akan stop. No activity at all, alias tidak melakukan apa – apa.

Yang berhenti bekerja tidak hanya lacto saja, tapi semua bakteri yang ada dalam silo pakan. Baik yang bisa bersifat patogen ataupun tidak.

DFM

em4 peternakan untuk kambing

Direct feed microbials, adalah cara lain untuk memberikan em4 peternakan untuk sapi. Jika malas membuat pakan fermentasi, atau pakan fermentasi merepotkan dan menyita banyak waktu dan tenaga.

Maka, Em4 peternakan bisa diberikan secara langsung. Artinya, em4 langsung dicampur ke pakan atau minum sapi sebelum diberikan. Tidak perlu waktu lama pemeraman, seperti pada pakan fermentasi.

Cara ini juga dikenal dengan istilah probiotik untuk sapi.

Apakah probiotik ini bisa meningkatkan kualitas pakan sapi?

Secara langsung, tidak, tidak dan tidak. Probiotik lebih berfungsi meningkatkan kerja bakteri pada rumen sapi. Atau meningkatkan efisiensinya. Kalau ada yang harus diefisienkan.

Dengan mohon maaf saya harus katakan, pakan jelek tidak akan memberikan pertumbuhan yang baik, walaupun kita memberikan sapi dengan probiotik yang harganya ratusan ribu.

Karena inti dari pertumbuhan sapi, supaya perkembangannya bagus, bukan pada probiotiknya. Tapi kualitas pakan yang kita berikan sehari – hari.

Semakin bagus kualitas ransum yang digunakan, maka semakin tinggi peran probiotik. Sehingga, efisiensinya meningkat.

Penggunaan probiotik akan semakin efektif kalau pakan sapi ada konsentratnya. Karena semua juga setuju, pakan rumput vs pakan rumput+konsentrat, akan lebih bagus yang ada konsentratnya.

Hal tersebut sudah tidak perlu dibuktikan lagi. Sudah jelas hasilnya.

Tapi semua tergantung dari tujuan memelihara sapinya. Kalau target PBBH ingin tinggi, ya pakai konsentrat. Susah lah …kalau hanya pakai rumput sahaja.

Berbeda kalau tujuannya sebagai simpanan dan aset belaka. Dengan pakan rumput sahaja, sedikit – demi sedikit, hari demi hari, sapi akan tetap tumbuh. Meskipun lambat.

Tapi dalam setahun, dua tahun, hasilnya akan kelihatan. Dua ekor sapi usia dua tahun, adalah tabungan yang lumayan. Pekerja pabrik saja belum tentu bisa punya tabungan sebanyak itu, dalam waktu yang sama.

Akan tetapi, probiotik bisa memberikan efek jauh yang lebih besar daripada hanya ingin terlihat efek secara fisik saja.

Yaitu, sistem pencernaan sapi menjadi lebih sehat. Dengan pencernaan yang sehat, sapi akan tumbuh dengan normal sesuai dengan yang seharusnya.

Bukankan pakan fermentasi, ketika dimakan, bakterinya bisa jadi probiotik?

Sepertinya iya, benar.

Karena bakteri dalam pakan sapi tidak mati ketika dalam penyimpanan. Bakteri yang menempel pada pakan akan ikut menyumbang hadirnya mikroorganisme rumen yang lebih beragam.

Jadi, fungsinya akan seperti probiotik.

Em4 peternakan untuk fermentasi pakan sapi

Tema ini sebenarnya sudah banyak yang membahasnya. Hasilnya juga rata – rata sesuai harapan.

Pakan yang difermentasi bisa meningkatkan kandungan protein pakan. Serat kasarnya turun dan tingkat kecernaannya naik.

Tapi, pengingkatan semuanya tidaklah signifikan.

Hanya sedikit saja.

Misalnya seperti ini.[1]

Fermentasi polard gandum dengan ragi Saccharomyces cerevisiae bisa meningkatkan protein kasar dari 12,37% dan 12,94% dan meningkatkan energi metabolisme pakan dari 3306.51 Kkal/kg menjadi 3582,05 Kkal/kg.

Ragi Saccharomyces yang digunakan adalah hasil isolasi dari rumen kerbau.

Cara fermentasi polardnya adalah sebagai berikut:

  1. Polard ditambah air sebanyak 50% (volume/berat). Kalau polarnya 10 kg, maka airnya 5 liter.
  2. Aduk sampai merata.
  3. Kukus selama 45 menit, dihitung sejak air mendidih.
  4. Tambahkan ragi (saccharomyces cerevisiae) sebanyak 0,5% dari berat polar. Misal polard 10 kg, maka raginya sebanyak 5 gram.
  5. Diperam selama 2 hari.
  6. Beri lubang – lubang pada tempat pemeramannya. Karena ragi ini sifatnya aerob. Lebih bagus pakai nampan yang ditutup. Tutupnya ditusuk – tusuk biar berlubang. Semakin tipis nampannya semakin baik.

Saccharomyces cerevisiae ini ada pada produk EM4. Bersamaan dengan bakteri Lactobacillus casei dan Rhodopseudomonas palustris.

Kalau Rhodopseudomonas palustris sih, bisa hidup pada lingkungan aerob dan anaerob. Tapi kalau Lactobacillus casei, lingkungan kerjanya harus aerob.

Ini bertolak belakang. Jadi, jika ingin memakai laktonya, fermentasi dilakukan secara anaerob. Sedangkan kalau ingin raginya yang aktif, fermentasi dilakukan secara aerob.

Selain digunakan sebagai starter fermentasi, em4 peternakan untuk sapi juga banyak dipakai sebagai probiotik.

Cara menggunakan EM4 peternakan untuk sapi sebagai probiotik

Komposisi probiotik em4 sangat mendukung untuk dipakai sebagai probiotik untuk sapi.

Ini karena dalam EM4 peternakan, terdapat bakteri asam laktat dan raginya. Beberapa jenis bakteri yang bisa menghasilkan asam laktat, dan jenis ragi bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

probiotik em4 peternakan untuk kambing

Meskipun nantinya membutuhkan beberapa penyesuaian, tapi itu tidaklah sulit. Masih bisa dicocok – cocokkan.

Karena untuk memperoleh referensi ilmiah, yang secara khusus menggunakan EM4 cukup sulit.

Em4 peternakan termasuk probiotik gabungan dari bebera jenis mikro organisme. Dan, probiotik gabungan lebih efektif daripada hanya probiotik tunggal.

Ini ada contohnya.

Pemberian probiotik Saccaromyces cerevisiae dan mikroba rumen sebanyak masing – masing 2 x 1011 per hari dan 2 x 108 per hari, bisa meningkatkan bobot harian sekitar 100 gram/ekor/hari lebih tinggi pada sapi bali.[2]

Inilah yang saya maksud harus ada penyesuaian. Kepadatan bakteri Saccharomyces pada EM4 hanya 1,5 x 106 cfu/ml.

Untuk mendapatkan jumlah bakteri sebanyak itu selama sehari, berarti kita harus menghabiskan 100.000 ml em4 dalam satu hari.

Ndak mungkin kan?

Inilah salah satu kelemahan dari EM4 peternakan. Jika kita harus menyemakan dengan referensi – referensi yang ada, terlalu berat. Tapi kalau mau menggunakannya, bisa saja mengikuti pentunjuk yang ada pada kemasannya.

Sebagai informasi tambahan, ransum yang digunakan adalah rumput gajah fermentasi dan konsentrat. Rumput gajah sebanyak 60% dan konsentrat sejumlah 40%.

Dengan kandungan nutrisi masing – masing sebagai berikut:

NutrisiRumput Gajah ferment.Konsentrat
Berat kering 21,39 %85,76 %
Protein Kasar 8,01 %8,67 %
Serat Kasar26,35 %12,34 %
Lemak Kasar1,61 %3,38 %
Abu11,85 %11,95 %
BETN52,18 %63,65 %
TDN51,58 %67,28 %

Setiap hari, sapi bali dengan bobot sekitar 200 kg, menghabiskan hijauan sebanyak 4 – 5 kg. Sedangkan konsentratnya menghabiskan antara 2 – 4 kg/ekor/hari.

Inilah kelemahan dari EM4 peternakan. Jumlah bakterinya lebih rendah daripada contoh – contoh penelitian yang ada. Baik lokal, maupun riset luar.

Padahal, manfaat ragi Saccharomyces cerevisiae yang ada pada EM4 ini sangat luar biasa. Tapi ya itu tadi, jumlah bakterinya lebih sedikit. Kalau dipaksakan harus dengan jumlah yang sama, peternak bisa kebol – kebol.

Baik itu untuk sapi yang baru lahir, heifer (sapi muda) sampai sapi dewasa, hasilnya memang 

Hasil lain yang dilakukan pada pedet sapi perah adalah seperti ini.

Memberi probiotik Saccharomyces cerevisiae pada pedet baru lahir sebanyak 2% bisa mempercepat pertumbuhan anak sapi.[3]

Sapi yang baru lahir, dipisah dari indukan. Kemudian sapi diberi ransum khusus yang sudah disesuaikan.

Pedet harus menerima kolostrum sebanyak 4 liter dalam waktu 12 jam. Ransum kusus pedet yang diberikan memiliki CP 20%, 20% lemak dan Energi Metabolis 4,75 Kka/kg.

Jumlah ransum kusus pedet ini diberikan sebanyak 10% dari berat lahirnya. Probiotik kultur ragi Saccharomyces c. Diberikan sebanyak 2%. Produk – produk semacam ini banyak ditemukan di luar negeri. Bentuknya tepung (powder) sehingga lebih mudah dalam mengatur pemberiannya.

Selama 42 hari, perkembangan dan pertumbuhan anak sapi bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Pedet kontrolPedet-2% kultur ragi
Berat awal42,24 kg43,78 kg
Bobot akhir60, 17 kg65,28 kg
ADG minggu 1-5371 gram/hari417 gram/hari
ADG Minggu ke-6744 gram/hari941 gram/hari

Pedet yang mendapat kultur ragi Saccharomyces cerevisiae, pertumbuhannya jauh lebih cepat.

Metode Ini bisa diadopsi oleh peternak kita, terutama yang ingin memisahkan pedet dari induknya. Biasanya dilakukan bagi yang memelihara sapi perah.

Akan tetapi banyak hal yang harus disesuaikan lagi, dan itu bukan pekerjaan sepele.

Sebenarnya masih banyak, bagaimana probiotik saccharomyces bisa meningkatkan performa pada sapi.

Akan tetapi, semakin banyak referensi, ternyata semakin jauh untuk menghubungkannya dengan produk EM4 peternakan sapi.

Karena beda budaya dalam beternak, beda sumber lingkungan dan sumber daya, akan semakin sulit untuk mencocok – cocokan.

Saya kira sampai disini dulu, sorry karena banyak kekurangan. Terima kasih dan sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] I GST. NYM. Gde Bidura. Pemanfaatan Khamir Saccharomyces Spp. Isolat Rumen Kerbau Untuk Meningkatkan Nilai Nutrisi Pollard Sebagai Pakan Ternak Nonruminansia. Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar-Bali, Indonesia

[2] Riyanti, Lilis. 2015. Produksi Probiotik Kombinasi Saccharomyces Cerevisiae Dan Mikroba Rumen Terenkapsulasi Untuk Detoksifikasi Aflatoksin Dan Peningkatan Performa Sapi Bali. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor Bogor.

[3] Lesmeister, K. E., A. J. Heinrichs, and M. T. Gabler. Effects of Supplemental Yeast (Saccharomyces cerevisiae) Culture on Rumen Development, Growth Characteristics, and Blood Parameters in Neonatal Dairy Calves. . Dairy Sci. 87:1832–1839 © American Dairy Science Association, 2004.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *