Jadwal Pemupukan Terong Dari Awal Sampai Akhir

Kita membutuhkan jadwal pemupukan terong yang tepat supaya terong bisa tumbuh dengan subur dan produksi buahnya optimal. Karena terong termasuk tanaman semusim, kita membutuhkan jadwal pemupukan karena usia tanaman ini cukup panjang. Dengan begitu, produksi buah terong akan terus optimal sepanjang musim.

Kita akan fokus pada jadwal pemupukan terong saja. Karena referensi satu dengan yang lainnya berbeda, kita akan sertakan semua.

Jadwal pemupukan terong yang berbeda – beda ini bisa memberikan alternatif pilihan. Berbagai pilihan pupuk yang bisa diaplikasikan dan disesuaikan dengan kondisi lokal yang tersedia.

 

Jadwal pemupukan terong[1]

Tanah yang akan ditanami dicangkul 2 – 3 kali dengan kedalaman 20 – 30 cm, kemudian dibuat bedengan dengan lebar 120 – 140 cm dan panjang disesuikan dengan lahan. Diantara bedengan dibuat parit degan kedalaman 20 – 30 cm. pupuk kandang atau kompos yang sudah matang diberikan 0,5 – 1 kg per lubang sebelum tanam.

Pupuk buatan diberikan setelah tanaman berumur 1 – 2 minggu setelah tanam. Karena pada usia ini terong masih dalam fase vegetatif, pupuk yang diberikan adalah urea.

Pupuk urea diberikan sebanyak 65 kg/hektar. Atau bisa memakai Pupuk campuran  dalam bentuk ZA dan ZK dengan perbandingan 1:1.  ZK itu pupuk kalium sulfat, jadi Ia sebagai sumber K dan S.

jadwal pemupukan terong pakai zkjadwal pemupukan terongjadwal pemupukan terong

Pupuk campuran tersebut jumlahnya sebanyak 10 gram/tanaman. Pemberiannya di tabur di sekeliling tanaman dengan jarak 5 cm dari pangkal batang.

Pemupukan berikutnya diberikan saat tanaman berumur 2,5 – 3 bulan. Pupuk yang dibutuhkan untuk satu hektar yitu ZA 150 kg dan ZK 150 kg. pada tanah liat berlempung dosis NPK (12:24:12) yang digunakan 500 kg/ha.

NPK 12:24:12 bisa disederhanakan menjadi NPK 1:2:1. Untuk kebutuhan sebanyak 500 kg, kita bisa menghitungnya seperti ini.

N  ¼ x 500 = 125 kg.

P dalam P2O5 2/4 x 500 = 250 kg

K dalam bentuk K2O ¼ x 500 kg = 125 kg

Kita bisa memakai pupuk NPK 15-15-15 dan karena jumlah P nya masih kurang, kita bisa memberikan tambahan SP36. Kalau pakai TSP terlalu mahal harganya.

Dengan begitu, untuk NPK 15 kita membutuhkannya sebanyak 17 karung 50 kg. Untuk SP36 sebanayak 7 karung 50 kg. Tenang, ini kebutuhan untuk 1 hektare. Untuk lahan yang lebih kecil, bisa di hitung kembali jumlahnya.

Jadwal pemupukan terong[2]

Kita ambil referensi yang lain, jadwal pemupukan terong mulai dari pengolahan lahan.

Pengolahan Lahan

Yang utama, untuk rumput , tanaman liar dan sebagainya sudah harus dibersihkan.

Tanah yang akan ditanami dicangkul 2 – 3 kali dengan kedalaman 20 – 30 cm, kemudian dibuat bedengan dengan lebar 120 – 140 cm dan panjang disesuikan dengan lahan. Diantara bedengan dibuat parit degan kedalaman 20 – 30 cm. pupuk kandang atau kompos yang sudah matang diberikan 0,5 – 1 kg per lubang sebelum tanam.

Pemberian pupuk dasar

Pupuk dasar bisa menggunakan pupuk organik atau anorganik.  Untuk pupuk organik, bisa memakai pupuk kandang, baik itu kompos kambing atau kompos sapi. Sedangkan untuk pupuk dasar anorganik dapat menggunakan ZA, Urea, TSP/SP36 dan KCL.

Lahan yang kurang subur, membutuhkan pupuk dasar yang lebih banyak. Terutama yang sumbernyaa organik. Per hektar, lahan butuh sekurang kurangnya 30 ton kalau lahannya kurang subur. Atau pupuk dasar organik ini di sesuaikan sebanyak 4 kg per panjang meter bedengan.

Pupuk dasar organik juga bisa ditambah dengan pupuk dasar anorganik.

Jumlahnya adalah sebagai berikut untuk lahan 1 hektar:

ZA 650 kg, UREA 250 kg, SP36/TSP  500 kg, KCL 400 kg. Seluruh pupuk tersebut dicampur rata, lalu ditebarkan ke permukaan bedengan. Dosis yang digunakan adalah 200 gram setiap 75 cm panjang bedengan.

Untuk lahan seluas 1000 m2, pupuk dasar yang digunakan adalah sebagai berikut:

  • Pupuk kandang : 2 truk
  • ZA :75 kg
  • SP 36 :60 kg
  • KCL : 40 kg.

Jadwal pemupukan terong susulan

Pengocoran dilakukan sekali dalam seminggu. Dimulai dari saat tanaman di tanam pada lahan sampai pada masa pembungaan.

Alat yang dibutuhkan:

  • Gelas aqua bekas
  • Drum plastik atau ember besar sebagai tandon
  • Ember plastik ukuran sedang

Bahan pupuk yang digunakan:

  • NPK 2 kg
  • KCL 5 gelas aqua
  • Air sebanyak 75 liter.

Cara pengocoran:

  • Masukkan air ke drum sampai ketinggian sekitar ¾ dari drum.
  • Masukkan NPK 2 kg dan KCL sebanyak 5 gelas aqua ke dalam ember.
  • Masukkan air ke dalam ember sampai penuh.
  • Aduk supaya NPK dan KCLnya larut, lalu masukkan ke dalam drum.
  • Proses pearutan NPK dan KCL di dalam ember dilakukan berkali – kali sampai tidak adaa pupuk yang masih berbentuk buiran, setelah itu dimasukkan ke drum. Langkah ini dilakukan berulang – ulang sampai drum penuh.
  • Ambil larutan pupuk tersebut sebanyak 1 gelas aqua. Siramkan pada terong jangan sampai terkena daunnya.

Jadwal pemupukan terong [3]

Selain kedua jadwal pemupukan di atas, kita juga bisa menggunakan jadwal yang satu ini.

Untuk yang satu ini ada sedikit hitung – hitungan. Karena pupuk yang dijadwalkan dalam bentuk senyawa oksidanya.

Jadi, untuk merek pupuknya kita yang menentukan sendiri. Oleh karena itu, pasti ada salah satu unsur yang jumlahnya tidak pas, ada yang lebih.

Untuk Sumber N, kita bisa memakai UREA atau ZA. Untuk P2O5 bisa memakai SP36 atau TSP. Sedangkan sumber K2O bisa dari ZK atau KCL.

Persoalannya kemudian adalah tidak semua daerah bisa dengan mudah mendapatkan SP36 atau ZK. Meskipun ada harganya juga mahal.

Pilihan paling murah adalah memakai phonska bersubsidi. Phonska bersubsidi kandungan haranya tidak 15-15-15 lagi, melainkan 15-10-12.

Jadi, dalam 1 karung phonska bersubsidi jumlah haranya masing – masing adalah sebagai berikut:

N, 15% x 50 kg = 7,5 kg

P2O5, 10% x 50 kg = 5 kg

K2O, 12% x 50 kg = 6 kg

Pupuk Dasar

Kompos N P2O5 K2O
m3 / ha kg/ ha
30-40 50 750 500

Pemupukan selanjutnya

  N P2O5 K2O
Perkembangan

Tanaman

kg/ ha /hari
Sampai Berbunga 2.0 0.3 3.0
Bakal buah 2.5 0.3 3.75
Berbuah 3.5 0.35 3.0
Panen 4.0 0.2 1.5

 

Untuk pemupukan terong sistem fertigasi

Usia Tanam Kebutuhan nutrisi

(Kg/Ha/hari)

N P2O5 K2O
1 – 10 0.05 0.00 0.00
11 – 20 0.10 0.00 0.00
21 – 30 0.20 0.00 0.36
31 – 40 0.25 0.00 0.96
41 – 50 3.20 0.05 5.90
51 – 60 2.90 0.18 8.67
61 – 70 0.25 0.21 1.57
71 – 80 0.25 0.11 0.60
81 – 90 0.25 0.11 0.60
91 – 100 0.25 0.11 0.60
101 – 110 0.25 0.21 2.41
111 – 120 1.20 0.34 3.61
121 – 130 2.40 0.62 3.61
131 – 150 2.60 0.71 3.61
150 – 200 2.30 0.87 1.93
Total (Kg/Ha) 290  75.58 457.75

Seperti itu beberapa jadwal pemupukan terong yang bisa kita aplikasikan. Jika ada tambahan silahkan kirim ke komentar saja ya, jangan sungkan.

Referensi

[1] Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian

[2] Eko Sariano. 2012. Budidaya Terong Silila (solanum Melongena L) Untuk Produksi benih di CV. Multi Global Agrindo (MGA) karangpandan. Universitas Sebelas Maret Surakarta

[3] https://www.haifa-group.com/fertilization-and-fertigation-recommendation-growing-eggplants

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.