Perbedaan Pupuk Ultradap dan MKP

Perbedaan pupuk ULTRADAP dan MKP sangatlah jelas. Karena kedua pupuk ini memang berbeda. Beda komposisi unsur haranya, spesifikasi, dan pabriknya. Memang ada kesamaan, tapi hanya sebagian saja.

Ultradap adalah mono amonium fosfat, sedangkan MKP adalah mono kalium fosfat. Sama – sama mengandung fosfat, tapi yang satu gandengannya amonium dan yang MKP gandengannya kalium.

Karena unsur gandengannya berbeda, perbedaan ultradap dan mkp juga terletak pada waktu aplikasi pada tanaman.

Lebih lengkapnya, perbedaan ultradap dan mkp akan kita ulas sebagai berikut:

Perbedaan pupuk ultradap dan mkp dari produsennya

perbedaan pupuk ultradap dan mkp
Mono amonium sulfat dari saprotan utama

Entah ini produsen, importir atau distributor resminya, kita anggap semacam itu lah. Dengan kata lain, pabrik dari produk ultradap dan mkp.

Kita ambil dua saja ya. Yaitu Meroke tetap jaya dan Saprotan utama.

Keduanya memiliki produk yang sama, yaitu mono amonium fosfat dan mono kalium fosfat. Hanya merek atau labelnya yang berbeda.

Meroke tetap jaya, mono amonium sulfatnya berlabel MerokeMAP sedangkan Saprotan utama labelnya ULTRADAP.

perbedaan pupuk ultradap dan mkp
Mono amonium sulfat dari Meroke Tetap Jaya

Untuk MKP, meroke tetap jaya mereknya MEROKEMKP sedangkan saprotan utama bermerek MKP Pak Tani.

Mono Kalium Fosfat dari Meroke Tetap Jaya
perbedaan pupuk ultradap dan mkp
Mono Kalium Fosfat dari saprotan utama

Perbedaan ultradap dan mkp dari unsur penyusunnya

Ultradap adalah mono amonium fosfat (Mono Ammonium Phosphate) sedangkan MKP adalah mono kalium fosfat (Mono Kalium Phosphate). Secara kimia, ultradap rumus kimianya adalah NH₄H₂PO₄ sedangkan MKP adalah KH2PO4.

Ultradap memiliki kandungan nitrogen sebesar 12%. Sumber nitrogennya berasal dari senyawa amoniak, NH4+. ( Pupuk amoniak  vs pupuk nitrat). Kandungan fosfatnya adalah sebesar 60%, dalam bentuk senyawa oksida P2O5. Namun, untuk produsen yang berbeda kandungan fosfatnya ada yang lebih tinggi, yaitu 61%.

perbedaan pupuk ultradap dan mkp

MKP sendiri, kandungan Kaliumnya (K) adalah sebesar 34% dalam bentuk senyawa oksida K2O. Sedangkan untuk fosfatnya adalah sebesar 52% dalam bentuk senyawa oksida, P2O5.

Perbedaan pupuk Ultradap dan MKP dari waktu aplikasinya

Dari waktu aplikasinya, keduanya sangat berbeda. Ultradap yang mengandung N dan P, diberikan ke tanaman pada fase vegetatifnya. Unsur Nitrogennya sangat mendukung tanaman untuk tumbuh lebih besar dan hijau sedangkan P nya supaya perakarannya bagus.

Oleh karena itu, penggunaan ultradap harus dihentikan ketika tanaman sudah memasuki masa fase generatifnya. Contohnya ketika tanaman sudah mulai berbunga (akan berbunga), jenis pupuknya diganti yang lain.

Berbeda halnya dengan MKP. MKP malah dianjurkan untuk digunakan ketika tanaman masuk fase generatifnya. Hal ini supaya tanaman bisa berproduksi lebih banyak, dan buahnya berkualitas.

Dari web resminya, waktu penggunaan ultradap dan mkp bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Waktu aplikasi ultradap untuk beberapa jenis tanaman.

Jenis TanamanWaktu aplikasi
KentangAplikasi saat mulai 7 HST sampai menjelang pembungaan. 3 kali aplikasi, interval 1 minggu.
Semangka, melonAplikasi saat mulai 7 HST sampai menjelang pembungaan. 3 – 5 kali aplikasi, interval 1 minggu.
Cabe, tomatAplikasi saat mulai 7 HST sampai menjelang pembungaan. 7 – 9 kali aplikasi, interval 1 minggu.
Apel, mangga, anggur, strawberryAplikasi untuk merangsang pembungaan atau menjelang pembungaan . 3 kali aplikasi, interval 1 minggu
Bawang merah, kacang panjang, kacang hijau, kedelai, padi, bunga, dan sayuranAplikasi mulai umur satu minggu sampai menjelang keluar bunga dengan interval 1 minggu.

Waktu aplikasi MKP untuk beberapa jenis tanaman.

Jenis TanamanWaktu aplikasi
KentangAplikasi saat mulai pembentukan umbi atau mulai umur 35 HST. 3 kali aplikasi, interval 1 minggu.
Semangka, melonAplikasi saat mulai pembentukan bunga atau mulai umur 21 HST. 3 – 5 kali aplikasi, interval 1 minggu.
Cabe, tomat, terongAplikasi saat mulai pembentukan bunga atau mulai umur 42 HST sampai panen selesai. 7 – 9 kali aplikasi, interval 1 minggu
Apel, mangga, anggur, strawberryAplikasi saat menjelang pembungaan sampai pengisian buah. 3 kali aplikasi, interval 1 minggu.
Bawang merah, kacang panjang, kacang hijau, kedelai, padi, bunga, dan sayuranAplikasi mulai menjelang pembungaan atau memasuki fase generatif sampai pengisian buah atau umbi.

Tuh kan, antara ultradap dan MKP sangat berbeda. Perbedannya seperti yang sudah diuraikan di atas ya. Sampai disini dulu, semoga berguna ya. Terima kasih.

Oh iya, untuk mkp, lebih lengkap pernah saya tulis di sini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.