Pupuk Nitrat Perbandingannya Dengan Pupuk Amonium

SHARE:

Perlukah membandingkan Pupuk Nitrat dan amonium?

Pupuk nitrat adalah pupuk sebagai sumber N (nitrogen) yang berbentuk ion nitrat (NO3). Meskipun sumber nitrogen tidak hanya dalam bentuk ion nitrat. Ada amonium yang juga bisa sebagai sumber N bagi tanaman.

Nitrogen adalah unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Semua jenis tanaman, tanpa terkecuali.

Unsur ini termasuk salah satu unsur hara makro yang perannya sangat penting. Terutama pada masa awal pertumbuhan tanaman atau pertumbuhan fase vegetatif.

Tanaman seperti sayuran, membutuhkan nitrogen pada semua stadia pertumbuhannya. Kecuali sayuran buah atau tanaman buah, ketika tanaman sudah berbuah, jumlah pemberian nitrogen perlu dikurangi.

Oleh sebab itu, nitrogen sangat penting bagi tanaman karena fungsinya antara lain:

  • Merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. Tanaman tumbuh tinggi, akar memanjang dan daun melebar.
  • Berfungsi untuk mensistesis asam amino dan protein.
  • Memperkuat dan memperkokoh tanaman.
  • Untuk memproduksi pigmen hijau atau klorofil pada daun.
  • Membuat daun lebih berwarna hijau.

pupuk nitra

Fungsi nitrogen di atas tidak bergantung dari apa sumber nitrogennya. Baik itu nitrogen dari pupuk nitrat, pupuk amonium ataupun pupuk majemuk sama saja.

Asalkan bisa memberikan unsur nitrogen ke tanaman, fungsi dari nitrogen bisa dimanfaatkan oleh tanaman.

Lalu, sumber Nitrogen yang terbaik apa? Nitrat atau amonium?

Sampai sejauh ini, saya belum menemukan data yang menyatakan bahwa pupuk nitrat lebih baik daripada pupuk amonium, atau sebaliknya.

Untuk jenis tanaman tertentu, memang penggunaan nitrogen yang berbentuk nitrat hasilnya lebih baik.

Ada juga tanaman yang hasilnya sebaliknya. Untuk tujuan tertentu, penggunaan nitrogen dalam bentuk amonium bisa memberikan lebih daripada pupuk nitrat.

Tapi, penggunaan nitrat dan amonium secara bersamaan dengan perbandingan tertentu juga bisa memberikan hasil yang lebih maksimal.

Selain itu juga tergantung pada jenis lahan. Penggunaan nitrat pada lahan tergenang seperti padi di sawah kurang efektif. Sebaliknya, amonium lebih cocok untuk jenis lahan yang seperti itu.

Dengan demikian, memukul rata bahwa pupuk nitrat lebih baik daripada pupuk amonium bukanlah anggapan yang sepenuhnya tepat.

Tetap ada plus dan minus dari masing – masing sumber nitrogen tersebut.

Nitrat vs Amonium

Saya ada beberapa contoh yang bisa saya berikan.

Yang pertama adalah perbandingan antara nitrat dan amonium pada pertumbuhan selada. Selada ditanam dengan cara hidroponik. Kemudian pupuk diatur supaya hanya ada nitrat atau amonium sebagai sumber N nya.

Selama 50 hst (hari setelah tanam), perbandingan data dari pertumbuhan selada hidroponik bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

ParameterNitratAmonium1 Nitrat:1amonium
Panjang akar13,6 cm16,3 cm12,5 cm
Berat Akar (segar)2,9 gram4,9 gram2,7 gram
Berat Akar (kering)0,3 gram0,5 gram0,3 gram
Luas daun19,1 cm236,3 cm219,8 cm2
Berat brangkasan (segar)4,3 gram9,1 gram4,2 gram
Berat Brangkasan (kering)0,8 gram2,4 gram0,7 gram

Dari data selada hidroponik di atas, kita bisa sedikit punya gambaran bahwa antara sumber nitrogen dari nitrat atau dari amonium tidak begitu ada perbedaan.

Justru yang pertubuhannya paling bagus adalah selada yang ada nitrat dan amoniumnya.

Mari kita lihat data yang lain supaya ada tambahan perbandingan.

Kali ini datanya tidak dari sayur selada, melainkan pada bibit tanaman anggrek.

Ternyata, hasilnya sedikit berbeda dan cukup membuat kita untuk memikirkan hal ini. Selama 6 bulan penanaman, data dari pertumbuhan bibit anggrek dapat kita lihat sebagai berikut:

ParameterNitratAmonium
Tinggi tanaman5,95 cm5,61 cm
Luas daun4,25 cm22,58 cm2
Pertambahan daun4,60 3,80

Pada tinggi tanaman, sekilas ketinggian tanaman anggrek hampir sama. Tapi yang membedakan adalah nitrat bisa membuat anggrek lebih tinggi dengan konsentrasi yang lebih banyak.

Nilai tinggi tanaman di atas saya ambil yang nilai paling tinggi saja. Untuk nitrat konsentrasi yang dipakai sebanyak 0,5% sedangkan amoium hanya 0,4% saja.

Apakah ketika konsentrasi nitrat ditambah ketinggian tanaman anggrek bisa lebih tinggi?

Ternyata tidak. Pada penggunaan nitrat yang lebih banyak, tinggi tanaman malah dibawah konsentrasi 0,5%.

Sedangkan penggunaan amonium, berapapun konsentrasi yang dipakai selama penelitian, tinggi tanaman anggrek hampir sama tingginya.

Dari sini saya melihat bahwa amonium adalah sumber nitrogen yang murah untuk tanaman. Karena dengan konsentrasi (jumlah) yang sedikit, bisa membuat anggrek tumbuh optimal.

Tapi, nitrat dengan konsentrasi atau jumlah yang tepat, lebih bisa memaksimalkan potensi pertumbuhan vegetatif tanaman.

Seperti pada contoh tanaman anggrek di atas misalnya.

Beberapa konsentri yang digunakan, jumlah nitrat tidak berbanding lurus dengan perkembangan vegetatif tanaman.

Artinya, semakin banyak jumlah nitrat yang diberikan, belum tentu tanaman menjadi lebih tinggi, daun lebih lebar atau daun lebih luas.

Silahkan lihat pada tabel di bawah ini.

Nitrat pada angrek dengan beberapa konsentrasi pemberian

Pertambahan0,4 %0,5%0,6%
Tinggi tanaman3,81 cm5,95 4,00
Panjang daun5,80 7,83 6,15
Lebar daun0,60 0,60 0,55
Luas daun3,15 4,25 3,06
Jumlah daun3,40 4,60 3,40
Akar aktif6,30 12,15 6,55

Semakin tinggi jumlah nitrat yang diberikan, tidak berarti pertumbuhan vegetatifnya juga semakin besar.

Harus ada jumlah yang tepat untuk diberikan ke tanaman. Dan sepertinya, jumlah ini berbeda – beda untuk setiap jenis tanaman.

Persamaan nitrat dan amonium

Mau pakai pupuk nitrat atau pupuk amonium, keduanya sama saja. Karena keduanya mempunyai persamaan sebagai berikut:

  • Sama – sama sumber nitrogen bagi tanaman. Baik itu nitrogen nitrat atau amonium, tanaman bisa memanfaatkannya dengan baik. Sumber nitrogen yang dapat diserap oleh tanaman harus berada dalam bentuk nitrat (NO3 ) dan ammonium (NH4+ ).
  • Keduanya juga sumber N anorganik.
  • Ketersediannya mudah hilang di tanah. Nitrat mudah tercuci dan terbawa aliran air. Baik itu karena penyiraman atau hujan. Begitu pula amonium.

Perbedaan pupuk nitrat dan amonium

Kalau dicari – cari perbedaan antara pupuk nitrat dan amonium, banyak hal yang bisa ditemukan.

Baik itu secara fisik maupun secara fisika kimianya.

Rangkuman dari beberapa fererensi dan literatur ilmiah, kita bisa melihatnya pada poin – poin berikut ini.

1 . Penambahan nitrogen dalam bentuk ammonium dapat mempercepat proses perkecambahan Cattleya labiata sedangkan nitrogen sumber nitrat justru menghambat perkecambahannya.

2 . Pada sayuran daun, amonium lebih efektif dalam meningkatkan kehijauan daun. Tapi amonium yang berlebih bisa membuat berat kering sayuran turun drastis. Dengan kata lain, kebanyakan air dalam tanaman.

3 . Nitrat sebagian akan dimanfaatkan oleh akar dan sebagaian akan langsung diangkut ke batang tanaman. Nitrat membuat tanaman memiliki kandungan karbohidrat dan karbosilat lebih tinggi.

4 . Amonium lebih mudah menguap dalam bentuk gas amoniak sedangkan nitrat tidak. Penggunaan amonium sebaiknya dibenamkan ke dalam tanah supaya nitrogen tidak banyak terbuang melalui penguapan.

5 . Nitrat tidak bagus untuk lahan pertanian yang tergenang air. Seperti pada persawahan atau penanaman padi. Penanaman padi lebih baik menggunakan pupuk yang nitrogennya berbentuk amonium.

6 . Nitrat bisa langsung di manfaatkan oleh tanaman. Sedangkan amonium harus melalui proses degradasi yang dibantu oleh bakteri. Dengan kata lain, nitrat bisa memberi unsur Nitrogen lebih cepat ketimbang amonium.

7 . Perbedaan antara pupuk nitrat dan amonium yang cukup penting adalah harganya. Harga pupuk nitrat jauh lebih mahal daripada pupuk amonium.

Saya menganggap pupuk nitrat adalah pupuk premium. Selain untuk pupuk hidroponik, pupuk ini juga harus efisien dan untuk tanaman bernilai tinggi.

Nitrat tidak tersedia dalam program pupuk bersubsidi.

Meskipun kita bandingkan dengan pupuk urea dan ZA yang non-subsidi, harga pupuk nitrat tetap lebih mahal.

Kita bisa melihat perbandingannya pada tabel di bawah ini.

Jenis pupukHarga Non-subsidi
Urea5000/kg
Amonium sulfat (ZA)3000/kg
Kalium Nitrat (KNO3)Di atas 23.000/kg
Kalsium Nitrat (Ca(NO3)2)Di atas 12.000/kg

Sumber – sumber nitrogen untuk pupuk tanaman

Nitrogen adalah unsur yang paling banyak di alam ini. Jumlah terbanyak dalam bentuk gas nitrogen.

Gas berarti berada di udara atau atmosfer.

Untuk di tanah, nitrogen yang bisa langsung diserap oleh tanaman jumlahnya sangat sedikit.

Oleh sebab itu, pemupukan untuk menyediakan unsur hara N bagi tanaman selalu diperlukan.

Ini adalah sumber – sumber unsur hara N yang bisa kita gunakan.

1 . Kompos

Kompos adalah pupuk yang berasal dari kotoran ternak atau zat – zat organik lain seperti daun dan sampah – sampah organik.

Dari kotoran sapi, kambing, kelinci, ayam bahkan sampai korotan manusia sekarang sudah banyak dimanfaatkan.

Itu semua adalah sumber N organik.

Akan tetapi, jumlah unsur N yang ada pada kompos sangatlah sedikit jika dibandingkan pada pupuk anorganik.

Sehingga, jumlah kompos yang diberikan haruslah jauh lebih banyak. Setidaknya membutuhkan 10 kali lipat dari jumlah pupuk anorganik.

2 . Urea

Sebagai sumber nitrogen, urea adalah pupuk yang paling banyak dipakai saat ini.

Pupuk ini hanya menyediakan unsur nitrogen saja. Kandungan nitrogen pada urea adalah sebanyak 46%.

Rumus kimia dari urea adalah CO(NH2)2. Ketika pupuk ini ditabur, amoniak akan terlepas dan terhidrolisis menjadi ion amonium.

Pada proses pembuatannya sih menggabungkan gas amoniak dan karbondioksida (CO2). Tapi, setelah pemakaian apakah CO2 ini kembali terlepas menjadi gas kembali?

Jika menjadi karbonat, maka ini akan mengeras dan menjadi batu.

Umumnya urea dicampur dengan tanah atau diaplikasikan di permukaan tanah.

Karena kelarutannya yang tinggi (1.080 g/L pada suhu 200C) , urea dapat larut dalam air dan diaplikasikan pada tanah dalam bentuk cair/larutan, ditambahkan pada air irigasi, atau disemprotkan pada daun tanaman.

Urea disemprotkan pada daun dapat secara cepat diserap daun tanaman.

Setelah urea ditaburkan ke tanah, urea akan cepat terhidrolisis oleh enzim urease menjadi ion amonium dan nitrat. Proses ini secara alami membutuhkan waktu beberapa hari.

Pupuk urea sangat mudah diperoleh dipasaran. Bahkan pemerintah mensubsidinya.

Harga eceran untuk urea ditetap oleh pemerintah seharga 1800 per kgnya. Sedangkan per karung (50 kg) harganya 90.000.

3 . Amonium sulfat

Amonium sulfat lebih dikenal dengan nama pupuk ZA. Terdiri dari amonium dan sulfat.

Amonium sebagai sumber nitrogen dan sulfat sebagai sumber belerang.

Bentuknya kristal dan berwarna putih. Tapi yang ZA bersubsidi, warnanya orange.

Rumus kimianya adalah (NH4)2SO4

Dalam pupuk ini terkandung nitrogen (N) sebanyak 21% dan belerang (S) sebanyak 24%. Totalnya baru 45%, yang 55% tidak tahu apa saja yang ikut masuk ke dalam karungnya.

Jadi, dalam satu karung (50 kg) kita menambahkan 27,5 kg bahan yang tidak jelas fungsinya apa ke lahan kita.

Pupuk ZA ini cocok untuk digunakan pada lahan yang airnya menggenang. Misalnya padi.

Pengaplikasian pupuk ini sebaiknya dibenamkan (dipendam) dalam tanah. Karena kalau hanya dipermukaan nitrogen akan banyak menguap dalam bentuk gas amoniak. Untuk lahan tidak tergenang.

Harga eceran tertinggi ditetapkan 1400 per kg, jadi kalau 1 sak ya menjadi 70.000.

4 . Amonium nitrat

Amonium nitrat adalah gabungan antara amonium dan nitrat. Jika kita melihat hasil riset di atas, pupuk ini sangat bagus untuk tanaman.

Karena dari dua data di atas, memeberi tanaman dengan nitrat dan amonium dengan perbandingan yang hampir sama, hasilnya lebih bagus.

Tapi, sepertinya pupuk yang ini cukup jarang ditemui di pasaran.

Kandungan nitratnya membuat pupuk ini cocok untuk daerah dingin dan daerah panas.

Pupuk ini dapat membakar tanaman jika diberikan terlalu dekat dengan akar atau langsung kontak dengan daun.

Ketersediaan bagi tanaman sangat cepat sehingga frekuensi pemberiannya harus lebih sering. Amonium nitrat bersifat higroskopis sehingga tidak dapat disimpan terlalu lama.

Rumus kimia dari amonium nitrat adalah NH4NO3 dengan kandungan nitrogen antara 33 – 34%.

5 . Kalium nitrat

Kalium nitrat biasa dikenal dengan kalinitra. Ini adalah gabungan dari Kalium (K) dan ion nitrat (NO3).

Pupuk nitrat ini termasuk pupuk mahal. Karena dua – duanya termasuk unsur hara makro dan larut dengan baik dalam air.

Kaliumnya, bebas dari klor (clorida (CL)). Biasanya, pupuk ini dipakai sebagai pupuk hidroponik.

Pupuk ini lebih banyak kandungan kaliumnya. Kalium tersedia dalam bentuk senyawa oksida K2O. Jumlah kalium dalam pupuk ini sekitar 44 – 46%. Sedangkan Nitrogennya hanya 13% saja.

Semua N yang tersedia dapat segera diserap oleh tanaman sebagai nitrat, tanpa membutuhkan tindakan atau transformasi mikroba lainnya pada tanah.

Para petani sayuran dan buah-buahan biasanya lebih memilih untuk menggunakan hara dengan bahan dasar nitrat untuk meningkatkan hasil dan kualitas.

Kalium nitrat mengandung jumlah K yang tinggi dengan rasio N terhadap K sekitar 1:3.

Banyak tanaman yang membutuhkan K yang tinggi dan dapat menyerap lebih banyak K daripada N pada saat panen.

Harga pupuk kalium nitrat di pasaran bisa mencapai 20.000 rupiah per kgnya. Bahkan untuk merk yang berbeda bisa lebih tinggi.

6 . Kalsium Nitrat

Pupuk ini berbentuk butiran, berwarna putih, sangat cepat larut didalam air, dan sebagai sumber kalsium yang sangat baik karena mengandung 19% kalsium Ca. sifat lainnya adalah bereaksi basa dan higroskopis.

Sama seperti kalium nitrat. Ini juga termasuk pupuk mahal.

Ada berbagai merk yang bisa kita dapatkan di pasaran. Salah satunya adalah meroke calnit, YaraLiva, Calcinit Ultrasol, Calcinit Green House Grada dan beberapa merek lainnya.

Referensi

[1] Luluk Mukaromah , Tutik Nurhidayati , dan Siti Nurfadilah. Pengaruh Sumber dan Konsentrasi Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Dendrobium laxiflorum J.J Smith secara In Vitro. Jurnal Sains Dan Seni Pomits Vol. 2, No.1, (2013).

[2 ] Ganda Darmono Nainggolan, Suwardi, dan Darmawan. Pola Pelepasan Nitrogen Dari Pupuk Tersedia Lambat (SLOW Release Fertilizer) Urea-Zeolit-Asam Humat. Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Jurnal Zeolit Indonesia Vol 8 No. 2. November 2009.

[3] Widiastoety, D. Pengaruh KNO3 dan (NH4 )2 SO4 terhadap Pertumbuhan Bibit Anggrek Vanda. J. Hort. 18(3):307-311, 2007.

[4] Hasiholan S., B., Suprihati, Muryas R. Isjwara. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactusa sativa L.) yang Dibudidayakan Secara Hidroponik. Fakultas Pertanian UKSW. Proc. Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Hortikultura Memasuki Indonesia Baru.

[5] 4T Hara Tanaman – (Tepat sumber, Tepat dosis, Tepat waktu dan Tepat tempat) Pedoman Peningkatan Manajemen Hara Tanaman. International Plant Nutrition Institute Southeast Asia Program.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *