manfaat trichoderma pada tanaman cabe

Pupuk Dasar Untuk Tanaman Cabe Yang Paling Bagus

Pupuk dasar untuk tanaman cabe sangat menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman cabe. Bahkan jika kita mengabaikannya, bisa membuat produksi buah merosot.

Aplikasi pupuk dasar untuk tanaman cabe akan membuatnya produktif dan berbuah lebat. Akan tetapi, aplikasinya harus tepat baik jenis, jumlah, waktu dan proses pemberiannya.

Selain itu, dengan mengaplikasikan pupuk dasar, cabe akan normal ketika fase vegetatifnya.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa aplikasi pupuk dasar bisa memberikan hasil atau produksi buah yang lebih tinggi ketimbang cabe tanpa pupuk dasar.

Manfaat pupuk dasar untuk tanaman cabe

Secara umum, kita bisa mendapatkan manfaat dengan memberikan pupuk dasar adalah sebagai berikut:

  1. Memperbaiki tingkat kesuburan tanah

Kesuburan tanah sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak bahan organik yang terdapat pada lahan. Hal tersebut akan membuat tanah menjadi gembur dan subur.

Menggunakan pupuk anorganik secara terus – terusan akan menghilangkan kesuburan tanah. Tanah menjadi keras dan sulit untuk menyerap air. Akibatnya nutrisi dari pupuk anorganik akan mudah hanyut terbawa air irigasi atau air hujan.

Untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah, pilihan yang paling tepat untuk pupuk dasar adalah pupuk kandang atau kompos. Kita bisa mengunakan pupuk kandang sapi, ayam atau kambing. Kompos daun juga boleh.

  1. Membuat pertumbuhan tanaman maksimal

Ketersediaan unsur hara yang siap pakai akan membuat pertumbuhan tanaman menjadi lebih maksimal. Dengan begitu, tanaman cabe akan tumbuh dengan baik sesuai dengan fase pertumbuhannya.

Akan tetapi, pupuk dasar yang kita berikan harus benar – benar bagus. Supaya unsur hara yang dikandungnya sudah benar – benar siap diserap oleh tanaman.

  1. Mencegah tanaman kerdil

Seperti di atas, tanaman yang selalu tersedia unsur hara di perakarannya bisa langsung memanfaatkannya sehingga bisa tumbuh dengan cepat.

Pupuk dasar, baik itu pupuk kandang, kompos maupun pupuk anorganik membutuhkan waktu untuk terurai di dalam tanah.

Jika aplikasi pupuk dasar untuk tanaman cabe waktunya tidak tepat, maka ketika usia vegetatif, cabe bisa mengalami kekurangan nutrisi.

Salah satu solusinya adalah dengan memberikan pupuk yang mudah larut air. Sehingg, bisa langsung diserap oleh akar. Akan tetapi, konsekuensinya harganya sangat mahal.

Jenis pupuk dasar untuk tanaman cabe

Pupuk dasar untuk tanaman cabe harus menyediakan minimal 3 unsur hara makro. Yaitu unsur Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium atau potasium (K).

Dengan demikian, kita bisa menggunakan pupuk tunggal yang digabungkan atau menggunakan pupuk majemuk. Pupuk tunggal misalnya urea dan TSP yang masing – masing adalah sumber tunggal untuk usur hara Nitrogen dan fosfor. Sedangkan untuk kalium, bisa menggunakan KCL. Contoh untuk pupuk majemuk adalah Phonska.

Berikut adalah jenis – jenis pupuk dasar untuk tanaman cabe dan dosisnya yang bisa kita gunakan.

1 . Pupuk Kandang

hasil fermentasi kompos dari kotoran kambing

Pengolahan lahan pada penanaman cabe biasanya dibuat bedengan. Sebelum bedengan selesai, pupuk kandang ditabur secara merapa pada bedangan tadi. Dengan cara ini, maka akan memudahkan pekerjaan dan pencampuran pupuk dasar. Pencampuran pupuk organik sebagai pupuk dasar tanaman cabe diaduk secara merata dengan tanah.

Intinya adalah berikan pupuk dasar berupa pupuk organik kira-kira dua minggu (+/- 15 hari) sebelum tanam. Pupuk organik harus diaduk dan bercampur baik dengan tanah sampai kedalaman 20 cm. Ini bertujuan agar terbentuknya agregat dan struktur tanah yang sesuai untuk tanaman cabe.

Pupuk organik ini bisa berasal dari kotoran sapi, kambing atau ayam. Tapi, pupuk kandang ayam lebih unggul dari kandungan haranya seperti N, P, dan K yang akan menyuburkan pertumbuhan tanaman cabe. Jika tidak ada pupuk kandang ayam, Anda bisa menggunakan alternatif lain, yaitu pupuk kandang sapi, kambing, domba, atau juga bisa kompos. Tergantung mana yang ada dan mudah didapatkan. Yang penting pupuk organik untuk pupuk dasar tanaman cabe mesti ada.

Untuk menjadi pertimbangan Anda dalam memberikan pupuk dasar tanaman cabe, maka di bawah ini ada tabel yang menunjukkan kandungan unsur N, P, dan K dalam setiap jenis pupuk kandang dan kompos.

Sumber hewanNPK
Sapi0,670,630,89
Kambing1,230,711,83
Ayam1,272,492,1

Berapa dosis pupuk kandang untuk pupuk dasar?

Pertanyaan selanjutnya adalah berapa banyak pupuk organik diberikan sebagai pupuk dasar tanaman cabe? Sebenarnya ini tergantung kepada seberapa banyak kandungan bahan organik yang ada dalam tanah tempat Anda menanam cabe.

Secara umum, menggunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar dosisnya adalah 15 – 25 ton per hektar. Namun, pada penggunaannya untuk tanaman cabe, pupuk organik sebagai pupuk dasar cabai dapat digunakan +/- 20 ton per hektar.

Anda sudah menaburkan pupuk organik sebagai pupuk dasar tanaman cabe, bukan? Selanjutnya adalah pemberian pupuk kimia untuk kebutuhan nutrisi awal. Pupuk kimia yang ada kandungan N, P dan K harus diberikan satu minggu sebelum tanam. Cara pemberian pupuk kimia ini dapat diberikan dengan cara ditaburkan di atas bedengan dan kemudian dicampur dengan tanah. Atau Anda dapat juga diberikan dalam larikan dan kemudian ditutup kembali dengan tanah. Jenis pupuk kimia apa dan berapa banyak diberikan untuk tanaman cabe? Baik, sebelum terjawab pertanyaan itu, ada baiknya kita lihat kebutuhan masingmasing unsur hara yang dibutuhkan tanaman cabe. Unsur Hara Kebutuhan Dasar (Kg/Ha) N 100 P 80 K 110 Itulah berat nutrisi yang dibutuhkan tanaman cabe per hektar. Untuk mendapatkan berat masing-masing hara tanaman tersebut, pupuk kimia apa yang diberikan? Ada tiga pupuk kimia yang harus diberikan, yaitu :

2 . Pupuk ZA

pupuk dasar untuk tanaman cabe

Untuk terpenuhinya unsur N, Anda dapat menggunakan pupuk urea, Phonska, ZA dan lain-lain. Namun, saya menyarankan menggunakan pupuk ZA.

Hal ini karena ZA tidak hanya mengandung N, tetapi ada juga unsur sulfur (S) yang merupakan hara makro yang dibutuhkan tanaman cabe.

ZA (zwafelzure ammoniak) yang kita gunakan pada tanaman cabe memiliki rumus kimianya adalah (NH4)2SO4 dengan kandungan N 21%. Jadi bentuk amonium dalam pupuk ini dapat diikat lebih kuat sehingga tidak mudah tercuci air.

Makanya, pemberian pada pupuk dasar yang lebih cepat tidak ada masalah dan aman dari pada menggunakan urea.

Berapa banyak pupuk ZA? Anda dapat menggunakan pupuk dasar untuk tanaman cabe, yaitu ZA sebanyak 476 Kg per hektar. Hitungannya begini : Kandungan N dalam pupuk ZA adalah 21%, maka ZA yang dibutuhkan adalah : ZA = [ (100/21) x 100 Kg N ] = 476 Kg ZA.

3 . Pupuk TSP

pupuk dasar untuk tanaman cabe

Pupuk kimia yang dapat menyediakan unsur P adalah TSP, SP36, dan lainnya. Anda dapat memilih salah satu, yaitu tripel superphospat (TSP) dengan kandungan P sebesar 46%. Pupuk TSP dapat diikat oleh tanah sangat kuat sehingga tidak mudah hilang karena tercuci air.

Berapa banyak pupuk TSP? Anda dapat menggunakan pupuk dasar untuk tanaman cabe, yaitu TSP sebanyak 174 Kg per hektar. Hitungannya begini : Kandungan P dalam pupuk TSP adalah 46%, maka TSP yang dibutuhkan adalah : TSP = [ (100/46) x 80 Kg P ] = 174 Kg TSP Catatan : Seandainya pupuk TSP tidak tersedia, Anda dapat mengganti dengan pupuk SP-36 untuk pupuk dasar cabe. Berapa dosisnya

SP-36 = [ (100/36) x 80 Kg P ] = 222 Kg SP-36 per hektar (sudah dibulatkan angkanya, dari 222,22 Kg menjadi 222 Kg)

4 .  Pupuk KCl

pupuk dasar untuk tanaman cabe

Kemudian hara penting lainnya dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman cabe dan harus ada dalam pupuk dasar, yaitu kalium (K).

Beberapa jenis pupuk yang mengandung K adalah KCl, Phonska, Kamas dan lainnya. Untuk kebutuhan K, berikanlah pupuk KCl.

Berapa banyak pupuk KCl? Anda dapat menggunakan pupuk dasar untuk tanaman cabe, yaitu KCl sebanyak 165 Kg per hektar. Hitungannya begini : Kandungan K dalam pupuk KCl adalah 60,56%, maka KCl yang dibutuhkan adalah : KCl = [ (100/60,56) x 110 Kg K ] = 182 Kg KCl

Kombinasi pupuk dasar untuk tanaman cabe

Kombinasi pupuk dasar untuk tanaman cabe ini adalah campuran lebih dari satu pupuk yang diberikan saat pengolahan lahan.

Rata – rata pupuk organik tidak boleh ditinggalkan, artinya harus disediakan. Sedangkan untuk pupuk anorganiknya bisa menggunakan berbagai alternatif pupuk yang mudah kita peroleh.

Pupuk dasar – Organik dan Urea

  • Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kotoran kambing, sapi dan ayam. Dosinya adalah 1 kg per pohon.
  • Pupuk TSP dan KCL diberikan pada cabe usia 5 minggu. Dosisnya adalah masing – masing 200 kg per hektar.
  • Pemberian urea paling maksimal di berikan juga pada usia cabe 5 minggu dengan dosis 200 kg/hektar.

Hal ini sesuai dengan kesimpulan dari penelitian yang pernah di lakukan.

“ Berdasarkan hasil penilitian, maka dapat diambil

kesimpulan bahwa pemberian pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang ayam menyebabkan perbedaan pertumbuhan dan hasil cabai yang ditunjukkan oleh variabel tinggi tanaman, tingkat percabangan, panjang buah, volume buah, bobot kering berangkasan. Pemberian dosis Urea yang berbeda menyebabkan perbedaan pada pertumbuhan dan hasil cabai, yang ditunjukkan oleh variabel tinggi tanaman, tingkat percabangan, jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah, panjang buah, volume buah, dan bobot kering berangkasan. Kombinasi pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang ayam masing-masing dengan dosis Urea 200 kg ha-1 menghasilkan pertumbuhan dan hasil cabai lebih tinggi daripada kombinasi pupuk kandang tersebut dengan dosis Urea lainnya.”[1]

pupuk dasar kotoran ayam

  • Pupuk dasar kotoran ayam diberikan sebanyak 2 kg/meter persegi. Waktu pemberian adalah satu minggu sebelum tanam.
  • Ketika cabe berusia 6 minggu, pupuk susulan pertama diberikan. Pada penelitian ini dosisnya dibuat setengah dari dosis anjuran. Sehingga, jumlahnya adalah Urea 100 kg/hektar, KCL 37,5 kg/hektar dan TSP 100 kg/hektar.
  • Urea dan KCL sejumlah tersebut diberikan dua kali. Yaitu pada pupuk susulan pertama dan kedua ketika cabe berusia 8 minggu.

Inti dari dari hasil pupuk di atas adalah sebagai berikut:

Pupuk dasar pupuk kandang ayam merupakan pupuk dasar terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Pemberian pupuk kandang ayam dapat menghasilkan jumlah cabang dikotom terbanyak, umur berbunga yang lebih cepat, peningkatan bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per bedengan.[2]

Aplikasi Kapur Dolomite

pH tanah sangat penting karena pengaruhnya langsung pada kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara. Jika pH tanah terlalu rendah (asam) atau terlalu tinggi (basa) maka unsur hara tidak akan terserap secara maksimal. Hasilnya sama saja, pupuk dasar yang kita berikan tidak ada gunanya.

Derajat keasaman tanah (pH) yang toleran untuk pertumbuhan tanaman cabai berkisar antara 5,6 sampai 6. pH tanah harus sudah dicoba dengan menggunakan pH meter atau berdasakan test yang dilakukan oleh penyuluh setempat.

Jika ternyata hasil tes tanah menunjukkan nilai pH tanah berada di bawah angka 5,6, maka tanah yang sudah dipersiapkan untuk tanam cabe harus diberikan kapur dolomit [ CaMg(CO3)2 – rumus kimia dolomit].

Pengapuran bertujuan untuk menaikkan angka pH atau mengurangi keasaman tanah. Kadang menjadi bingung dalam menentukan berapa banyak dolomit harus diberikan pada media tanam cabe. Untuk hal ini jangan risau karena di sini ada solusinya. Caranya sangat sederhana. Anda tinggal kalikan saja dengan 2.000 Kg setiap ingin menaikkan tingkat pH.

Contohnya begini : Jika hasil tes tanah menunjukkan angka pH adalah 4,5. Sedangkan yang direkomendasikan pH tanah untuk tanaman cabe adalah 6. Maka, untuk menaikkan angka pH tanah dari 4,5 menjadi 6,0, Anda tambahkan dolomit ke media tanam sebanyak ( 6 – 4,5) x 2.000 Kg atau sebanyak 3.000 Kg atau 3,0 ton dolomit per hektar.

Referensi

[1] Mutiara Wijayanti, M. Syamsoel Hadi & Eko Pramono. Pengaruh Pemberian Tiga Jenis Pupuk Kandang dan Dosis Urea Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capssicum annum L.). J. Agrotek Tropika. Vol. 1, No. 2: 172 – 178, Mei 2013.

[2] Nike Karjunita dan  Kuswandi. Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Dasar Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai (Capsicum Annum L). Jurnal Pembangunan Nagari Vol. 6, No. 2, Desember, 2021, Hal. 203-212.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *