Cara Membuat Pakan LELE Dari Singkong – Cara Yang Seharusnya Karena Salah Ganti Pakan Akibatnya LELE Drop

SHARE:

Bagaimana cara membuat pakan lele dari singkong?

Cara membuat pakan lele dari singkong sebenarnya bisa – bisa saja. Karena singkong dan bagian – bagian tanamannya pernah di teliti juga buat dijadikan pakan ikan lele.

Bagian – bagian dari singkong yang bisa dijadikan pakan ikan lele adalah daunnya, umbi dan kulit umbinya atau kulit singkong.

Kebanyakan yang dipakai adalah daun dan kulit singkongnya. Karena ini termasuk limbah pertanian. Yaitu limbah dari industri tepung tapioka.

Tapi sekarang, kedua limbah tersebut sudah menjadi rebutan. Karena untuk daerah tertentu, keduanya menjadi komoditi utama pakan ternak ruminansia.

Sedangkan untuk umbinya, selain lebih menguntungkan jika dibuat produk untuk kebutuhan manusia, nilai gizinya juga biasa saja. Masih lebih tinggi kulit dan daun singkongnya.

Sama seperti produk pertanian lainnya. Gizi dedak halus lebih tinggi daripada bulir padinya. Polard gizinya lebih tinggi daripada gandumnya. Bungkil kedelai, kandungan gizinya lebih bagus daripada kacang kedelainya. Kalau kita melihatnya dari kacama untuk pakan ternak.

Akan tetapi jika ada alternatif lain dari daun singkong untuk ikan lele, sebaiknya gunakan saja alternatif lain tersebut.

Tanaman singkong memang bisa dimanfaatkan dalam banyak hal. Mulai dari bagian bawah sampai ujung atas.

Umbi, kulit singkong, banggalnya, kulit kayunya, dan daunnya semua terserap oleh kebutuhan lingkungan.

Selain manusia, bagian tanaman singkong sangat berguna untuk hewan – hewan ternak. Seperti sapi, kambing, domba, kelinci dan unggas.

Tapi bukan berarti singkong akan bagus untuk ikan. Belum tentu.

Pertimbangan singkong untuk pakan ikan lele

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan jika ingin menggunakan singkong untuk pakan ikan lele.

1 . Kandungan nutrisi dari singkong.

Daun singkong memang dikenal memiliki kandungan protein kasar yang tinggi. Begitu juga kulit singkongnya, kandungan PK nya masih lumayan.

Kandungan nutrisi tepung daun singkong[1]

NutrienKandungan
Protein kasar (%) 27
Lemak (%) 7
Serat kasar (%) 7,7
Kalsium (%) 1,35
Fosfor (%) 0,32

Selain proteinnya tinggi, daun singkong juga memiliki komponen asam amino yang cukup lengkap.

Komponen asam amino pada tepung daun singkong

Protein (%) 27
Lisin (%) 2,00
Metionin (%) 0,40
Threonin (%) 3,01
Tryptophan (%) 0,28
Arginin (%) Tidak ada
Iso leusin (%) 1,48
Leucin (%) 2,86
Valin (%) 1,39
Phenil alanin (%) 1,15
Histidin (%) 0,70

Akan tetapi, menilai kualitas suatu bahan pakan berdasar PK nya saja, itu kurang pas.

Kita juga harus melihat berapa serat kasar dan abunya. Terutama untuk pakan ikan lele.

Jika kita melihat datanya, kandungan nutrisi dari daun singkong dan kulit singkong adalah sebagai berikut:

[tabel kandungan nutrisi daun singkong dan kulit singkong]

Pencernaan ikan, kalau saya melihat tidak didesain untuk memakan pakan yang berserat kasar tinggi.

Kita bisa melihat hal tersebut pada pakan alaminya. Bagaimana perilaku makan mereka ketika mereka hidup di alam bebas, tanpa dibudidayakan oleh manusia.

Rata – rata ikan memakan makanan yang dominan protein dan nyaris tidak ada serat kasarnya.

Semakin tinggi serat kasar, semakin sulit untuk dicerna. Bukan berarti tidak mungkin, bisa tapi butuh waktu lama.

2 . Sistem pencernaan ikan lele

Ikan lele termasuk omnivora yang sangat jago makan. Kemampuan mamakan seperti itu biasanya sistem pencernaannya pendek.

Artinya, makanan hanya berada dalam perutnya dalam waktu yang cukup singkat.

Dengan demikian, lele tidak mampu mencerna dengan baik pakan yang serat kasarnya tinggi. Jadi, pakan hanya akan mampir dan segera keluar menjadi kotoran.

Dan sepertinya, lele kurang mampu untuk mencerna dengan baik pakan dari singkong.

3 . Cara membuat pakan lele dari singkong itu repot.

Bagaimana tidak, semua bagian dari tanaman singkong terdapat kandungan asam sianidanya. Termasuk daun dan paling tinggi ada pada kulit singkong. Efeknya cespleng.

Asam sianida ini selain beracun, ia juga termasuk sebagai anti nutrisi.

Jika asam sianida ini belum dihilangkan, pada ternak ruminansia efeknya langsung terlihat dalam waktu satu dua jam. Tapi kalau pada ikan lele, saya belum pernah melihatnya secara langsung.

Jika ingin membuat pakan lele dari singkong, asam sianida ini harus dihilangkan terlebih dahulu.

Cara menghilangkannya adalah dengan cara menjemurnya sampai kering. Itu untuk daun dan kulit singkong.

Setelah kering, baru bisa dibuat campuran atau diproses untuk menjadi pakan lele.

Terlebih kulit singkong, kita harus mencucinya terlebih dahulu. Karena kulit singkong terdapat banyak tanah yang harus dibersihkan terlebih dahulu.

Selain dengan pengeringan, asam sianida pada daun dan kulit singkong bisa dihilangkan dengan fermentasi.

Dengan kerepotan – kerepotan seperti itu, apakah cucuk (impas) dengan manfaat yang diperoleh? Ini bisa dipertimbangkan.

Cara mengolah daun dan kulit singkong untuk pakan lele

Pengolahan ini bertujuan supaya bagian singkong memungkinkan untuk pakan lele dan menghilangkan asam sianida.

Kulit singkong

  • Kulit singkong dicuci bersih supaya tanah yang menempel hilang. Air dibutuhkan banyak untuk ini.
  • Kemudian potong atau mencacah kulit singkong supaya menjadi ukuran yang lebih kecil.
  • Jemur kulit singkong sampai kering. Benar – benar kering. Kalau panas terik mungkin butuh waktu 3 – 4 hari.
  • Setelah kering, kulit singkong ditepung halus. Jika mau difermentasi silahkan, jika tidak bisa langsung diaplikasi.
  • Fermentasi tepung kulit singkong dilakukan dengan cara mengukus tepung kulit singkong terlebih dahulu. Lama waktu pengukusan 15 menit, terhitung sejak air mendidih.
  • Pengukusan selesai, dinginkan tepung kulit singkong.
  • Setelah dingin, tambahkan EM4 sebanyak 10% dari berat tepung kulit singkong yang akan difermentasi. Ini butuh em4 sangat banyak. Atau seperti ini saja.
  • EM4 diaktivasi saja seperti biasa. Cara bisa lihat di aktifasi EM4 untuk Fermentasi.
  • Setelah diaktifkan, em4 digunakan untuk menyemprot tepung kulit singkong sampai kelembapannya terpenuhi. Kalau dikepal tidak meneteskan air, jika kepalan dibuka tepung kulit singkong tidak ambyar.
  • Setelah itu simpan dalam wadah tertutup selama 4 – 7 hari.
  • Ketika proses ferementasi selesai, keringkan kembali tepung daun singkong fermentasi. Supaya tidak busuk dan bisa disimpan agak lama.

Daun singkong

Untuk mengolah daun singkong sebagai pakan lele, caranya hampir sama dengan kulit singkong di atas.

  • pertama – tama adalah daun singkong dicuci jika kotor.
  • Kemudian di cacah dan dikeringkan.
  • Setelah kering digiling atau ditepung.
  • Jika mau difermentasi, caranya sama dengan fermentasi kulit singkong di atas.

Onggok singkong

Onggok singkong adalah ampas hasil dari pengolahan tepung tapioka.

Umbi singkong yang diparut (digiling) dan membutuhkan air yang banyak. Rendemen singkong ini akan ikut larut bersama air. Air ini akan diendapkan untuk mendapatkan tepung tapioka.

Sisanya adalah ampas yang kita kenal dengan onggok singkong.

Onggol singkong ini beberapa puluh tahun terakhir harganya gratis. Tapi sekarang harganya sudah lebih tinggi karena sudah tahu bisa dibuat untuk banyak hal.

Apalagi untuk onggok kering dan sudah digiling menjadi tepung, harganya hampir sebanding dengan dedak padi.

Tepung onggok singkong ini bisa digunakan untuk menggantikan jagung dalam komposisi ransum. Harga jagung yang lebih mahal dan naik turun tidak jelas, bisa lebih dihemat dengan menggantinya dengan onggok singkong.

Cara membuat pakan lele dari singkong sebaiknya seperti ini

Setelah saya melihat dan membandingkan beberapa data penelitian, cara membuat pakan lele dari singkong ternyata hasilnya tidak sebagus harapan.

Langkah paling aman menurut saya adalah dengan memberikan singkong dan bagian – bagiannya sebagai pakan tambahan saja.

Artinya, porsi pakan lele yang sekarang sudah bagus tidak usah dirubah – rubah lagi. Asalkan pertumbuhan lele masih normal, maka dilanjutkan saja.

Entah itu daun singkong atau tepung kulit singkong diberikan sebagai pakan tambahan saja. Tapi tidak mengurangi jumlah pakan yang utama.

Karena mengganti sebagian ransum dengan bagian dari tanaman singkong, hasilnya tidak memuaskan.

Seenggaknya, minimal pertumbuhan lele sama dengan ketika pakannya dari pakan pabrikan. Tapi ini tidak, berapapun sedikitnya bagian singkong dalam ransum, performa lele menurun.

Ini saya tunjukkan datanya.

Pertumbuhan lele (40 hr) dengan pakan daun singkon untuk mengganti tepung ikan[2]

Jumlah daun singkongPertumbuhan mutlak
0.00%12,38 gram
15.00%9,45 gram
40.00%8,82 gram
55.00%6,91 gram

 

Dari data pertama di atas kita lihat, performa pertumbuhan lele menurun meskipun jumlah dalam ransum hanya 15 %.

Mari kita lihat data yang lain.

Bobot lele(gram) selama 35 hari dengan pakan daun singkong 10%[3]
Pakan pabrik13,2 gram/ekor
Pakan dengan tepung daun singkong7,75 gram/ekor

 

Salah mengganti pakan berakibat fatal

Sekarang kita lihat bagaimana efek tepung kulit singkong pada lele. Kulit singkong yang difementasi.

Tepung daun singkong meskipun kandungan proteinnya sangat tinggi tidak bisa mengantikan tepung ikan.

Misalnya dalam ransum tepung ikan jumlahnya 55%, kemudian 20%nya diganti tepung daun singkong, akibatnya fatal. Lele drop, seperti data pertama.

Misalnya pakai pakan pabrik. Sehari butuh 10 kg misalnya. Kemudian 1,5 kgnya kita ganti dengan tepung daun singkong, hasilnya juga lele drop.

Ini berlaku kalau kita memakai pakan yang racikan sendiri. Kita bisa mengubah – ubah komposisi bahan yang dipakai.

Kalau pakan pabrik, sebaiknya pakai langkah aman saja. Jumlahnya diberikan tetap, tapi tepung daun singkong sebagai tambahan.

Contoh yang bisa dianggap cukup berhasil adalah tepung kulit singkong yang difermentasi untuk menggantikan dedak dadi.

Pengutak atikan komposisi bisa ditiru. Contohnya ada pada tabel di bawah ini.[4]

Jenis bahanJumlah
Tepung Ikan38,75
Tepung kulit singkong15
Tepung jagung35,25
Dedak halus10
Minyak ikan1

 

Protein kasar pada komposisi ransum lele diatas hanya 18,45%. tapi pertumbuhan lele yang dihasilkan bisa sebanding dengan lele yang diberi pakan pabrik dengan pk 21%.

Ternyata efek seperti ini tidak hanya pada ikan lele

Tidak hanya pada ikan lele, memasukkan tepung daun singkong pada ransum, dan menggantikan komponen yang utama, akibatnya tidak bagus.

Performa ikan bisa drop, karena serat kasar daun singkong yang tinggi. Sama seperti ikan lele, ini juga terjadi pada jenis ikan lain seperti ikan nila.

Dalam pakan yang mengandung tepung daun singkong fermentasi, 25%, performanya masih kalah dengan pakan tanpa daun singkong fermentasi sama sekali.[5]

Hal ini bisa terjadi karena tepung daun singkong digunakan untuk mengurangi jumlah tepung ikan. Dengan adanya tepung daun singkong, harapannya tepung ikan yang harganya lebih mahal, jumlahnya menjadi lebih sedikit. Dan biaya pakan menjadi lebih murah.

Tapi, performa ikan malah drop, jadi sebetulnya sama saja.

Tapi lain ceritanya, jika cara membuat pakan lele dari singkong ini tidak untuk mengganti sumber protein utama. Yaitu tepung ikan.

Bisa untuk mengganti atau mengurangi penggunaan tepung jagung atau dedak padi. Jagung atau dedak padi harganya juga lumayan. Seandainya kita bisa menggantinya dengan bahan yang gratis, maka ini sudah penghematan yang cukup besar.

Saya kira cukup sekian, tentang cara membuat pakan lele dari singkong. Sorry jika banyak kekurangan. Terima kasih dan sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] Sukarman. Berbagai Alternatif Bahan Baku Lokal Untuk Pakan Ikan. Balai Riset Budidaya Ikan Hias. Media Akuakultur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011.

[2] Syahrizal , Muarofah Ghofur , Safratilofa , Rahmat Sam. Tepung Daun Singkong (Monihot Utilissima) Tua Sebagai Sumber Protein Alternatif Dalam Formula Pakan Ikan Lele (Clarias Gariepinus). Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Batanghari. Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol.1 No. 1 Tahun 2016 Hal 1 – 11.

[3] Herianto, Amirah, Patang3. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Singkong (Manihot Utillisima) Pada Pendederan Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Sintasan. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Volume 5 April Suplemen (2019) : S169 – S182.

[4] Fitriyati, Dewi Nur’aeni Setyowati, Dan Alis Mukhlis. Potensi Pemanfaatan Limbah Kulitsingkongterfermentasi Sebagai Bahanpakanikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus). Program Studi Budidaya Perairan, Jurusan Perikanan Dan Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.

[5] Emyliana Listiowati dan Taufik Budhi Pramono. Potensi Pemanfaatan Daun Singkong (Manihot utillisima) Terfermentasi Sebagai Bahan Pakan Ikan Nila (Oreochromis sp). Berkala Perikanan Terubuk, Juli 2014, hlm 63 –70 Vol. 42. No.2.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *