Cara Menanam Sayuran Hidroponik Dari A – Z Untuk Semua Jenis Sayuran Daun

SHARE:

Cara menanam sayuran hidroponik itu sangat mudah. Tapi terkadang untuk yang benar – benar awam terhadap hidroponik, jadinya terlihat sangat rumit.

Padahal, sebenarnya tidak. Asalkan kita tahu konsep dasarnya, kita bisa menanam tanaman apa saja dengan sistem hidroponik.

Untuk menanam hidroponik skala rumahan alias hobi saja, ilmu hidroponik tingkat lanjut mesih belum diperlukan.

Kita bisa mendapatkan informasi dan berbagai tutorial dari sumber mana saja. Sekarang zamannya internet, semua bisa kita akses dengan mudah.

Cara menanam sayuran hidroponik ini nanti bisa dipakai untuk menanam sayuran apa saja. Terutama sayuran daun. Seperti selada, kangkung, bayam, pakcoy, caisim, sawi pagoda dan sayuran daun lainnya.

Untuk tanaman sayuran buah (cabai, tomat, terong) dan buah (semangka, melon) membutuhkan pengetahuan hidroponik tingkat lanjut.

Karena sistem hidroponik yang digunakan tidak sederhana dan kita perlu melakukan pergantian dua nutrisi selama penanaman. Yaitu ketika fase vegetatif dan generatif.

Konsep dasar cara menanam sayuran hidroponik

Kita harus faham terlebih dahulu, bahwa menanam dengan sistem hidroponik itu tidak menggunakan tanah. Melainkan menggunakan media air. Yang pertama itu dulu.

Kemudian kita harus memahami prinsip dasar dari kebutuhan tanaman sayuran untuk hidup. Yaitu adalah:

  1. Sinar matahari.
  2. Unsur hara.

Berarti sampai sependek ini kita mendapatkan poin penting dalam menanam sayuran hidroponik yaitu media air, sinar matahari dan unsur hara.

Akan saya jelaskan lebih detail lagi.

Akar sayuran hidroponik

Dalam menanam sayur konvensional, yaitu di tanah atau di dalam pot, akar tanaman akan tumbuh memanjang di dalam tanah atau di dalam media pot.

Pertumbuhan akar ini berfungsi untuk mencari dan menyerap sumber unsur hara. Semakin besar tanaman maka akarnya akan semakin panjang dan menyebar.

Ini untuk mendukung supaya penyerapan unsur hara semakin banyak, karena semakin besar tanaman kebutuhan unsur haranya semakin banyak.

Kalau akarnya busuk sebagian atau rusak, maka pertumbuhan tanaman akan terganggu.

Hal tersebut juga sama ketika sayuran ditanam dengan cara hidroponik. Akar akan mamanjang dan menyebar tapi dalam media air.

cara menanam sayuran hidroponik

Akar tanaman sayuran hidroponik harus masuk atau terendam dalam media air. Jika bagian atau sebagian akar tidak masuk ke dalam air, maka akar akan berwarna coklat dan bisa membusuk.

Sayuran hidroponik butuh sinar matahari

Sayuran hidroponik membutuhkan sinar matahari langsung yang cukup. Dan saya kira semua tanaman membutuhkannya.

Jadi, saya tidak ingin Anda mengalami kegagalan dalam percobaan pertama anda dalam menanam sayuran hidroponik. Makanya, saya menekankan sayuran hidroponik kita harus terkena sinar matahari.

Tidak harus full seharian terkena sinar mataharinya. Minimal 4 jam saja per hari sudah bisa dipakai untuk berhidroponik.

Tapi kalau untuk skala produksi, 4 jam sinar matahari belum cukup. Setidaknya butuh minimal 6 jam.

Tapi tidak masalah, untuk hidroponik pemula, itu sudah bisa dilakukan. Karena tidak semua orang punya lokasi yang mendapat sinar matahari yang lama. Terutama di perkotaan yang banyak dinding dan rumah tetangga yang tinggi – tinggi temboknya.

Unsur hara harus diberikan

Unsur hara dalam menanam sayuran hidroponik digunakan oleh sayuran untuk pertumbuhannya. Contohnya adalah unsur hara N, P, K, S, Mg, dan seterusnya.

Unsur hara ini harus kita berikan secara rutin. Karena air saja, pada dasarnya tidak mengandung unsur hara.

Berbeda dengan penanaman di pot, media tanam sebelum penanaman biasanya ditambah dengan kompos. Kompos ini bisa sebagai sumber hara bagi tanaman.

Oleh sebab itu, unsur hara ini harus kita berikan jika ingin berhasil dalam menanam hidroponik. Sumber hara untuk sistem hidroponik bisa memakai AB mix, Gandasil D, dan NPK mutiara.

cara menanam sayuran hidroponik

pupuk gandasil adalah

Lebih baik pakai AB mix karena unsur hara tersebut memang dibuat untuk hidroponik. Selain bahan yang dipakai mudah larut dalam air, komposisi unsur haranya juga sudah disesuaiakan.

Sebelum kita ke cara menanam sayuran hidroponik, kita bisa menentukan sistem hidroponik mana yang sebaiknya kita pakai.

Sistem hidroponik yang simple

Dalam hal cara menanam sayuran hidroponik, saya hanya akan memperkenalkan dua sistem hidroponik yang paling mungkin untuk kita pakai.

Yaitu sistem hidroponik sumbu (wick) atau air tenang dan sistem air mengalir.

Sistem wick paling banyak dipakai untuk hidroponik pemula. Meskipun memiliki banyak kekurangan, tapi pada prakteknya sistem ini yang paling mudah untuk difahami dan diterima.

Selain itu biaya pembuatannya lebih murah karena tidak membutuhkan modul khusus dan tidak perlu pompa air.

Sedangkan hidroponik sistem air mengalir ada sistem DFT dan NFT.

Hidroponik sistem sumbu (wick)

Hidroponik sistem sumbu biasanya dibuat dengan wadah yang bisa menampung air. Bisa menggunakan ember atau nampan atau box sterofoam bekas buah.

Nampan yang biasa dipakai adalah nampan untuk pasir kucing. Karena memiliki ketinggian yang lumayan. Sehingga air yang ditambung bisa lebih dalam.

cara menanam sayuran hidroponik sistem wick

Kemudian pada bagian atas terdapat tutup yang sudah dilubangi untuk menyangga netpot sebagai tempat tanaman.

Lalu pada awal pindah tanam, akar tanaman akan dibantu oleh kain flanel untuk mendapatkan air. Dengan daya kapilaritasnya, air akan naik ke atas melalui kain untuk memberikan suplai air dan unsur hara pada sayuran muda.

Air pada baki tidak mengalami sirkulasi. Tapi air tersebut bisa habis karena akan diserap oleh tanaman.

Oleh sebab itu, ketinggian air pada hidroponik sistem wick perlu diperiksa secara rutin untuk memastikan akar mendapatkan cukup air.

Kita bisa membuat sendiri hidroponik sistem wick ini. Atau, beli saja juga sudah banyak yang menjualnya.

Harga sangat murah. Dibawah seratus ribu sudah bisa mendapatkan starter kit sistem wick. Bahkan biasanya sudah ada bonus beberapa benih yang bisa dipakai.

Hidroponik sistem NFT

NFT adalah hidroponik sistem air mengalir. Tapi aliran airnya hanya tipis saja pada dasar modul.

cara menanam sayuran hidroponik sistem nft

Karena pada bagian ujung pipa atau modul, lubang air diletakkan pada bagian paling dasar sejajar dengan bagian dasar pipa. Bahkan terkadang ujung pipa tidak diberi tutup sama sekali, sehingga air bisa los mengalir.

Hidroponik sistem NFT membutuhkan modul yang harganya lebih mahal. Pilihan bahan yang bisa dipakai adalah paralon, talang kotak atau gully trapesium.

Paling murah adalah paralon dan gully trapesium adalah pilihan yang lebih mahal. Tapi untuk fungsi ornamental (hiasan), gully trapisium lebih disarankan.

Hidroponik sistem NFT ini banyak dipakai untuk hidroponik skala industri. Karena produktivitasnya yang tinggi dan efisien. Baik untuk nutrisi maupun time manajemennya.

Akan tetapi hidroponik sistem NFT menggunakan pompa air yang harus terus menyala. Dan kita membutuhkan alternatif pompa air jika daerah kita sering mengalami pemadaman listrik.

Hidroponik sistem DFT

Solusi dari dari NFT dan sistem sumbu adalah DFT (deep flow technique). Sistem ini ari mengalir tapi air mengalir cukup dalam.

cara menanam sayuran hidroponik sistem dft

Lubang air pada bagian ujung dibuat pada ketinggian tertentu dari dasar pipa. Sehingga air akan mengalir ketika ketinggiannya sudah melebihi ketinggian lubangnya.

Keuntungannya adalah ketika listrik mati, air dalam pipa tidak langsung habis. Sehingga akar tanaman tidak cepat kering.

Kekurangannya adalah sistem ini berat, karena harus menampung air dalam jumlah yang sangat banyak dalam modul. Otomatis konstruksinya harus kuat.

Selain itu, sistem hidroponik DFT ini air akan lebih panas, kalau pengalaman saya sistem ini lebih mirip air radiator.

Yaitu pipa atau modul panas karena sinar matahari dan didinginkan dengan air nutrisi. Alhasil air akan menjadi lebih hangat, akar tanaman menjadi coklat, pertumbuhan sayuran hidroponik lambat.
Hal tersebut terjadi terutama untuk wilayah dataran rendah. Kalau dataran tinggi sih, sepertinya fine – fine saja.

Cara menanam sayuran hidroponik sederhana

Seperti yang saya sampaikan di awal, kita akan menanam sayuran daun. Nantinya, cara ini bisa kita terapkan juga untuk sayuran daun yang lain.

Seperti biasanya, alat dan bahan yang harus kita siapkan terlebih dahulu adalah:

  • Bibit sayuran.
  • Rockwool.
  • Kit hidroponik sistem wick. Tentu ini sudah termasuk baki, tutup baki, netpot dan kain flanel.

PH meter dan TDS meter seharusnya penting, tapi kalau memang mendesak, kedua alat ini bisa menyusul.

Langkah – langkah yang akan kita lakukan terdiri dari 3 tahap, pertama adalah pembibitan, pindah tanam, dan perawatan.

Pembibitan

Langkah pertama dari cara menanam sayuran hidroponik adalah penyemaian bibit. Banyak yang menyarankan untuk menyemai langsung pada rockwoll, tapi saya tidak.

Saya ingin rockwool yang sudah anda potong, benar – benar terpakai oleh bibit yang akan ditanam.

Oleh sebab itu, saya selalu menyarankan untuk melakukan imbibisi terlebih dahulu, supaya bibit yang ditaruh pada rockwoll benar bibit yang akan tumbuh.

Caranya adalah dengan membungkus biji sayuran yang akan ditanam ke dalam kain berbahan kaos (cotton). Kemudian basahi dan simpan di tempat yang lembab, misalnya kamar mandi.

Setelah 1 – 1,5 hari, akan terlihat bibit yang bisa pecah benih dan benih yang tidak. Biasanya bibit akan mengalami pecah benih tidak bersamaan.

cara imbibisi sayuran hidroponik

Kondisi bibit pakcoy yang sudah pecah benih dan siap untuk dipindah ke rockwool

cara menanam sayuran hidroponik kangkung

Bibit kangkung yang sudah pecah benih. Kita bisa lihat ada benih yang terlambat untuk pecah benih. kalau tidak dilakukan imbibisi terlebih dahulu, biasanya bibit yang tidak sprout akan membusuk di rockwool

Bibit yang sudah pecah (sprout) kita tanam di rockwoll sedangkan bibit yang belum kita simpan kembali pada kain basah tersebut. Siapa tahu masih bisa sprout (berkecambah), meskipun agak telat.

Setelah itu, kita potong rockwol menjadi ukuran sekitar 2 cm x 2 cm. Kita basahi terlebih dahulu dan kita beri lubang untuk menaruh bibit yang akan ditanam.

Lalu kita tempatkan pada tempat yang teduh supaya bibit bisa berkecambah dan muncul daun lembaganya.

cara menanam sayuran hidroponik

bibit selada yang sudah berkecambah tapi daun lembaga belum mekar

cara menanam sayuran hidroponik

bibit pakcoy yang sudah mekar daun lembaganya

Lama waktu untuk muncul daun lembaga ini sekitar 2 hari sejak benih dipindahkan ke rockwool.

Kita periksa apakah bibit bisa tumbuh dengan normal atau tidak. Biasanya ada beberapa bibit yang daunnya terperangkap leh rockwool sehingga tidak bisa mengembang atau muncul ke atas.

Ada juga yang karena posisinya terbalik, daun malah tumbuh ke bawah. Solusinya adalah kita harus mengambilnya dengan hati – hati dan memposisikan bibit tersebut seperti yang seharusnya.

Bibit yang sudah mekar daun lembaganya, segera kita pindah ke tempat yang mendapat sinar matahari. Sedangkan bibit yang belum dilanjutkan supaya sproutingnya sempurna.

Selanjutnya kita tinggal menunggu saja. Dengan mengontrol kelembapan rockwool setiap harinya.

Selama kurang lebih 3 – 4 hari, daun sejati biasanya sudah muncul.

Pindah tanam sayuran hidroponik

Pindah tanam sayuran hidroponik sudah bisa dilakukan ketika bibit sudah memiliki 4 helai daun. Yaitu 2 daun lembaga dan 2 daun sejati.

Dengan ukuran segitu, proses pemindahan akan semakin mudah. Terutama untuk sistem wick.

Selain itu, ketika bibi sayuran sudah ada 2 daun sejati, tingginya sudah melebihi tinggi netpot. Jadi bibit tidak terhalang oleh netpot untuk mendapatkan sinar matahari.

Proses pindah tanam untuk sistem NFT dan DFT lebih mudah. Karena tinggal menempatkan bibit ke dalam netpot kemudian menaruhnya pada modulnya.

Tapi untuk hidroponik sistem wick, ada sedikit tambahan kerja.

Langkahnya adalah:

  1. kita kaitkan kain flanel yang akan kita pakai sebagai sumbu pada jari – jari netpot.
  2. Kemudian kita masukkan semaian sayuran pada netpot. Pastikan rockwolnya menempel dan bersinggungan dengan kain flanel.
  3. Lalu masukkan netpot ke modul sistem wick yang sudah kita siapkan dengan sebagian kain flanel tercelup ke dalam air nutrisi.

Permasalahan yang sering dialami

Persoalan yang biasanya sering terjadi adalah air dari kain flanel tidak cukup untuk membasahi rockwool. Karena daya kapilaritasnya kurang. Apalagi ketika musim panas.

Akibatnya semaian sayuran hidroponik mengalami kekeringan dan mati.

Langkah paling aman untuk awal pindah tanam adalah dengan membuat air nutrisi sedikit menempel pada dasar netpot.

Hal tersebut akan membuat rocwool tetap mendapatkan suplai air dan nutrisi, sehingga akar bisa lekas memanjang dan menjangkau air nutrisi.

Tenang saja, jika kita melakukan hal tersebut akar tanaman tidak akan busuk. Asalkan tanaman mendapatkan sinar matahari.

Kebanyakan permasalahan pada awal pindah tanam hanya seputar itu saja.

Selanjutnya tinggal perawatan saja, supaya sayuran hidroponik bisa tumbuh dengan normal.

Perawatan sayuran hidroponik

Salah satu hal penting dalam cara menanam sayuran hidroponik adalah perawatan. Jika ada yang menganggap bertanam sistem hidroponik itu minim perawatan, itu salah besar.

Menanam sayuran hidroponik membutuhkan perawatan dan ketelatenan yang lebih banyak daripada menanam sayuran di pot atau di tanah.

Karena selain membutuhkan jenis perawatan yang sama, bertanam hidroponik ada tambahan untuk perawatan mengontorol jumlah air nutrisi, memeriksa kepekatan nutrisi dan pH nutrisi.

Hama sayuran hidroponik

Sayuran daun baik itu ditanam secara hidroponik maupun di tanah adalah favoritnya hama. Bahkan, untuk pertanian tumpang sari, sayuran daun seperti sawi – sawian digunakan sebagai tanaman perangkap dari hama yang menyerang tanaman utama.

Hama yang paling mengganggu sayuran hidroponik adalah ulat.

ulat adalah salah satu hama tanaman hidroponik

Kita harus tahu bahwa ulat ini bisa muncul dari banyak jenis hewan. Karena ulat merupakan salah satu fase perkembangan dari jenis hewan tertentu sebelum berkembang menjadi kepompong dan berubah menjadi hewan dewasa.

Ulat ini bisa berasal dari lalat, kupu – kupu, capung, kutu kebul, dan beberapa serang bertelur lainnya.

Serangga – serangga tersebut akan meninggalkan telur mereka pada daun sayuran. Kemudian ketika telur ini menetas, ulatnya akan memakan daun.

telur serangga pada sayuran hidroponik

Gambar yang berada dalam lingkaran adalah telur serangga. dalam 2 hari telur ini akan menjadi ulat yang siap menyantap daun yang masih hijau segar

Untuk serangga ukuran kecil, ukuran ulatnya tidak terlalu besar. Tapi untuk ulat dari kupu – kupu dan capung, ulatnya cukup besar dan bisa menghabiskan setengah dari bagian tanaman sayur dalam satu malam.

Selain ulat, hama sayuran hidroponik adalah laba – laba dan belalang.

Laba – laba biasanya berkembang biak pada bagian bawah daun. Kemudian anak – anaknya akan memakan lapisan daun sehingga daun akan terlihat lebih tipis. Biasanya tidak sampai berlubang.

Tapi laba – laba bisa membuat daun sayuran menjadi menggulung dan tidak bisa melebar dengan sempurna.

Mengontrol larutan nutrisi

Apa saja yang harus kita lakukan untuk mengontrol larutan nutrisi?

Yang pertama adalah memeriksa jumlah larutan nutrisi, apakah sudah berkurang banyak, apakah perlu ditambah atau tidak.

Apakah setiap hari?

Tidak harus setiap hari. Pada masa awal tanam, usia sekitar 1 – 2 minggu, kita tidak perlu memeriksa jumlah air setiap hari. 2 hari sekali atau 3 hari sekali masih ok.

Asalkan ukuran baki yang kita pakai cukup besar.

Setelah tanaman dewasa, usia sekitar 3 mingguan, kebutuhan airnya sangat banyak. Larutan nutrisi akan berkurang sangat cepat, jadi setiap hari kalau sempat kita tengok dan tambahkan air kalau perlu.

Yang kedua adalah memeriksa kepekatan nutrisi.

Setiap menambah air, sebaiknya periksa kepekatan nutrisinya kembali. Kalau nilainya jauh dari kepekatan yang kita atur, kita tambah lagi nutrisi AB mixnya. Kalau pH nya berubah, kita atur kembali phnya.

Sayuran daun itu rata – rata ppmnya berada sekitar 800 – 1200 ppm.

Itu semua bisa kita lakukan kalau kita punya salah satu peralatan hidroponik berupa pH meter dan TDS meter.

Bagaimana kalau tidak punya alat tersebut?

Tetap bisa. Setiap kita membeli nutrisi AB mix, biasanya disertai petunjuk manual.

Kira – kira petunjukknya kalau A sekian ml dan B sekian ml, ppm nya akan jadi sekian.

Kita amati warnanya. Patokannya memang benar – benar warna larutan nutrisi.

Jadi, dengan adanya penambahan air beberapa kali, warna larutan akan menjadi bening. Kita tambah lagi AB mixnya supaya warna menjadi seperti awal pembuatan larutan nutrisi.

Yang penting jangan sampai terlalu pekat. Selain boros, tanaman bisa terbakar.

Saya pernah melakukan keduanya, baik itu mengontrol ppm setiap hari dan memberi AB mix sekenanya saja. Pertumbuhan tidak terlalu berbeda.

Perbedaan yang nyata adalah ketika ppm selalu terjaga pada nilai optimalnya, daun sayuran menjadi renyah dan crunchy.

Sedangkan ketika saya beri ppm rendah daun sayuran menjadi lebih lentur, tidak kruncy tapi tidak mudah sobek.

Panen sayuran daun hidroponik

Rata – rata sayuran daun yang ditanam secara hidroponik bisa dipanen pada usia 4 minggu sejak penyemaian bibit.

Kalau sinar matahari bagus, dan cuaca tidak terlalu panas 3 minggu sudah dipanen. Tapi sayur masih dalam usia yang cukup muda. Belum tua – tua banget.

Tapi untuk sayur seperti selada biasanya membutuhkan waktu panen yang sedikit lebih lama.

Seperti itu.

Ok, cukup dulu untuk cara menanam sayuran hidroponik ini. Semoga dengan ini bisa bermanfaat, sorry jika banyak kekurangan.

Terima kasih dan sampai jumpa lagi.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *