Manfaat Trichoderma Pada Tanaman Cabe Dengan Aplikasi Untuk 100% Rhizoctania solani

SHARE:

Manfaat trichoderma pada tanaman cabe sekarang ini lebih fokus pada kemampuannya dalam melawan penyakit tular tanah. Misalnya penyakit tular tanah oleh jamur layu fusarium atau layu bakteri.

Kemudian, menambahkan jamur ini dalam kegiatan pertanian menjadi salah satu untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabe. Selain itu, sebagai alternatif alami dalam mencegah penyakit cabe seperti layu fusarium.

Dari banyak riset, memang hasil kerja dari jamur trichoderma ini cukup baik. Tingkat keberhasilannya lumayan.

Tapi kita harus tahu bahwa, kita tidak bisa berharap 100% jamur ini akan benar – benar berhasil menghilangkan penyakit tular tanah.

Dari beberapa riset yang pernah saya baca tidak ada yang hasilnya benar – benar 100% berhasil. Paling tinggi antara 40 – 60 % saja dalam mengatasi penyakit layu fusarium.

Bahkan ada yang gagal juga.

Tapi, tingkat keberhasilan sampai 40% itu adalah angka yang lumayan besar. Dengan usia produktif yang cukup panjang, menyelamatkan cabe sebanyak itu bukanlah hal yang sia – sia.

Perbandingannya adalah daripada harus menyulam dengan menanam baru, akan membutuhkan waktu lebih lama lagi.

Dari berbagai cara mengatasi layu fusarium, kita tidak bisa mengabaikan penggunaan jamur tricoderma ini.

Karena datanya, menggunakan trichoderma ini sangat efektif. Keefektifannya ada pada dua hal:

  1. Jamur trichoderma hidup pada bagian yang sama dengan mikroorganisme patogen, yaitu di akar. Jadi pencegahan layu fusarium bisa terjadi pada pintu masuk jalur infeksinya.
  2. Trichoderma bisa menyerang mikroorganisme patogen yang sudah menyerang cabe. Fusarium menyerang tanaman melalui akar kemudian masuk ke dalam jaringan tanaman. Jamur trichoderma juga bisa karena ia termasuk mikroorganisme endofit.

Mikroorganisem endofit adalah mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tanaman. Benar – benar di dalam tanaman, entah itu di jaringan xylem, floem atau di dalam daun.

Tapi keberadaan mereka pada tanaman tidak merusak tanaman itu sendiri.

Apa itu trichoderma dan di mana mereka biasanya berada?

Trichoderma ini jamur, fungi atau cendawan. Jadi bukan bakteri ya. Fungi ini termasuk dalam keluarga Hypocreaceae. Silahkan ditelusuri lebih lanjut kalau ingin tahu lebih.

Cendawan trichoderma bisa ditemukan hampir di setiap jenis tanah. Artinya, secara alami tanah yang kita pakai buat berladang sudah terdapat cendawan ini sejak awal.

Salah satu kelebihan dari trichoderma adalah jamur ini bisa dikulturkan, atau dalam bahasa yang lebih sederhana bisa dibudidayakan.

Akan tetapi, tentu tidak semudah seperti mengaktifkan em4. Membutuhkan media dan teknis yang lebih banyak.

Sepertinya, sampai saat ini cara mudah untuk mendapatkan biang trichoderma ini adalah dengan membelinya.

Jika jamur ini sudah berada di tanah, kenapa tanaman cabe masih terserang penyakit layu?

Entahlah,,bahkan pemberian penyakit cabe yang disengaja (laborat) kemudian ditreatment dengan trichoderma belum mampu menghilangkan serangan 100%.

bisa jadi lingkungan atau kondisi tanah tidak mendukung untuk trichoderma tumbuh. Atau penggunaan pupuk anorganik yang menyebabkan mikroorganisme tanah menjadi berkurang.

kalau saya melihatnya seperti itulah cara kerja secara alami. Trichoderma bukanlah organisme yang secara khusus akan memburu bakteri atau jamur penyebab penyakit kemanapun mereka pergi.

Baru ketika mikroorganisme patogen dan trichoderma bertemu, barulah mekanisme perperangan terjadi.

Itupun ada tiga kemungkinan mekanisme atau cara trichoderma mengalahkan bakteri patogen. Yaitu dengan cara kompetisi, menginduksi ketahanan tanaman dan hiperparasitisme.

Yang kita tahu bahwa trichoderma dapat melilit hifa mikroorganisme patogen, kemudian merusak dinding selnya adalah mekanisma hiperparasitisme.

Trichoderma itu masih dalam kelas genus. Jenis spesiesnya ada banyak sekali. Jumlahnya sekitar 74 jenis. Jika ingin lihat jenisnya, silahkan klik link ini.

Dan tidak semuanya bisa diterapkan secara efektif sebagai jamur antagonis alami.

Hanya beberapa yang sering digunakan yaitu jenis dari spesies tricoderma harzianum, trichoderma viride, trichoderma asperellum dan trichoderma hamatum.

Manfaat thricoderma pada tanaman cabe

Secara umum, dengan adanya jamur trichoderma pada lahan pertanian, mereka akan memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Sebagai biofungisida. Trichoderma bisa mengendalikan jamur patogen seperti penyebab jamur fusarium. Tapi aplikasinya tidak disemprotkan seperti fungisida kimia. Melainkan diberikan melalui pupuk dasar, pupuk kocor atau pemberian serbuk disekitar akar tanaman.
  • Dapat memperbaiki kualitas tanah. Secara alami sesuai habita alaminya, trichoderma memang bersifat sebagai decomposer bahan organik. Asalkan lingkungannya mendukung untuk perkembangannya, jamur ini bisa membantu untuk mengurai bahan – bahan organik yang terdapat pada lahan pertanian.
  • Trichoderma juga bisa dipakai untuk starter pembuatan kompos.
  • Karena fungi ini termasuk mikroorganisme endofit, keberadaannya dalam jaringan tanaman bisa meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Terutama oleh mikroorganisme tular tanah.
  • Mencegah dan mengendalikan tingkat penyerangan penyakit layu fusarium, busuk akar, busuk umbi dan busuk pangkal batang.
  • Dan juga untuk menurunkan resiko infeksi penyakit oleh bakteri.
  • Jika semua itu berjalan dengan baik, produktivitas tanaman bisa meningkat.

Seberapa efektif manfaat trichoderma pada tanaman cabe?

Layu bakteri dan layu fusarium adalah penyakit tanaman cabe yang tingkat serangannya cukup tinggi. Terutama saat musim penghujan.

Tapi, pengendaliannya dengan jamur trichoderma hasilnya bermacam – macam. Saya akan memberikan beberapa datanya, kemudian untuk kesimpulannya silahkan diambil sendiri.

Kita lihat terlebih dahulu bagaimana manfaat trichoderma pada tanaman cabe untuk pertumbuhannya.

NoAgen hayatiAplikasiHasil
[1]-Pupuk tricho-G sebanya 50 gram dilarutkan ke 20 liter air.

-Phonksa 800 kg/ha dan ZA 200 kg/ha atau urea 400 kg/ha.

-200 ml/tanaman trico-G pada 3,5 dan 7 mst.Jumlah & bobot buah/tanaman.

Tanpa trico-G 92,72 buah dan 253,44 gram/tanaman.

Dengan trico-G 109,38 buah dg bobot 305,38 gram/tanaman.

[2]-Trichoderma harzianum yang dibiakkan dalam media dedak. Sekitar 20 ml Tricoderma harzianum untuk 10 kg dedak padi. 250 gram setiap lubang tanam diberikan 1 minggu sebelum tanam.Cabe dengan dosis 250 gram memiliki tinggi paling tinggi diantara dosis yang lebih sedikit.
[3]Trichoderma asperellum 4 gram/tanaman dan Boron 1 mg/liter.-Trichoderma asperellum sebanyak 4 gram diberikan per tanaman saat penanaman.

-Pupuk boron diberikan secara foliar pada pagi hari.

Panjang buah untuk tanaman kontrol adalah 9,04 cm sedangkan pajang buah dengan Trichoderma + boron adalah 9,93 cm.
[4]Trichoderma asperellum 20 gram/tanaman cabeTrichoderma asperellum diberikan sebelum pindah tanam.Cabe menunjukkan produktivitas yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dosis trichoderma yang lebih sedikit.

Dari ke-4 data diatas, kita bisa melihat bahwa pemberian trichoderma sp. Terhadap cabe cenderung produksinya lebih tinggi. Trendnya seperti itu, meskipun sebenarnya data sesungguhnya ada naik turunnya.

Kemudian, semakin besar jumlah trichoderma yang diberikan, trend datanya juga menunjukkan produksi cabe semakin besar. Tapi jangan diambil kesimpulan terlalu dini, bahwa semakin banyak trichoderma diberikan, pasti hasilnya lebih baik.

Sebaiknya juga menghitung berapa biaya yang kita keluarkan untuk membeli trichodermanya. Apakah sebanding dengan penambahan produksinya atau tidak.

Sekarang kita lihat untuk spesies trichoderma yang digunakan. Antara trichoderma harzianum dan trichodema asperellum keduanya bisa membuat vigor tanaman menjadi lebih baik.

Entah itu tingginya lebih tinggi, jumlah daun lebih banyak, lebih lebar dan seterusnya.

Tapi, jika kita bandingkan jumlah pemberiannya, trichoderma asperellum lebih sedikit. Apakah trichoderma asperellum lebih sesuai untuk tujuan aplikasi tersebut? Masih terlalu sedikit data untuk menarik kesimpulan itu.

Saat ini sepertinya juga kita masih kesulitan untuk mendapatkan jamur trichoderma dengan spesies yang spesifik. Misalnya hanya murni trichoderma harzianum atau hanya trichoderma asperellum. Rata – rata hanya secara umum mengandung jamur trichoderma sp saja.

Tapi tenang saja, meskipun hanya trichoderma sp, ternyata juga banyak data pendukung dari riset yang tidak menggunakan spesies secara spesifik.

Ya nggak tahu kenapa, wong nyatanya tidak menyebutkan spesies yang digunakan, hanya trichodema sp saja.

Kita akan lihat setelah ini.

Mengambil manfaat trichoderma pada tanaman cabe untuk fusarium dan antraknosa

Kita langsung saja ya, ke data penelitian yang sudah saya kumpulkan.

NoTrichodermaAplikasiHasil
122,5 gram Trichoderma harzianum + 22,5 gram Trichoderma virens per lubang tanam.Dibenamkan ke dalam lubang tanam 1 minggu sebelum pindah tanam.Efektifitas tertinggi dalam menghambat Rhizoctonia solani yang sengaja di infeksikan. Benih mampu berkecambah dengan presentase sampai 75%.[5]
2Penicillium galur 112 minggu sebelum tanam sebanyak 2% dari berat media tanam.Tingkat penghambatan terhadap Rhizoctania solani sebesar 100%.[6]
3Trichodeema spp galur t112 minggu sebelum tanam sebanyak 2% dari berat mediaTingkat penghambatan terhadap Rhizoctania solani sebesar 100%.[6]
4Trichoderma sp bentuk cair dengan kerapatan 1 x 106 konidia/mlDosis uji antara 100 – 600 ml/tanaman dengan cara semprot.Efektifitas terhadap mengurangi intensitas serangan layu fusarium antara 65 – 72%.[7]
5Trichoderma sp dalam bentuk cair dengan kerapatan 1 x 108 konidia/mlPerlakuan pada benih dengan cara merendam benih dengan trichoderma sp selama 2 jam.Efektifitas terhadap jamur antraknosa (Collectorichum capsici), presentasi benih yg terinfeksi 47,17-51,89%, daya kecambah normal 54,11-68,28% dan penurunan persentase bibit terserang jamur antara 89-91,16%.[8]

Data – data di atas adalah dari riset dengan metode yang berhasil. Ada beberapa yang tidak berhasil alias gagal total. Tapi tidak saya ikut sertakan, biar kita tidak makin pesimis. Hee…

Yang menarik adalah pada nomer 2 dan 3, dimana tingkat keberhasilan dalam mengatasi Rhizoctania solani bisa sampai 100%. Rhizoctania solani adalah penyebab rebah kecambah pada cabe.

Kemungkinan besar keberhasilannya yang tinggi karena penggunaan trichoderma dalam jumlah yang besar.

2% dari berat media tanam, itu bukan jumlah yang sedikit. Dari 5 kg media tanam saja sudah 100 gram trichoderma.

Bagaimana jika penanaman pada lahan yang notabene media tanam tidak terbatas.

Kemungkinan besar, hasilnya akan berbeda dengan penelitiannya. Tapi kita tetap harus berusaha supaya kita bisa mendapatkan hasil pertanian yang maksimal mungkin.

Sekarang kita lihat produk trichoderma yang sekarang ada di pasaran.

Produk trichoderma yang bisa kita temukan di pasaran

Ada banyak produk yang mengandung trichoderma sp. Ada sediaan dalam bentuk serbuk dan cair juga ada.

Salah satu tips dari saya dalam menentukan produk trichoderma yang baik adalah kita lihat kepadatannya.

Kita berasumsi semua produsen adalah jujur dan data yang disertakan pada labelnya sesuai dengan fakta.

Sehingga, ketika melihat tingkat kepadatan jamur trichoderma, artinya jumlahnya benar – benar sebanyak itu.

Kepadatan bakteri biasanya dalam bentuk pangkat dengan satuan cfu/ml atau cfu/gram. Kalau isinya adalah jamur atau kapang, satuannya adalah konidia/gram atau konidia/ml.

Pilihlah produk trichoderma dengan kepadatan yang tinggi

Beda pangkat satu angka, selisihnya sudah puluhan kali.

Misalnya antara kepadatan A adalah 1 x 106 konidia/gram dan B adalah 1 x 108 konidia/gram. Itu artinya dalam satu gram, jumlah fungi dalam B, 100 kali lebih banyak daripada A.

Di bawah ini adalah foto dari produk yang ada dan saya berikan informasi untuk kepadatan trichoderma sp nya.

manfaat trichoderma pada tanaman cabe

Bio3co dan jatrec keduanya hanya khusus untuk trichoderma sp. Sorry untuk jatrec, kepadatan trichoderma hanya tertulis seperti itu. Semoga ada kesalahan dalam proses pencetakannnya.

manfaat trichoderma pada tanaman cabe

Terrabio mengandung komposisi mikroorganisme trichoderma sp, pseudomonas sp dan bacilluss sp. Sedangkan trico-z secara spesifik menyebutkan kandungan trichodermanya adalah T. Harzianum.

manfaat trichoderma pada tanaman cabe

Manfaat trichoderma pada tanaman cabe

Ok, saya kira itu dulu untuk manfaat trichoderma pada tanaman cabe. Jika Anda menyukainya silakan like dan share supaya yang lain juga tahu.

Sorry jika banyak kekurangan, terima kasih dan sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] Cartika, Ika. Umar dani dan Mimi Asmina. Pengaruh Cendawan Trichoderma sp. Dan Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.). Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Majalengka.

[2] Herlina, Lina., dan Pramesti Dewi. Penggunaan Kompos Aktif Trichoderma Harzianum Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Cabai. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

[3] Rahmansyah Dermawan. et al. 2018. Aplikasi Pupuk Boron dan Pengayaan Trichoderma Pada Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Varietas Cabai Besar (Capsicum Annuum L.). J. Floratek 13(1): 37-38.

[4] Fitrianti. 2018. Aplikasi Trichoderma dan Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.). Program Studi Agroteknologi Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar.

[5] Chamzurni, Tjut, Hartati Oktarina, dan Khalidah Hanum. Keefektifan Trichoderma harzianum dan Trichoderma virens Untuk Mengendalikan Rhizoctonia solani Kuhn Pada Bibit Cabai (Capsicum annuum L.). Jurnal Agrista Vol. 17 No. 1, 2013.

[6] Muslim, Ahmad., Syahri, Harman Hamidson, dan Abdullah Salim. Trichoderma spp. Dan Penicillium spp. Dari Tnah Rizosfer Lahan Rawa Lebak Dalam Menginduksi Ketahanan Tanaman Cabai Terhadap Serangan Penyakit Rebah Kecambah. Jurnal Fitopatologi Indonesia, Volume 10, Nomor 1, Februari 2014 Halaman 31 – 36.

[7] Nisa, Choirun. 2018. Pengujian Formulasi Trichoderma sp. Terhadap Pencegahan Patogen Fusarium oxysporum Penyebab Penyakit Layu Pada Cabai Rawit (Camsicum frutescens) Secara In Vivo. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim malang.

[8] Martinius, Darnetty, Trizelia, dan Sri Herdina. Kemampuan Trichoderma Endofit Dalam Mengendalikan Jamur Patogen Tular Benih Cabai. Laporan Penelitian Dana PNBP Fakultas Peranian Universitas Andalas.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *