Rekomendasi Pupuk Kacang Panjang Supaya Hasil Bisa Lebih Maksimal Meskipun Ia Termasuk LEguminosa

SHARE:

Rekomendasi pupuk kacang panjang menurut saya tidaklah terlalu ketat dan daftarnya berderet – deret panjang. Maksudnya adalah menanam kacang panjang itu InsyaAllah gampang.

Saya pernah menanam kacang panjang dan memang tingkat keberhasilannya cukup tinggi. Untuk skala hobi, hasilnya bisa dikatakan lumayan.

rekomendasi pupuk kacang panjang

Tapi untuk skala yang lebih serius dan hasilnya diharapkan untuk hidup, makan, maka nanemnya juga harus lebih serius.

Hal itu karena kacang panjang ini bukannya tanpa hama. Namanya kacang, kandungan protein pada buahnya pasti tinggi, sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk berkembangnya ulat.

Tidak hanya buahnya, daunnya juga sama.

Karena kacang panjang termasuk dalam famili leguminosa, pasti kandungan protein kasar pada daunnya juga tinggi. Yang punya kambing, jerami atau lembayung kacang panjang bagus untuk dijadikan pakan ternak.

Oleh sebab itu, daun kacang panjang juga menjadi pilihan alternatif yang bagus untuk berkembang biaknya hama. Karena proteinnya yang tinggi sehingga sangat mendukung untuk makanan larva hama.

Agak berbeda dengan tanaman seperti sayuran daun, yang kebanyakan diserang ketika daun masih muda. Karena ketika muda, daun ini memiliki protein yang lebih tinggi ketimbang ketika sudah tua.

Sebagai tanaman legum, kacang panjang memiliki kelebihan tersendiri yang tanaman lain tidak punya.

Legum biasanya mampu mengikat dan memanfaatkan nitrogen dari udara bebas. Karena di perakaran kacang panjang, hidup bakteri yang bernama Rhizobium sp.

Rhizobium ini adalah bakteri yang bisa memfiksasi nitrogen dari udara bebas menjadi senyawa nitrogen yang bisa diserap oleh tanaman. Dan, bakteri ini bersimbiosis dengan tanaman kacang – kacangan. Salah satunya adalah kacang panjang.

Katanya, bakteri ini bisa menyediakan Nitrogen yang dibutuhkan oleh tanaman leguminosa sampai 80%.[3]

Jika memang iya, maka ini bisa ngirit pupuk nitrogen anorganik. Misalnya urea.

Akan tetapi keberadaan atau banyak tidaknya bakteri ini dalam tanah, kita perlu memastikannya. Karena terlalu banyak menggunakan pupuk kimia, bisa mempengaruhi kehidupan mikroorganisme tanah.

Salah satu upaya untuk menjaga populasi bakteri ini dalam tanah adalah dengan tetap memakai pupuk organik (pupuk kandang) dalam pengolahan tanahnya.

Daftar rekomendasi pupuk kacang panjang

Rekomendasi pupuk kacang panjang yang dianjurkan rata – rata sangat sederhana.

Yang paling umum adalah dengan menggunakan rekomendasi pupuk sebagai berikut:

  1. Pupuk kandang
  2. Dolomit
  3. Urea
  4. TSP
  5. Kcl
  6. Pupuk daun (Opsional).

Pupuk kandang dan pupuk dolomit digunakan sebagai pupuk dasar. Yaitu diberikan pada saat pengolahan lahan.

Dolomit diberikan setidaknya 2 – 3 minggu sebelum penanaman dilakukan. Untuk jumlahnya, mengikuti atau tergantung berapa pH tanah yang akan ditanami.

Tabel di bawah ini adalah rekomendasi pemberian dolomit terhadap kondisi pH tanah.

PH tanahAnjuran aplikasi dolomit
410,24 ton/hektar
4,57,87 ton/hektar
55,49 ton/hektar
5,53,12 ton/hektar
60,75 ton/hektar

Jumlah pupuk kandang yang diberikan antara 10 – 15 ton/hektar. Jika mampu memberi 20 ton/ha malah lebih bagus.

Pupuk kandang ini diberikan satu minggu sebelum penanaman kacang panjang.

Pupuk anorganik seperti urea, TSP dan KCL diberikan sebagai pupuk susulan. Pupuk susulan untuk kacang panjang diberikan sebanyak dua kali.

Pertama pada usia kacang panjang 1 minggu dan 3 minggu.

Pupuk susulan pertama menggunakan urea 50 kg/ha, TSP 100 kg/ha dan KCL 50 kg/ha.

Pupuk susulan ke dua juga menggunakan jenis dan jumlah pupuk yang sama dengan pupuk susualan pertama.

Sedangkan untuk pupuk daun sifatnya lebih ke opsional. Jika mau pakai lebih bagus, kalau tidak sebenarnya juga tidak masalah.

Pemberian pupuk foliar bisa dilakukan ketika kacang panjang sudah berusia 4 minggu. Karena pada usia ini kacang panjang akan memasuki fase generatif.

Jadi, pupuk daun yang digunakan harusnya bisa meningkatkan keberhasilan bunga menjadi buah. Misalnya adalah gandasil B.

Rekomendasi pupuk kacang panjang yang lain malah lebih praktis. Jika kita lihat rekomendasi di atas, sumber N, P dan K di ambil dari jenis pupuk yang berbeda.

Urea adalah sumber N. TSP sebagai sumber P dan S. Sedangkan Kcl sebagai sumber K.

Kalau kita pakai pupuk NPK, maka akan menjadi lebih praktis dan hemat tenaga.

Beberapa contoh pupuk rekomendasi lain bisa kita lihat apakah lebih praktis atau tidak.

Rekomendasi Lain

Rekomendasi pertama adalah menggunakan pupuk kandang, phonska dan urea.[1]

Jenis pupuk NPK

Pupuk kandang diberikan satu minggu sebelum penanaman dengan jumlah 5 ton/hektar atau 500 kg per seribu meter persegi.

Phonska diberikan sebanyak 300 kg/hektar atau 30 kg / 1000 m2. Diberikan saat penanaman kacang panjang.

Pupuk susulan hanya menggunakan urea yang diberikan pada usia tanaman 3 minggu. Jumlah urea adalah 100 kg/hektar atau 10 kg/ 1000 m2.

Phonska dan urea diberikan dengan cara ditugal di samping tanaman. Ditugal itu adalah membuat lubang pada samping tanaman (ponjo) kemudian pupuk dimasukkan ke lubang tersebut.

Terlihat sederhana memang rekomendasi pupuk kacang panjang di atas. Tapi pada waktu riset dilakukan, tempatnya adalah pada salah satu perusahaan pertanian yang ada di sana.

Hasil produksi waktu itu kalau dikonversi menjadi sekitar 17 – 20 ton/hektar.

2 . Pupuk Kandang dan NPK

cara menggunakan pupuk npk pada cabe

Sejauh ini, semua rekomendasi pupuk tidak ada yang meninggalkan pupuk kandang.

Pupuk kandang memiliki peran yang cukup penting dalam menyediakan unsur hara yang dibutuhkan kacang panjang.

Pemberian pupuk kandang diberikan dengan cara pupuk dasar. Jumlahnya antara 5 – 20 ton/ha. Sesuaikan saja sesuai kemampuan, karena 20 ton pupuk kandang itu bukan jumlah yang sedikit.

Sedangkan untuk NPK, pemberian bisa diberikan secara tugal atau kocor.

Pengocoran menjadikan penggunaan pupuk lebih efektif tapi membutuhkan frekuensi pemupukan yang lebih sering.

Banyak NPK untuk pengocoran adalah 1 – 2 gram/liter dan setiap tanaman diberi 250 ml. Frekuensi pengocoran setiap 1 minggu sekali.

Seperti itu saja untuk rekomendasi pupuk kacang panjang. Tidak banyak memang, tapi menurut saya sudah cukuplah untuk bisa menghasilkan kacang panjang dengan hasil yang lumayan.

Mohon maaf jika banyak kekurangan, terima kasih dan sampai jumpa lagi.

Referensi

[1] Gultom, Donal Manguluhon. 2004. Pengaruh Teknis Pemasangan Lanjaran Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Pada Tiga Galur Kacang Panjang (Vigna sinensis (L.) Savi ex Hassk). Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

[2] Okky Tiara Sari Dewi. 2018. Evaluasi Daya Hasil Kacang Panjang (Vigna unguiculata (L) Walp.) Berpolong Hijau dan Ungu Di Madiun, Jawa Timur. Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

[3] Pramudya Septiana Maharani. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang dan Pupuk Kimia Terhadap Kemelimpahan Bakteri Rhizobium sp dan Azotobacter sp Serta Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *