Cara Menanam Melon Di Polybag Supaya Bisa Panen Dengan Analisa Rekomendasi Pupuk yang Bisa Diaplikasikan Pada Budidaya Luas

SHARE:

Cara menanam melon di polybag ternyata tidaklah sesulit yang kita kira. Bahkan kita bisa menanamnya di polybag dan menempatkannya di depan rumah atau pekarangan.

Meskipun sedikit lebih ribet daripada kacang panjang, tetap sangat memungkinkan untuk menanam melon di polybag.

Asalkan lokasi tidak terlalu teduh, melon masih bisa berbuah dengan cukup baik. Teduh ini artinya melon masih bisa mendapatkan sinar matahari setidaknya minimal 5 jam/hari.

buah dari melon yang ditanam di polybag

Sebenarnya itu masih jauh dari ideal. Karena idealnya melon harus mendapat sinar matahari secara langsung antara 8 – 10 jam per harinya.

Kebutuhan sinar matahari selama itu hanya bisa diperoleh kalau melon di tanam di lahan terbuka. Misalnya ladang, sawah atau atap rumah.

Seandainya lokasi Anda hanya mendapat sinar matahari 5 – 6 jam, jangan berkecil hati. Kita tetap bisa menanam melon. Seperti yang sudah saya lakukan.

Saya akan berbagi tentang bagaimana cara menanam melon di polybag yang pernah saya lakukan.

Ukuran polybag untuk menanam melon

Ukuran polybag yang digunakan haruslah besar. Minimal yang berdiameter 30 cm dan tinggi sekitar 40 cm.

ukuran polybag untuk menanam melon

Bukan masalah apa – apa, dengan volume media yang besar, kemampuan menahan air akan lebih banyak. Banyak ruang untuk pertumbuhan akar dan resiko keracunan pupuk menjadi lebih kecil.

Melon memiliki daun yang lebar dan sebagian besar bagian tanaman ini terdiri dari daun. Batang hanya berukuran kecil.

Rata – rata tanaman yang seperti ini membutuhkan banyak air. Apalagi ketika tanaman sudah tinggi dan jumlah daunnya banyak.

Daun yang lebar akan membuat laju transpirasi dari melon lebih besar. Otomatis kebutuhan airnya akan lebih banyak.

Polybag dengan volume yang kecil akan membuat media tanam cepat kering. Terlebih lagi jika cuaca sedang terik, penguapan membuat kandungan air akan lebih banyak yang menguap.

Selain itu, kelembapan media yang tidak maksimal akan berpengaruh terhadap penyerapan unsur hara. Tanaman tidak bisa menyerap unsur hara jika tanpa air.

Menyiapkan media tanam

Media tanam yang digunakan untuk menanam melon di polybag harus yang ringan dan berporus besar.

Karena bagaimanapun media tanam ini semakin lama akan semakin padat. Apalagi jika media tanam yang digunakan hanya tanah.

Tanah yang diayak (halus) kalau tidak ada campuran media yang ringan semakin lama juga akan padat. Penyiraman dengan debit yang besar, misalnya dengan gayung atau hujan akan membuat media semakin padat.

Media yang memadat akan membuat irigasi air dalam media menjadi buruk. Sehingga media tanam melon menjadi becek, dan melon akan rawan terkena busuk akar.

Pemilihan media tanam juga menyesuaikan dengan rencana pemupukan yang akan digunakan.

Beberapa bahan media tanam yang bisa menjadi pilihan adalah:

  • Tanah yang remah bukan tanah liat.
  • Pasir
  • Arang sekam atau sekam bakar
  • Sekam padi (belum di bakar)
  • cocopeat
  • Kompos

Kusus tanah liat, harus dicampur dengan pasir. Perbandingan minimal 1:1. Karena arang sekam dan kompos kurang mampu untuk meningkatkan porositas tanah liat. Kecuali arang sekamnya lebih banyak.

Oleh karena itu, pasir harus digunakan dan dicampur dengan merata. Mencampur ini membutuhkan usaha yang lebih besar serta kelemahannya media tanam menjadi sangat berat.

Kebanyakan orang – orang menggunakan media tanam tanah gembur, pasir dan kompos. Perbandingannya 1:1:1. Pasir bisa diganti dengan arang sekam atau sekam padi.

Jika rencana pemupukan menggunakan pupuk AB Mix sejak awal, maka media tanam yang ideal adalah arang sekam atau cocopeat saja. Meskipun semua media tanam juga bisa memakai AB mix.

Waktu menyiapkan media tanam yang baik

Media tanam melon di polybag yang menggunakan kompos sebagai salah satu bahannya, harus dicampur dan dipersiapkan minimal 2 minggu sebelum penanaman.

Ini untuk mengantisipasi kalau ternyata, kompos yang digunakan belum matang. Kompos yang belum matang suhunya masih panas dan masih berlangsung aktifitas pengomposan oleh bakteri.

Aktifitas pengomposan ini membutuhkan oksigen dari lingkungan. Jika proses pengomposan terjadi di sekitar perakaran tanaman, maka akan terjadi perebutan oksigen antara akar dan proses pengomposan.

Akar akan mengalami kekurangan oksigen. Jika pada sistem hidroponik, kita bisa melihat warna dari akar ini akan menjadi coklat.

Akar yang kekurangan oksigen akan sulit untuk menyerap unsur hara. Akar lama – kelamaan akan membusuk dan tanaman mati.

Untuk mengetahui apakah media tanam sudah siap digunakan, kita lihat apakah gulma atau rumpu liar bisa tumbuh atau tidak.

Kalau sudah ada rumput atau tanaman liar, maka media tanam tersebut siap kita pakai untuk menanam melon.

Memilih Bibit melon

Saya sarankan sebaiknya menggunakan bibit melon dengan cara membelinya dari produsen bibit yang terpercaya. Misalnya dari panah merah, haira, know you seed, atau yang lainnya.

Hal ini karena kualitas dari bibit melon tersebut akan terjamin. Asalkan belinya tidak eceran. Eceran ini maksudnya kita membeli bibit dengan harga per butir biji melon. Banyak online yang menjual seperti itu.

Saya selalu kurang mujur dengan benih eceran tersebut. Presentase tumbuhnya rendah. Mungkin karena kita tidak tahu sejak kapan kemasan dibuka dan seperti apa penyimpanan sebelum bibitnya laku terjual.

Oleh sebab itu, dari beberapa produsen bibit sebenarnya sudah menyediakan variasi kemasan bibit yang cukup terjangkau untuk skala hobi.

Misalnya dari panah merah ada yang kemasan urban, harga sekitar 10 ribuan. Sejauh ini tingkat perkecambahannya cukup tinggi.

Ternyata, jika dilihat harga bibit melon ini cukup mahal. Kemasan urban saja dengan harga sekitar 10 ribu, hanya ada 16 biji melon per kemasan.

Jujur saja, saya tidak tahu apakah biji dari melon yang kita beli di pasar bisa ditanam atau tidak. Supaya bisa dapet benih yang lebih murah.

Saya pernah mendapat keluhan dari tetangga saya yang mencoba menyemai biji dari buah melon yang dibelinya, ternyata tidak ada yang tumbuh.

Saya hanya senyum saja, karena tidak tahu harus berkomentar apa. Jika ada yang tahu proses pembuatan bibit atau benih melon yang berkualitas, bisa membantu saya di kolom komentar.

Karena menurut saya, jika bisa membuat benih melon berkualitas hanya dengan mengambil biji buah yang dari pasar, harga 16 biji benih dari panah merah bisa kurang dari itu.

Penyemaian benih melon

Benih melon bisa disemai secara langsung ke media tanam polybag. Asalkan dipastikan media tanamnya sudah siap untuk ditanami.

Langkah ini cukup mudah untuk dilakukan. Karena tinggal membuat lubang sedalam kurang lebih 1 cm, kemudian benih ditutupi tipis – tipis dengan tanah.

Lalu sirami dengan air supaya media tanah basah. Nanti setelah 2 – 3 hari, kalau benih melonnya bagus sudah mulai terlihat pecah benih.

Dengan menyemai langsung ke polybag, kita tidak perlu melakukan pindah tanam. Karena melon akan langsung tumbuh besar di polybag.

Berbeda kalau penyemaiannya dilakukan secara terpisah.

Pindah tanam ke polybag ke ukuran yang lebih besar perlu dilakukan pada usia melon sekitar 7 – 12 hari.

Kemudian pemberian ajir bisa diberikan seminggu setelah melon dipindah. Tinggi ajir antara 1,5 – 2 meter.

Pemupukan melon

Melon membutuhkan unsur hara makro dan mikro yang lengkap. Seperti pada tanaman lain.

Tapi melon termasuk yang kelengkapan haranya tidak bisa diabaikan.

Program pemupukan untuk tanaman skala hobi kadang mengabaikan beberapa unsur hara makro penting. Misalnya Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).

Oleh sebab itu, pemupukan yang hanya mengandalkan NPK saja sebenarnya kurang. Karena pupuk tersebut dominan hanya menyediakan N, P dan K saja.

Dalam jangka panjang, melon akan berpotensi kekurangan kalsium dan magnesium.

Kekurangan kalsium akan menyebabkan batang melon menjadi pecah. Selain itu, buahnya juga bisa terserang BER (Blossom End Root).

Meskipun tidak parah, batang dari tanaman melon ini pecah. Ini kalau tidak kekurangan kalsium yan magnesium

Untuk mendapatkan pupuk kalsium juga tidak terlalu sulit. Sumber kalsium untuk tanaman, baik yang organik maupun yang anorganik sangat mudah ditemukan.

Misalnya ada pupuk kalsium nitrat, calcit, dan dolomit sebagai kalsium anorganik. Sedangkan sumber organiknya bisa menggunakan kulit telur.

Kulit telur untuk tanaman bisa memberikan manfaat selain sebagai kalsium. Ini adalah alternatif yang sangat murah, karena setiap dapur pasti menghasilkan kulit telur. Kita bisa memanfaatkannya.

Kebutuhan melon terhadap unsur hara

Menurut sebuah website yang cukup lumayan, kebutuhan pupuk untuk melon per hektarnya bisa kita lihat pada tabel di bawah ini.

Pupuk Untuk Melon/ha dg 12000 – 18000 tanaman/ha[1]

N210 kg/ha
P2O5150 kg/ha
K2O340 kg/ha
MgO55 kg/ha
CaO180 kg/ha

Jika kita bagi untuk per tanaman, maka setiap tanaman melon yang ditanam di polybag membutuhkan unsur hara sebagai berikut:

Kita ambil jumlah tanaman per hektar sebanyak 12000 tanaman. Jadi, untuk setiap tanaman angka – angkanya kita bagi dengan 12000.

Pupuk Untuk Melon per tanaman

N17,5 gram/tanaman
P2O512,5 gram/tanaman
K2O28,3 gram/tanaman
MgO4,6 gram/tanaman
CaO15 gram/tanaman

Untuk mendapatkan unsur hara di atas sebenarnya sangat simpel. Kita hanya perlu dua jenis pupuk yaitu NPK dan Dolomit.

Misalnya kita pakai NPK 15-15-15. Maka, dalam satu kilogram NPK terdapat N, P dan K masing – masing sebanyak 150 gram.

Seandainya kita hitung untuk jumlah P nya, maka 1 kg NPK 15-15-15 ini bisa untuk memupuk sekitar 12 tanaman melon.

Akan tetapi N nya sangat mengalami kekurangan kalau untuk 12 tanaman. Apalagi untuk K nya, yang hanya cukup untuk sekitar 5 tanaman melon saja.

Kita bisa menambah kekurangan ini dengan berbagai cara. Entah pakai pupuk daun atau menambah KCL dan sedikit urea.

Atau, bisa menggunakan salah satu pupuk nitrat yaitu kalium nitrat. Pupuk ini malah jumlahnya sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Karena K2O nya jauh lebih tinggi daripada N nya.

Kalium nitrat mengandung K2O 46% dan N sebanyak 13%.

Untuk pupuk kalsium, ambil saja dolomit. Dolomit ini sudah ada kalsium (Ca) dan sekaligus magnesiumnya (Mg).

Kalsium pada dolomit sebanyak 26%. Untuk 15 gram kalsium, kita butuh dolomit sebanyak 57,7 gram. Otomatis Magnesiumnya sudah tercover dengan pemberian dolomit sebanyak ini.

Berapa kali pemupukan melon?

Tabel di atas itu adalah kebutuhan total selama penanaman melon. Dari awal sampai panen.

Pemberian pupuk terhadap melon secara garis besar dilakukan sebanyak tiga periode.

  1. Semai – Berbunga.
  2. Berbunga sampai buah ukuran masih kecil.
  3. Pembesaran buah – 10 hari sebelum panen.

Jika kita masih mengikuti rekomendasi pemupukan yang sama dengan di atas, maka pemberian pupuk per periode terhadap melon bisa diikuti dengan jumlah sebagai berikut:

Jadwal pemupukan melon

PeriodeN (kg/ha)P2O5 (kg/ha)K2O (kg/ha)MgO (kg/ha)
1224622
2664618825
31225820030
Total21015034055

Alternatif dosis pupuk untuk melon bisa menggunakan pupuk – pupuk sebagai berikut:[2]

  • Pupuk kandang 20 ton/ha
  • Urea 250 kg/ha,
  • sp-36 450 kg/ha
  • KCL 250 kg/ha
  • NPK 16-16-16.

Pupuk kandang, urea, SP-3 dan KCL di berikan sebagai pupuk dasar. Semuanya.

Pupuk dasar diberikan 2 atau tiga minggu sebelum tanam.

Kemudian pupuk NPK diberikan sebagai pupuk kocor. Konsentrasinya 2 gram/liter dan setiap tanaman diberi sebanyak 250 ml (satu gelas). Pengocoran dilakukan setiap 10 – 14 hari sekali.

Dosis pupuk untuk melon di atas sebenarnya sudah bagus. Tapi masih ada kemungkinan melon akan mengalami kekurangan kalsium dan magnesium.

Karena secara langsung kedua unsur tersebut tidak diberikan, hanya mengandalkan ketersediaan dari tanah dan pupuk kandang.

Memberikan dolomit juga tidak selalu bisa dilakukan karena harus mengetahui pH tanah yang akan ditanami.

Jika pH tanah rendah, menambah dolomit akan membuat ph naik dan itu bagus. Tapi jika pH sudah berada di batas normal kebutuhan melon, menambah dolomit akan membuat pH menjadi lebih tinggi.

PH tanah yang terlalu tinggi malah akan membuat penyerapan unsur hara lain terhambat.

Pupuk AB mix Melon

Jika kita bisa meramu pupuk ab mix sendiri, pupuk ini sangat bagus untuk menghasilkan melon dengan kualitas buah yang ok.

Hal ini karena pupuk AB bisa bisa kustom dan sesuaikan dari kepekatan dan jenis/sumber unsur hara yang dipakai.

Misalnya, sumber N. Sumber N yang bagus untuk buah adalah nitrat. Sumber N dari Amonium tetap dibutuhkan, tapi dalam jumlah yang relatif lebih sedikit.

Selain itu, kebutuhan akan unsur hara makro dan mikro sudah pasti tercukupi. Karena formulasi AB mix biasanya sangat lengkap dan terdiri dari lebih dari 5 jenis pupuk.

Tapi semua tergantung formulator pupuknya. Jika kita membeli AB mix untuk melon, kita bisa melihat pada petunjuk manualnya saja.

Petunjuk manual ini biasanya memberikan informasi tentang kepekatan nutrisi yang harus diberikan dan jumlah volume pemberian. Ini untuk pemupukan melon sistem irigasi tetes (fertigasi).

Perawatan dalam menanam melon di polybag

Gulma atau rumput liar bukanlah gangguan yang begitu penting dalam menanam melon, khususnya di polybag.

Karena biasanya area tanah (media tanam) yang terbuka sudah ternaungi oleh daun – daun melon yang rimbun di atasnya. Sehingga, pertumbuhan gulma tidak seliar ketika menanam melon di sawah.

Tapi tetap saja, satu atau dua tanaman asing bisa tetap muncul. Tinggal cabut saja, selesai masalah gulma.

Untuk hama pada melon ini, beberapa jenisnya hampir sama seperti hama pada cabai dan hama kacang panjang.

Paling sering adalah kutu putih atau kutu kebul, pengerek daun dan beberapa pengerek bunga.

Mengatasi kutu kebul cukup mudah. Bisa memakai air tembakau, bawang putih dan masih banyak bahan nabati lainnya. Asalkan telaten menyemprotnya, kutu putih akan minggat.

Hama ini membutuhkan banyak ulasan, saya akan membahasnya di artikel lain, lain waktu.

Kapan Panen Melon?

Menanam melon di polybag membutuhkan waktu minimal 2 bulan untuk bisa panen. Itu kalau tidak ada gangguan dan sinar matahari cukup.

buah dari melon yang ditanam di polybag

Sebentar lagi melon ini sudah bisa dipanen.

Melon bisa dipanen kalau tangkai buahnya sudah agak mengering. Biasanya daun – daun yang tua juga akan mulai banyak yang menguning.

Perlu diketahui juga bahwa buah melon muda itu kulitnya halus dan berwarna hijau agak muda. Untuk jenis melon hijau (melon biasa bukan melon madu). Saya belum tahu kalau melon madu.

Semakin besar kulitnya akan semakin kasar ( seperti muncul garis sisik) dan warnya semakin cerah. Semakin besar melon, kulit akan semakin kasar.

Tips supaya buah melon optimal

Untuk bibit melon yang sekarang ada ini, sepertinya optimal kalau setiap tanaman melon hanya membesarkan 1 buah melon saja.

Meskipun sebenarnya bisa untuk membesarkan lebih dari satu buah melon, tapi itu butuh ketelatenan dan sinar matahari yang jos gandos. Suhu lingkungan yang mendukung dan kelembapan yang pas.

Tentu juga nutrisi yang diberikan harus lebih banyak. Karena jumlah pupuk untuk satu buah, tidak mungkin untuk membesarkan dua buah dengan ukuran yang sama. Jumlah pupuk, pasti harus ditambah.

Tapi kemampuan melon dalam menyerap pupuk sangat dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari yang diperolehnya.

Sinar yang redup membuat melon tidak mampu menyerap unsur hara yang berat. Sinar yang terlalu terik akan membuat transpirasi menjadi lebih besar. Jumlah sinar dan intensitas harus Pas.

Pertumbuhan buah yang bagus berada pada antara daun ke 9 – 12. Jika antara daun tersebut tidak ada buah, maka ambillah bakal buah yang kira – kira perkembangannya bakalan bagus.

Setelah dipilih satu yang pasti, bunga – bunga yang muncul hilangkan saja.

Jika pupuk yang kita gunakan banyak mengandung nitrogen (N) yang berlebihan, maka biasanya tunas akan banyak bermunculan.

Tunas ini dibuang saja.

Ujung dari tanaman melon tidak usah dipotong. Biarkan tumbuh terus supaya bisa menangkap sinar matahari lebih banyak.

Dan yang terpenting adalah unsur hara dan air harus selalu tercukupi. Karena melon akan membutuhkan air dalam jumlah banyak.

Dengan media tanam polybag, kita akan lebih sering menyirami.

Saya kira ini dulu untuk cara menanam melon di polybag. Maaf jika banyak kekurangan. Sampai jumpa lagi dan terima kasih.

Referensi

[1] https://www.haifa-group.com/growing-melons-haifa-fertilizers

[2] Novianti, Rizki Utami. 2017. Karakteristik Kualitas Buah Beberapa Genotipe Melon (Cucumis melo L.) Pada Dua Musim Tanam. Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *