Pupuk Untuk Cabe Merah – Ternyata Yang Paling Banyak diButuhkan Bukan N, Tapi K.

SHARE:

Kenapa pupuk cabai merah harus bersusul – susulan?

Pupuk untuk cabe merah, cabe rawit, cabe kering dan paprika selalu menjadi perhatian yang menarik. Karena selain tenaga kerja, pupuk merupakan salah satu faktor yang menyedot banyak dana.

Karena menyedot banyak sumber daya, maka kita pasti berharap pemberian pupuk akan berdampak positif untuk cabai. Ini terlepas dari faktor apakah cabai mengalami serangan hama dan penyakit atau tidak.

Diantara kegiatan bertani, selain mengatasi serangan hama dan penyakit, pemberian pupuk untuk cabe merah juga sangat penting.

Hal ini karena tidak mungkin hanya mengandalkan ketersediaan unsur hara di tanah. Karena jumlahnya pasti tidak mencukupi.

Untuk itu, setiap kali mau menanam cabai, selalu melakukan pemberian pupuk dasar. Karena pupuk dasar ini akan menyediakan berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Jika unsur hara tersedia lebih awal, maka tanaman akan semakin cepat pertumbuhannya.

Proses pemberian pupuk untuk cabe merah dan cabai jenis lainnya tidak berhenti hanya di pupuk dasar.

Pemupukan akan dilakukan lagi beberapa minggu kemudian, dan minggu – minggu setelahnya sesuai dengan perencaan. Kita menyebutnya sebagai pupuk susulan.

Kenapa perlu melakukan pupuk susulan?

  1. Pupuk dasar usur haranya sudah habis.
  2. Mencegah cabai kekurangan unsur hara tertentu selama pertumbuhannya.
  3. Menambah unsur hara yang hanyut atau menguap.

Unsur hara hilang atau hanyut itu adalah hal yang wajar. Sangat dimaklumi dalam dunia pertanian.

Bisa jadi karena habisnya unsur hara karena terserap oleh tanaman atau hilang dan hanyut bersama air.

Karena sebagaian besar unsur hara menggunakan pupuk anorganik seperti Urea, KCL, KNO3, ZA dan seterusnya.

Terutama, pupuk nitrat seperti KNO3, Ca(NO3)2 . Pupuk tersebut sangat higroskopis dan mudah tercuci oleh penyiraman atau air hujan. Tidak hanya pupuk nitrat atau amonium, pupuk untuk sumber hara yang lain, asal sifatnya higroskopis, akan mudah tercuci oleh air hujan dan penyiraman.

Oleh sebab itu, pemberian pupuk susulan perlu dilakukan.

Lalu, Seberapa Banyak sih pupuk untuk cabe merah, rawit, dan keriting itu?

Saya sendiri juga tidak tahu pastinya berapa. Karena tidak ada yang bisa menyebutkan angka yang pasti.

Semua angka – angka dari jumlah pupuk yang sekarang ini ada adalah jumlah rekomendasi.

Bahkan dari para ahli dan beberapa panduan resmi juga kadang – kadang berbeda. Mungkin karena faktor musim (hujan atau kemarau) dan jenis tanah (berpasir, lempung) juga menentukan jumlah rekomendasi pupuknya.

Contohnya adalah beberapa rekomendasi pupuk untuk cabai merah sebagai berikut:

Pupuk DasarPupuk SusulanKeterangan
  • Pupuk kandang ayam (5 – 20 t/ha)
  • pupuk SP-36 (300 kg/ha)

Seminggu sebelum tanam.

  • Urea (200-300 kg/ha)
  • ZA (300-400 kg/ha)
  • KCl (250-300 kg/ha)

diberikan 3x pada umur 3, 6 dan 9 MST.

Tanah latosol/andisol, Lahan kering, dataran tinggi.

Pupuk susulan 1/3 dosis.[1]

  • Pupuk kandang kuda (20-30 ton/ha)
  • pupuk NPK 16-16-16 (700-1000 kg/ha),

Diberikan satu minggu sebelum tanam

  • NPK 16-16-16 (300-500 kg/ha)

diberikan dg cara dikocor, yaitu pupuk dilarutkan dalam air (2 g/l), (100-200 ml per tanaman).

Tanah latosol/andisol, Lahan kering, dataran tinggi.

Pupuk susulan diberikan setiap 10 – 14 hari sekali. Setelah usia tanaman >30 hari.[1]

  • Pupuk kandang ayam (15-20 t/ ha) atau kompos (5-10 t/ ha)
  • SP-36 (300-400 kg/ha)

Diberikan 1 minggu sebelum tanam.

  • Urea (150-200 kg/ha) ZA (400- 500 kg/ha) dan KCl (150-200 kg/ha) atau
  • pupuk NPK 16-16-16 (1,0 t/ ha)

Diberikan 3 kali pada umur 0,1 dan 2 bln setelah tanam.

Lahan Sawah, dataran rendah, jenis aluvial.

Dosis pupuk susulan 1/3 dosis.[1]

  • Pupuk organik (kotoran ayam/sapi) sebanyak 20 ton/ha
  • SP-36 sebanyak 200 kg/ha.
  1. 7 hari setelah tanam. 200 kg NPK dan ZA 200 kg per ha dengan perbandingan 1:1.
  2. Seminggu sekali sampai umur 30 hari setelah tanam. NPK 250 kg/ha dan ZA 250 kg/ha.
  3. Seminggu sekali sampai umur 60 hari setelah tanam. NPK 300 kg/ha dan ZA 300 kg/ha.
  4. Umur 15 & 30 hari setelah tanam. Pupuk kompos 0,5 kg/tanaman.
  5. Pupuk daun seminggu sekali setelah 7 hst. Sesuai dosis produk.
Tanah berpasir, Kulonprogo, Yogya.[2]
151 kg N/ha, 69 kg P2O5/ha, 120 kg K2O/haMusim kemarau. Perlu perhitungan lebih lanjut karena dosis di berikan dalam jumah unsur haranya.
60,3 kg N/ha, 69 kg P2O5/ha, 100 kg K2O/ha Musim penghujan. Perlu perhitungan lebih lanjut karena dosis di berikan dalam jumah unsur haranya

Download versi gambarnya.

pupuk untuk cabe merah - anjuran dosis pemupukan

Dari pupuk rekomendasi di atas, kita bisa menghitung berapa kebutuhan pupuk untuk cabai merah. Ternyata banyak juga, mari kita coba menghitungnya.

Kita hitung untuk rekomendasi yang pertama saja. Nanti yang lain bisa dihitung sendiri. Kita anggap luas lahan yang dimiliki adalah 1000 m2 dan mengambil dosis yang paling tinggi. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Jenis pupukJumlah (kg)/1000 m2
Pupuk kandang ayam2 ton = 2000 kg.
SP – 3630 kg
Urea30 kg
ZA40 kg
KCL30 kg

Kebutuhan pupuk untuk cabai merah pada anjuran yang pertama, jumlahnya seperti pada tabel di atas. Sedikit atau banyak? Harganya, silahkan kroscek sendiri.

Di keterangan dijelaskan bahwa pemberian untuk pupuk susulan adalah 1/3 dosis. Artinya, jika dosisnya 300 kg/ha, maka diberikan sebanyak 100 kg/ha.

Jika diberikan sebanyak 3 kali, maka 100 kg/ha x 3 = 300 kg kg/ha. Untuk luas lahan 1000 m2, dosisnya menjadi 30 kg/1000 m2. Seperti itu.

Saya merasa ada yang janggal dengan dosis – dosis di atas. Semoga saja, saya yang salah. Kenapa?

Karena ketika kita melihat data punyanya haifa group, kebutuhan tanaman terhadap unsur Potasium (K), akan meningkat lebih banyak setelah 30 hari setelah penyemaian. Kebutuhan akan unsur K ini akan selalu tinggi sampai akhir.

Ini adalah grafik unsur yang diserap oleh tanaman Pepper, per hari selama 110 hari. Sebagai data tambahan, ada juga serapan unsur hara oleh tomat selama kurang lebih 18 minggu.

pupuk untuk cabe merah - grafik serapan unsur hara oleh tanaman pepper

Memang, datanya tidak secara persis dari cabe merah yang sedang kita bahas. Tapi, antara pepper dan cabai itu kan satu keluarga. Lihat buktinya kalau pepper dan cabai itu satu keluarga. Saya kira perbedaannya juga tidak terlalu jauh.

Bahkan jika dibandingkan dengan tomat, pola penyerapannya hampir sama. Sekali lagi Polanya, bukan angkanya. Jika polanya yang kita pelajari, maka kemungkinan beberapa tanaman seperti terong, melon, dan sayuran buah yang lain akan sama.

Kita lihat pada grafik di atas. Usia 30 hari pertama tanaman menyerap unsur NPK sangat cepat, kenaikannya tajam. Hal ini berlangsung sampai usia tanaman 60 hari.

Nitrogen sangat dibutuhkan oleh tanaman. Akan tetapi, bukan yang paling banyak dibutuhkan. Ternyata, unsur K yang paling banyak dibutuhkan.

Jika melihat grafik tersebut, tanaman pepper membutuhkan unsur K hampir 3 kali lipat lebih banyak daripada unsur N.

Seandainya grafik di atas lebih detail lagi, kita bisa menghitung berapa kebutuhan per hari tanaman terhadap unsur haranya. Dengan cara menjumlah serapan nutrisi setiap harinya dan membuat rata – rata jumlah unsur dalam rentang waktu tertentu.

Misalnya untuk puncak penyerapan K sebanyak 6 kg/hari/ha. Grafik di atas adalah untuk 100.000 tanaman/ha. Maka pada penyerapan 6 kg/hari/hektar, setiap tanaman menyerap K2O sebanyak 0,06 kg/hari/tanaman atau 60 gram/hari/tanaman.

Dalam hal ini unsur K sangat penting sekali dalam menjaga supaya tanaman tidak rentan terhadap serangan penyakit.

Kemungkinan untuk cabai merah nilai serapan K nya tidak akan sebanyak itu. Karena ukuran buahnya lebih kecil. Akan tetapi jika melihat pola grafiknya, kebutuhan K akan tetap lebih tinggi.

Dalam infografik pendukung data di atas juga menyatakan bahwa semakin tinggi serapan unsur K, hasil produksi buahnya semakin besar.

Sekarang kita bandingkan dengan dosis anjuran yang banyak kita terapkan.

Pupuk dasar yang digunakan ada yang berupa kompos, SP-36 dan NPK. Kompos lebih sebagai sumber N, karena nilai P dan K nya jauh lebih kecil daripada N. Pupuk NPK nilai masing – masing unsur seimbang. Sedangkan SP-36 adalah sumber P dan Belerang.

Jika hanya memakai kompos dan sp36, maka jumlah K dalam pupuk dasar sangat kurang. Sedangkan kalau memakai pupuk dasar kompos dan NPK, akan dominan N.

Sekarang kita lihat ke pupuk susulan. Kita ambil contoh yang Urea (200-300 kg/ha, ZA (300-400 kg/ha) dan KCl (250-300 kg/ha).

Untung di sini masih ada Kcl sebagai sumber K. Tapi, dosisnya bukan yang paling banyak.

Rata – rata dosis lebih banyak pada unsur P dan N nya. ZA adalah amonium sulfat yang mana ia sebagai sumber N dan S.

Dosis untuk pupuk cabai merah di atas, rata – rata masih memberikan unsur – unsur dalam jumlah seimbang. Belum ada yang memberikan lebih untuk unsur K nya.

Ya, sebenarnya tidak ada masalah. Karena selama ini juga cabainya pada berbuah. Tapi kalau N dan P yang disediakan melebihi kebutuhan tanaman kan, namanya pemborosan.

Atau sumber Kalium itu lebih mahal? Kalau pupuk sumber K dalam bentuk pril mahal, kan bisa lewat pupuk daun.

Misalnya pupuk daun gandasil B. Kandungan N sekitar 6% saja, P 20 % dan K 30%. Unsur K jumlahnya paling banyak.

pupuk untuk cabe merah pupuk daun gandasil B

Ada juga merk pupuk daun lain yang super K. Seperti ini.

pupuk untuk cabe merah - pupuk daun super k

Selain itu, karena fungsi K bisa membuat tanaman tidak rentan penyakit, ada manfaat plus menurut saya, kalau unsurk K dilebihkan. Thats it.

Lalu?

Bagaimana cara memupuk cabe yang benar?

Ada tiga cara untuk memberikan pupuk untuk cabai merah:

  1. Dibenam
  2. Irigasi tetes
  3. Daun atau Foliar.
  4. Menunggu waktu yang pas.

Pupuk untuk cabe merah yang bentuknya pril, sebaiknya dibenam saja. Memang sedikit menambah kerjaan, karena harus menimbun pupuknya dengan tanah.

Tapi untuk pupuk murah, misalnya urea, kalau tidak ditimbun maka nitrogennya akan banyak yang hilang. Dalam bentuk gas amoniak, NH3, mudah sekali menguap.

Yang bisa diambil oleh tanaman hanya sisa urea yang sudah terhidrolisis menjadi ion amonium. Sisanya adalah bahan ikutan dalam pupuk yang fungsinya tidak jelas buat tanaman.

Menggunakan irigasi tetes memang lebih efisien dalam penggunaan pupuk. Tapi infestasinya juga lumayan.

Coba saja hitung. Untuk 1000 tanaman, dengan harga per dripnya sekitar 2000 rupiah, sudah 2 juta. Belum selang, pompa, dan listriknya. Semua ada cost tambahannya.

Pemupukan dengan irigasi tetes akan meminimalisir pupuk yang hilang karena menguap atau terbawa air. Terlebih lagi saat musim penghujan.

Karena kita bisa mengontrol sepenuhnya terhadap jadwal pemberian pupuk.

Langkah alternatif paling jitu adalah dengan pemberian secara foliar. Pupuk daun akan membantu tanaman mendapatkan unsur hara lebih cepat.

Tapi karena dosisnya harus rendah, maka harus dilakukan lebih sering.

Selain itu, pemberian pupuk daun juga harus mempertimbangkan cuaca. Kalau musim kemarau, mudah untuk menentukan kapan harus menyemprot. Kalau tidak pagi, ya sore.

Yang repot adalah ketika musim penghujan. Ketika pagi dan sore hujan, terpaksa pada siang hari.

Itupun, kalau pas siangnya matahari ternyata terik, penyemprotan juga tidak efektif. Karena panas terik akan membuat stomata daun menutup.

Jenis pupuk untuk cabai merah apa saja?

Jenis pupuknya sudah ada pada bagian dosis anjuran pemberian pupuk di atas. Yaitu:

  1. Pupuk kompos. Bisa kompos kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran kambing atau kuda.
  2. SP-36.
  3. Phonska atau NPK.
  4. Urea
  5. ZA
  6. KCL atau KNO3
  7. Pupuk Kapur atau dolomit.
  8. Pupuk daun. Sudah pernah saya tulis lengkap di artikel khusus pupuk daun.

Yang terpenting adalah kita tahu Pupuk yang kita gunakan itu sebagai sumber unsur hara jenis apa.

Pupuk kompos sebagai sumber N, P dan K. Jumlah N rata – rata paling banyak.

Sp-36 adalah pupuk forfat-belerang. Ini sebagai sumber unsur P dan S. Jumlah P dalam pupuk 36% dan S nya hanya 5%. 59 % nya dari bahan apa, tidak tahu.

Phonska itu sebagai sumber NPK.

Urea itu sebagai pupuk sumber N (nitrogen). Hanya nitrogen saja.

ZA itu amonium sulfat. Amonium sebagai sumber N dan sulfatnya sebagai sumber belerang (S).

KCL dan KNO3 adalah sebagai sumber kalium (K). Unsur K dari KCL ada klorinnya. Klorin biasanya menjadi sumber masalah bagi beberapa tanaman. Sedangkan KNO3, selain sebagai sumber K juga sebagai sumber N berupa nitrat. Tapi KNO3 harganya mahal.

Pupuk dolomit berfungsi untuk mengatur pH lahan. Dolomit bisa menurunkan derajat keasaman tanah lahan atau meningkatkan pH tanah.

Jadi, seperti itu.

Ok, kalau begitu saya kira pembahasan pupuk untuk cabe merah sampai di sini dulu. Semoga ada gunanya. Terima kasih.

Referensi

[1] Nani Sumarni dan Agus Muharam. 2005. Budidaya Tanaman Cabai Merah. Bandung. Balai Penelitian Tanaman Sayuran Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hortikultura Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian 2005.

[2] Standard Operating Procedure (SOP) Budidaya Cabai Merah Kulonprogo. Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 2009.

[3] Vivit F. Alviana1 dan Anas D. Susila. Optimasi Dosis Pemupukan pada Budidaya Cabai (Capsicum annuum L.) Menggunakan Irigasi Tetes dan Mulsa Polyethylene. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian , IPB. J. Agron. Indonesia 37 (1) : 28 – 33 (2009).

SHARE:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *